Gado Gado ala Institut Teknologi Bimbo

itbJudul Album : ITB Menyanyi Bimbo
Artis : Band-Band Alumni ITB
Produser : Bambang Suryoatmono, Nugroho Tri Utomo, Toni P. Sianipar
Produksi : ITB Menyanyi Bimbo

Apa yang bisa dihasilkan oleh ikatan Alumni sebuah kampus ? Merujuk dari yang selama ini kerap dilakukan, biasanya Alumni semacam ini menghasilkan sebuah event, setidaknya membuat reuni akbar atau perhelatan musik tahunan, atau seminar, atau berbagai kegiatan lainnya. Tapi menghasilkan sebuah album rekaman profesional yang dikonsep, diproduksi dan dibawakan sendiri oleh para alumni, barangkali baru Ikatan Alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) yang bisa. Tidak hanya di Indonesia, bahkan konon di duniapun baru pernah terjadi.

Adalah album berjudul ITB MENYANYIKAN BIMBO yang menjadi penanda dari kehebatan para alumni. Memang bukan sembarang alumni karena nama-nama yang tercantum di dalamnya bukan nama sembarangan. Dari deretan alumni yang terlibat ada nama TONI SIANIPAR dan FERINA (mantan Elfa’s Singers), PURWACARAKA, ERWIN BADUDU, CANDIL, DONNY SUHENDRA (Krakatau), ACHI (She), DAMON KOESWOYO (Kidnap Katrina) dan FARMAN PURNAMA, bahkan SAM BIMBO!

Di antara para alumni sendiri memang sudah kerap diadakan Festival Band Alumni ITB. Dari sini pulalah ide untuk membuat album rekaman mencuat, lantaran melihat band-band alumni itu kualitasnya tidak bisa dianggap remeh. Proyek rekaman bersama akhirnya diwujudkan dengan mengambil BIMBO sebagai ‘objek’ untuk digarap bersama. Bukan tanpa alasan pemilihan BIMBO ini. Selain SAM BIMBO yang juga alumni ITB sehingga lebih ‘mudah’ dalam hal perizinan, secara material Bimbo punya ribuan lagu dari ratusan album yang sudah dirilis. Disamping itu, lagu-lagu yang diusung Bimbo tidak hanya terpaku pada satu genre sehingga memudahkan bagi band-band yang memang lintas genre itu untuk mengintepretasikan sesuai karakter band.

Hasilnya ?

Ada 25 lagu BIMBO yang didaur ulang di album ini, dibawakan oleh band-band alumni dari era 60an sampai 2000an, plus Band Dosen, Karyawan dan Mahasiswa ITB, Paduan Suara Mahasiswa ITB, sampai kolaborasi lintas alumni yang menyajikan karya dalam karakter mereka masing-masing.

Berikut review berdasarkan track list :

1. CITRA – THE LAST EIGHTIES
Track dibuka oleh lagu yang sempat juga menjadi hits besar saat dinyanyikan dalam irama bossanova oleh RAFIKA DURI. Lewat tampilan THE LAST EIGHTIES, lagu ini tampil segar dalam warna classic disco ala 80an. Pas menjadi track pembuka.

2. NELAYAN TUA – MIGHTY EIGHTY
Versi asli lagu ini dibawakan secara akustik oleh Bimbo dengan menghanyutkan. Nuansa akustik tetap dihadirkan oleh MIGHTY EIGHTY yang menafsirkan lagu NELAYAN TUA dalam balutan nuansa musik India, klop dengan intepretasi FERINA sang vokalis yang membawakannya penuh penghayatan. Fresh sekaligus unik.

3. DI ATAS JEMBATAN SEMANGGI – GEN81
Lagu aslinya sempat dituding ‘menjiplak’ BOHEMIAN RHAPSODY milik QUEEN gara-gara sebaris melodi yang memang sama persis notasinya plus harmonisasi vokal mereka yang memang nyerempet-nyerempet di lagu ini. Uniknya, GEN81 justru tidak mencoba menghilangkan bagian yang mirip itu, meskipun di bagian lainnya justru dibawa lebih ngerock.

4. BUKIT BUKIT SUNYI – ERWIN BADUDU & FARMAN PURNAMA feat. SAM BIMBO
Ini adalah salah satu lagu Bimbo yang mempunyai aura magis. Materi lagu dan aransemen serta intepretasi mereka sudah terdengar megah. Oleh ERWIN BADUDU, lagu ini diaransemen ulang dengan gaya orkestrasi yang grande, plus suara tenor FARMAN PURNAMA berhasil menghidupkan nyawa lagu. Dan meskipun berbeda karakter, paduan vokal bersama SAM BIMBO terhitung pas.

5. ABANG BECA – BALAD 82
Lagu ABANG BECA terhitung lagu Bimbo yang ringan dan masuk dalam katagori lagu yang mereka sebut sebagai ‘Indonesia Antik’. Oleh BALAD 82, lagu ini dibawakan ulang dengan nuansa etnik sunda dan sentuhan keroncong.

6. TAJAM TAK BERTEPI – LASKAR 79
Lagu hasil tulisan IWAN ABDURACHMAN ini memang sudah keren dari sananya. Bimbo telah berhasil membawakannya dengan warna mereka yang khas. Sebuah twist dilakukan dengan cerdik oleh LASKAR 79 yang mengintepretasikan lagu ini dalam warna slow swing yang tenang menghanyutkan.

7. ROMANTIKA HIDUP – BAND ITB 60-AN
Sebuah lagu Bimbo yang bertema kritik sosial tanpa kesan menggurui. Versi aslinya sangat ngetop di era 80an dan asyik terdengar dalam balutan aransemen bernuansa salsa. Saat dibawakan ulang oleh BAND ITB 60-AN, lagu ini dirombak menjadi bernuansa dixie dengan tempo yang lebih lambat.

8. BALADA SEORANG BIDUAN – BANDOS ITB
Lagu aslinya terdengar sangat menyentuh. Nuansa Balada yang menjadi daya pikat Bimbo terdengar kuat. Oleh BANDOS ITB, lagu ini dirubah nuansanya menjadi lebih bertenaga, dengan beat yang lebih cepat dan dinamis.

9. PELABUHAN HATI – PADUAN SUARA MAHASISWA ITB
Satu lagi lagu yang sangat khas Bimbo. Versi aslinya tampil megah dengan harmonisasi vokal yang keren. Memang pas untuk dibawakan sebuah kelompok paduan suara. Dengan aransemen baru yang menunjang, PADUAN SUARA MAHASISWA ITB berhasil membawakan lagu ini dengan nuansa berbeda tapi tetap keren.

10. KUMIS – BABY EATS CRACKERS
Lagu yang sangat catchy ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat. Beberapa kali dirilis ulang oleh penyanyi lain dan tetap sukses. BABY EATS CRACKERS membawakan kembali lagu ini dengan tidak jauh berbeda, hanya saja secara aransemen mereka lebih terdengar modern, plus imbuhan permainan violin yang mempermanis lagu.

11. MELATI – MUSICOLOGY
Ini juga lagu yang sangat ngetop dari Bimbo. Versi aslinya sangat syahdu, dan MUSICOLOGY memberi nuansa baru dengan memasukkan sedikit unsur rock.

12. SALJU – ASRI HARDJAKUSUMAH
Asri Hardjakusumah (Achi), pemain violin dari kelompok musik SHE mencoba tampil beda di lagu ini. Tidak hanya mengaransemen tapi juga bernyanyi, meskipun menurutnya itu adalah hal yang sangat susah mengingat dirinya yang bukan penyanyi. Tapi Achi berhasil menunjukkan kalau dia juga bisa bernyanyi. Lagu SALJU versinya terdengar kekinian dan potensial hits. Salah satu lagu yang kuat di album ini.

13. PENGGALI KUBUR – UNFORGETTABLE PIRATES OF 87
Sebuah keberanian sendiri membawakan lagu bernuansa ‘mistis’ dengan judul yang tidak lazim. Tapi secara materi, lagu PENGGALI KUBUR ini memang unik dan mempunyai makna yang dalam. UNFORGETTABLE PIRATES OF 87 menyajikan ulang lagu ini dengan groovy dan berhasil ‘menghilangkan’ nuansa mistisnya. Keren.

14. CEMPAKA KUNING – BANDIT B76
Sebuah intepretasi yang cukup unpredictable dari BANDIT B76. Mengingat personelnya adalah alumni angkatan tahun 1976, mungkin kita akan menganggap mereka akan mengintepretasi lagu CEMPAKA KUNING sesuai ‘zaman’ mereka. Ternyata mereka justru tampil dalam warna kekinian. Lagu yang aslinya syahdu diadaptasi menjadi lagu bernuansa Hiphop, lengkap dengan rap dan dubstep, meskipun suara sang vokalis justru terdengar mirip vokalis aslinya.

15. CINTA KILAT – PURWACARAKA & CANDIL
Dua nama kondang ini berkolaborasi menyajikan ulang lagu kocak yang tergolong alltime hits. Lewat tenggorokan Candil, sudah pasti lagu ini jadi bernuansa rock, dan sepertinya Purwa memang memberikan ruang seluas-luasnya untuk Candil bereksplorasi lewat aransemen musik yang simpel.

16. FLAMBOYAN – TECHNOART
Versi asli lagu ini sangat kuat, dibawakan dengan penghayatan tinggi dan terdengar menggetarkan. Memang susah mengutak-atik lagu yang sudah sangat kuat melekat di masyarakat. Dan TECHNOART mencoba tetap mengambil nuansa asli lagu ini lewat balutan aransemen bernuansa orkestra yang grande.

17. JUMPA UNTUK BERPISAH – GO BAND
Ini juga tergolong lagu yang paling populer dari Bimbo. Versi aslinya dinyanyikan dengan harmonisasi yang keren dan syahdu. GO BAND mengaransir ulang lagu ini dengan format band kekinian dengan warna rock yang kental. Beda dan cukup berhasil.

