Gado Gado ala Institut Teknologi Bimbo

itbJudul Album : ITB Menyanyi Bimbo
Artis : Band-Band Alumni ITB
Produser : Bambang Suryoatmono, Nugroho Tri Utomo, Toni P. Sianipar
Produksi : ITB Menyanyi Bimbo

Apa yang bisa dihasilkan oleh ikatan Alumni sebuah kampus ? Merujuk dari yang selama ini kerap dilakukan, biasanya Alumni semacam ini menghasilkan sebuah event, setidaknya membuat reuni akbar atau perhelatan musik tahunan, atau seminar, atau berbagai kegiatan lainnya. Tapi menghasilkan sebuah album rekaman profesional yang dikonsep, diproduksi dan dibawakan sendiri oleh para alumni, barangkali baru Ikatan Alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) yang bisa. Tidak hanya di Indonesia, bahkan konon di duniapun baru pernah terjadi.

Adalah album berjudul ITB MENYANYIKAN BIMBO yang menjadi penanda dari kehebatan para alumni. Memang bukan sembarang alumni karena nama-nama yang tercantum di dalamnya bukan nama sembarangan. Dari deretan alumni yang terlibat ada nama TONI SIANIPAR dan FERINA (mantan Elfa’s Singers), PURWACARAKA, ERWIN BADUDU, CANDIL, DONNY SUHENDRA (Krakatau), ACHI (She), DAMON KOESWOYO (Kidnap Katrina) dan FARMAN PURNAMA, bahkan SAM BIMBO!

Di antara para alumni sendiri memang sudah kerap diadakan Festival Band Alumni ITB. Dari sini pulalah ide untuk membuat album rekaman mencuat, lantaran melihat band-band alumni itu kualitasnya tidak bisa dianggap remeh. Proyek rekaman bersama akhirnya diwujudkan dengan mengambil BIMBO sebagai ‘objek’ untuk digarap bersama. Bukan tanpa alasan pemilihan BIMBO ini. Selain SAM BIMBO yang juga alumni ITB sehingga lebih ‘mudah’ dalam hal perizinan, secara material Bimbo punya ribuan lagu dari ratusan album yang sudah dirilis. Disamping itu, lagu-lagu yang diusung Bimbo tidak hanya terpaku pada satu genre sehingga memudahkan bagi band-band yang memang lintas genre itu untuk mengintepretasikan sesuai karakter band.

Hasilnya ?

Ada 25 lagu BIMBO yang didaur ulang di album ini, dibawakan oleh band-band alumni dari era 60an sampai 2000an, plus Band Dosen, Karyawan dan Mahasiswa ITB, Paduan Suara Mahasiswa ITB, sampai kolaborasi lintas alumni yang menyajikan karya dalam karakter mereka masing-masing.

Berikut review berdasarkan track list :

1. CITRA – THE LAST EIGHTIES
Track dibuka oleh lagu yang sempat juga menjadi hits besar saat dinyanyikan dalam irama bossanova oleh RAFIKA DURI. Lewat tampilan THE LAST EIGHTIES, lagu ini tampil segar dalam warna classic disco ala 80an. Pas menjadi track pembuka.

2. NELAYAN TUA – MIGHTY EIGHTY
Versi asli lagu ini dibawakan secara akustik oleh Bimbo dengan menghanyutkan. Nuansa akustik tetap dihadirkan oleh MIGHTY EIGHTY yang menafsirkan lagu NELAYAN TUA dalam balutan nuansa musik India, klop dengan intepretasi FERINA sang vokalis yang membawakannya penuh penghayatan. Fresh sekaligus unik.

3. DI ATAS JEMBATAN SEMANGGI – GEN81
Lagu aslinya sempat dituding ‘menjiplak’ BOHEMIAN RHAPSODY milik QUEEN gara-gara sebaris melodi yang memang sama persis notasinya plus harmonisasi vokal mereka yang memang nyerempet-nyerempet di lagu ini. Uniknya, GEN81 justru tidak mencoba menghilangkan bagian yang mirip itu, meskipun di bagian lainnya justru dibawa lebih ngerock.

4. BUKIT BUKIT SUNYI – ERWIN BADUDU & FARMAN PURNAMA feat. SAM BIMBO
Ini adalah salah satu lagu Bimbo yang mempunyai aura magis. Materi lagu dan aransemen serta intepretasi mereka sudah terdengar megah. Oleh ERWIN BADUDU, lagu ini diaransemen ulang dengan gaya orkestrasi yang grande, plus suara tenor FARMAN PURNAMA berhasil menghidupkan nyawa lagu. Dan meskipun berbeda karakter, paduan vokal bersama SAM BIMBO terhitung pas.

5. ABANG BECA – BALAD 82
Lagu ABANG BECA terhitung lagu Bimbo yang ringan dan masuk dalam katagori lagu yang mereka sebut sebagai ‘Indonesia Antik’. Oleh BALAD 82, lagu ini dibawakan ulang dengan nuansa etnik sunda dan sentuhan keroncong.

6. TAJAM TAK BERTEPI – LASKAR 79
Lagu hasil tulisan IWAN ABDURACHMAN ini memang sudah keren dari sananya. Bimbo telah berhasil membawakannya dengan warna mereka yang khas. Sebuah twist dilakukan dengan cerdik oleh LASKAR 79 yang mengintepretasikan lagu ini dalam warna slow swing yang tenang menghanyutkan.

7. ROMANTIKA HIDUP – BAND ITB 60-AN
Sebuah lagu Bimbo yang bertema kritik sosial tanpa kesan menggurui. Versi aslinya sangat ngetop di era 80an dan asyik terdengar dalam balutan aransemen bernuansa salsa. Saat dibawakan ulang oleh BAND ITB 60-AN, lagu ini dirombak menjadi bernuansa dixie dengan tempo yang lebih lambat.

8. BALADA SEORANG BIDUAN – BANDOS ITB
Lagu aslinya terdengar sangat menyentuh. Nuansa Balada yang menjadi daya pikat Bimbo terdengar kuat. Oleh BANDOS ITB, lagu ini dirubah nuansanya menjadi lebih bertenaga, dengan beat yang lebih cepat dan dinamis.

9. PELABUHAN HATI – PADUAN SUARA MAHASISWA ITB
Satu lagi lagu yang sangat khas Bimbo. Versi aslinya tampil megah dengan harmonisasi vokal yang keren. Memang pas untuk dibawakan sebuah kelompok paduan suara. Dengan aransemen baru yang menunjang, PADUAN SUARA MAHASISWA ITB berhasil membawakan lagu ini dengan nuansa berbeda tapi tetap keren.

10. KUMIS – BABY EATS CRACKERS
Lagu yang sangat catchy ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat. Beberapa kali dirilis ulang oleh penyanyi lain dan tetap sukses. BABY EATS CRACKERS membawakan kembali lagu ini dengan tidak jauh berbeda, hanya saja secara aransemen mereka lebih terdengar modern, plus imbuhan permainan violin yang mempermanis lagu.

11. MELATI – MUSICOLOGY
Ini juga lagu yang sangat ngetop dari Bimbo. Versi aslinya sangat syahdu, dan MUSICOLOGY memberi nuansa baru dengan memasukkan sedikit unsur rock.

12. SALJU – ASRI HARDJAKUSUMAH
Asri Hardjakusumah (Achi), pemain violin dari kelompok musik SHE mencoba tampil beda di lagu ini. Tidak hanya mengaransemen tapi juga bernyanyi, meskipun menurutnya itu adalah hal yang sangat susah mengingat dirinya yang bukan penyanyi. Tapi Achi berhasil menunjukkan kalau dia juga bisa bernyanyi. Lagu SALJU versinya terdengar kekinian dan potensial hits. Salah satu lagu yang kuat di album ini.

13. PENGGALI KUBUR – UNFORGETTABLE PIRATES OF 87
Sebuah keberanian sendiri membawakan lagu bernuansa ‘mistis’ dengan judul yang tidak lazim. Tapi secara materi, lagu PENGGALI KUBUR ini memang unik dan mempunyai makna yang dalam. UNFORGETTABLE PIRATES OF 87 menyajikan ulang lagu ini dengan groovy dan berhasil ‘menghilangkan’ nuansa mistisnya. Keren.

14. CEMPAKA KUNING – BANDIT B76
Sebuah intepretasi yang cukup unpredictable dari BANDIT B76. Mengingat personelnya adalah alumni angkatan tahun 1976, mungkin kita akan menganggap mereka akan mengintepretasi lagu CEMPAKA KUNING sesuai ‘zaman’ mereka. Ternyata mereka justru tampil dalam warna kekinian. Lagu yang aslinya syahdu diadaptasi menjadi lagu bernuansa Hiphop, lengkap dengan rap dan dubstep, meskipun suara sang vokalis justru terdengar mirip vokalis aslinya.

15. CINTA KILAT – PURWACARAKA & CANDIL
Dua nama kondang ini berkolaborasi menyajikan ulang lagu kocak yang tergolong alltime hits. Lewat tenggorokan Candil, sudah pasti lagu ini jadi bernuansa rock, dan sepertinya Purwa memang memberikan ruang seluas-luasnya untuk Candil bereksplorasi lewat aransemen musik yang simpel.

16. FLAMBOYAN – TECHNOART
Versi asli lagu ini sangat kuat, dibawakan dengan penghayatan tinggi dan terdengar menggetarkan. Memang susah mengutak-atik lagu yang sudah sangat kuat melekat di masyarakat. Dan TECHNOART mencoba tetap mengambil nuansa asli lagu ini lewat balutan aransemen bernuansa orkestra yang grande.

