Gado Gado ala Institut Teknologi Bimbo

itbJudul Album : ITB Menyanyi Bimbo
Artis : Band-Band Alumni ITB
Produser : Bambang Suryoatmono, Nugroho Tri Utomo, Toni P. Sianipar
Produksi : ITB Menyanyi Bimbo

Apa yang bisa dihasilkan oleh ikatan Alumni sebuah kampus ? Merujuk dari yang selama ini kerap dilakukan, biasanya Alumni semacam ini menghasilkan sebuah event, setidaknya membuat reuni akbar atau perhelatan musik tahunan, atau seminar, atau berbagai kegiatan lainnya. Tapi menghasilkan sebuah album rekaman profesional yang dikonsep, diproduksi dan dibawakan sendiri oleh para alumni, barangkali baru Ikatan Alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) yang bisa. Tidak hanya di Indonesia, bahkan konon di duniapun baru pernah terjadi.

Adalah album berjudul ITB MENYANYIKAN BIMBO yang menjadi penanda dari kehebatan para alumni. Memang bukan sembarang alumni karena nama-nama yang tercantum di dalamnya bukan nama sembarangan. Dari deretan alumni yang terlibat ada nama TONI SIANIPAR dan FERINA (mantan Elfa’s Singers), PURWACARAKA, ERWIN BADUDU, CANDIL, DONNY SUHENDRA (Krakatau), ACHI (She), DAMON KOESWOYO (Kidnap Katrina) dan FARMAN PURNAMA, bahkan SAM BIMBO!

Di antara para alumni sendiri memang sudah kerap diadakan Festival Band Alumni ITB. Dari sini pulalah ide untuk membuat album rekaman mencuat, lantaran melihat band-band alumni itu kualitasnya tidak bisa dianggap remeh. Proyek rekaman bersama akhirnya diwujudkan dengan mengambil BIMBO sebagai ‘objek’ untuk digarap bersama. Bukan tanpa alasan pemilihan BIMBO ini. Selain SAM BIMBO yang juga alumni ITB sehingga lebih ‘mudah’ dalam hal perizinan, secara material Bimbo punya ribuan lagu dari ratusan album yang sudah dirilis. Disamping itu, lagu-lagu yang diusung Bimbo tidak hanya terpaku pada satu genre sehingga memudahkan bagi band-band yang memang lintas genre itu untuk mengintepretasikan sesuai karakter band.

Hasilnya ?

Ada 25 lagu BIMBO yang didaur ulang di album ini, dibawakan oleh band-band alumni dari era 60an sampai 2000an, plus Band Dosen, Karyawan dan Mahasiswa ITB, Paduan Suara Mahasiswa ITB, sampai kolaborasi lintas alumni yang menyajikan karya dalam karakter mereka masing-masing.

Berikut review berdasarkan track list :

1. CITRA – THE LAST EIGHTIES
Track dibuka oleh lagu yang sempat juga menjadi hits besar saat dinyanyikan dalam irama bossanova oleh RAFIKA DURI. Lewat tampilan THE LAST EIGHTIES, lagu ini tampil segar dalam warna classic disco ala 80an. Pas menjadi track pembuka.

2. NELAYAN TUA – MIGHTY EIGHTY
Versi asli lagu ini dibawakan secara akustik oleh Bimbo dengan menghanyutkan. Nuansa akustik tetap dihadirkan oleh MIGHTY EIGHTY yang menafsirkan lagu NELAYAN TUA dalam balutan nuansa musik India, klop dengan intepretasi FERINA sang vokalis yang membawakannya penuh penghayatan. Fresh sekaligus unik.

3. DI ATAS JEMBATAN SEMANGGI – GEN81
Lagu aslinya sempat dituding ‘menjiplak’ BOHEMIAN RHAPSODY milik QUEEN gara-gara sebaris melodi yang memang sama persis notasinya plus harmonisasi vokal mereka yang memang nyerempet-nyerempet di lagu ini. Uniknya, GEN81 justru tidak mencoba menghilangkan bagian yang mirip itu, meskipun di bagian lainnya justru dibawa lebih ngerock.

4. BUKIT BUKIT SUNYI – ERWIN BADUDU & FARMAN PURNAMA feat. SAM BIMBO
Ini adalah salah satu lagu Bimbo yang mempunyai aura magis. Materi lagu dan aransemen serta intepretasi mereka sudah terdengar megah. Oleh ERWIN BADUDU, lagu ini diaransemen ulang dengan gaya orkestrasi yang grande, plus suara tenor FARMAN PURNAMA berhasil menghidupkan nyawa lagu. Dan meskipun berbeda karakter, paduan vokal bersama SAM BIMBO terhitung pas.