18. BUNGA SEDAP MALAM – G75
Sebuah intepretasi yang cukup asyik dari G75 atas lagu yang versi aslinya dibawakan IIN PARLINA dengan suaranya yang mendesah. Versi G75 tampil lebih bertenaga, tetap menggemaskan tanpa harus ‘mendesah’. Good Job.

19. ANTARA BOGOR DAN CIANJUR – COOL BEAT 88
Lagu yang sarat kritik sosial ini versi aslinya dibawakan Bimbo dengan warna country ballad, pas dengan kebutuhan lagunya. COOL BEAT 88 mencoba menafsir ulang lagu ini dengan aransemen yang lebih padat beat yang lebih cepat.

20. AKU SAYANG PADAMU – 9.1 ONE
Sebuah lagu yang unik dari Bimbo. Versi aslinya bernuansa pop rock tapi tetap dibawakan dengan harmonisasi vokal khas Bimbo. Oleh 9.1 ONE konon lagu ini sempat dicoba untuk diaransemen dengan gaya Funk, New Age bahkan R&B tapi dirasa belum pas. Akhirnya warna blues-lah yang dipilih untuk membawakan ulang lagu ini dan ternyata memang pas.

21. MELATI DARI JAYAGIRI – DELIMA
Satu lagi alltime hits milik Bimbo yang sudah sangat lekat di benak masyarakat. Tidak heran kalau DELIMA juga tidak jauh beranjak dari versi aslinya. Mengandalkan denting gitar dan harmonisasi vokal seperti versi aslinya, Delima menambahkan bebunyian flute sebagai pemanis.

22. TANTE SUN – BAND EIT-TI-SIX
Lagu jenaka yang ringan ini coba dihadirkan beda oleh BAND EIT-TI-SIX dengan menggubahnya menjadi bernuansa pop rock. Terdengar segar dan berbeda tanpa kehilangan ‘roh’ lagunya.

23. HUJAN DI POLONIA – NINETY GROOVY FUNKY FIVE
Hentakan gendang dan sambaran musik bernuansa batak di intro awal lagu HUJAN DI POLONIA versi NINETY GROOVY FUNKY FIVE ini saja sudah terdengar catchy. Terlebih saat harmonisasi vokal terdengar disusul suara saxophone dan akustik gitar yang nge-jazz, membalut keseluruhan aransemen yang bernuansa groovy etnik. Terdengar jauh berbeda dengan versi aslinya tapi tetap asyik disimak.

24. SENANDUNG RINDU – THE FOLKSTORY
Sesuai dengan nama band-nya THE FOLKSTORY, mereka menafsir ulang lagu SENANDUNG RINDU dengan nafas folk yang kental. Terdengar beda dengan versi aslinya tentu saja. Lebih modern dan kekinian. Mantap.

25. SENDIRI LAGI/ADINDA – THE 8EST4RS
Dua lagu ciptaan TITIEK PUSPA ini coba di mash up oleh THE 8EST4RS. Menghadirkan 4 vokalis tenor, lagu ini dibalut dengan aransemen bernuansa orkestrasi.

Sebagai sebuah tribute, album ini terhitung berhasil menampilkan musik BIMBO yang kaya warna. Masing-masing penampil mencoba tampil dengan gaya masing-masing dan sebagian besar cukup berhasil. Memang tidak semua vokalis yang bernyanyi di album ini adalah penyanyi ‘beneran’ sehingga ada beberapa yang terdengar kurang pas. Tapi itu semua bisa dimaafkan karena tujuan awal dibuatnya album ini memang untuk kalangan sendiri, bukan untuk kepentingan komersial.

Ibarat gado-gado yang terdiri dari berbagai jenis sayuran, album ini adalah gado-gado yang bergizi dan menyehatkan. Sukses. Semoga album ini bukan yang pertama dan terakhir, karena masih banyak musisi dan band legendaris Indonesia yang karya-karyanya juga pantas dibuat album tribute.

Satu lagi, album ini pantas dirilis untuk umum agar semua kalangan bisa menikmati. Sayang kalau album sebagus ini hanya beredar di kalangan internal 🙂

Advertisements

Tika Bisono sang Kupu-Kupu

1429888508658
Bertemu dan ngobrol dengan orang-orang hebat selalu membuat gue semangat. Inilah salahsatu bagian yang menyenangkan dari seorang Penyiar Radio karena sering mewawancarai orang-orang hebat. Jumat lalu gue kebagian ngobrol sama TIKA BISONO, yang saat ini mungkin lebih dikenal sebagai psikolog kondang. Tapi tentu saja interview gue di acara INDOLAWAS gak akan membahas kiprah Tika sebagai Psikolog, melainkan karirnya di dunia musik yang pernah membesarkan namanya. Berikut hasil interview yang gue tulis ulang.

Karir bernyanyi Tika diawali sejak kelas 4 SD saat bermukim di Riau. Saat itu Tika mewakili sekolahnya mengikuti pop singer anak-anak tingkat Kabupaten, meskipun awalnya ‘dipaksa’ oleh gurunya. Lagu yang harus dibawakannya adalah lagu sedih berjudul MERANTAU, hits dari TITIEK SANDHORA. Tika yang tidak berpengalaman bernyanyi di hadapan banyak orang merasa takut dan grogi sampai akhirnya menangis saking takutnya. Untungnya, meskipun ketakutan, cara bernyanyi Tika tidak salah dan bisa tune dengan iringan musik. Inilah yang menjadi berkah karena Dewan Juri menyangka tangisan Tika karena penghayatan total atas lagu yang dibawakan, sehingga Tika pun keluar sebagai juara pertama!!

Setelah itu karir bernyanyi Tika berlanjut saat membentuk group RIMERKA bersama teman-teman SD nya. Group ini dibuat karena terinspirasi oleh JACKSON FIVE dan THE OSMONDS yang saat itu sedang berjaya. Bersama kelompok ini Tika sering bernyanyi di acara-acara ulangtahun, sunatan, karnaval dan sebagainya. Ini adalah pengalaman yang menurut Tika adalah masa-masa yang sangat menyenangkan.

Selepas SD Tika melanjutkan sekolahnya ke Jakarta, dan kemudian ke Texas, Amerika. Di Texas-lah akhirnya Tika menemukan sesuatu yang kemudian menjadi ciri khasnya : suara falsetto. Awalnya adalah karena disana Tika banyak mendengarkan dan menyanyikan lagu-lagu country, sehingga referensinya kemudian mengacu pada JOHN DENVER, ANNE MURRAY, JOAN BAEZ, JAMES TAYLOR dan sebagainya. Tidak disangka, saat menyanyikan lagu-lagu itu Tika menyanyikan dengan teknik falsetto. Jadilah teknik itu menjadi ciri khas yang terus melekat, meskipun sebenarnya Tika juga mampu bernyanyi menggunakan suara perut sebagaimana penyanyi lain.

lclr 80 copySetelah kembali ke Indonesia, Tika tetap bermusik dengan membentuk vokal group dan juga kursus gitar di YMI. Namanya mulai mencuat saat terpilih menjadi finalis di ajang pemilihan PUTRI REMAJA di majalah GADIS. Saat tampil di malam final, Tika menyanyi sambil bermain gitar. JAMES F. SUNDAH yang malam itu menyaksikan penampilan Tika kemudian kepincut dan mengajak Tika untuk rekaman. Jadilah Tika bernyanyi di ajang bergengsi LOMBA CIPTA LAGU REMAJA PRAMBORS 1980 lewat lagu WAWASAN NUSANTARA, lagu yang cukup banyak mendapat sambutan dari pencinta musik. Kiprah Tika di LCLR juga berlanjut di tahun 1981 lewat lagu BILAMANA dan SANCTA CITRA. Kemudian tahun 1982/1983 lewat lagu MENANTI SARJANA PULANG KE DESA dan PINTA DALAM DOA. Tapi nama Tika paling dikenal saat itu ketika menyanyikan lagu ciptaan GURUH SUKARNO PUTRA dalam album pagelaran UNTUKMU INDONESIAKU berjudul MELATI SUCI.

guruh untuk copyLagu MELATI SUCI sedemikian lekat dengan sosok Tika sampai saat ini, meskipun sudah sempat dirilis ulang oleh beberapa penyanyi. Perpaduan aransemen, materi lagu, serta teknik bernyanyi Tika menjadikan lagu ini terdengar PERFECT. Guruh seperti sangat mengenali karakter suara Tika sehingga berhasil menciptakan lagu yang tepat untuknya. Gue awalnya beranggapan begitu, tapi ternyata salah. Lagu ini dibikin Guruh sebenarnya bukan untuk Tika. Guruh bahkan belum mengenal Tika saat membuat lagu ini. Lagu ini awalnya dibuat untuk dinyanyikan oleh ANNA HARAHAP, salahseorang personel kelompok TRIO BEBEK. Musik yang digarap CHANDRA DARUSMAN pun direkam di Jepang. Tapi sayang, saat suara Anna direkam untuk lagu ini, hasilnya tidak sesuai dengan keinginan Guruh. Lagu ini membutuhkan penyanyi bersuara lembut, halus, megawang-awang. Chandra Darusman sang arranger kemudian teringat dengan Tika, yang lalu merekomendasikan kepada Guruh dan diterima. Pesan Chandra sebelum take vokal lagu ini adalah, dia mengaransemen lagu ini dengan gaya ‘mengawang-awang’ sehingga Tika harus bernyanyi dengan membayangkan suaranya adalah kupu-kupu yang meloncat-loncat di awang-awang. Sebuah metafora yang sebenarnya sulit dipahami tapi bisa diterjemahkan Tika dengan baik, walaupun sebenarnya nada dasar lagu ini kurang tinggi untuk suara Tika. Tika sudah minta nadanya diubah tapi di jaman itu teknologi belum memungkinkan, sementara untuk rekaman ulang jelas tidak mungkin karena dengan begitu harus kembali ke Jepang dan mengeluarkan banyak biaya. Untungnya Tika berhasil menyanyikan dengan baik dan tidak ada yang menyangka kalau nadanya kerendahan. Satu hal yang sebenarnya susah saat menyanyikan nada rendah menggunakan teknik falsetto. Tika memang berhasil menjadi Kupu-kupu yang meloncat-loncat 🙂