17. JUMPA UNTUK BERPISAH – GO BAND
Ini juga tergolong lagu yang paling populer dari Bimbo. Versi aslinya dinyanyikan dengan harmonisasi yang keren dan syahdu. GO BAND mengaransir ulang lagu ini dengan format band kekinian dengan warna rock yang kental. Beda dan cukup berhasil.

18. BUNGA SEDAP MALAM – G75
Sebuah intepretasi yang cukup asyik dari G75 atas lagu yang versi aslinya dibawakan IIN PARLINA dengan suaranya yang mendesah. Versi G75 tampil lebih bertenaga, tetap menggemaskan tanpa harus ‘mendesah’. Good Job.

19. ANTARA BOGOR DAN CIANJUR – COOL BEAT 88
Lagu yang sarat kritik sosial ini versi aslinya dibawakan Bimbo dengan warna country ballad, pas dengan kebutuhan lagunya. COOL BEAT 88 mencoba menafsir ulang lagu ini dengan aransemen yang lebih padat beat yang lebih cepat.

20. AKU SAYANG PADAMU – 9.1 ONE
Sebuah lagu yang unik dari Bimbo. Versi aslinya bernuansa pop rock tapi tetap dibawakan dengan harmonisasi vokal khas Bimbo. Oleh 9.1 ONE konon lagu ini sempat dicoba untuk diaransemen dengan gaya Funk, New Age bahkan R&B tapi dirasa belum pas. Akhirnya warna blues-lah yang dipilih untuk membawakan ulang lagu ini dan ternyata memang pas.

21. MELATI DARI JAYAGIRI – DELIMA
Satu lagi alltime hits milik Bimbo yang sudah sangat lekat di benak masyarakat. Tidak heran kalau DELIMA juga tidak jauh beranjak dari versi aslinya. Mengandalkan denting gitar dan harmonisasi vokal seperti versi aslinya, Delima menambahkan bebunyian flute sebagai pemanis.

22. TANTE SUN – BAND EIT-TI-SIX
Lagu jenaka yang ringan ini coba dihadirkan beda oleh BAND EIT-TI-SIX dengan menggubahnya menjadi bernuansa pop rock. Terdengar segar dan berbeda tanpa kehilangan ‘roh’ lagunya.

23. HUJAN DI POLONIA – NINETY GROOVY FUNKY FIVE
Hentakan gendang dan sambaran musik bernuansa batak di intro awal lagu HUJAN DI POLONIA versi NINETY GROOVY FUNKY FIVE ini saja sudah terdengar catchy. Terlebih saat harmonisasi vokal terdengar disusul suara saxophone dan akustik gitar yang nge-jazz, membalut keseluruhan aransemen yang bernuansa groovy etnik. Terdengar jauh berbeda dengan versi aslinya tapi tetap asyik disimak.

24. SENANDUNG RINDU – THE FOLKSTORY
Sesuai dengan nama band-nya THE FOLKSTORY, mereka menafsir ulang lagu SENANDUNG RINDU dengan nafas folk yang kental. Terdengar beda dengan versi aslinya tentu saja. Lebih modern dan kekinian. Mantap.

25. SENDIRI LAGI/ADINDA – THE 8EST4RS
Dua lagu ciptaan TITIEK PUSPA ini coba di mash up oleh THE 8EST4RS. Menghadirkan 4 vokalis tenor, lagu ini dibalut dengan aransemen bernuansa orkestrasi.

Sebagai sebuah tribute, album ini terhitung berhasil menampilkan musik BIMBO yang kaya warna. Masing-masing penampil mencoba tampil dengan gaya masing-masing dan sebagian besar cukup berhasil. Memang tidak semua vokalis yang bernyanyi di album ini adalah penyanyi ‘beneran’ sehingga ada beberapa yang terdengar kurang pas. Tapi itu semua bisa dimaafkan karena tujuan awal dibuatnya album ini memang untuk kalangan sendiri, bukan untuk kepentingan komersial.

Ibarat gado-gado yang terdiri dari berbagai jenis sayuran, album ini adalah gado-gado yang bergizi dan menyehatkan. Sukses. Semoga album ini bukan yang pertama dan terakhir, karena masih banyak musisi dan band legendaris Indonesia yang karya-karyanya juga pantas dibuat album tribute.

Satu lagi, album ini pantas dirilis untuk umum agar semua kalangan bisa menikmati. Sayang kalau album sebagus ini hanya beredar di kalangan internal 🙂

Festival Lagu Populer Indonesia era 70an

Sebelumnya udah sempat dibahas tentang FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI) di blog ini. Tapi waktu itu mengkhususkan hanya di era 80an saja karena awalnya gue nulis itu buat dimasukin blog lapanpuluhan, dan kemudian gue repost disini. Nah, biar lengkap, akhirnya gue coba untuk ulas FLPI di era 70an. Nanti insya Allah bakal diulas juga FLPI era 90an, walaupun cuma 2 tahun saja sampai 1991 setelah itu mandeg.

FLPI sendiri adalah festival tahunan yang dimulai pelaksanaannya sejak tahun 1973. Tujuan diadakannya lomba cipta lagu ini adalah untuk mencari lagu yang akan berlaga di WORLD POP SONG FESTIVAL, gelaran internasional prestisius yang diadakan di BUDOKAN HALL, Tokyo, Jepang.

Indonesia sendiri sudah berpartisipasi di ajang internasional itu sejak tahun 1971 dengan mengirimkan lagu SALAM MESRA DARI DJAKARTA (WITH THE DEEPEST LOVE OF DJAKARTA) ciptaan MOCHTAR EMBUT dan dibawakan ELLY SRI KUDUS, dan kemudian di tahun 1972 mengirimkan lagu BEFORE I DIE ciptaan MUS K. WIRYA dan dibawakan TUTY AHEM, meskipun tanpa mengadakan seleksi khusus. Barulah pada tahun 1973 diadakan semacam seleksi dalam bentuk Festival Cipta Lagu yang kemudian dikenal dengan nama FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL dan kemudian menjadi FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA.

Meskipun maksud awalnya adalah untuk menyeleksi lagu terbaik yang akan mewakili Indonesia di tingkat internasional, pada perkembangannya festival ini juga menjadi tolok ukur kepiawaian pencipta sekaligus penyanyi yang berpartisipasi. Bahkan kemudian Festival ini menjadi salahsatu yang ditunggu kehadirannya setiap tahun oleh para penikmat lagu pop Indonesia karena album-album FLPI yang dirilis selalu menghasilkan lagu-lagu yang keren dan berhasil menjadi hits.

Belum diketahui (data belum didapat) apakah di awal penyelenggaraannya, lagu-lagu dibuatkan album khusus, yang baru didapat adalah Tahun 1975 sempat dibuat album para finalis, kemudian berlanjut dimulai tahun 1977 album khusus para finalis dirilis secara rutin.

Berikut reviewnya… mariii…

1. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1973
deddy damhudiGue belum menemukan catatan lengkap siapa aja finalis yang berlaga di tahun pertama penyelenggaraan FLPI ini. Yang gue tahu adalah, pemenang pertama diraih sama NICK MAMAHIT dengan lagunya CINTA ABADI (LOVE ETERNALLY) yang dibawakan BROERY MARANTIKA, dan pemenang kedua diraih GATOT SOENYOTO dengan lagunya GUBAHANKU dan dinyanyikan oleh DEDDY DAMHUDI.
Broery terpilih mewakili Indonesia di WPSF tapi sayang tidak menghasilkan penghargaan apapun. Lagu Cinta Abadi juga tidak berhasil menjadi hits, justru lagu GUBAHANKU berhasil melambungkan nama DEDDY DAMHUDI. Lagu itu menjadi hits besar yang masih terus dinyanyikan orang sampai hari ini.
Tidak diketahui juga apakah para finalis dibuatkan album secara khusus, tapi yang jelas DEDDY DAMHUDI merilis album dengan lagu GUBAHANKU sebagai lagu andalan.

2. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1974
broery cinta copyLagi-lagi catatan lengkap tentang festival tahun ini juga susah didapatkan. Yang gue tahu hanya pemenang pertama tahun ini diraih TITIEK PUSPA lewat lagu CINTA yang dinyanyikan dengan sangat bagus oleh BROERY MARANTIKA. Kembali Broery terpilih mewakili Indonesia untuk berlaga di Tokyo, dan sayangnya masih belum bisa menghasilkan penghargaan apa-apa.
Broery merilis album dengan judul CINTA dan ada embel-embel FESTIVAL 74 tapi tidak berisi lagu-lagu hasil festival. Tidak hanya Broery, ANNA MATHOVANI juga merilis album serupa. Dan lagu CINTA berhasil menjadi hits besar, salahsatu lagu ciptaan Titiek Puspa yang terbaik dan masih terus dinyanyikan orang sampai saat ini.

3. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1975
1975Tahun 1975 Festival kembali digelar dan menghasilkan 5 Lagu finalis. Berbeda dengan Festival di era-era setelahnya yang menghasilkan sekitar 10 finalis dan masing-masing dinyanyikan oleh penyanyi yang berbeda, di tahun ini lagu-lagu finalis dibawakan oleh penyanyi-penyanyi yang berbeda, boleh jadi untuk menyaring juga siapa penyanyi yang paling pas untuk dikirim ke Jepang. Di album 5 LAGU POP INDONESIA TERBAIK 1975 ini, ada 4 nama yang tampil menyanyikan lagu-lagu finalis yaitu TITIEK PUSPA, FRANZ DAROMEZ, GRACE SIMON dan KOES HENDRATMO. Masing-masing tampil keren dengan ciri khas masing-masing, bahkan KOES HENDRATMO tampil full vibrasi ala penyanyi opera. Tapi justru diantara mereka tidak terpilih menjadi penyanyi yang berlaga di Jepang. Yang terpilih adalah MELKY GOESLAW yang tahun itu menjuarai FESTIVAL PENYANYI POPULER 1975, yang justru rekaman suaranya tidak ada di album ini. Festival tahun ini sendiri dimenangkan oleh lagu PERGI UNTUK KEMBALI yang diciptakan oleh MINGGUS TAHITOE. Sayangnya di album ini tidak dicantumkan siapa-siapa saja finalis yang menciptakan lagunya. Di album ini juga terdapat lagu jingle iklan DUSAL yang dinyanyikan oleh DUSALINA BERSAUDARA sebagai transisi antar penyanyi.

