Festival Lagu Populer Indonesia era 70an

Sebelumnya udah sempat dibahas tentang FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI) di blog ini. Tapi waktu itu mengkhususkan hanya di era 80an saja karena awalnya gue nulis itu buat dimasukin blog lapanpuluhan, dan kemudian gue repost disini. Nah, biar lengkap, akhirnya gue coba untuk ulas FLPI di era 70an. Nanti insya Allah bakal diulas juga FLPI era 90an, walaupun cuma 2 tahun saja sampai 1991 setelah itu mandeg.

FLPI sendiri adalah festival tahunan yang dimulai pelaksanaannya sejak tahun 1973. Tujuan diadakannya lomba cipta lagu ini adalah untuk mencari lagu yang akan berlaga di WORLD POP SONG FESTIVAL, gelaran internasional prestisius yang diadakan di BUDOKAN HALL, Tokyo, Jepang.

Indonesia sendiri sudah berpartisipasi di ajang internasional itu sejak tahun 1971 dengan mengirimkan lagu SALAM MESRA DARI DJAKARTA (WITH THE DEEPEST LOVE OF DJAKARTA) ciptaan MOCHTAR EMBUT dan dibawakan ELLY SRI KUDUS, dan kemudian di tahun 1972 mengirimkan lagu BEFORE I DIE ciptaan MUS K. WIRYA dan dibawakan TUTY AHEM, meskipun tanpa mengadakan seleksi khusus. Barulah pada tahun 1973 diadakan semacam seleksi dalam bentuk Festival Cipta Lagu yang kemudian dikenal dengan nama FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL dan kemudian menjadi FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA.

Meskipun maksud awalnya adalah untuk menyeleksi lagu terbaik yang akan mewakili Indonesia di tingkat internasional, pada perkembangannya festival ini juga menjadi tolok ukur kepiawaian pencipta sekaligus penyanyi yang berpartisipasi. Bahkan kemudian Festival ini menjadi salahsatu yang ditunggu kehadirannya setiap tahun oleh para penikmat lagu pop Indonesia karena album-album FLPI yang dirilis selalu menghasilkan lagu-lagu yang keren dan berhasil menjadi hits.

Belum diketahui (data belum didapat) apakah di awal penyelenggaraannya, lagu-lagu dibuatkan album khusus, yang baru didapat adalah Tahun 1975 sempat dibuat album para finalis, kemudian berlanjut dimulai tahun 1977 album khusus para finalis dirilis secara rutin.

Berikut reviewnya… mariii…

1. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1973
deddy damhudiGue belum menemukan catatan lengkap siapa aja finalis yang berlaga di tahun pertama penyelenggaraan FLPI ini. Yang gue tahu adalah, pemenang pertama diraih sama NICK MAMAHIT dengan lagunya CINTA ABADI (LOVE ETERNALLY) yang dibawakan BROERY MARANTIKA, dan pemenang kedua diraih GATOT SOENYOTO dengan lagunya GUBAHANKU dan dinyanyikan oleh DEDDY DAMHUDI.
Broery terpilih mewakili Indonesia di WPSF tapi sayang tidak menghasilkan penghargaan apapun. Lagu Cinta Abadi juga tidak berhasil menjadi hits, justru lagu GUBAHANKU berhasil melambungkan nama DEDDY DAMHUDI. Lagu itu menjadi hits besar yang masih terus dinyanyikan orang sampai hari ini.
Tidak diketahui juga apakah para finalis dibuatkan album secara khusus, tapi yang jelas DEDDY DAMHUDI merilis album dengan lagu GUBAHANKU sebagai lagu andalan.

2. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1974
broery cinta copyLagi-lagi catatan lengkap tentang festival tahun ini juga susah didapatkan. Yang gue tahu hanya pemenang pertama tahun ini diraih TITIEK PUSPA lewat lagu CINTA yang dinyanyikan dengan sangat bagus oleh BROERY MARANTIKA. Kembali Broery terpilih mewakili Indonesia untuk berlaga di Tokyo, dan sayangnya masih belum bisa menghasilkan penghargaan apa-apa.
Broery merilis album dengan judul CINTA dan ada embel-embel FESTIVAL 74 tapi tidak berisi lagu-lagu hasil festival. Tidak hanya Broery, ANNA MATHOVANI juga merilis album serupa. Dan lagu CINTA berhasil menjadi hits besar, salahsatu lagu ciptaan Titiek Puspa yang terbaik dan masih terus dinyanyikan orang sampai saat ini.

3. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1975
1975Tahun 1975 Festival kembali digelar dan menghasilkan 5 Lagu finalis. Berbeda dengan Festival di era-era setelahnya yang menghasilkan sekitar 10 finalis dan masing-masing dinyanyikan oleh penyanyi yang berbeda, di tahun ini lagu-lagu finalis dibawakan oleh penyanyi-penyanyi yang berbeda, boleh jadi untuk menyaring juga siapa penyanyi yang paling pas untuk dikirim ke Jepang. Di album 5 LAGU POP INDONESIA TERBAIK 1975 ini, ada 4 nama yang tampil menyanyikan lagu-lagu finalis yaitu TITIEK PUSPA, FRANZ DAROMEZ, GRACE SIMON dan KOES HENDRATMO. Masing-masing tampil keren dengan ciri khas masing-masing, bahkan KOES HENDRATMO tampil full vibrasi ala penyanyi opera. Tapi justru diantara mereka tidak terpilih menjadi penyanyi yang berlaga di Jepang. Yang terpilih adalah MELKY GOESLAW yang tahun itu menjuarai FESTIVAL PENYANYI POPULER 1975, yang justru rekaman suaranya tidak ada di album ini. Festival tahun ini sendiri dimenangkan oleh lagu PERGI UNTUK KEMBALI yang diciptakan oleh MINGGUS TAHITOE. Sayangnya di album ini tidak dicantumkan siapa-siapa saja finalis yang menciptakan lagunya. Di album ini juga terdapat lagu jingle iklan DUSAL yang dinyanyikan oleh DUSALINA BERSAUDARA sebagai transisi antar penyanyi.

Track List:
(pencipta tidak tercantum)

1. SAAT YANG KUNANTIKAN
Titiek Puspa
2. HILANG DALAM KEGELAPAN
Titiek Puspa
3. BAGAI BUNGA LAYU
Titiek Puspa
4. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Titiek Puspa
5. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Titiek Puspa
6. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
7. SAAT YANG KUNANTIKAN
Franz Daromez
8. HILANG DALAM KEGELAPAN
Franz Daromez
9. BAGAI BUNGA LAYU
Franz Daromez
10. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Franz Daromez
11. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Franz Daromez
12. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
13. SAAT YANG KUNANTIKAN
Grace Simon
14. HILANG DALAM KEGELAPAN
Grace Simon
15. BAGAI BUNGA LAYU
Grace Simon
16. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Grace Simon
17. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Grace Simon
18. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
19. SAAT YANG KUNANTIKAN
Koes Hendratmo
20. HILANG DALAM KEGELAPAN
Koes Hendratmo
21. BAGAI BUNGA LAYU
Koes Hendratmo
22. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Koes Hendratmo
23. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Koes Hendratmo
24. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara

4. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1976
grace renjana2Sampai saat ini gue belom dapet data pasti siapa-siapa saja yang menjadi finalis di tahun 1976. Album khusus yang memuat para finalis juga belum didapatkan. Meskipun begitu, lagu pemenang tahun 1976 ini tergolong populer. Diciptakan oleh GURUH SUKARNO PUTRA, lagu berjudul RENJANA ini berhasil dibawakan dengan bagus oleh GRACE SIMON.
Grace mewakili Indonesia ke Festival di Tokyo tetapi belum berhasil mendapatkan penghargaan. Grace juga merilis album solo dengan judul RENJANA yang juga berhasil menjadi hits. Selain itu, versi live lagu RENJANA juga dirilis Grace bersama penyanyi-penyanyi lain yang saat itu mengikuti FESTIVAL PENYANYI POPULER NASIONAL yang menjadikan lagu Renjana sebagai lagu wajib. Tercatat selain Grace ada HETTY KOES ENDANG, ANDI MERIEM MATTALATTA, MARGIE SEGERS, DIAH ISKANDAR, FERDY FERDIAN dan EDDY SILITONGA. Grace memenangkan festival Penyanyi ini sekaligus mengantarkannya ke Tokyo untuk menjadi wakil Indonesia membawakan RENJANA.

5. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1977
flpi77Tahun ini FLPI mendapatkan sebuah lagu yang fenomenal karena selain menang di ajang ini, menang juga di ajang festival lagu tingkat dunia di Budokan Tokyo. Uniknya, di ajang ini lagu itu sebenarnya hanya menjadi pemenang kedua, tapi justru dipilih mewakili Indonesia di festival Lagu Internasional itu. Lagu itu berjudul DAMAI TAPI GERSANG ciptaan ADJIE BANDI dan dinyanyikan sendiri olehnya (waktu festival di Jepang duet bersama HETTY KOES ENDANG). Lagu ini memang sangat bagus, lirik bagus melodi juga bagus. Lagu ini juga berhasil menjadi hits besar. Saking ngetopnya, sempat dibikin juga film dengan judul GERSANG TAPI DAMAI. Tapi sayang, kepopuleran lagu ini tidak lantas membuat Adjie Bandi terangkat secara material. Kehidupannya benar-benar ‘gersang’, bahkan dia wafat dalam kemiskinan. Ya, mungkin begitulah potret pencipta lagu Indonesia yang belum dihargai secara layak seperti seharusnya. Festival kali ini juga menghasilkan beberapa lagu hits seperti BILA CENGKEH BERBUNGA yang menjadi pemenang pertama, dan DIBATAS ANGAN ANGAN.

Track List:

1. BILA CENGKEH BERBUNGA
Minggus Tahitu
Lex’s Trio
2. DAMAI TAPI GERSANG
Ajie Bandi
Ajie Bandi
3. PENGABDIAN TIADA AKHIR
Anggrian Sukamto
Marini
4. DI BATAS ANGAN-ANGAN
Keenan Nasution
Keenan Nasution & Hutauruk Sisters
5. QUEEN OF THE RAIN
Jim Rais
Parwati Kramadibata, Lela F, Froli LB
6. HARI YANG INDAH
Chandra Darusman
Rizali Indrakesuma, Helmi Indrakesuma, Irwan Indrakesuma
7. KEHIDUPAN
Ajie Bandi
Ajie Bandi
8. SADARILAH SAYANG
Iskandar & Ireng Maulana
Hutauruk Sisters
9. SEMUSIM LALU
Anggrian Sukamto
Marini

6. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1978
flpi 78Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) tahun 1978 menghasilkan 6 lagu finalis dari 4 komposer yaitu BASKORO, ULLY SIGAR RUSADY, BAGIO MANGKUWIDURO dan MAMAD ROHAN AMIR. Berhasil menjadi pemenang dan mewakili Indonesia ke ajang World Pop Song Festival di Budokan Tokyo adalah lagu berjudul HARMONIE KEHIDUPAN yang diciptakan ULLY SIGAR RUSADY dan dinyanyikan oleh DHENOK WAHYUDI. Sayangnya, sukses tahun 1977 yang menghantarkan lagu DAMAI TAPI GERSANG menjadi lagu terbaik di festival internasional itu tidak bisa diulangi oleh lagu ini. Di pasaran, lagu yang berhasil menjadi hits besar adalah lagu BAHANA PERDAMAIAN, yang kemudian banyak dinyanyikan lagi oleh penyanyi lain, diantaranya yang terhitung sukses adalah EDDY SILITONGA.