Fase karir Tika berikutnya adalah kedekatannya bersama kelompok PAHAMA. Pasca ditinggal BRAM MANUSAMA dan DIANE CARRUTHERS yang hijrah ke Australia, PAHAMA kemudian mengajak Tika untuk bernyanyi bersama. Kolaborasi mereka ternyata menghasilkan harmonisasi yang unik, terlihat saat mereka bernyanyi di album SUARA PERSAUDARAAN lewat single HARI INI DIA ESOK SIAPA. Sepertinya semua setuju kalau harmonsisasi mereka di lagu ini sangat ‘mahal’ dan susah disamai. Di fase ini Tika juga membuat album duet bersama DENNY HATAMI salahseorang personel PAHAMA. Hits mereka KENANGAN BERDUA berhasil menjadi lagu wajib patah hati saat itu. Kerjasama dengan PAHAMA juga terus berlanjut saat Tika merilis album solo PAGI dan KETIKA SENYUMMU HADIR, di album-album ini PAHAMA tampil sebagai backing vocal.

tikaAlbum PAGI (1987) digarap Tika bersama arranger-aranger dan komposer handal saat itu seperti CHRISYE, ADJIE SOETAMA, ERWIN GUTAWA, DIAN PRAMANA POETRA, DEDDY DHUKUN, CANDRA DARUSMAN, DODO ZAKARIA dan TITIK HAMZAH. Album ini cukup bagus di pasaran. Berlanjut dengan KETIKA SENYUMMU HADIR (1990) yang sukses besar di pasaran. Saking ngetopnya lagu ini, sebuah film bahkan diproduksi dengan judul sama. Tapi siapa nyana, suksesnya album ini justru menjadi pemicu ‘hengkangnya’ Tika dari dunia musik. Saat karir Tika sedang berada di puncak, Tika tiba-tiba memutuskan untuk berhenti. Suatu hari dia mendatangi ADI NUGROHO dari PRO SOUND, label yang menaunginya saat itu, dan mengatakan “I QUIT !”

Saat ditanyakan alasan pasti kenapa memutuskan untuk pergi, Tika mengatakan bahwa dia merasa mati rasa dengan industri musik yang tidak berpihak pada artisnya. Tika saat itu menemukan ada data yang berbeda antara angka di lapangan dengan angka di back office. Karena tidak mau ‘berantem’ Tika memilih untuk pergi disaat namanya melambung tinggi, dan memilih menekuni profesi baru sesuai latar belakang pendidikannya sebagai Sarjana Psikologi.

Meskipun tidak lagi berkiprah di depan layar, sampai saat ini Tika masih aktif di dunia musik lewat organisasi PAPPRI. Lewat organisasi ini Tika berusaha untuk mengangkat ‘harkat’ artis penyanyi dan pencipta. Saat ini mereka sedang merancang Undang Undang Musik Indonesia.

Bravo Tika Bisono..

Story Behind The Song

Siaran acara INDOLAWAS bikin gue jadi tahu tentang cerita di balik lagu-lagu hits era 80an. Ya, ini memang pertanyaan yang sering gue tanyain sama penyanyi atau pencipta lagu yang jadi bintang tamu. Rasanya seru aja bisa tahu latar belakang penciptaan sebuah lagu, kadang ada cerita-cerita unik yang sayang kalau dilewatkan. Ini beberapa Story Behind The Song yang berhasil gue kulik dari beberapa tamu di Indolawas. cekidoot…

1. KATAKAN SEJUJURNYA (Rinto Harahap – Christine Panjaitan)
christine katakan copyLagu KATAKAN SEJUJURNYA adalah lagu yang sangat hits dari CHRISTINE PANJAITAN, boleh dibilang menjadi salahsatu yang terngetop dari seluruh albumnya. Tapi siapa sangka kalau RINTO HARAHAP menciptakan lagu ini gara-gara curhatan dari RIA RESTY FAUZY ? Ya, salahsatu kebiasaan Rinto sebelum menciptakan lagu untuk seorang penyanyi adalah mengajak penyanyinya ngobrol untuk mempermudah penghayatan bila lagunya sudah jadi. Saat itu Rinto diminta menciptakan lagu untuk Ria sehingga diapun mengajak Ria ngobrol dan akhirnya ‘keluarlah’ curhatan Ria tentang kisah cintanya saat itu yang kemudian menginspirasi Rinto membuat lagu KATAKAN SEJUJURNYA. Ria pun sukses menyanyikan lagu itu dan dipersiapkan menjadi jagoan untuk album debutnya. Hanya saja, ketika sudah siap dirilis, AKURAMA RECORDS tempat Ria bernaung tiba-tiba mengubah ‘image’ Ria dari awalnya disiapkan menjadi penyanyi pop melankolis menjadi penyanyi pop ceria sehingga akhirnya lagu CINTAKU SEDALAM LAUTAN ATLANTIK lah yang dikedepankan menjadi lagu jagoan, dan lagu KATAKAN SEJUJURNYA malah tidak dimasukkan ke dalam album. Rinto sempat ‘marah’ saat tahu hal ini, tapi kemudian lagu ini diserahkan kepada CHRISTINE PANJAITAN dan ternyata.. boom.. lagu ini meledak di pasaran.

2. CINTAKU SEDALAM LAUTAN ATLANTIK (Adriyadie – Ria Resty Fauzy)
riaIni adalah lagu yang awalnya tidak disiapkan menjadi lagu andalan. Bahkan menurut pengakuannya, RIA RESTY FAUZY tidak sreg ketika harus menyanyikan lagu ini. Ria yang merasa lebih tune dengan lagu-lagu pop melankolis ‘terpaksa’ menyanyikan lagu ini untuk memenuhi kuota album yang membutuhkan 10 lagu. Menjelang album pertamanya rilis, tiba-tiba lagu ini ‘naik kelas’ dan dijadikan lagu andalan sekaligus judul album. Ria sempat protes tapi ‘tidak berdaya’ sehingga akhirnya menurut saja. Bahkan untuk recording ulang agar lagu ini lebih ‘layak’ untuk jadi lagu andalanpun tidak dilakukan karena khawatir Ria tidak mood saat menyanyikannya. Maka, lagu yang direkam ‘apa adanya’ karena tidak diniatkan menjadi lagu andalanpun dirilis dan ternyata berhasil meraih penjualan tinggi. Gara-gara inilah Ria akhirnya menyimpan impiannya menjadi penyanyi lagu pop melankolis.

3. KUNCUP HATI LAYU PASTI (Dian Piesesha)
Konon, peristiwa yang dialami sendiri adalah inspirasi paling ‘mudah’ untuk menciptakan lagu. Terlebih bagi seorang pencipta lagu yang juga penyanyi. DIAN PIESESHA adalah satu dari sedikit penyanyi wanita yang juga piawai menciptakan lagu, meskipun tidak menjadi lagu andalan album. Lagu KUNCUP HATI LAYU PASTI adalah salahsatu lagu ciptaannya yang dinyanyikan sendiri yang terinspirasi dari kehidupan perkawinannya saat itu yang baru seumur jagung tapi sudah mendapatkan masalah. Diciptakan dalam keadaan kondisi fisiknya yang sedang sakit, saat sedang menyepi di Surabaya. Malam hari Dian merenung sendiri di belakang rumah, di hadapan kebun cabe dan jagung dan hamparan rawa-rawa. Menggunakan gitar yang dimainkannya sendiri, terciptalah lagu KUNCUP HATI LAYU PASTI, sebagai gambaran dari suasana hatinya saat itu. Lagu ini kemudian masuk di album TAK INGIN SENDIRI yang meskipun tidak diandalkan tapi berhasil menjadi hits.

4. TAK INGIN SENDIRI (Pance Pondaag – Dian Piesesha)
dian takSaat mempersiapkan album keempatnya, DIAN PIESESHA menderita sakit yang cukup berat. Penyakit ini tidak diceritakan kepada siapapun termasuk keluarganya, Dian menyimpan sendiri rahasia penyakitnya itu. Merasa butuh sesuatu untuk membuatnya lebih tegar, Dian kemudian meminta PANCE PONDAAG untuk menciptakan lagu. Pance kemudian menciptakan lagu TAK INGIN SENDIRI. Meskipun lagu ini terkesan sebagai lagu cinta, sebenarnya lagu ini menceritakan harapan Dian yang menunggu keajaiban dari Tuhan. Kesetiaan dan pengharapan pada Tuhan ini dimanifestasikan Pance dalam sebuah lagu pop melankolis yang berhasil dibawakan Dian dengan bagus. Lagu ini berhasil meledak di pasaran, bahkan menjadi salahsatu album terlaris Indonesia sepanjang masa.

5. BILA KAU SEORANG DIRI (Rinto Harahap – Nur Afni Octavia)
Nur Afni_Bila Kau Seorang DiriSaat hendak menciptakan lagu untuk NUR AFNI OCTAVIA, RINTO HARAHAP mengajak Afni ngobrol tentang apa yang sedang dirasakan saat itu. Afni kemudian curhat tentang kesendiriannya sebagai penyanyi daerah yang baru hijrah ke Jakarta. Rinto kemudian berusaha ‘menghayati’ kesendirian yang sedang dirasakan Afni dengan mancing di laut. Suasana hening dan ‘kesendirian’ di tengah laut berhasil memantik ide Rinto untuk menciptakan lagu BILA KAU SEORANG DIRI yang kemudian berhasil dibawakan Afni dengan bagus. Lagu ini kemudian meledak di pasaran dan menjadi salahsatu lagu Afni yang paling terkenal.