Track List:
(pencipta tidak tercantum)

1. SAAT YANG KUNANTIKAN
Titiek Puspa
2. HILANG DALAM KEGELAPAN
Titiek Puspa
3. BAGAI BUNGA LAYU
Titiek Puspa
4. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Titiek Puspa
5. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Titiek Puspa
6. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
7. SAAT YANG KUNANTIKAN
Franz Daromez
8. HILANG DALAM KEGELAPAN
Franz Daromez
9. BAGAI BUNGA LAYU
Franz Daromez
10. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Franz Daromez
11. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Franz Daromez
12. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
13. SAAT YANG KUNANTIKAN
Grace Simon
14. HILANG DALAM KEGELAPAN
Grace Simon
15. BAGAI BUNGA LAYU
Grace Simon
16. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Grace Simon
17. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Grace Simon
18. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
19. SAAT YANG KUNANTIKAN
Koes Hendratmo
20. HILANG DALAM KEGELAPAN
Koes Hendratmo
21. BAGAI BUNGA LAYU
Koes Hendratmo
22. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Koes Hendratmo
23. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Koes Hendratmo
24. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara

4. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1976
grace renjana2Sampai saat ini gue belom dapet data pasti siapa-siapa saja yang menjadi finalis di tahun 1976. Album khusus yang memuat para finalis juga belum didapatkan. Meskipun begitu, lagu pemenang tahun 1976 ini tergolong populer. Diciptakan oleh GURUH SUKARNO PUTRA, lagu berjudul RENJANA ini berhasil dibawakan dengan bagus oleh GRACE SIMON.
Grace mewakili Indonesia ke Festival di Tokyo tetapi belum berhasil mendapatkan penghargaan. Grace juga merilis album solo dengan judul RENJANA yang juga berhasil menjadi hits. Selain itu, versi live lagu RENJANA juga dirilis Grace bersama penyanyi-penyanyi lain yang saat itu mengikuti FESTIVAL PENYANYI POPULER NASIONAL yang menjadikan lagu Renjana sebagai lagu wajib. Tercatat selain Grace ada HETTY KOES ENDANG, ANDI MERIEM MATTALATTA, MARGIE SEGERS, DIAH ISKANDAR, FERDY FERDIAN dan EDDY SILITONGA. Grace memenangkan festival Penyanyi ini sekaligus mengantarkannya ke Tokyo untuk menjadi wakil Indonesia membawakan RENJANA.

5. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1977
flpi77Tahun ini FLPI mendapatkan sebuah lagu yang fenomenal karena selain menang di ajang ini, menang juga di ajang festival lagu tingkat dunia di Budokan Tokyo. Uniknya, di ajang ini lagu itu sebenarnya hanya menjadi pemenang kedua, tapi justru dipilih mewakili Indonesia di festival Lagu Internasional itu. Lagu itu berjudul DAMAI TAPI GERSANG ciptaan ADJIE BANDI dan dinyanyikan sendiri olehnya (waktu festival di Jepang duet bersama HETTY KOES ENDANG). Lagu ini memang sangat bagus, lirik bagus melodi juga bagus. Lagu ini juga berhasil menjadi hits besar. Saking ngetopnya, sempat dibikin juga film dengan judul GERSANG TAPI DAMAI. Tapi sayang, kepopuleran lagu ini tidak lantas membuat Adjie Bandi terangkat secara material. Kehidupannya benar-benar ‘gersang’, bahkan dia wafat dalam kemiskinan. Ya, mungkin begitulah potret pencipta lagu Indonesia yang belum dihargai secara layak seperti seharusnya. Festival kali ini juga menghasilkan beberapa lagu hits seperti BILA CENGKEH BERBUNGA yang menjadi pemenang pertama, dan DIBATAS ANGAN ANGAN.

Track List:

1. BILA CENGKEH BERBUNGA
Minggus Tahitu
Lex’s Trio
2. DAMAI TAPI GERSANG
Ajie Bandi
Ajie Bandi
3. PENGABDIAN TIADA AKHIR
Anggrian Sukamto
Marini
4. DI BATAS ANGAN-ANGAN
Keenan Nasution
Keenan Nasution & Hutauruk Sisters
5. QUEEN OF THE RAIN
Jim Rais
Parwati Kramadibata, Lela F, Froli LB
6. HARI YANG INDAH
Chandra Darusman
Rizali Indrakesuma, Helmi Indrakesuma, Irwan Indrakesuma
7. KEHIDUPAN
Ajie Bandi
Ajie Bandi
8. SADARILAH SAYANG
Iskandar & Ireng Maulana
Hutauruk Sisters
9. SEMUSIM LALU
Anggrian Sukamto
Marini

6. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1978
flpi 78Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) tahun 1978 menghasilkan 6 lagu finalis dari 4 komposer yaitu BASKORO, ULLY SIGAR RUSADY, BAGIO MANGKUWIDURO dan MAMAD ROHAN AMIR. Berhasil menjadi pemenang dan mewakili Indonesia ke ajang World Pop Song Festival di Budokan Tokyo adalah lagu berjudul HARMONIE KEHIDUPAN yang diciptakan ULLY SIGAR RUSADY dan dinyanyikan oleh DHENOK WAHYUDI. Sayangnya, sukses tahun 1977 yang menghantarkan lagu DAMAI TAPI GERSANG menjadi lagu terbaik di festival internasional itu tidak bisa diulangi oleh lagu ini. Di pasaran, lagu yang berhasil menjadi hits besar adalah lagu BAHANA PERDAMAIAN, yang kemudian banyak dinyanyikan lagi oleh penyanyi lain, diantaranya yang terhitung sukses adalah EDDY SILITONGA.

Track List:

1. BAHANA PERDAMAIAN
Baskoro
Fifi Kaboel
2. WAKTU
Bagio Mangkuwiduro
Dian Anggraini
3. HARMONIE KEHIDUPAN
Ully Sigar Rusady
Dhenok Wahyudi
4. BERKESAN NAMUN HAMPA
Mamad Rohan Amir
Nining Agoes & Alex Wattinurry
5. HIDUP MANUSIA
Bagio Mangkuwiduro
Jonas Souisa & Fifi Kaboel
6. AKHIR BALADA
Ully Sigar Rusady
Zwesty Wirabhuana & Ade Manuhutu

7. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1979
1979Penyelenggaraan FLPI ke 7 tahun 1979 menghasilkan nama-nama baru yang kemudian mewarnai industri musik Indonesia. TARIDA P. HUTAURUK di keikutsertaannya yang pertama ini langsung menyertakan 3 lagu ciptaannya menjadi finalis, dan bahkan 2 diantaranya menjadi pemenang yaitu RUNTUHNYA KEANGKUHAN yang dinyanyikan BORNOK HUTAURUK sebagai juara pertama, dan lagu SETELAH KUTAHU yang dinyanyikan RUGUN HUTAURUK berduet bersama JOHANNES PURBA menjadi juara 3. Nama baru yang muncul dari ajang ini adalah ANTON ISSOEDIBYO yang di FLPI era 80an tergolong ‘raja’-nya karena nyaris selalu berhasil menembus final. Nama BAGOES AARYANTO (BAGOES AA) juga muncul di deretan finalis. TITIK HAMZAH, mantan personel DARA PUSPITA juga pertama kali ini maju ke babak final, dan namanya termasuk diperhitungkan di FLPI era 80an. Lagu RUNTUHNYA KEANGKUHAN dikirim ke WPSF di Jepang, hanya saja yang berlaga disana bukan Bornok tapi BERLIAN HUTAURUK. Meksipun tidak mendapatkan nomor di festival internasional, lagu Runtuhnya Keangkuhan sempat menjadi hits saat dirilis tersendiri sebagai album solo oleh BERLIAN HUTAURUK. Boleh dibilang Festival tahun ini adalah tahunnya ‘Hutauruk’. Selain TARIDA yang memasukkan 3 lagunya dan 2 lagu menjadi pemenang, para penyanyinya juga ada RUGUN, BORNOK dan BERLIAN yang memang saudara sekandung. Masih ditambah oleh LOUISE HUTAURUK yang meskipun tidak bersaudara kandung tapi masih bermarga Hutauruk.

Track List:

1. BENINGNYA KASIH
Anggrian Sukamto
Marini
2. JELITA
Titik Hamzah
Berlian Hutauruk
3. AMBISI DIRI
Yasir Syam
Ade Manuhutu
4. WONDERFUL LIFE
Bagio Mangkuwiduro
Herty Sitorus
5. MAHADEWI
Bagoes Aaryanto
Louise Hutauruk
6. RUNTUHNYA KEANGKUHA
Tarida P. Hutauruk
Bornok Hutauruk
7. NAIF
Anton Issoedibyo
Lex’s Trio, Rafika Duri, Harvey Malaihollo, Harry
8. KATAKANLAH
Tarida P. Hutauruk
Bornok Hutauruk
9. SETELAH KUTAHU
Tarida P. Hutauruk
Rugun Hutauruk & Johannes Purba
10. HIMBAUAN
Sani
Dewi Yull

FLPI memang mengalami masa keemasan di era 80an, saat lagu-lagu yang dirilis di pasaran mencetak hits besar dan bahkan sampai hak rilisnya pun menjadi rebutan para produser saat itu. Tapi justru di era 70an lah prestasi terbesar Indonesia di ajang WPSF berhasil dicetak lewat DAMAI TAPI GERSANG karya ADJIE BANDI yang berhasil menjadi lagu terbaik di ajang itu. Prestasi besar berikutnya diraih tahun 1986 saat HARVEY MALAIHOLLO terpilih menjadi penyanyi terbaik lewat lagu SEANDAINYA SELALU SATU ciptaan ELFA SECIORIA & WIEKE GUR.