5. ABANG BECA – BALAD 82
Lagu ABANG BECA terhitung lagu Bimbo yang ringan dan masuk dalam katagori lagu yang mereka sebut sebagai ‘Indonesia Antik’. Oleh BALAD 82, lagu ini dibawakan ulang dengan nuansa etnik sunda dan sentuhan keroncong.

6. TAJAM TAK BERTEPI – LASKAR 79
Lagu hasil tulisan IWAN ABDURACHMAN ini memang sudah keren dari sananya. Bimbo telah berhasil membawakannya dengan warna mereka yang khas. Sebuah twist dilakukan dengan cerdik oleh LASKAR 79 yang mengintepretasikan lagu ini dalam warna slow swing yang tenang menghanyutkan.

7. ROMANTIKA HIDUP – BAND ITB 60-AN
Sebuah lagu Bimbo yang bertema kritik sosial tanpa kesan menggurui. Versi aslinya sangat ngetop di era 80an dan asyik terdengar dalam balutan aransemen bernuansa salsa. Saat dibawakan ulang oleh BAND ITB 60-AN, lagu ini dirombak menjadi bernuansa dixie dengan tempo yang lebih lambat.

8. BALADA SEORANG BIDUAN – BANDOS ITB
Lagu aslinya terdengar sangat menyentuh. Nuansa Balada yang menjadi daya pikat Bimbo terdengar kuat. Oleh BANDOS ITB, lagu ini dirubah nuansanya menjadi lebih bertenaga, dengan beat yang lebih cepat dan dinamis.

9. PELABUHAN HATI – PADUAN SUARA MAHASISWA ITB
Satu lagi lagu yang sangat khas Bimbo. Versi aslinya tampil megah dengan harmonisasi vokal yang keren. Memang pas untuk dibawakan sebuah kelompok paduan suara. Dengan aransemen baru yang menunjang, PADUAN SUARA MAHASISWA ITB berhasil membawakan lagu ini dengan nuansa berbeda tapi tetap keren.

10. KUMIS – BABY EATS CRACKERS
Lagu yang sangat catchy ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat. Beberapa kali dirilis ulang oleh penyanyi lain dan tetap sukses. BABY EATS CRACKERS membawakan kembali lagu ini dengan tidak jauh berbeda, hanya saja secara aransemen mereka lebih terdengar modern, plus imbuhan permainan violin yang mempermanis lagu.

11. MELATI – MUSICOLOGY
Ini juga lagu yang sangat ngetop dari Bimbo. Versi aslinya sangat syahdu, dan MUSICOLOGY memberi nuansa baru dengan memasukkan sedikit unsur rock.

12. SALJU – ASRI HARDJAKUSUMAH
Asri Hardjakusumah (Achi), pemain violin dari kelompok musik SHE mencoba tampil beda di lagu ini. Tidak hanya mengaransemen tapi juga bernyanyi, meskipun menurutnya itu adalah hal yang sangat susah mengingat dirinya yang bukan penyanyi. Tapi Achi berhasil menunjukkan kalau dia juga bisa bernyanyi. Lagu SALJU versinya terdengar kekinian dan potensial hits. Salah satu lagu yang kuat di album ini.

13. PENGGALI KUBUR – UNFORGETTABLE PIRATES OF 87
Sebuah keberanian sendiri membawakan lagu bernuansa ‘mistis’ dengan judul yang tidak lazim. Tapi secara materi, lagu PENGGALI KUBUR ini memang unik dan mempunyai makna yang dalam. UNFORGETTABLE PIRATES OF 87 menyajikan ulang lagu ini dengan groovy dan berhasil ‘menghilangkan’ nuansa mistisnya. Keren.

14. CEMPAKA KUNING – BANDIT B76
Sebuah intepretasi yang cukup unpredictable dari BANDIT B76. Mengingat personelnya adalah alumni angkatan tahun 1976, mungkin kita akan menganggap mereka akan mengintepretasi lagu CEMPAKA KUNING sesuai ‘zaman’ mereka. Ternyata mereka justru tampil dalam warna kekinian. Lagu yang aslinya syahdu diadaptasi menjadi lagu bernuansa Hiphop, lengkap dengan rap dan dubstep, meskipun suara sang vokalis justru terdengar mirip vokalis aslinya.

15. CINTA KILAT – PURWACARAKA & CANDIL
Dua nama kondang ini berkolaborasi menyajikan ulang lagu kocak yang tergolong alltime hits. Lewat tenggorokan Candil, sudah pasti lagu ini jadi bernuansa rock, dan sepertinya Purwa memang memberikan ruang seluas-luasnya untuk Candil bereksplorasi lewat aransemen musik yang simpel.