6. IBU (Rinto Harahap – Nur Afni Octavia)
afni ibu copyKembali lagu ciptaan RINTO HARAHAP yang terinspirasi dari cerita nyata penyanyinya. Adalah NUR AFNI OCTAVIA yang saat itu baru saja menikah dan harus ‘terpisah’ dari sang Ibu yang selama ini menemaninya kemana saja. Karena sudah berumahtangga maka peran ibu dalam kehidupannya mulai berkurang, dan itu membuat Afni menjadi merasa sedih. Rinto kemudian menciptakan lagu berjudul IBU yang bercerita tentang kerinduan seorang anak kepada ibunya. Melodi yang melankolis dengan lirik yang dalam membuat Afni tidak kuasa menyanyikannya saat harus take rekaman. Baru beberapa baris dinyanyikan sudah membuatnya menangis. Rinto kemudian menghentikan sesi rekaman dan menyuruh Afni menghabiskan tangisnya. Afni pun menangis sejadi-jadinya sampai emosinya terlepaskan, barulah sesi rekaman dimulai lagi dan berhasil. Hasilnya memang terlihat, penghayatan Afni begitu total karena memang sesuai dengan apa yang sedang dirasakannya. Lagu inipun berhasil menjadi hits besar saat dirilis di pasaran.

Segitu dulu yaaaa… nanti diinget-inget lagi… 🙂

Story behind the songs of ERENS F. MANGALO

Kemaren sempet ngobrol-ngobrol sama salah seorang pencipta lagu senior ERENS FRANS MANGALO. Berkecimpung di industri musik Indonesia sejak tahun 1979, Om Erens sudah menghasilkan sekitar 400 lagu yang sudah dinyanyikan oleh banyak nama-nama kondang di industri musik kita seperti NICKY ASTRIA, HARI MOEKTI, MAYANGSARI, NIKE ARDILLA, OPPIE ANDARESTA, IIS SUGIANTO, CHINTAMI ATMANAGARA, EMILE S. PRAJA, DIAN PIESESHA, VICKY VENDY, DELLY ROLLIES dan masih banyak lagi. Memang tidak semua lagu ciptaannya dijadikan lagu andalan album, tapi beberapa lagu ciptaannya berhasil menjadi hits besar. 10428585_10152873550392179_1645317708838009561_n Selalu menarik kalo ngobrol dengan para senior, dan di obrolan kemaren gue sempet nanya-nanya story behind the song dari lagu-lagu ciptaan om Erens. ini beberapa diantaranya :

1. KEMARIN, HARI INI, ESOK DAN LUSA – Erens F. Mangalo (1979) 10 terbaik copy    Di awal karirnya, om Erens berkali-kali menawarkan lagu ke produser musik dan selalu ditolak. Sempat hampir putus asa, om Erens akhirnya tertarik mengikutkan lagu-lagunya dalam LOMBA CIPTA LAGU REMAJA yang diadakan oleh label IRAMA TARA (bukan LCLR Prambors yaaa). Dengan modal 3 lagu yang sudah jadi, om Erens berniat mengirimkan lagu itu. Tapi kemudian terjadi ‘tragedi’. Salah seorang temannya mendapat musibah dan membutuhkan bantuan dana. Dalam kondisi keuangan saat itu, om Erens membutuhkan dana untuk membuat demo lagu untuk lomba, tapi sang istri menyarankan agar uangnya dipakai untuk membantu teman yang tertimpa musibah itu. Meskipun ‘dongkol’ akhirnya om Erens mengikuti saran sang istri dengan resiko tidak jadi mengikuti lomba. Dalam keadaan seperti itu, merasa tidak berdaya, om Erens justru terinspirasi membuat lagu lagi yang kemudian diberi judul KEMARIN, HARI INI, ESOK DAN LUSA. Beruntung, rejeki akhirnya datang sehingga om Erens masih bisa membuat demo untuk lomba. Lima lagu dikirimkan, dan lagu KEMARIN, HARI INI, ESOK DAN LUSA lolos ke babak final. Lagu ini sedianya akan dibawakan oleh THE STEPS saat berlaga di final, tapi setelah dicoba ternyata kurang ‘pas’ sehingga label memutuskan om Erens sendirilah yang harus menyanyikan lagunya. Lagu ini menjadi pemenang kelima di ajang ini, dan saat dirilis juga berada di Side A urutan 5. Tapi justru lagu inilah yang berkibar dan masuk ke chart-chart radio saat itu, sehingga kemudian lagu ini berubah urutannya menjadi Side A nomor satu.

2. PIJAR – Nicky Astria (1987)
flpi87FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI) adalah Lomba Cipta Lagu terbesar di Indonesia di era 70an-80an. Menjadi finalis di ajang ini tidak mudah, maka bisa lolos menjadi finalis saja sudah bisa disebut prestasi yang tidak sembarangan. Tahun 1987 adalah saat pertama lagu om Erens lolos ke babak final. Lagu yang diciptakannya bersama BARTJE VAN HOUTEN ini bergenre pop rock. Maka ketika kemudian panitia FLPI menanyakan apakah lagu ini boleh dibawakan oleh NICKY ASTRIA, om Erens langsung setuju. Pengalaman pertama menjadi finalis FLPI cukup membuat om Erens grogi saat melihat deretan juri di malam final. Untungnya Nicky berhasil membawakan lagu ini dengan bagus meskipun tidak berhasil membawa lagu Pijar menjadi pemenang. Dan meskipun begitu, saat dirilis di pasaran, lagu PIJAR berhasil menjadi hits.

3. TANTANGAN – Hari Moekti (1989)
harry ada copy Saat diminta Granada Records untuk membuat lagu yang akan dimasukkan dalam solo album pertama rocker HARI MOEKTI, Om Erens memberikan lagu berjudul TANTANGAN. Bersama lagu-lagu lainnya dari pencipta lain, lagu itu diserahkan label kepada BILLY J. BUDIARJO sebagai arranger untuk dipilih dan digarap. Alih-alih didengarkan, Billy langsung mengambil demo lagu TANTANGAN hanya bermodal tulisan di sampul demo kalo lagu itu ciptaan om Erens. Cuma demo lagu itu yang dibawa pulang Billy tanpa didengar terlebih dulu, sementara lagu-lagu yang lain Billy minta agar label saja yang menyeleksi untuk kemudian diserahkan kembali kepada Billy dan digarap aransemennya. Kondisi ini justru membuat om Erens merasa terbebani dan degdegan, takut kalau ternyata lagu itu tidak bagus dan mengecewakan mengingat Billy tidak mendengarkan dulu lagunya. Untungnya ketakutan itu tidak terjadi. Ketika sudah jadi musiknya dan kemudian dinyanyikan Hari dengan bagus, lagu ini berhasil menjadi hits meskipun tidak dijadikan sebagai single pertama. Dan menurut om Erens, dari semua lagu ciptaannya, lagu inilah yang dianggap paling berkesan dan paling ‘memuaskan’.

4. SELAMAT MALAM CINTA – Mayangsari (1990)                                mayang selamat copy Saat merilis album pertamanya GAIRAH, MAYANGSARI tidak berhasil mencuri perhatian pasar. Maka saat album kedua akan dibuat, dibutuhkan lagu kuat yang bisa mengangkat namanya. Om Erens yang sudah sangat mengerti karakter vocal Mayang karena termasuk salahsatu juri di lomba nyanyi yang membawa Mayang ke dunia rekaman, mencoba membuat lagu yang pas. Dalam proses ini, Om Erens sering pulang malam karena mengerjakan lagu di studio rekaman. Setiap pulang malam om Erens terpaksa harus membangunkan istrinya yang sudah tidur untuk membukakan pintu, dan istrinya tetap menyambut tanpa mengeluh. Hal ini menjadi inspirasi untuk membuat lagu yang kemudian diberi judul SELAMAT MALAM CINTA. Lagu slow rock yang manis dan berlirik romantis ini kemudian dinyanyikan Mayang dan terpilih menjadi single andalan. Boom.. lagu ini meledak di pasaran dan mengangkat nama Mayang ke deretan depan. Menurut om Erens, inilah lagu ciptaannya yang paling berhasil di pasaran.

5. KAU BUKAN UNTUKKU – Nike Ardilla (1995) nike sandiwara                                   Tiga bulan sebelum kecelakaan yang merenggut nyawanya, NIKE ARDILLA sedang menggarap album terakhirnya yang kemudian berjudul SANDIWARA CINTA. Om Erens didaulat menciptakan lagu dan kemudian memberikan lagu berjudul KAU BUKAN UNTUKKU, yang bercerita tentang keputusasaan seseorang karena orang yang dicintainya ternyata tidak mencintainya. Ketika jadwal rekaman tiba, Operator sudah siap, Om Erens sebagai Vocal Director juga sudah siap mengarahkan Nike, musik sudah dimainkan tapi Nike tidak kunjung bernyanyi. Saat om Erens masuk ke ruangan take vocal, dilihatnya Nike sedang menangis. Om Erens kaget dan bertanya kenapa, Nike bilang sedang tidak mood, tapi kemudian mengaku bahwa lagu KAU BUKAN UNTUKKU berhasil menyentuh hatinya, pas dengan suasana hatinya saat itu, dengan kejadian yang menimpanya. Jadilah satu shift jadwal rekaman tidak bisa digunakan karena Nike terbawa perasaan sehingga tidak bisa bernyanyi. Rekamanpun ditunda. Dan saat kemudian berhasil direkam, sangat terlihat kalau Nike begitu menghayati lagu ini.

Sebenarnya ada banyak cerita lagi, tapi sayang waktu ngobrol terbatas. Ditambah om Erens tidak ingat semua lagu ciptaannya, sehingga story behind the song-nya ingat tapi justru lagunya sendiri om Erens lupa apa judulnya 🙂

Anyway terima kasih om Erens.. sukses selalu yaaaa..