Sungguh Festival semacam ini sangat ‘ngangenin’ tapi entah mengapa tidak pernah diadakan lagi. Boleh jadi karena WPSF yang sudah berhenti sejak 1988, atau industri musik saat ini yang memang tidak kondusif untuk menghasilkan festival keren seperti FLPI. So, beruntunglah generasi 70an, 80an dan awal 90an yang masih mengalami masa-masa ini.

Fariz RM & Dian PP In Collaboration With.. : Melukis masa lalu dalam kanvas masa kini

unnamedJudul Album : Fariz RM & Dian PP in Collaboration With
Artis : Various
Tahun Produksi : 2014
Produser : Seno M. Hardjo
Produksi : Target Pop
Distributor : Swara Sangkar Emas

FARIZ RUSTAM MUNAF dan DIAN PRAMANA POETRA adalah dua nama besar dalam industri musik Indonesia. Dalam bermusik, mereka lahir, berkembang, dan menjadi besar dalam masa yang hampir bersamaan. Fariz lahir sebagai ‘anak ajaib’ yang mampu menghasilkan musik progresif dimasanya, yang mengundang decak kagum karena hasil karyanya bisa maju melampaui masa. Lewat album SAKURA yang fenomenal itu, namanya melambung dan konsisten menghasilkan album laris sampai awal 90an. Sementara itu, Dian lahir dari ajang LOMBA CIPTA LAGU REMAJA PRAMBORS yang kemudian mantap sebagai penyanyi dan komposer handal. Sederet karyanya menjadi hits besar lewat tarikan suaranya ataupun penyanyi-penyanyi lain sepanjang era 80an sampai awal 90an.

Nama sebesar mereka tentu punya rekam jejak yang tidak sedikit. Mereka sudah ‘melukis’ banyak warna dalam industri musik Indonesia, yang keindahannya masih bisa dinikmati sampai detik ini. Tapi sayangnya industri musik itu sendiri sepertinya tidak banyak memberi tempat kepada mereka-mereka yang sudah ikut menorehkan sejarah kejayaan industri. Tidak seperti industri musik dunia (Amerika) yang masih memberi panggung seluas-luasnya bagi musisi besar dekade lalu untuk terus berkarya, industri musik Indonesia seperti hanya memberikan tempat untuk mereka-mereka yang masih segar dan belia. Hanya segelintir saja nama yang sanggup bertahan melampaui beberapa dekade, itupun mengalami pasang surut mengikuti arus industri.

Maka strategipun harus dipikirkan untuk memberi ‘panggung’ kepada para pelukis sejarah musik kita. Satu yang coba ditawarkan SENO M. HARDJO dari TARGET POP adalah membawa FARIZ RM & DIAN PP lebur ke dalam kumpulan mereka-mereka yang masih segar dan ranum dalam industri musik hari ini. Lewat album berjudul FARIZ RM & DIAN PP IN COLLABORATION WITH, karya-karya Fariz & Dian ‘dilukis ulang’ oleh sederet nama populer saat ini seperti SAMMY SIMORANGKIR, FATIN SHIDQIA LUBIS, GLENN FREDLY, CITRA SCHOLASTIKA, MALIQ & D’ESSENTIALS, SANDY SONDORO, INDAH DEWI PERTIWI, dan masih banyak lagi.

Meleburkan mereka dalam karya bersama memang bukan pekerjaan mudah. Trend musik sudah berganti, apa yang dihasilkan Fariz & Dian 30 tahun lalu mungkin akan terdengar ‘usang’ untuk telinga mereka yang lahir di era ini. Merekonstruksi ulang aransemen dan intepretasi penyanyinya sesuai trend mungkin akan ‘memanjakan’ pendengar saat ini, tapi bisa-bisa justru membuat penikmat versi original menjadi tidak ‘berselera’. Disinilah tantangannya.

Lalu bagaimana dengan album ini ? Apa yang dilakukan Fariz & Dian bersama pelaku industri musik masa kini ? berikut review berdasarkan track list:

1. KAU SEPUTIH MELATI (Jockie Suryoprayogo) – Sammy Simorangkir feat. Dian Pramana Poetra
Track dibuka dengan megah oleh lagu yang menjadi hits besar Dian di tahun 1986. Aransemen garapan ANDI RIANTO sangat berbeda dengan versi original yang digarap JOCKIE SURYOPRAYOGO, tapi justru terdengar ‘seperti’ hasil aransemen Jockie, mengingatkan pada megahnya aransemen Jockie era BADAI PASTI BERLALU. SAMMY SIMORANGKIR juga berhasil tampil bagus, lepas dari image lagu ini yang selama ini sangat lekat dengan Dian. Intepretasi ulang yang keren dan kuat. Dian juga ikut bernyanyi di lagu ini, tapi justru ‘tenggelam’ oleh warna Sammy. Kalau tidak teliti mendengarnya, suara Dian yang muncul di beberapa part saja itu seperti tidak terdeteksi karena menjadi ‘mirip’ dengan suara Sammy. Mungkin memang ini disengaja untuk memberi ruang sebanyak-banyaknya bagi Sammy, tapi ‘kalau saja’ Dian tampil dengan gaya khasnya berpadu dengan gaya khas Sammy bisa jadi akan lebih ‘jedarr’. Seperti yang pernah dilakukan almarhum DIANA NASUTION saat membawakan kembali lagunya JANGAN BIARKAN bersama TITI DJ. Kemunculan Diana di bagian akhir lagu menjadi klimaks yang keren walaupun hanya tampil secuil.

2. DEMI CINTAKU (Dian Pramana Poetra) – Fatin Shidqia Lubis
Lagu ini cukup penting bagi karir Dian di era ini. Setelah cukup lama vakum nyaris di sepanjang era 90an, Dian kembali muncul lewat album TERBAIK di tahun 1999 yang menyajikan lagu ini sebagai lagu baru diantara lagu-lagu hits terbaiknya. Nama Dian pun kembali terangkat karena lagu ini, dan sepertinya FATIN SHIDQIA LUBIS tidak perlu ‘bersusahpayah’ mengutak-atik karena Dian yang mengaransemen lagu ini tidak banyak merubah dari versi original. Sebenarnya lagu ini cocok dengan vokal Fatin, tapi entah mengapa Fatin membawakannya seperti terbata-bata, terpatah-patah.

3. SAKURA (Fariz RM & Jimmy Paais) – Sandy Sondoro feat. Fariz RM
Selain NADA KASIH, lagu SAKURA adalah lagu Fariz yang paling sering dirilis ulang oleh penyanyi lain. Melihat lagu SAKURA ada di track album ini sebenarnya membuat kening saya berkerut, ‘kenapa lagu ini lagi?’ Bukankah CHRISYE dan ROSSA sudah cukup membawa lagu ini melejit kembali ? Kenapa tidak lagu SAKURA dalam versi slow yang sempat dibawakan FARIZ bersama BESBARINI dengan judul PELUK ASMARA itu ? Membayangkan PELUK ASMARA dibawakan VIDI ALDIANO (anak BESBARINI) bersama GITA GUTAWA (anak salah seorang personel TRANSS yang menggarap musiknya) sudah membuat saya gemas. Tapi ketika hentakan musik SAKURA garapan YUDHIS DWIKORANA itu terdengar, dan suara berkarakter SANDY SONDORO muncul, saya bisa ‘menerima’ kenapa Sakura harus dimasukkan ke album ini. Versi Sandy terdengar modern dan soulful. Fariz muncul sebagai pemanis. Fresh. Cukup sukses.

4. SEMUA JADI SATU (Dian PP & Deddy Dhukun) – Indah Dewi Pertiwi feat. Richard Schrijver
Lagu original SEMUA JADI SATU adalah lagu yang sukses mengangkat nama MALYDA, sekaligus lagu yang mengawali trend album kompilasi lagu-lagu baru dari banyak penyanyi. 3 DIVA sempat merilis ulang lagu ini tapi tidak begitu berhasil di pasaran. YUDHISTIRA ARIANTO menggarap aransemen lagu ini untuk INDAH DEWI PERTIWI dan RICHARD SCHRIJVER dalam hentakan house music yang kental. Musiknya asik untuk dugem. Dukungan choir dari GLORIFY THE LORD ENSEMBLE menjadi paduan yang unik.

5. ANTARA KITA (Sammy Paitam) – Tuffa
Lagu ini adalah salahsatu hits Fariz setelah berubah ‘haluan’ menjadi lebih ngepop di era 90an. Versi originalnya terdengar lembut dan menenangkan, dan oleh PAY SIBURIAN diaransemen ulang dalam warna pop rock, dibawakan oleh kelompok baru bernama TUFFA. Terdengar lebih bertenaga.