16. FLAMBOYAN – TECHNOART
Versi asli lagu ini sangat kuat, dibawakan dengan penghayatan tinggi dan terdengar menggetarkan. Memang susah mengutak-atik lagu yang sudah sangat kuat melekat di masyarakat. Dan TECHNOART mencoba tetap mengambil nuansa asli lagu ini lewat balutan aransemen bernuansa orkestra yang grande.

17. JUMPA UNTUK BERPISAH – GO BAND
Ini juga tergolong lagu yang paling populer dari Bimbo. Versi aslinya dinyanyikan dengan harmonisasi yang keren dan syahdu. GO BAND mengaransir ulang lagu ini dengan format band kekinian dengan warna rock yang kental. Beda dan cukup berhasil.

18. BUNGA SEDAP MALAM – G75
Sebuah intepretasi yang cukup asyik dari G75 atas lagu yang versi aslinya dibawakan IIN PARLINA dengan suaranya yang mendesah. Versi G75 tampil lebih bertenaga, tetap menggemaskan tanpa harus ‘mendesah’. Good Job.

19. ANTARA BOGOR DAN CIANJUR – COOL BEAT 88
Lagu yang sarat kritik sosial ini versi aslinya dibawakan Bimbo dengan warna country ballad, pas dengan kebutuhan lagunya. COOL BEAT 88 mencoba menafsir ulang lagu ini dengan aransemen yang lebih padat beat yang lebih cepat.

20. AKU SAYANG PADAMU – 9.1 ONE
Sebuah lagu yang unik dari Bimbo. Versi aslinya bernuansa pop rock tapi tetap dibawakan dengan harmonisasi vokal khas Bimbo. Oleh 9.1 ONE konon lagu ini sempat dicoba untuk diaransemen dengan gaya Funk, New Age bahkan R&B tapi dirasa belum pas. Akhirnya warna blues-lah yang dipilih untuk membawakan ulang lagu ini dan ternyata memang pas.

21. MELATI DARI JAYAGIRI – DELIMA
Satu lagi alltime hits milik Bimbo yang sudah sangat lekat di benak masyarakat. Tidak heran kalau DELIMA juga tidak jauh beranjak dari versi aslinya. Mengandalkan denting gitar dan harmonisasi vokal seperti versi aslinya, Delima menambahkan bebunyian flute sebagai pemanis.

22. TANTE SUN – BAND EIT-TI-SIX
Lagu jenaka yang ringan ini coba dihadirkan beda oleh BAND EIT-TI-SIX dengan menggubahnya menjadi bernuansa pop rock. Terdengar segar dan berbeda tanpa kehilangan ‘roh’ lagunya.

23. HUJAN DI POLONIA – NINETY GROOVY FUNKY FIVE
Hentakan gendang dan sambaran musik bernuansa batak di intro awal lagu HUJAN DI POLONIA versi NINETY GROOVY FUNKY FIVE ini saja sudah terdengar catchy. Terlebih saat harmonisasi vokal terdengar disusul suara saxophone dan akustik gitar yang nge-jazz, membalut keseluruhan aransemen yang bernuansa groovy etnik. Terdengar jauh berbeda dengan versi aslinya tapi tetap asyik disimak.

24. SENANDUNG RINDU – THE FOLKSTORY
Sesuai dengan nama band-nya THE FOLKSTORY, mereka menafsir ulang lagu SENANDUNG RINDU dengan nafas folk yang kental. Terdengar beda dengan versi aslinya tentu saja. Lebih modern dan kekinian. Mantap.

25. SENDIRI LAGI/ADINDA – THE 8EST4RS
Dua lagu ciptaan TITIEK PUSPA ini coba di mash up oleh THE 8EST4RS. Menghadirkan 4 vokalis tenor, lagu ini dibalut dengan aransemen bernuansa orkestrasi.

Sebagai sebuah tribute, album ini terhitung berhasil menampilkan musik BIMBO yang kaya warna. Masing-masing penampil mencoba tampil dengan gaya masing-masing dan sebagian besar cukup berhasil. Memang tidak semua vokalis yang bernyanyi di album ini adalah penyanyi ‘beneran’ sehingga ada beberapa yang terdengar kurang pas. Tapi itu semua bisa dimaafkan karena tujuan awal dibuatnya album ini memang untuk kalangan sendiri, bukan untuk kepentingan komersial.

Ibarat gado-gado yang terdiri dari berbagai jenis sayuran, album ini adalah gado-gado yang bergizi dan menyehatkan. Sukses. Semoga album ini bukan yang pertama dan terakhir, karena masih banyak musisi dan band legendaris Indonesia yang karya-karyanya juga pantas dibuat album tribute.

Satu lagi, album ini pantas dirilis untuk umum agar semua kalangan bisa menikmati. Sayang kalau album sebagus ini hanya beredar di kalangan internal 🙂

Advertisements