Story Behind The Songs of ADJIE SOETAMA

ADJIE SOETAMA adalah nama besar di industri musik Indonesia era 80an. Menulis lagu sejak tahun 1974 tapi baru memasuki industri ketika lagunya menjadi finalis dalam FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA 1981. Namanya meroket saat memenangi ajang serupa di tahun 1983 lewat lagu ciptaannya bersama IRIANTI ERNINGPRAJA berjudul SALAMKU UNTUKNYA yang dinyanyikan VINA PANDUWINATA.
10675769_10152842861332179_4240703040317558462_nNamanya tambah meroket saat kerjasamanya bersama CHRISYE menghasilkan banyak lagu-lagu hits, baik dinyanyikan Chrisye sendiri ataupun dinyanyikan oleh penyanyi lain seperti VINA PANDUWINATA, TIKA BISONO atau RUTH SAHANAYA. Karya Cipta Adjie juga banyak dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi besar lainnya seperti UTHA LIKUMAHUWA, TRIE UTAMI, IKANG FAWZI, TITI DJ, ATIEK CB dan masih banyak lagi.
Beberapa waktu lalu gue berkesempatan ngobrol-ngobrol di acara gue INDOLAWAS dan ternyata dibalik lagu-lagu hits karya ciptanya ada banyak cerita unik. Ini beberapa diantaranya :

1. SISIPKAN NAMANYA – LOUISE HUTAURUK
flpi81Ini adalah lagu bersejarah yang mengantarkan nama Adjie Soetama menjadi pencipta lagu yang diandalkan. Lagu ini menjadi finalis di ajang FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA 1981, bersaing dengan nama-nama besar seperti TITIK HAMZAH, TARIDA HUTAURUK, YOUNGKY SOEWARNO dan ANTON ISSOEDIBYO. Siapa sangka, lagu ini menyimpan cerita sedih. Di malam final, Adjie bersama Loise dan ADDIE MS (arranger) hadir terlambat di tempat acara berlangsung. Mereka muncul saat semua lagu finalis sudah selesai dinilai, dan mereka sudah di diskualifikasi. Ironisnya, lagu SISIPKAN NAMANYA sebenarnya saat itu mengumpulkan nilai tertinggi. Karena di diskualifikasi, akhirnya lagu SIKSA milik TITIK HAMZAH yang sebenarnya ada di posisi kedua-lah yang kemudian dinobatkan menjadi juara pertama. Sebagai penghormatan, meskipun acara malam final sudah dinyatakan selesai dan sudah di diskualifikasi, lagu SISIPKAN NAMANYA tetap dinyanyikan Louise diiringi piano Addie MS, dan disambut standing applause.

2. SALAMKU UNTUKNYA – VINA PANDUWINATA
flpi 83Gagal menang di FLPI 1981, tahun 1982 Adjie mencoba ikut ajang yang sama tapi gagal menembus final. Baru di tahun 1983 Adjie lolos ke babak final lewat lagu yang ditulisnya bersama IRIANTI ERNINGPRAJA berjudul SALAMKU UNTUKNYA. Saat lagu ini lolos, timbul kebingungan karena sebagai mahasiswa Adjie tidak punya ‘modal’ untuk menghadapi malam final yang membutuhkan biaya-biaya untuk penyanyi, kostum, dan lain-lainnya. Beruntung VINA PANDUWINATA bersedia menyanyikan lagu ini tanpa dibayar, demikian juga CANDRA DARUSMAN sebagai arranger, ITANG YUNASZ juga bersedia menyediakan kostum gratis. Masih ditambah ‘sumbangan’ dana dari ADDIE MS yang merelakan uang tabungannya diberikan kepada Adjie. Uniknya di Festival itu Addie kebagian menggarap lagu ciptaan GURUH SOEKARNO PUTRA yang dinyanyikan AHMAD ALBAR. Perjuangan ini terbayar saat lagu SALAMKU UNTUKNYA dinobatkan menjadi pemenang pertama FLPI 1983.

3. RINDUKU – CHICHA KOESWOYO
chichaLagu ini awalnya digunakan untuk film GEJOLAK KAWULA MUDA yang dibintangi CHICHA KOESWOYO, dan sebelumnya tidak ada kesepakatan untuk merilis lagu ini di pasaran. Adjie yang saat itu masih kuliah di Bandung sedang mengalami kesulitan keuangan terpaksa nunggak bayaran kuliah sementara sidang skripsi sudah tidak bisa menunggu. Kalau tidak dilunasi maka sidang skripsi tidak boleh diikuti. Dalam kebingungan, tiba-tiba CANDRA DARUSMAN dan ERWIN GUTAWA datang menemui Adjie di Bandung dan menyerahkan sejumlah uang sebagai pembayaran lagu RINDUKU yang ternyata dirilis di pasaran sebagai lagu andalan album CHICHA KOESWOYO. Sidang skripsipun berjalan lancar.

4. CINTA (VINA PANDUWINATA), SELAMANYA (RUTH SAHANAYA), HURA HURA (CHRISYE), PAGI (TIKA BISONO)
vina_cintaKetika Adjie masih SMP, CHRISYE sudah menjadi penyanyi. Adjie sempat menonton konser Chrisye dan punya mimpi suatu hari akan menciptakan lagu untuk Chrisye. Ketika Adjie sudah cukup dikenal di dunia musik Indonesia, mereka kemudian berkesempatan bekerjasama. Mungkin karena ‘impian’ Adjie sejak SMP itu, maka hasil kolaborasi mereka itu menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dengan modal gitar, mereka berdua dalam satu hari berhasil menghasilkan 5 lagu yaitu CINTA, SELAMANYA, HURA HURA, PAGI dan satu lagu lagi yang sayang sekali Adjie lupa lagu yang mana. Lagu CINTA sebenarnya disiapkan untuk dinyanyikan CHRISYE, kemudian didengar ADDIE MS yang kemudian meminta lagu ini untuk dinyanyikan VINA PANDUWINATA. Awalnya Adjie dan Chrisye keberatan namun akhirnya mereka menyerah dan merelakan lagu ini dibawakan Vina, setelah mereka berpikir bahwa lagu ini memang liriknya sangat ‘perempuan’.

5. AKU CINTA DIA – CHRISYE
chrisye aku cintaSelepas album SENDIRI yang digarap ADDIE MS, CHRISYE menggarap album berikutnya bersama ADJIE SOETAMA. Album baru itu sedianya akan menjagokan lagu HURA HURA, tapi saat materi album itu diperdengarkan kepada SENJAYA WIJAYA dari MUSICA STUDIO’S, Boss Musica itu merasa kalau materinya masih kurang. Masih dibutuhkan lagu lain yang lebih catchy. Adjie pun ditanya apakah mempunyai lagu lain, yang kemudian dijawab Adjie dengan ‘ada tapi gak bagus’. Senjaya kemudian minta mendegar lagu itu, dan tanpa diduga Senjaya malah suka dengan lagu itu dan langsung menghubungi EDDY SUD koordinator ANEKA RIA SAFARI untuk meminta jadwal Chrisye tampil di acara tersebut. Lagu yang waktu itu belum berjudul itu langsung spontan diberi judul AKU CINTA DIA. Lagu yang awalnya tidak diperhitungkan itu akhirnya digarap malam itu juga. Terbukti telinga Senjaya Wijaya memang tidak salah. Album AKU CINTA DIA sampai sekarang berhasil memecahkan rekor sebagai album CHRISYE dengan angka penjualan tertinggi.
Cerita lain dibalik album ini adalah proses pembuatan lagunya sendiri yang ternyata terinspirasi dari pengalaman pribadi Adjie yang saat itu sedang naksir pada seorang perempuan yang tidak dikenalnya tapi sering ditemuinya di jalan. Karena tidak berani mengajak kenalan Adjie hanya bisa menumpahkannya dalam sebuah lagu. Lagu ini juga membuat sejarah karena ‘berhasil’ memaksa Chrisye untuk tampil menari dengan koreografi.

6. CIUM PIPIKU – VINA PANDUWINATA
vina ciumMeskipun sudah berkali-kali menciptakan lagu untuk VINA PANDUWINATA, bukan berarti Adjie ‘mudah’ saat memberikan lagu baru untuk dinyanyikan. Tahun 1987 saat Vina sedang mempersiapkan album kelima, Adjie sempat ‘patah arang’ saat 10 lagu yang diberikannya untuk Vina ternyata semuanya ditolak. Adjie pun berniat mencoba untuk yang terakhir, kalau lagu terakhir ini ditolak maka dia akan menyerah. Saat sedang merekam lagunya menggunakan gitar di rumahnya, Tukang Bakso langganannya mendengar dan mengomentari kalau lagu itu enak didengar. Mendengar komentar tukang bakso itu Adjie lantas bertambah pede-nya. Karena kalau sebuah lagu sudah disukai oleh kalangan tukang bakso, maka akan lebih mudah diterima oleh kalangan yang lebih luas. Benar saja, saat diberikan kepada Vina, Vina langsung suka dan lagu ini bahkan dijadikan judul album kelimanya.

Barangkali masih banyak cerita-cerita unik dibalik lagu-lagu ciptaan Adjie Soetama lainnya. Sayang karena hanya satu jam saja waktu untuk ngobrol-ngobrol, hanya lagu-lagu itulah yang berhasil diungkap story behind the songs nya.

Sukses buat mas Adjie Soetama 🙂

Festival Lagu Populer Indonesia era 70an

Sebelumnya udah sempat dibahas tentang FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI) di blog ini. Tapi waktu itu mengkhususkan hanya di era 80an saja karena awalnya gue nulis itu buat dimasukin blog lapanpuluhan, dan kemudian gue repost disini. Nah, biar lengkap, akhirnya gue coba untuk ulas FLPI di era 70an. Nanti insya Allah bakal diulas juga FLPI era 90an, walaupun cuma 2 tahun saja sampai 1991 setelah itu mandeg.

FLPI sendiri adalah festival tahunan yang dimulai pelaksanaannya sejak tahun 1973. Tujuan diadakannya lomba cipta lagu ini adalah untuk mencari lagu yang akan berlaga di WORLD POP SONG FESTIVAL, gelaran internasional prestisius yang diadakan di BUDOKAN HALL, Tokyo, Jepang.

Indonesia sendiri sudah berpartisipasi di ajang internasional itu sejak tahun 1971 dengan mengirimkan lagu SALAM MESRA DARI DJAKARTA (WITH THE DEEPEST LOVE OF DJAKARTA) ciptaan MOCHTAR EMBUT dan dibawakan ELLY SRI KUDUS, dan kemudian di tahun 1972 mengirimkan lagu BEFORE I DIE ciptaan MUS K. WIRYA dan dibawakan TUTY AHEM, meskipun tanpa mengadakan seleksi khusus. Barulah pada tahun 1973 diadakan semacam seleksi dalam bentuk Festival Cipta Lagu yang kemudian dikenal dengan nama FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL dan kemudian menjadi FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA.