6. BIRU (Dian PP & Deddy Dhukun) – Angel Pieters
Lagu versi originalnya adalah salahsatu hits terpopuler dari VINA PANDUWINATA. Sedemikian lekatnya lagu dengan Vina, maka ketika TRIO LIBELS atau bahkan DIAN PP sendiri merilis ulang lagu ini, image Vina tetap melekat kuat. Sangat cerdik ketika IRWAN SIMANJUNTAK mengaransemen lagu ini jauh dari versi originalnya yang mengingatkan pada lagu SAVING AL MY LOVE FOR YOU milik WHTNEY HOUSTON itu. Di tangan Irwan, lagu manis ini berubah bentuk menjadi lagu medium beat bernuansa country, dan ANGEL PIETERS yang didaulat menyanyikannya juga berhasil membawakannya dengan gayanya sendiri tanpa terpengaruh versi Vina yang sudah sangat kuat. Good job.

7. KURNIA DAN PESONA (Fariz RM & Jimmy Paais) – Citra Scholastika
Lagu ini awalnya dinyanyikan duo HARVEY MALAIHOLLO & RAFIKA DURI, tapi kemudian sukses ketika dibwakan sendiri oleh FARIZ dan menjadi salahsatu hits terbesarnya. Lewat aransemen YUDHISTIRA ARIANTO, lagu ini bermetamorfosa menjadi lagu dance mutakhir ala TIESTO atau CALVIN HARRIS. Bagi penggemar setia Fariz, versi ini mungkin menghilangkan ‘roh’ lagu ini. Tapi bagi pendengar musik hari ini, versi yang dibawakan dengan apik oleh CITRA SCHOLASTIKA ini terdengar menyegarkan.

8. MASIH ADA (Dian PP & Deddy Dhukun) – 3 COMPOSER
Duo DIAN PP bersama DEDDY DHUKUN dalam 2D ibarat ‘soulmate’ dalam bermusik. Lagu MASIH ADA versi mereka terdengar menghanyutkan dan menjadi salahsatu lagu era 80an yang everlasting. Sempat dibawakan kembali oleh kelompok WARNA dan cukup sukses. Sempat juga dibawakan dalam gaya rap oleh kelompok R 42. 3 COMPOSER (BEMBY NOOR, MARIO KACANG, TENGKU SHAFICK) yang didaulat membawakan kembali lagu ini mencoba membawakan dengan gaya mereka. Aransemen simpel oleh NOEY JAVA JIVE memungkinkan mereka bereksplorasi dengan gaya bernyanyi yang berbeda dengan versi original. Cukup berhasil. Versi mereka terdengar beda dan tetap nikmat didengarkan.

9. DI ANTARA KATA (Fariz RM & Jimmy Paais) – Ecoutez
Lagu versi original yang dibawakan Fariz terdengar unik karena teknik bernyanyi falsettonya. Memang, lagu ini punya range yang cukup lebar sehingga falsetto adalah cara ‘aman’ untuk menyanyikannya bila ambitus sang penyanyi tidak cukup lebar untuk menaklukkan lagunya. Ketika dinyanyikan kembali oleh ECOUTEZ, mulai intro sampai verse terdengar asyik dan menghanyutkan. Tapi ketika memasuki reff, alih-alih menggunakan falsetto, ANDREA LEE sang vokalis justru menggunakan nada bawah untuk menyanyikannya sehingga bagi yang terbiasa mendengarkan versi original terasa ada sesuatu yang kurang, seperti urung mencapai klimaks. Boleh jadi untuk yang belum pernah mendengarkan versi original, sesuatu yang kurang itu mungkin tidak disadari.

10. AKU CINTA PADAMU (Dian Pramana Poetra) – Glenn Fredly & Dian Pramana Poetra
Lagu ini adalah satu-satunya lagu baru di album ini. Hasil karya Dian ini dibawakannya bersama GLENN FREDLY. Sesuai dengan sub judul yang tercetak di credit tittle : WEDDING SONG, lagu ini memang pas dijadikan sebagai lagu untuk melatari peristiwa penting itu. Duet Dian & Glenn terdengar padu dengan penghayatan prima. Masing-masing tampil dengan ciri khas dan karakter sendiri, tapi berhasil melebur menjadi harmonisasi yang utuh. Lagu yang kuat. Keren.

11. BARCELONA (Fariz RM) – Maliq & D’Essentials feat. Fariz RM
Salahsatu lagu Fariz yang ‘susah’ sehingga jarang bisa berhasil dibawakan oleh penyanyi lain. Versi aslinya menghadirkan nuansa Eropa yang kental, lengkap dengan flamenco-nya. MALIQ & D’ESSENTIALS terhitung ‘berani’ membawakan lagu ini. Tapi mereka cukup cerdik dengan mempertahankan beberapa elemen dari versi original seperti betotan bass dan progresi keyboard yang menjadi penanda lagu, juga aransemen keyboard pada interlude yang dibiarkan sama, tapi dibalut dengan beat ala mereka yang asyik didengar. Nuansa flamenco memang tidak lagi terdengar, tapi kolaborasi vocal ANGGA bersama FARIZ terdengar saling mengisi. Cukup berhasil.

12. PASEBAN CAFE (Tatoet Yudiantoro, Bagoes AA, Dian PP) – Isyana Sarasvati
Lagu jazzy ini versi originalnya dibawakan Dian dengan sangat baik. RAMONDO GASCARO menggarap ulang aransemennya tidak beranjak jauh dari versi aslinya, tapi terdengar lebih kaya dengan sentuhan string section sebagai pemanis. Dan ISYANA SARASVATI tampil meyakinkan. Suaranya mantap menaklukkan lekukan melodi miring khas Dian. Keputusan bagus memasukkan versi Isyana di album ini karena sebenarnya lagu ini digarap bukan untuk proyek album ini. Bonus Track yang bergizi.

13. JAWAB NURANI (Hafiel Perdanakusuma & Dandung Sadewa) – SORE
Satu lagi bonus track yang menjanjikan di album ini. SORE adalah kelompok indie yang sukses menghasilkan lagu-lagu keren. Lagu JAWAB NURANI adalah hits dari kelompok TRANSS yang dibentuk FARIZ bersama ERWIN GUTAWA, DANDUNG SADEWA, UCE HUDIORO, WIBY AK, JUNDI KARYADI dan HAFIEL PERDANAKUSUMA. Versi originalnya sangat kuat dengan warna fusion jazz dan terhitung lekat dengan cara bernyanyi Fariz. Tapi SORE berhasil merubah lagu ini menjadi seperti lagu mereka sendiri. Asyik.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, membuat album semacam ini memang tidak gampang. Dan tentu saja tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak : mereka fans sejati Fariz & Dian atau fans masing-masing penyanyi yang terlibat. Album ini sendiri menurut saya terbilang cukup berhasil. Memang tidak semua lagu sesuai dengan ekspektasi, tapi sebagai pendengar yang terbiasa mendengarkan versi original, saya tetap bisa menikmati versi mutakhirnya. Ibarat lukisan, album ini cukup berhasil melukis masa lalu dalam kanvas masa kini.

Mudah-mudahan makin banyak penyanyi-penyanyi lain yang ‘dikembalikan’ ke panggung industri dalam format seperti ini, sehingga hasil karya mereka tetap bisa dinikmati pendengar musik masa kini. Sukses buat TARGET POP dan semua yang terlibat. Ditunggu project selanjutnya.

Gajah : Pemberontakan yang Tulus

bc8ccTulusJudul Album : Gajah
Artis : Tulus
Music Director : Ari Renaldi
Produser : Ari Renaldi
Produksi : Demajors

Jujur dalam bermusik adalah sebuah senjata untuk menembus hati pendengarnya. Kejujuran dalam menciptakan baris-baris lirik yang dibalut melodi dan dinyanyikan dengan jiwa akan memberikan getaran yang berbeda. TULUS adalah salahsatu komposer dan penyanyi yang berhasil ‘jujur’ dengan karya-karyanya. Meskipun terkesan ‘telat ngetop’, album pertamanya mampu melejitkan lagu-lagu semacam SEWINDU, TEMAN HIDUP atau KISAH SEBENTAR. Kekuatan lagu-lagunya adalah karena kejujuran bertutur, dengan lirik puitis tapi tidak bombastis, dan melodi yang mengalir mengikuti alur lirik, kadang tak terduga arahnya.

Album pertama TULUS dirilis 2011, tapi namanya mulai banyak dibicarakan saat single SEPATU diluncurkan pada 2013. Single inilah yang kemudian membuatnya digandrungi banyak orang, terlebih saat kemudian album keduanya berjudul GAJAH yang menyertakan juga lagu Sepatu, dirilis di pasaran. Nama TULUS mendadak menjadi perbincangan dimana-mana, dan lagu-lagunya menjadi ‘lagu wajib’ anak-anak muda, meskipun sebenarnya lagu-lagunya masuk katagori ‘berat’ secara komersial. Tapi karena ‘magnet’ yang dimiliki Tulus, kejujurannya mencipta dan bernyanyi, membuat yang ‘berat’ menjadi terdengar ‘ringan’ dan memang sebenarnya mudah dinikmati.

Tidak seperti album pertama yang kental dalam warna jazz, di album keduanya ini Tulus seperti ingin bereksperimen dengan berbagai jenis musik. Maka muncullah sentuhan rock n roll, country, atau musik ala Motown. Satu yang sedikit mencolok adalah, Tulus seperti sedang ‘memberontak’ di album ini. Tengoklah beberapa lagunya yang liriknya menyiratkan pemberontakan dan pembuktian diri. Ada tersirat ‘dendam’ yang disampaikan dengan manis, entah apakah ini memang kejadian yang sebenarnya atau hanya sekedar tema yang ingin diangkat.