Track List:

1. BAHANA PERDAMAIAN
Baskoro
Fifi Kaboel
2. WAKTU
Bagio Mangkuwiduro
Dian Anggraini
3. HARMONIE KEHIDUPAN
Ully Sigar Rusady
Dhenok Wahyudi
4. BERKESAN NAMUN HAMPA
Mamad Rohan Amir
Nining Agoes & Alex Wattinurry
5. HIDUP MANUSIA
Bagio Mangkuwiduro
Jonas Souisa & Fifi Kaboel
6. AKHIR BALADA
Ully Sigar Rusady
Zwesty Wirabhuana & Ade Manuhutu

7. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1979
1979Penyelenggaraan FLPI ke 7 tahun 1979 menghasilkan nama-nama baru yang kemudian mewarnai industri musik Indonesia. TARIDA P. HUTAURUK di keikutsertaannya yang pertama ini langsung menyertakan 3 lagu ciptaannya menjadi finalis, dan bahkan 2 diantaranya menjadi pemenang yaitu RUNTUHNYA KEANGKUHAN yang dinyanyikan BORNOK HUTAURUK sebagai juara pertama, dan lagu SETELAH KUTAHU yang dinyanyikan RUGUN HUTAURUK berduet bersama JOHANNES PURBA menjadi juara 3. Nama baru yang muncul dari ajang ini adalah ANTON ISSOEDIBYO yang di FLPI era 80an tergolong ‘raja’-nya karena nyaris selalu berhasil menembus final. Nama BAGOES AARYANTO (BAGOES AA) juga muncul di deretan finalis. TITIK HAMZAH, mantan personel DARA PUSPITA juga pertama kali ini maju ke babak final, dan namanya termasuk diperhitungkan di FLPI era 80an. Lagu RUNTUHNYA KEANGKUHAN dikirim ke WPSF di Jepang, hanya saja yang berlaga disana bukan Bornok tapi BERLIAN HUTAURUK. Meksipun tidak mendapatkan nomor di festival internasional, lagu Runtuhnya Keangkuhan sempat menjadi hits saat dirilis tersendiri sebagai album solo oleh BERLIAN HUTAURUK. Boleh dibilang Festival tahun ini adalah tahunnya ‘Hutauruk’. Selain TARIDA yang memasukkan 3 lagunya dan 2 lagu menjadi pemenang, para penyanyinya juga ada RUGUN, BORNOK dan BERLIAN yang memang saudara sekandung. Masih ditambah oleh LOUISE HUTAURUK yang meskipun tidak bersaudara kandung tapi masih bermarga Hutauruk.

Track List:

1. BENINGNYA KASIH
Anggrian Sukamto
Marini
2. JELITA
Titik Hamzah
Berlian Hutauruk
3. AMBISI DIRI
Yasir Syam
Ade Manuhutu
4. WONDERFUL LIFE
Bagio Mangkuwiduro
Herty Sitorus
5. MAHADEWI
Bagoes Aaryanto
Louise Hutauruk
6. RUNTUHNYA KEANGKUHA
Tarida P. Hutauruk
Bornok Hutauruk
7. NAIF
Anton Issoedibyo
Lex’s Trio, Rafika Duri, Harvey Malaihollo, Harry
8. KATAKANLAH
Tarida P. Hutauruk
Bornok Hutauruk
9. SETELAH KUTAHU
Tarida P. Hutauruk
Rugun Hutauruk & Johannes Purba
10. HIMBAUAN
Sani
Dewi Yull

FLPI memang mengalami masa keemasan di era 80an, saat lagu-lagu yang dirilis di pasaran mencetak hits besar dan bahkan sampai hak rilisnya pun menjadi rebutan para produser saat itu. Tapi justru di era 70an lah prestasi terbesar Indonesia di ajang WPSF berhasil dicetak lewat DAMAI TAPI GERSANG karya ADJIE BANDI yang berhasil menjadi lagu terbaik di ajang itu. Prestasi besar berikutnya diraih tahun 1986 saat HARVEY MALAIHOLLO terpilih menjadi penyanyi terbaik lewat lagu SEANDAINYA SELALU SATU ciptaan ELFA SECIORIA & WIEKE GUR.

Sungguh Festival semacam ini sangat ‘ngangenin’ tapi entah mengapa tidak pernah diadakan lagi. Boleh jadi karena WPSF yang sudah berhenti sejak 1988, atau industri musik saat ini yang memang tidak kondusif untuk menghasilkan festival keren seperti FLPI. So, beruntunglah generasi 70an, 80an dan awal 90an yang masih mengalami masa-masa ini.

Advertisements

2 thoughts on “Festival Lagu Populer Indonesia era 70an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s