Meskipun maksud awalnya adalah untuk menyeleksi lagu terbaik yang akan mewakili Indonesia di tingkat internasional, pada perkembangannya festival ini juga menjadi tolok ukur kepiawaian pencipta sekaligus penyanyi yang berpartisipasi. Bahkan kemudian Festival ini menjadi salahsatu yang ditunggu kehadirannya setiap tahun oleh para penikmat lagu pop Indonesia karena album-album FLPI yang dirilis selalu menghasilkan lagu-lagu yang keren dan berhasil menjadi hits.

Belum diketahui (data belum didapat) apakah di awal penyelenggaraannya, lagu-lagu dibuatkan album khusus, yang baru didapat adalah Tahun 1975 sempat dibuat album para finalis, kemudian berlanjut dimulai tahun 1977 album khusus para finalis dirilis secara rutin.

Berikut reviewnya… mariii…

1. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1973
deddy damhudiGue belum menemukan catatan lengkap siapa aja finalis yang berlaga di tahun pertama penyelenggaraan FLPI ini. Yang gue tahu adalah, pemenang pertama diraih sama NICK MAMAHIT dengan lagunya CINTA ABADI (LOVE ETERNALLY) yang dibawakan BROERY MARANTIKA, dan pemenang kedua diraih GATOT SOENYOTO dengan lagunya GUBAHANKU dan dinyanyikan oleh DEDDY DAMHUDI.
Broery terpilih mewakili Indonesia di WPSF tapi sayang tidak menghasilkan penghargaan apapun. Lagu Cinta Abadi juga tidak berhasil menjadi hits, justru lagu GUBAHANKU berhasil melambungkan nama DEDDY DAMHUDI. Lagu itu menjadi hits besar yang masih terus dinyanyikan orang sampai hari ini.
Tidak diketahui juga apakah para finalis dibuatkan album secara khusus, tapi yang jelas DEDDY DAMHUDI merilis album dengan lagu GUBAHANKU sebagai lagu andalan.

2. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1974
broery cinta copyLagi-lagi catatan lengkap tentang festival tahun ini juga susah didapatkan. Yang gue tahu hanya pemenang pertama tahun ini diraih TITIEK PUSPA lewat lagu CINTA yang dinyanyikan dengan sangat bagus oleh BROERY MARANTIKA. Kembali Broery terpilih mewakili Indonesia untuk berlaga di Tokyo, dan sayangnya masih belum bisa menghasilkan penghargaan apa-apa.
Broery merilis album dengan judul CINTA dan ada embel-embel FESTIVAL 74 tapi tidak berisi lagu-lagu hasil festival. Tidak hanya Broery, ANNA MATHOVANI juga merilis album serupa. Dan lagu CINTA berhasil menjadi hits besar, salahsatu lagu ciptaan Titiek Puspa yang terbaik dan masih terus dinyanyikan orang sampai saat ini.

3. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1975
1975Tahun 1975 Festival kembali digelar dan menghasilkan 5 Lagu finalis. Berbeda dengan Festival di era-era setelahnya yang menghasilkan sekitar 10 finalis dan masing-masing dinyanyikan oleh penyanyi yang berbeda, di tahun ini lagu-lagu finalis dibawakan oleh penyanyi-penyanyi yang berbeda, boleh jadi untuk menyaring juga siapa penyanyi yang paling pas untuk dikirim ke Jepang. Di album 5 LAGU POP INDONESIA TERBAIK 1975 ini, ada 4 nama yang tampil menyanyikan lagu-lagu finalis yaitu TITIEK PUSPA, FRANZ DAROMEZ, GRACE SIMON dan KOES HENDRATMO. Masing-masing tampil keren dengan ciri khas masing-masing, bahkan KOES HENDRATMO tampil full vibrasi ala penyanyi opera. Tapi justru diantara mereka tidak terpilih menjadi penyanyi yang berlaga di Jepang. Yang terpilih adalah MELKY GOESLAW yang tahun itu menjuarai FESTIVAL PENYANYI POPULER 1975, yang justru rekaman suaranya tidak ada di album ini. Festival tahun ini sendiri dimenangkan oleh lagu PERGI UNTUK KEMBALI yang diciptakan oleh MINGGUS TAHITOE. Sayangnya di album ini tidak dicantumkan siapa-siapa saja finalis yang menciptakan lagunya. Di album ini juga terdapat lagu jingle iklan DUSAL yang dinyanyikan oleh DUSALINA BERSAUDARA sebagai transisi antar penyanyi.

Track List:
(pencipta tidak tercantum)

1. SAAT YANG KUNANTIKAN
Titiek Puspa
2. HILANG DALAM KEGELAPAN
Titiek Puspa
3. BAGAI BUNGA LAYU
Titiek Puspa
4. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Titiek Puspa
5. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Titiek Puspa
6. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
7. SAAT YANG KUNANTIKAN
Franz Daromez
8. HILANG DALAM KEGELAPAN
Franz Daromez
9. BAGAI BUNGA LAYU
Franz Daromez
10. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Franz Daromez
11. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Franz Daromez
12. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
13. SAAT YANG KUNANTIKAN
Grace Simon
14. HILANG DALAM KEGELAPAN
Grace Simon
15. BAGAI BUNGA LAYU
Grace Simon
16. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Grace Simon
17. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Grace Simon
18. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
19. SAAT YANG KUNANTIKAN
Koes Hendratmo
20. HILANG DALAM KEGELAPAN
Koes Hendratmo
21. BAGAI BUNGA LAYU
Koes Hendratmo
22. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Koes Hendratmo
23. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Koes Hendratmo
24. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara

4. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1976
grace renjana2Sampai saat ini gue belom dapet data pasti siapa-siapa saja yang menjadi finalis di tahun 1976. Album khusus yang memuat para finalis juga belum didapatkan. Meskipun begitu, lagu pemenang tahun 1976 ini tergolong populer. Diciptakan oleh GURUH SUKARNO PUTRA, lagu berjudul RENJANA ini berhasil dibawakan dengan bagus oleh GRACE SIMON.
Grace mewakili Indonesia ke Festival di Tokyo tetapi belum berhasil mendapatkan penghargaan. Grace juga merilis album solo dengan judul RENJANA yang juga berhasil menjadi hits. Selain itu, versi live lagu RENJANA juga dirilis Grace bersama penyanyi-penyanyi lain yang saat itu mengikuti FESTIVAL PENYANYI POPULER NASIONAL yang menjadikan lagu Renjana sebagai lagu wajib. Tercatat selain Grace ada HETTY KOES ENDANG, ANDI MERIEM MATTALATTA, MARGIE SEGERS, DIAH ISKANDAR, FERDY FERDIAN dan EDDY SILITONGA. Grace memenangkan festival Penyanyi ini sekaligus mengantarkannya ke Tokyo untuk menjadi wakil Indonesia membawakan RENJANA.

5. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1977
flpi77Tahun ini FLPI mendapatkan sebuah lagu yang fenomenal karena selain menang di ajang ini, menang juga di ajang festival lagu tingkat dunia di Budokan Tokyo. Uniknya, di ajang ini lagu itu sebenarnya hanya menjadi pemenang kedua, tapi justru dipilih mewakili Indonesia di festival Lagu Internasional itu. Lagu itu berjudul DAMAI TAPI GERSANG ciptaan ADJIE BANDI dan dinyanyikan sendiri olehnya (waktu festival di Jepang duet bersama HETTY KOES ENDANG). Lagu ini memang sangat bagus, lirik bagus melodi juga bagus. Lagu ini juga berhasil menjadi hits besar. Saking ngetopnya, sempat dibikin juga film dengan judul GERSANG TAPI DAMAI. Tapi sayang, kepopuleran lagu ini tidak lantas membuat Adjie Bandi terangkat secara material. Kehidupannya benar-benar ‘gersang’, bahkan dia wafat dalam kemiskinan. Ya, mungkin begitulah potret pencipta lagu Indonesia yang belum dihargai secara layak seperti seharusnya. Festival kali ini juga menghasilkan beberapa lagu hits seperti BILA CENGKEH BERBUNGA yang menjadi pemenang pertama, dan DIBATAS ANGAN ANGAN.

Track List:

1. BILA CENGKEH BERBUNGA
Minggus Tahitu
Lex’s Trio
2. DAMAI TAPI GERSANG
Ajie Bandi
Ajie Bandi
3. PENGABDIAN TIADA AKHIR
Anggrian Sukamto
Marini
4. DI BATAS ANGAN-ANGAN
Keenan Nasution
Keenan Nasution & Hutauruk Sisters
5. QUEEN OF THE RAIN
Jim Rais
Parwati Kramadibata, Lela F, Froli LB
6. HARI YANG INDAH
Chandra Darusman
Rizali Indrakesuma, Helmi Indrakesuma, Irwan Indrakesuma
7. KEHIDUPAN
Ajie Bandi
Ajie Bandi
8. SADARILAH SAYANG
Iskandar & Ireng Maulana
Hutauruk Sisters
9. SEMUSIM LALU
Anggrian Sukamto
Marini

6. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1978
flpi 78Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) tahun 1978 menghasilkan 6 lagu finalis dari 4 komposer yaitu BASKORO, ULLY SIGAR RUSADY, BAGIO MANGKUWIDURO dan MAMAD ROHAN AMIR. Berhasil menjadi pemenang dan mewakili Indonesia ke ajang World Pop Song Festival di Budokan Tokyo adalah lagu berjudul HARMONIE KEHIDUPAN yang diciptakan ULLY SIGAR RUSADY dan dinyanyikan oleh DHENOK WAHYUDI. Sayangnya, sukses tahun 1977 yang menghantarkan lagu DAMAI TAPI GERSANG menjadi lagu terbaik di festival internasional itu tidak bisa diulangi oleh lagu ini. Di pasaran, lagu yang berhasil menjadi hits besar adalah lagu BAHANA PERDAMAIAN, yang kemudian banyak dinyanyikan lagi oleh penyanyi lain, diantaranya yang terhitung sukses adalah EDDY SILITONGA.