Berikut review berdasarkan track list :

1. BARU
Lagu pertama di album ini langsung menyiratkan ‘pemberontakan’ yang kental. Baris liriknya menohok ‘tak perlu gelitik aku tertawa, tak lagi kulihat ada yang lucu. ini aku yang dulu namanya terus jadi sisipan tiap leluconmu. nikmatilah kejutanku, ini aku yang baru.’ Cerdiknya, lirik penuh kemarahan ini dibalut dengan melodi dan aransemen riang, dengan beat asyik yang mungkin akan terdengar ‘berat’ kalau dinyanyikan oleh penyanyi lain.

2. BUMERANG
Sebuah lagu cinta dengan lirik yang dalam. Tentang pengkhianatan dan dendam. Kembali lirik bernada kemarahan tertuang ‘tak ada maaf untuk dia, nanti aku kan membalasnya..’ tapi tetap terdengar manis, terlebih nuansa country jazz yang membalut aransemen lagu ini terdengar melenakan

3. SEPATU
Inilah lagu yang membawa Tulus dikenal banyak orang. Menggambarkan kemustahilan cinta dengan analogi sepatu kanan dan kiri yang selalu bersama tapi tidak bisa bersatu adalah eksekusi yang cerdas. Siapa sangka lagu berjudul tak lazim itu berisi baris lirik yang dalam dan menyentuh.

4. BUNGA TIDUR
Satu lagi lagu berlirik dalam yang penuh perenungan. Dengan jujur Tulus seperti sedang menggambarkan kondisi dirinya saat ini sebagai public figure yang sering dipandang lebih, sementara kenyataannya sebagai manusia tetap saja punya kelemahan dan kemarahan.

5. TANGGAL MERAH
Lagu ini boleh jadi adalah lagu ‘terberat’ di album ini. Dengan aransemen minimalis hanya diiringi piano dan kontrabas, terdengar sulit bagi telinga awam untuk menikmati. Tema lagunya sederhana, tentang hari libur, tapi tentu saja eksekusinya tidak sesederhana itu.

6. GAJAH
Sebuah ‘pemberontakan’ yang tulus dan manis dihadirkan di lagu ini. Boleh jadi kalau melihat sosoknya yang memang besar, Tulus mungkin di masa kecilnya pernah dibully dengan panggilan GAJAH. Lagu ini justru menggambarkan bahwa panggilan ‘Gajah’ sebenarnya adalah doa karena Gajah punya banyak kelebihan dibandingkan binatang lainnya. Satu baris lirik yang keren adalah ‘yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik.’ Ya, sebuah bully pun bisa menjadi motivasi bila dilihat dari sisi yang berbeda. Cerdas.

7. LAGU UNTUK MATAHARI
Satu lagi lagu yang ditujukan bagi mereka yang sering dibully dan dilemahkan. Sebuah lagu pembangkit semangat yang seperti mengingatkan bahwa kita tidak perlu merasa lemah ketika dianggap lemah. Lagu dengan tema semacam ini biasanya terjebak menjadi lagu yang ‘basi’ dan terkesan menggurui, tapi lagu ini berhasil tampil asyik dengan aransemen yang groovy.

8. SATU HARI DI BULAN JUNI
Nuansa motown yang kental terdengar di lagu ini. Memang menjadi terdengar seperti ‘lagu lama’ karena nuansanya memang kembali ke masa motown. Secara lirik, dibandingkan lagu lain di album ini boleh jadi lagu ini tergolong liriknya ‘biasa’ dan malah terkesan bombastis seperti dalam kalimat ‘kamu cantik meski tanpa bedak’ 🙂

9. JANGAN CINTAI AKU APA ADANYA
Selain SEPATU, lagu ini juga punya andil besar mengangkat nama Tulus. Dengan twist yang tidak terpikirkan tentang idiom ‘mencintai apa adanya’, Tulus berhasil memandang dari sisi yang berbeda tentang cara mencintai, yang menurut lagu ini adalah harus menuntut sesuatu, jangan hanya memuji apapun seperti tanpa cela atas nama cinta. Lagu ini juga terdengar sangat ‘macho’ terutama di baris lirik ‘aku ingin lama jadi petamu, aku ingin jadi jagoanmu’.

Seperti namanya, TULUS memang Tulus dalam menyajikan karyanya. Kejujurannya dalam bermusik telah menghasilkan sesuatu. Dan anggapan yang mengatakan bahwa idealisme terkadang berbenturan dengan kepentingan industri seperti bisa dijawab olehnya. Album ini masih sangat idealis, tapi terbukti bisa diterima oleh banyak kalangan.

Sebuah ‘pemberontakan’ yang tulus dan berakhir manis. Selamat.

Mutlak Fahrul Razi, Brunei rasa Indonesia

photo-3Judul Album : Mutlak
Artis : Fakhrul Razi
Produser : Fakrul Razi & Aszuad Zakaria
Produksi : Cloudworks
Distributor : Warner Music Malaysia

Dibandingkan Malaysia, Philipina atau Singapore, perkembangan industri musik di Brunei Darussalam memang nyaris tidak terendus oleh masyarakat Indonesia. Sementara beberapa penyanyi dari Malaysia atau Philipina sudah berhasil mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia, nyaris tidak pernah terdengar ada penyanyi dari Brunei yang menyembul ke permukaan.

Adalah FAKHRUL RAZI, penyanyi asal Brunei Darussalam yang mencoba ‘keluar’ dari zona nyaman di negara asalnya. Fakhrul sudah mempunyai karir bagus di Brunei, pernah mewakili Brunei dalam ajang World Championships of Performing Arts di Hollywood, Amerika Serikat. Selain itu, namanya juga dikenal sebagai host di Stasiun Televisi RTB, menjadi penyiar di Radio Kristal Brunei, serta termasuk dalam jajaran MC yang sering memandu acara-acara besar di Brunei.

Langkah ke luar Brunei dirasa perlu untuk mengembangkan karirnya agar lebih dikenal di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Philipina, dan tentu saja Indonesia. Maka dirancanglah sebuah album yang mengakomodir ‘kepentingan’ industri di negara-negara tersebut. Fakhrul pun berkolaborasi dengan musisi dari ketiga negara tersebut, tentu saja diharapkan akan mempermudah jalan bila kelak albumnya bakal dipasarkan di negara-negara tersebut.

Dari Philipina, Fakhrul menggaet BOBBY VELASCO, dari Malaysia ada ADAM AHMAD, EDDIE MARZUKI dan AZLAN ABU HASSAN. Sementara dari Indonesia ada ANDREW DARMOKO dan RIEKA ROSLAN. Bersama Rieka, Fakhrul malah sudah lebih dulu diajak berkolaborasi di album RENDEZVOUS milik Rieka, serta sempat pula diajak Rieka menjadi guest star di ajang JAVA JAZZ, meskipun memang kolaborasi mereka tidak berhasil memperkenalkan nama Fakhrul karena memang lagunya sendiri tidak menjadi unggulan di album itu.

Hasil kolaborasi dengan musisi lintas negara memang membutuhkan konsentrasi tersendiri karena bisa-bisa isi album akan menjadi ‘belang’ secara musikal karena perbedaan konsep bermusik. Lalu bagaimana dengan album berjudul MUTLAK milik Fakhrul ini ? Berikut review berdasarkan track list :

1. SENYUMAN GELAPMU (Fakhrul Razi & Syarif Baharudin)
Sebagai pembuka track, lagu ini terdengar cukup mencuri perhatian. Lagu ciptaan Fakhrul bersama Syarif Baharudin ini diaransemen oleh musisi Philipina BOBBY VELASCO. Materi lagunya sendiri terdengar seperti lagu-lagu pop Indonesia yang sedang disukai saat ini, sehingga sebenarnya bisa diandalkan seandainya album ini beredar di Indonesia.

2. CERITA CINTA (Andrew Darmoko)
Fakhrul bernyanyi dengan teknik falsetto hampir di sepanjang lagu upbeat ini. Lagunya sendiri cukup catchy, hanya saja cara bernyanyi dengan teknik falsetto di hampir sepanjang lagu itu (buat saya) justru menjadikan lagu ini menjadi kurang nikmat. Feel lagu ini justru didapat di akhir lagu saat Fakhrul menyanyikannya dengan suara biasa tanpa teknik falsetto.

3. ANDAI ADA BAHAGIA (Adam Ahmad & Nurul Nadzir)
Warna pop Melayu ala Malaysia terdengar cukup kental di lagu ini, dan sepertinya Fakhrul sudah berupaya membawakannya dengan gayanya meskipun nuansa melayu tetap terdengar kuat. Sentuhan string section menjadi pemanis aransemen lagu ini.

4. MUTLAK (Fakhrul Razi)
Sebuah lagu tentang akhir dari pencarian pendamping hidup, terdengar sakral dan pas dibawakan di acara pernikahan. Dengan penghayatan yang bagus, Fakhrul berhasil membawa lagu ini menjadi lebih bermakna.

5. SALAHKAH AKU (Fakhrul Razi)
Nuansa slow rock terdengar mewarnai lagu ini. Sentuhan orkestrasi yang grande membuat lagu ini terdengar megah dan menjadikannya layak seandainya digunakan sebagai lagu soundtrack film.

6. KU TAK PERNAH SENDIRI (Rieka Roslan)
Lagu ini pernah dirilis di album RENDEZVOUS milik RIEKA ROSLAN. Duet Fakhrul bersama Rieka terdengar saling mengisi. Dengan lagu khas ala Rieka, plus aransemen oleh TANTO ‘The Groove’ PUTRANANDITO yang groovy menjadikan lagu ini enak disimak.