Track List:

1. BAHANA PERDAMAIAN
Baskoro
Fifi Kaboel
2. WAKTU
Bagio Mangkuwiduro
Dian Anggraini
3. HARMONIE KEHIDUPAN
Ully Sigar Rusady
Dhenok Wahyudi
4. BERKESAN NAMUN HAMPA
Mamad Rohan Amir
Nining Agoes & Alex Wattinurry
5. HIDUP MANUSIA
Bagio Mangkuwiduro
Jonas Souisa & Fifi Kaboel
6. AKHIR BALADA
Ully Sigar Rusady
Zwesty Wirabhuana & Ade Manuhutu

7. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1979
1979Penyelenggaraan FLPI ke 7 tahun 1979 menghasilkan nama-nama baru yang kemudian mewarnai industri musik Indonesia. TARIDA P. HUTAURUK di keikutsertaannya yang pertama ini langsung menyertakan 3 lagu ciptaannya menjadi finalis, dan bahkan 2 diantaranya menjadi pemenang yaitu RUNTUHNYA KEANGKUHAN yang dinyanyikan BORNOK HUTAURUK sebagai juara pertama, dan lagu SETELAH KUTAHU yang dinyanyikan RUGUN HUTAURUK berduet bersama JOHANNES PURBA menjadi juara 3. Nama baru yang muncul dari ajang ini adalah ANTON ISSOEDIBYO yang di FLPI era 80an tergolong ‘raja’-nya karena nyaris selalu berhasil menembus final. Nama BAGOES AARYANTO (BAGOES AA) juga muncul di deretan finalis. TITIK HAMZAH, mantan personel DARA PUSPITA juga pertama kali ini maju ke babak final, dan namanya termasuk diperhitungkan di FLPI era 80an. Lagu RUNTUHNYA KEANGKUHAN dikirim ke WPSF di Jepang, hanya saja yang berlaga disana bukan Bornok tapi BERLIAN HUTAURUK. Meksipun tidak mendapatkan nomor di festival internasional, lagu Runtuhnya Keangkuhan sempat menjadi hits saat dirilis tersendiri sebagai album solo oleh BERLIAN HUTAURUK. Boleh dibilang Festival tahun ini adalah tahunnya ‘Hutauruk’. Selain TARIDA yang memasukkan 3 lagunya dan 2 lagu menjadi pemenang, para penyanyinya juga ada RUGUN, BORNOK dan BERLIAN yang memang saudara sekandung. Masih ditambah oleh LOUISE HUTAURUK yang meskipun tidak bersaudara kandung tapi masih bermarga Hutauruk.

Track List:

1. BENINGNYA KASIH
Anggrian Sukamto
Marini
2. JELITA
Titik Hamzah
Berlian Hutauruk
3. AMBISI DIRI
Yasir Syam
Ade Manuhutu
4. WONDERFUL LIFE
Bagio Mangkuwiduro
Herty Sitorus
5. MAHADEWI
Bagoes Aaryanto
Louise Hutauruk
6. RUNTUHNYA KEANGKUHA
Tarida P. Hutauruk
Bornok Hutauruk
7. NAIF
Anton Issoedibyo
Lex’s Trio, Rafika Duri, Harvey Malaihollo, Harry
8. KATAKANLAH
Tarida P. Hutauruk
Bornok Hutauruk
9. SETELAH KUTAHU
Tarida P. Hutauruk
Rugun Hutauruk & Johannes Purba
10. HIMBAUAN
Sani
Dewi Yull

FLPI memang mengalami masa keemasan di era 80an, saat lagu-lagu yang dirilis di pasaran mencetak hits besar dan bahkan sampai hak rilisnya pun menjadi rebutan para produser saat itu. Tapi justru di era 70an lah prestasi terbesar Indonesia di ajang WPSF berhasil dicetak lewat DAMAI TAPI GERSANG karya ADJIE BANDI yang berhasil menjadi lagu terbaik di ajang itu. Prestasi besar berikutnya diraih tahun 1986 saat HARVEY MALAIHOLLO terpilih menjadi penyanyi terbaik lewat lagu SEANDAINYA SELALU SATU ciptaan ELFA SECIORIA & WIEKE GUR.

Sungguh Festival semacam ini sangat ‘ngangenin’ tapi entah mengapa tidak pernah diadakan lagi. Boleh jadi karena WPSF yang sudah berhenti sejak 1988, atau industri musik saat ini yang memang tidak kondusif untuk menghasilkan festival keren seperti FLPI. So, beruntunglah generasi 70an, 80an dan awal 90an yang masih mengalami masa-masa ini.

Fariz RM & Dian PP In Collaboration With.. : Melukis masa lalu dalam kanvas masa kini

unnamedJudul Album : Fariz RM & Dian PP in Collaboration With
Artis : Various
Tahun Produksi : 2014
Produser : Seno M. Hardjo
Produksi : Target Pop
Distributor : Swara Sangkar Emas

FARIZ RUSTAM MUNAF dan DIAN PRAMANA POETRA adalah dua nama besar dalam industri musik Indonesia. Dalam bermusik, mereka lahir, berkembang, dan menjadi besar dalam masa yang hampir bersamaan. Fariz lahir sebagai ‘anak ajaib’ yang mampu menghasilkan musik progresif dimasanya, yang mengundang decak kagum karena hasil karyanya bisa maju melampaui masa. Lewat album SAKURA yang fenomenal itu, namanya melambung dan konsisten menghasilkan album laris sampai awal 90an. Sementara itu, Dian lahir dari ajang LOMBA CIPTA LAGU REMAJA PRAMBORS yang kemudian mantap sebagai penyanyi dan komposer handal. Sederet karyanya menjadi hits besar lewat tarikan suaranya ataupun penyanyi-penyanyi lain sepanjang era 80an sampai awal 90an.

Nama sebesar mereka tentu punya rekam jejak yang tidak sedikit. Mereka sudah ‘melukis’ banyak warna dalam industri musik Indonesia, yang keindahannya masih bisa dinikmati sampai detik ini. Tapi sayangnya industri musik itu sendiri sepertinya tidak banyak memberi tempat kepada mereka-mereka yang sudah ikut menorehkan sejarah kejayaan industri. Tidak seperti industri musik dunia (Amerika) yang masih memberi panggung seluas-luasnya bagi musisi besar dekade lalu untuk terus berkarya, industri musik Indonesia seperti hanya memberikan tempat untuk mereka-mereka yang masih segar dan belia. Hanya segelintir saja nama yang sanggup bertahan melampaui beberapa dekade, itupun mengalami pasang surut mengikuti arus industri.

Maka strategipun harus dipikirkan untuk memberi ‘panggung’ kepada para pelukis sejarah musik kita. Satu yang coba ditawarkan SENO M. HARDJO dari TARGET POP adalah membawa FARIZ RM & DIAN PP lebur ke dalam kumpulan mereka-mereka yang masih segar dan ranum dalam industri musik hari ini. Lewat album berjudul FARIZ RM & DIAN PP IN COLLABORATION WITH, karya-karya Fariz & Dian ‘dilukis ulang’ oleh sederet nama populer saat ini seperti SAMMY SIMORANGKIR, FATIN SHIDQIA LUBIS, GLENN FREDLY, CITRA SCHOLASTIKA, MALIQ & D’ESSENTIALS, SANDY SONDORO, INDAH DEWI PERTIWI, dan masih banyak lagi.

Meleburkan mereka dalam karya bersama memang bukan pekerjaan mudah. Trend musik sudah berganti, apa yang dihasilkan Fariz & Dian 30 tahun lalu mungkin akan terdengar ‘usang’ untuk telinga mereka yang lahir di era ini. Merekonstruksi ulang aransemen dan intepretasi penyanyinya sesuai trend mungkin akan ‘memanjakan’ pendengar saat ini, tapi bisa-bisa justru membuat penikmat versi original menjadi tidak ‘berselera’. Disinilah tantangannya.

Lalu bagaimana dengan album ini ? Apa yang dilakukan Fariz & Dian bersama pelaku industri musik masa kini ? berikut review berdasarkan track list:

1. KAU SEPUTIH MELATI (Jockie Suryoprayogo) – Sammy Simorangkir feat. Dian Pramana Poetra
Track dibuka dengan megah oleh lagu yang menjadi hits besar Dian di tahun 1986. Aransemen garapan ANDI RIANTO sangat berbeda dengan versi original yang digarap JOCKIE SURYOPRAYOGO, tapi justru terdengar ‘seperti’ hasil aransemen Jockie, mengingatkan pada megahnya aransemen Jockie era BADAI PASTI BERLALU. SAMMY SIMORANGKIR juga berhasil tampil bagus, lepas dari image lagu ini yang selama ini sangat lekat dengan Dian. Intepretasi ulang yang keren dan kuat. Dian juga ikut bernyanyi di lagu ini, tapi justru ‘tenggelam’ oleh warna Sammy. Kalau tidak teliti mendengarnya, suara Dian yang muncul di beberapa part saja itu seperti tidak terdeteksi karena menjadi ‘mirip’ dengan suara Sammy. Mungkin memang ini disengaja untuk memberi ruang sebanyak-banyaknya bagi Sammy, tapi ‘kalau saja’ Dian tampil dengan gaya khasnya berpadu dengan gaya khas Sammy bisa jadi akan lebih ‘jedarr’. Seperti yang pernah dilakukan almarhum DIANA NASUTION saat membawakan kembali lagunya JANGAN BIARKAN bersama TITI DJ. Kemunculan Diana di bagian akhir lagu menjadi klimaks yang keren walaupun hanya tampil secuil.

2. DEMI CINTAKU (Dian Pramana Poetra) – Fatin Shidqia Lubis
Lagu ini cukup penting bagi karir Dian di era ini. Setelah cukup lama vakum nyaris di sepanjang era 90an, Dian kembali muncul lewat album TERBAIK di tahun 1999 yang menyajikan lagu ini sebagai lagu baru diantara lagu-lagu hits terbaiknya. Nama Dian pun kembali terangkat karena lagu ini, dan sepertinya FATIN SHIDQIA LUBIS tidak perlu ‘bersusahpayah’ mengutak-atik karena Dian yang mengaransemen lagu ini tidak banyak merubah dari versi original. Sebenarnya lagu ini cocok dengan vokal Fatin, tapi entah mengapa Fatin membawakannya seperti terbata-bata, terpatah-patah.

3. SAKURA (Fariz RM & Jimmy Paais) – Sandy Sondoro feat. Fariz RM
Selain NADA KASIH, lagu SAKURA adalah lagu Fariz yang paling sering dirilis ulang oleh penyanyi lain. Melihat lagu SAKURA ada di track album ini sebenarnya membuat kening saya berkerut, ‘kenapa lagu ini lagi?’ Bukankah CHRISYE dan ROSSA sudah cukup membawa lagu ini melejit kembali ? Kenapa tidak lagu SAKURA dalam versi slow yang sempat dibawakan FARIZ bersama BESBARINI dengan judul PELUK ASMARA itu ? Membayangkan PELUK ASMARA dibawakan VIDI ALDIANO (anak BESBARINI) bersama GITA GUTAWA (anak salah seorang personel TRANSS yang menggarap musiknya) sudah membuat saya gemas. Tapi ketika hentakan musik SAKURA garapan YUDHIS DWIKORANA itu terdengar, dan suara berkarakter SANDY SONDORO muncul, saya bisa ‘menerima’ kenapa Sakura harus dimasukkan ke album ini. Versi Sandy terdengar modern dan soulful. Fariz muncul sebagai pemanis. Fresh. Cukup sukses.

4. SEMUA JADI SATU (Dian PP & Deddy Dhukun) – Indah Dewi Pertiwi feat. Richard Schrijver
Lagu original SEMUA JADI SATU adalah lagu yang sukses mengangkat nama MALYDA, sekaligus lagu yang mengawali trend album kompilasi lagu-lagu baru dari banyak penyanyi. 3 DIVA sempat merilis ulang lagu ini tapi tidak begitu berhasil di pasaran. YUDHISTIRA ARIANTO menggarap aransemen lagu ini untuk INDAH DEWI PERTIWI dan RICHARD SCHRIJVER dalam hentakan house music yang kental. Musiknya asik untuk dugem. Dukungan choir dari GLORIFY THE LORD ENSEMBLE menjadi paduan yang unik.

5. ANTARA KITA (Sammy Paitam) – Tuffa
Lagu ini adalah salahsatu hits Fariz setelah berubah ‘haluan’ menjadi lebih ngepop di era 90an. Versi originalnya terdengar lembut dan menenangkan, dan oleh PAY SIBURIAN diaransemen ulang dalam warna pop rock, dibawakan oleh kelompok baru bernama TUFFA. Terdengar lebih bertenaga.

6. BIRU (Dian PP & Deddy Dhukun) – Angel Pieters
Lagu versi originalnya adalah salahsatu hits terpopuler dari VINA PANDUWINATA. Sedemikian lekatnya lagu dengan Vina, maka ketika TRIO LIBELS atau bahkan DIAN PP sendiri merilis ulang lagu ini, image Vina tetap melekat kuat. Sangat cerdik ketika IRWAN SIMANJUNTAK mengaransemen lagu ini jauh dari versi originalnya yang mengingatkan pada lagu SAVING AL MY LOVE FOR YOU milik WHTNEY HOUSTON itu. Di tangan Irwan, lagu manis ini berubah bentuk menjadi lagu medium beat bernuansa country, dan ANGEL PIETERS yang didaulat menyanyikannya juga berhasil membawakannya dengan gayanya sendiri tanpa terpengaruh versi Vina yang sudah sangat kuat. Good job.

7. KURNIA DAN PESONA (Fariz RM & Jimmy Paais) – Citra Scholastika
Lagu ini awalnya dinyanyikan duo HARVEY MALAIHOLLO & RAFIKA DURI, tapi kemudian sukses ketika dibwakan sendiri oleh FARIZ dan menjadi salahsatu hits terbesarnya. Lewat aransemen YUDHISTIRA ARIANTO, lagu ini bermetamorfosa menjadi lagu dance mutakhir ala TIESTO atau CALVIN HARRIS. Bagi penggemar setia Fariz, versi ini mungkin menghilangkan ‘roh’ lagu ini. Tapi bagi pendengar musik hari ini, versi yang dibawakan dengan apik oleh CITRA SCHOLASTIKA ini terdengar menyegarkan.

8. MASIH ADA (Dian PP & Deddy Dhukun) – 3 COMPOSER
Duo DIAN PP bersama DEDDY DHUKUN dalam 2D ibarat ‘soulmate’ dalam bermusik. Lagu MASIH ADA versi mereka terdengar menghanyutkan dan menjadi salahsatu lagu era 80an yang everlasting. Sempat dibawakan kembali oleh kelompok WARNA dan cukup sukses. Sempat juga dibawakan dalam gaya rap oleh kelompok R 42. 3 COMPOSER (BEMBY NOOR, MARIO KACANG, TENGKU SHAFICK) yang didaulat membawakan kembali lagu ini mencoba membawakan dengan gaya mereka. Aransemen simpel oleh NOEY JAVA JIVE memungkinkan mereka bereksplorasi dengan gaya bernyanyi yang berbeda dengan versi original. Cukup berhasil. Versi mereka terdengar beda dan tetap nikmat didengarkan.

9. DI ANTARA KATA (Fariz RM & Jimmy Paais) – Ecoutez
Lagu versi original yang dibawakan Fariz terdengar unik karena teknik bernyanyi falsettonya. Memang, lagu ini punya range yang cukup lebar sehingga falsetto adalah cara ‘aman’ untuk menyanyikannya bila ambitus sang penyanyi tidak cukup lebar untuk menaklukkan lagunya. Ketika dinyanyikan kembali oleh ECOUTEZ, mulai intro sampai verse terdengar asyik dan menghanyutkan. Tapi ketika memasuki reff, alih-alih menggunakan falsetto, ANDREA LEE sang vokalis justru menggunakan nada bawah untuk menyanyikannya sehingga bagi yang terbiasa mendengarkan versi original terasa ada sesuatu yang kurang, seperti urung mencapai klimaks. Boleh jadi untuk yang belum pernah mendengarkan versi original, sesuatu yang kurang itu mungkin tidak disadari.

10. AKU CINTA PADAMU (Dian Pramana Poetra) – Glenn Fredly & Dian Pramana Poetra
Lagu ini adalah satu-satunya lagu baru di album ini. Hasil karya Dian ini dibawakannya bersama GLENN FREDLY. Sesuai dengan sub judul yang tercetak di credit tittle : WEDDING SONG, lagu ini memang pas dijadikan sebagai lagu untuk melatari peristiwa penting itu. Duet Dian & Glenn terdengar padu dengan penghayatan prima. Masing-masing tampil dengan ciri khas dan karakter sendiri, tapi berhasil melebur menjadi harmonisasi yang utuh. Lagu yang kuat. Keren.

11. BARCELONA (Fariz RM) – Maliq & D’Essentials feat. Fariz RM
Salahsatu lagu Fariz yang ‘susah’ sehingga jarang bisa berhasil dibawakan oleh penyanyi lain. Versi aslinya menghadirkan nuansa Eropa yang kental, lengkap dengan flamenco-nya. MALIQ & D’ESSENTIALS terhitung ‘berani’ membawakan lagu ini. Tapi mereka cukup cerdik dengan mempertahankan beberapa elemen dari versi original seperti betotan bass dan progresi keyboard yang menjadi penanda lagu, juga aransemen keyboard pada interlude yang dibiarkan sama, tapi dibalut dengan beat ala mereka yang asyik didengar. Nuansa flamenco memang tidak lagi terdengar, tapi kolaborasi vocal ANGGA bersama FARIZ terdengar saling mengisi. Cukup berhasil.

12. PASEBAN CAFE (Tatoet Yudiantoro, Bagoes AA, Dian PP) – Isyana Sarasvati
Lagu jazzy ini versi originalnya dibawakan Dian dengan sangat baik. RAMONDO GASCARO menggarap ulang aransemennya tidak beranjak jauh dari versi aslinya, tapi terdengar lebih kaya dengan sentuhan string section sebagai pemanis. Dan ISYANA SARASVATI tampil meyakinkan. Suaranya mantap menaklukkan lekukan melodi miring khas Dian. Keputusan bagus memasukkan versi Isyana di album ini karena sebenarnya lagu ini digarap bukan untuk proyek album ini. Bonus Track yang bergizi.

13. JAWAB NURANI (Hafiel Perdanakusuma & Dandung Sadewa) – SORE
Satu lagi bonus track yang menjanjikan di album ini. SORE adalah kelompok indie yang sukses menghasilkan lagu-lagu keren. Lagu JAWAB NURANI adalah hits dari kelompok TRANSS yang dibentuk FARIZ bersama ERWIN GUTAWA, DANDUNG SADEWA, UCE HUDIORO, WIBY AK, JUNDI KARYADI dan HAFIEL PERDANAKUSUMA. Versi originalnya sangat kuat dengan warna fusion jazz dan terhitung lekat dengan cara bernyanyi Fariz. Tapi SORE berhasil merubah lagu ini menjadi seperti lagu mereka sendiri. Asyik.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, membuat album semacam ini memang tidak gampang. Dan tentu saja tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak : mereka fans sejati Fariz & Dian atau fans masing-masing penyanyi yang terlibat. Album ini sendiri menurut saya terbilang cukup berhasil. Memang tidak semua lagu sesuai dengan ekspektasi, tapi sebagai pendengar yang terbiasa mendengarkan versi original, saya tetap bisa menikmati versi mutakhirnya. Ibarat lukisan, album ini cukup berhasil melukis masa lalu dalam kanvas masa kini.

Mudah-mudahan makin banyak penyanyi-penyanyi lain yang ‘dikembalikan’ ke panggung industri dalam format seperti ini, sehingga hasil karya mereka tetap bisa dinikmati pendengar musik masa kini. Sukses buat TARGET POP dan semua yang terlibat. Ditunggu project selanjutnya.