7. SHSM (Andrew Darmoko)
SHSM adalah akronim dari SAKIT HATI SAMPAI MATI. Lagu ini adalah single pertama yang diandalkan, sekaligus sebagai senjata untuk menembus persaingan pasar musik. Lagunya sendiri pernah dinyanyian oleh KEITH MARTIN saat mencoba merilis lagu berbahasa Indonesia. Fakhrul berhasil lepas dari gaya bernyanyi Keith, dan bahkan penghayatan Fakhrul terdengar lebih pas. Mungkin karena kendala bahasa sehingga versi Keith terdengar kurang pas, tapi (menurut saya) Fakhrul memang ‘lebih pantas’ membawakan lagu ini dibandingkan Keith.

8. MUTLAK – REVISITED (Fakhrul Razi & Andrew Darmoko)
Ini adalah lagu Mutlak versi Bahasa Indonesia, dengan perubahan lirik menjadi ‘lebih Indonesia’ dibandingkan versi original yang liriknya sangat melayu. Lagu versi ini dirilis di Indonesia dalam album kompilasi THIS IS MUSIC.

9. SHSM – LATE NIGHT VERSION (Andrew Darmoko)
Versi lain dari lagu SAKIT HATI SAMPAI MATI, dengan aransemen minimalis hanya dengan iringan piano. Versi ini terdengar mendekati versi Keith Martin.

Overall, meskipun digarap oleh musisi dari tiga negara, album MUTLAK ini terdengar lebih berasa Indonesia. Lagu-lagunya dekat dengan selera penikmat musik pop Indoenesia saat ini, dan di beberapa bagian terasa terdengar seperti ‘lagunya Afgan’ atau ‘lagunya Rio Febrian’. Materi suara Fakhrul sendiri tidak perlu diragukan lagi. Tapi sayangnya album ini malah tidak (belum) dirilis di Indonesia. Jadi bagi yang ingin mendengarkan seperti apa lagunya, silakan buka youtube saja 🙂

photo-4

Di Atas Rata Rata : Juara tak kenal usia

IMG_7584.JPG

Mungkin udah telat mengulas album ini, karena album ini udah rilis sejak tahun lalu. Pas abis rilis mau review gak sempet-sempet, sampai akhirnya terlewat moment. Untungnya, album ini kembali rilis dalam versi re-packaged dengan bonus satu single baru dan bonus DVD berisi video klip semua lagunya. Mantappp.. Jadi lesgohhh… Kita mulai aja reviewnya..

Proyek album DI ATAS RATA RATA ini adalah hasil kerja Bapak-Anak ERWIN dan GITA GUTAWA. Dari hasil ngobrol-ngobrol ringan mereka tentang perkembangan musik Indonesia dan keyakinan mereka akan banyaknya anak-anak berbakat di bidang musik yang belum ‘ditemukan’ industri, akhirnya mereka sepakat membuat sebuah proyek yang akan menampilkan anak-anak berbakat di atas rata-rata usia mereka. Lewat serangkaian audisi yang memakan waktu berbulan-bulan, akhirnya terpilihlah 13 anak dari berbagai kota di Indonesia, yang mempunyai bakat musik dan nyanyi yang di atas rata-rata. Mereka kemudian digembleng untuk menghasilkan sebuah album, dengan menampilkan ciri khas mereka yang kuat dan genre musik yang pas dengan karakter vokal mereka. Anak-anak luarbiasa ini berumur antara 9 sampai 14 tahun, terdiri dari 7 penyanyi solo dan 2 grup vokal.

gita-diatas-rata-rata

Bukan Erwin kalau tidak menggarap album ini dengan total. Bersama Gita, mereka memilihkan lagu-lagu yang pas untuk dibawakan. Aransemen juga digarap serius dengan menghadirkan orkestrasi dari CZECH SYMPHONY ORCHESTRA, membuat potensi anak-anak hebat ini menjadi benar-benar terlihat nyata. Tidak berlebihan, anak-anak ini mampu menafsirkan lagu-lagu yang diberikan dengan intepretasi keren.

Berikut review berdasarkan track list:

1. DAMAI BERSAMAMU – BOY SOPRANOS
BOY SOPRANOS adalah grup vokal beranggotakan SABIAN, CHRISTO dan MOSES. Mereka mengintepretasi ulang lagu milik CHRISYE dengan gaya mereka. Lagu yang sudah sangat lekat dengan image Chrisye ini berhasil mereka bawakan dengan gaya klasik yang kental. Suara bening mereka berpadu menghadirkan harmoni yang menghanyutkan.

2. APANYA DONG – SENSEN
Genre Rock diwakili oleh rocker cilik bernama SENSEN. Mendaur ulang lagu superhit EUIS DARLIAH tidak lantas membuatnya keteteran. Sensen sangat cerdas membawakan lagu ini dengan intepretasinya yang keren, tidak meniru Euis ataupun SERIEUS BAND yang juga pernah sukses membawakan lagu ini. Perubahan lirik lagunya menjadi bergaya anak baru gede juga sebuah pilihan cerdik. Sangat segar dan kekinian.

3. DI DUNIAKU – NONI
Lagu DI DUNIAKU adalah salahsatu lagu baru yang dihadirkan di album ini. Membawakan lagu baru juga bukan hal yang mudah karena belum ada referensi, dan NONI berhasil membawakan dengan baik. Materi suaranya yang lentur meliuk membuat lagu bernuansa pop R&B ini semakin enak disimak.

4. KENANGAN TERINDAH – AOREA
Trio NAOMI, RARA dan DEA berhasil membentuk paduan vokal pop yang bertenaga sekaligus komersial. Lagu milik SAMSONS yang sudah sekian lama lekat dengan sosok BAMS berhasil mereka ubah menjadi lagu yang ‘sangat perempuan’. Trio ini sangat potensial untuk bisa menjadi sesuatu di masa depan.

5. DOO BE DOO – RAFI
GITA GUTAWA pernah melejitkan lagu ini dengan intepretasinya yang centil. Dan RAFI secara mengejutkan membawakan lagu ini dalam warna swing jazz yang kental. Materi suaranya meskipun masih terdengar khas anak-anak tapi sudah kuat napas jazznya, lengkap dengan teknik scat singing yang tidak mudah itu. Good job.

6. AYAH – ARI
Melihat lagu milik RINTO HARAHAP ini ada di track list, awalnya timbul pertanyaan apakah ARI bisa menjadikan lagu ini berbeda, karena banyak penyanyi yang sudah membawakan lagu ini (termasuk INDRA LESMANA dan ARIEL NOAH), tapi mereka masih terjebak pada melodi khas Rinto yang susah ‘diapa-apain’ sehingga masih terdengar ‘cengeng’. Cerdiknya, Erwin Gutawa membawa aransemen lagu ini menjadi bernuansa pop country yang grande dengan balutan orkestrasi. Dan Ari dengan suaranya yang bening berhasil membawakan lagu ini dengan sangat baik, tidak terjebak dengan melodi khas Rinto, bahkan bisa membawakan lagu ini dengan penghayatan total sesuai tuntutan lagu tanpa harus menjadi ‘cengeng’ seperti lagu aslinya. Inilah versi lagu AYAH terbaik sejauh ini. Salahsatu lagu terkuat juga di album ini.

7. WALANG KEKEK – WORO
Di jaman ini mungkin sulit menemukan anak-anak yang mau menggeluti seni tradisi. Dan WORO adalah satu dari sedikit itu. Lewat kebisaannya nyinden, Woro mewakili anak-anak yang menyentuh seni tradisional. Lagu hits WALJINAH ini dibawakan dengan kenes dan tetap kental cengkok jawanya meskipun lagunya berlirik bahasa Indonesia. Mungkin memang agak terdengar aneh bagi telinga orang Jawa, tapi overall Woro berhasil tampil bagus.

8. MELATI SUCI – KANYA
Versi asli lagu ini yang dibawakan TIKA BISONO atau versi berikutnya oleh VINA PANDUWINATA sangat kuat cirinya. Lagu yang syahdu sekaligus megah. Dan KANYA tidak ingin mengekor versi terdahulu yang sudah sangat indah. Dia dengan berani membawakan lagu ini dalam warna jazz. Untuk yang sudah terbiasa mendengarkan versi lama mungkin awalnya agak janggal, tapi berulangkali dengar versi jazz Kanya juga layak disimak.

9. KUPU KUPU – DIAN
Lagu milik MELLY GOESLAW ini aslinya memang bermelodi klasik, sehingga sangat pas dibawakan dengan gaya angelic voice seperti materi suara DIAN. Hebatnya, Dian berhasil membawakan dengan intepretasi baru sehingga versi Melly menjadi ‘terlupakan’. Liukan improvisasi yang dihadirkannya menjadikan lagu ini seperti lagu miliknya. Intepretasi ulang yang sangat berhasil. Erwin juga cerdik dengan memasukkan melodi lagu KUPU KUPU KEMANAKAH ENGKAU TERBANG ciptaan IBU SUD di interlude lagu.

10. JANGAN REMEHKAN – ANAK ANAK DARR
Ini adalah lagu yang dinyanyikan oleh semua anak-anak DI ATAS RATA RATA. Kolaborasi yang keren, yang berhasil menampilkan karakter semua penyanyinya. Lagu yang segar, meskipun mengingatkan pada lagu-lagu yang dibikin Erwin untuk drama musikal LASKAR PELANGI.

11. TUHAN – ARI (BONUS TRACK)
Ini adalah lagu bonus yang ada di versi repackaged. Lagu religi legendaris milik BIMBO yang sudah menjadi lagu ketuhanan yang bersifat universal. Kembali ARI berhasil membawakan lagu ini dengan penghayatan keren dan berbeda dari versi yang sudah lekat dikenal.

Sayangnya, album superkeren ini tidak mendapat sambutan keren juga dari penikmat musik. Sejak diluncurkan, gema album ini tidak seperti yang diharapkan. Terlebih, agak susah mencari album ini di pasaran. Padahal keberhasilan album ini akan sangat menentukan nasib proyek ini selanjutnya.

Tapi sangat menggembirakan juga mendengar hasil karya para ‘juara’ kecil ini yang memang tidak mengenal usia. Apa yang mereka lakukan tidak hanya di atas rata-rata sebaya mereka, tapi juga para penyanyi dewasa yang sampai saat ini masih banyak muncul tanpa bakat yang memadai.

Kabar baiknya adalah, saat ini Erwin dan Gita konon sedang bersiap menggarap generasi dua dari proyek ini. BRAVO !!!

IRREPLACEABLE, Perjalanan 3 Dekade YOVIE WIDIANTO

Judul Album : IRREPLACEABLE
Artis : Yovie And His Friends
Tahun Rilis : 2013
Music Director : Yovie Widianto
Produser : Yovie Widianto
Produksi : Yovie Widianto Music Factory & Berlian Entertainment
Distributor : Music Factory


Sosok YOVIE WIDIANTO dalam industri musik Indonesia memang terhitung berpengaruh. Sejak era INDONESIA 6 yang dilakoninya di era 80an, kemudian KAHITNA yang berjaya di era 90an, serta proyek YOVIE AND NUNO yang berkibar di era 2000an, Yovie selalu bisa menghipnotis para pecinta karyanya dengan lagu-lagu romantis. Lagu Yovie memang khas, progresi melodi yang dihasilkannya seperti sudah memiliki patron tersendiri, sehingga signature karyanya akan mudah terdeteksi, siapapun yang menyanyikannya.

Selain menciptakan lagu-lagu untuk kelompok yang dibidaninya, Yovie juga sukses melahirkan lagu-lagu hits untuk banyak penyanyi, beberapa diantaranya bahkan melejit karena karyanya. Beberapa nama besar mulai dari CHRISYE, HARVEY MALAIHOLLO, RUTH SAHANAYA, sampai penyanyi atau kelompok baru yang belum punya nama tapi melejit gara-gara karyanya seperti THE GROOVE, GLENN FREDLY, LINGUA, BENING, RIO FEBRIAN, WARNA, AUDY, dan masih banyak lagi, sudah merasakan kehebatannya dalam menciptakan lagu hits.

Tidak berlebihan rasanya kalau saat konser IRREPLACEABLE (TAKTERGANTI) yang digelar akhir tahun lalu, nyaris sepanjang konser seluruh penonton seperti berlomba-lomba ikut bernyanyi.

Konser itu sukses, dan album IRREPLACEABLE kemudian dirilis sebagai kelanjutan dari konser itu. Menampilkan penyanyi-penyanyi yang terlibat di konser itu, dan menyajikan  lagu-lagu karya-karyanya yang sempat menjadi hits sepanjang 3 dekade karir bermusiknya, dan dibawakan lagi dengan intepretasi baru.

Berikut review ala saya sesuai dengan track list :

1. CANTIK – 5 ROMEO

Lagu Cantik aslinya dibawakan oleh KAHITNA. Versi album ini dibawakan oleh kelompok baru hasil didikan Yovie bernama 5 ROMEO. Aransemen versi aslinya lekat dengan warna etnik, sementara versi mutakhir ini terdengar lebih modern dan groovy. Hanya saja, harmonisasi suara mereka seperti tidak beranjak dari versi aslinya. Meskipun ada tambahan harmonisasi ‘tararap tararap’ tetapi materi vokal mereka terdengar sangat KAHITNA, terlebih mereka masih mempertahankan ‘heyaa.. yayaya heyaa’ yang menambah kemiripan itu. Sehingga kalau tidak membaca credit tittle, kita bisa menyangka lagu ini dinyanyikan oleh KAHITNA dengan aransemen baru.

2. MANTAN TERINDAH – RAISA

RAISA ADRIANA adalah penyanyi yang sedang berkibar saat ini. Suaranya yang khas selalu bisa membuat lagu menjadi enak. Terbukti, lagu MANTAN TERINDAH yang aslinya dibawakan oleh KAHITNA ini bisa dibawakannya dengan bagus dan menjadi ‘sangat Raisa’. Aransemen lagu ini juga sangat manis dengan imbuhan flute dan violin yang memberi nuansa tersendiri. Lagu ini menjadi single pertama album ini dan sudah berhasil menjadi hits.

3. TOGETHER WE WILL SHINE – ANDIEN

Lagu ini adalah Theme Song SEA GAMES 2011 lalu yang digelar di Palembang. Pertama kali dibawakan oleh kolaborasi AGNES MONICA, JACKLYN VICTOR dan KC CONCEPCION. Dalam versi konser, ANDIEN membawakan lagu ini bersama-sama dengan SHARON dari THE CORRS yang bermain biola. Di versi album, meskipun tanpa Sharon, Andien tetap terdengar keren. Walaupun memang, lagu theme song Sea Games seperti ini memang sepertinya bukan pilihan yang pas untuk dijadikan single andalan

4. KEKASIH SEJATI – HEDI YUNUS

HEDI YUNUS boleh jadi merupakan ‘soulmate’ Yovie dalam bermusik. Lagu-lagu Yovie selalu berhasil diterjemahkan Hedi dengan baik. Termasuk di lagu KEKASIH SEJATI yang aslinya dibawakan oleh MONITA TAHALEA. Versi Monita terdengar innocent dan pas dengan kebutuhan lagu, sementara Hedi membawakan lagu ini dengan ‘dewasa’ dan penghayatan yang keren. Aransemen yang dibuka dengan bunyi gitar akustik berpadu dengan akordeon  dan flute menambah nilai artistik lagu ini.

5. ANDAI DIA TAHU – RAN

Ketika RAN terlibat dalam album TRIBUTE untuk KLa PROJECT dan membawakan lagu TENTANG KITA, atau ketika merilis ulang lagu KULAKUKAN SEMUA UNTUKMU dari duo FATUR & NADILA, mereka terlihat tampil dengan gaya khas mereka. Entah mengapa saat menyanyikan lagu ANDAI DIA TAHU milik KAHITNA ini, mereka seperti tidak menampilkan gaya khas mereka yang sebenarnya sangat kuat. Warna KAHITNA masih sangat kuat di lagu ini.

6. SURATKU – ALEXA

Sebelum mendengar track ini, sempat terbayang kalau ALEXA akan membawakan lagu ini tidak jauh dari versi asli yang dibawakan HEDI YUNUS. Apalagi denting piano mengawali intro dengan melodi yang nyaris sama dengan versi aslinya. Tapi kejutan ternyata, ALEXA mengintepretasi lagu ini dengan warna pop rock sesuai gaya mereka, terdengar fresh dan otentik, meskipun mungkin terdengar berat untuk kuping mainstream yang terbiasa mendengar versi Hedi. Satu tribute yang cukup berhasil dari ALEXA.

7. SATU MIMPIKU – MARCELL

Lagu ini versi aslinya dibawakan oleh THE GROOVE dengan format duet dan sudah sangat lekat dengan group asal Bandung itu. MARCELLmembawakan lagu ini dengan versi yang tidak jauh berbeda dengan aslinya, dan entahlah (menurut saya) lebih enak mendengarkan versi aslinya.

8. JANJI DIATAS INGKAR – RIO FEBRIAN

RIO FEBRIAN adalah salahsatu penyanyi yang melejit lewat lagu ciptaan YOVIE. Kali ini dia membawakan lagu yang ada di album pertama YOVIE & NUNO berjudul JANJI DIATAS INGKAR yang aslinya dibawakan oleh AUDY. Versi Rio tidak bisa dibilang jelek, tapi sepertinya lagu ini terasa lebih pas ketika dinyanyikan oleh AUDY.

9. CINTA KITA SAMA – MARIO GINANJAR & CHEWY DILMY

MARIO GINANJAR sang vokalis KAHITNA kali ini dikolaborasikan dengan penyanyi baru bernama CHEWY DILMY dalam lagu CINTA KITA SAMA. Sebuah lagu yang ‘sangat Yovie’ dengan hook yang catchy. Meksipun boleh jadi duo ini baru dipasangkan tapi paduan mereka saling mengisi. Satu lagu yang cukup kuat dan potensial hits.

10. GALAU – 3 CINTA

Lagu yang dipetik dari album soundtrack film laris NEGERI 5MENARA ini aslinya dibawakan oleh YOVIE & NUNO. Kelompok baru 3 CINTA didaulat untuk membawakan ulang. Aransemen lagu ini terdengar manis dengan bebunyian piano, violin dan akordeon. Mereka membawakan lagu ini dengan harmonisasi vokal yang cukup mantap, dan sepertinya lebih kuat versi mereka ini dibandingkan versi aslinya.

11. CINTA SUDAH LEWAT – PHI

Satu lagi lagu KAHITNA yang diintepretasi ulang, kali ini oleh group baru bernama PHI.  Aransemen versi mereka lebih groovy dan ‘bertenaga’ dibandingkan versi aslinya yang mellow galau. Sayangnya, meskipun harmonisasi vokal mereka dibuat agak berbeda, warna KAHITNA masih terdengar sangat kuat. Dan seperti juga kasus 5 ROMEO, kalau tidak membaca credit tittle, mungkin kita akan menyangka lagu ini dinyanyikan kembali oleh KAHITNA dengan aransemen baru.

Ditengah gonjang-ganjing industri musik yang membuat jarangnya sebuah album dirilis dalam format CD fisik, kehadiran album ini cukup memberi penyegaran. Meskipun sistem distribusinya masih mengandalkan outlet penjualan ayam goreng cepat saji, setidaknya kita masih bisa membeli dan menjadikannya barang koleksi yang benar-benar ‘berbentuk’, tidak sekedar sebuah bunyi tanpa wujud yang kita sebut sebagai versi digital.