Story behind the songs of ERENS F. MANGALO

Kemaren sempet ngobrol-ngobrol sama salah seorang pencipta lagu senior ERENS FRANS MANGALO. Berkecimpung di industri musik Indonesia sejak tahun 1979, Om Erens sudah menghasilkan sekitar 400 lagu yang sudah dinyanyikan oleh banyak nama-nama kondang di industri musik kita seperti NICKY ASTRIA, HARI MOEKTI, MAYANGSARI, NIKE ARDILLA, OPPIE ANDARESTA, IIS SUGIANTO, CHINTAMI ATMANAGARA, EMILE S. PRAJA, DIAN PIESESHA, VICKY VENDY, DELLY ROLLIES dan masih banyak lagi. Memang tidak semua lagu ciptaannya dijadikan lagu andalan album, tapi beberapa lagu ciptaannya berhasil menjadi hits besar. 10428585_10152873550392179_1645317708838009561_n Selalu menarik kalo ngobrol dengan para senior, dan di obrolan kemaren gue sempet nanya-nanya story behind the song dari lagu-lagu ciptaan om Erens. ini beberapa diantaranya :

1. KEMARIN, HARI INI, ESOK DAN LUSA – Erens F. Mangalo (1979) 10 terbaik copy    Di awal karirnya, om Erens berkali-kali menawarkan lagu ke produser musik dan selalu ditolak. Sempat hampir putus asa, om Erens akhirnya tertarik mengikutkan lagu-lagunya dalam LOMBA CIPTA LAGU REMAJA yang diadakan oleh label IRAMA TARA (bukan LCLR Prambors yaaa). Dengan modal 3 lagu yang sudah jadi, om Erens berniat mengirimkan lagu itu. Tapi kemudian terjadi ‘tragedi’. Salah seorang temannya mendapat musibah dan membutuhkan bantuan dana. Dalam kondisi keuangan saat itu, om Erens membutuhkan dana untuk membuat demo lagu untuk lomba, tapi sang istri menyarankan agar uangnya dipakai untuk membantu teman yang tertimpa musibah itu. Meskipun ‘dongkol’ akhirnya om Erens mengikuti saran sang istri dengan resiko tidak jadi mengikuti lomba. Dalam keadaan seperti itu, merasa tidak berdaya, om Erens justru terinspirasi membuat lagu lagi yang kemudian diberi judul KEMARIN, HARI INI, ESOK DAN LUSA. Beruntung, rejeki akhirnya datang sehingga om Erens masih bisa membuat demo untuk lomba. Lima lagu dikirimkan, dan lagu KEMARIN, HARI INI, ESOK DAN LUSA lolos ke babak final. Lagu ini sedianya akan dibawakan oleh THE STEPS saat berlaga di final, tapi setelah dicoba ternyata kurang ‘pas’ sehingga label memutuskan om Erens sendirilah yang harus menyanyikan lagunya. Lagu ini menjadi pemenang kelima di ajang ini, dan saat dirilis juga berada di Side A urutan 5. Tapi justru lagu inilah yang berkibar dan masuk ke chart-chart radio saat itu, sehingga kemudian lagu ini berubah urutannya menjadi Side A nomor satu.

2. PIJAR – Nicky Astria (1987)
flpi87FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI) adalah Lomba Cipta Lagu terbesar di Indonesia di era 70an-80an. Menjadi finalis di ajang ini tidak mudah, maka bisa lolos menjadi finalis saja sudah bisa disebut prestasi yang tidak sembarangan. Tahun 1987 adalah saat pertama lagu om Erens lolos ke babak final. Lagu yang diciptakannya bersama BARTJE VAN HOUTEN ini bergenre pop rock. Maka ketika kemudian panitia FLPI menanyakan apakah lagu ini boleh dibawakan oleh NICKY ASTRIA, om Erens langsung setuju. Pengalaman pertama menjadi finalis FLPI cukup membuat om Erens grogi saat melihat deretan juri di malam final. Untungnya Nicky berhasil membawakan lagu ini dengan bagus meskipun tidak berhasil membawa lagu Pijar menjadi pemenang. Dan meskipun begitu, saat dirilis di pasaran, lagu PIJAR berhasil menjadi hits.

3. TANTANGAN – Hari Moekti (1989)
harry ada copy Saat diminta Granada Records untuk membuat lagu yang akan dimasukkan dalam solo album pertama rocker HARI MOEKTI, Om Erens memberikan lagu berjudul TANTANGAN. Bersama lagu-lagu lainnya dari pencipta lain, lagu itu diserahkan label kepada BILLY J. BUDIARJO sebagai arranger untuk dipilih dan digarap. Alih-alih didengarkan, Billy langsung mengambil demo lagu TANTANGAN hanya bermodal tulisan di sampul demo kalo lagu itu ciptaan om Erens. Cuma demo lagu itu yang dibawa pulang Billy tanpa didengar terlebih dulu, sementara lagu-lagu yang lain Billy minta agar label saja yang menyeleksi untuk kemudian diserahkan kembali kepada Billy dan digarap aransemennya. Kondisi ini justru membuat om Erens merasa terbebani dan degdegan, takut kalau ternyata lagu itu tidak bagus dan mengecewakan mengingat Billy tidak mendengarkan dulu lagunya. Untungnya ketakutan itu tidak terjadi. Ketika sudah jadi musiknya dan kemudian dinyanyikan Hari dengan bagus, lagu ini berhasil menjadi hits meskipun tidak dijadikan sebagai single pertama. Dan menurut om Erens, dari semua lagu ciptaannya, lagu inilah yang dianggap paling berkesan dan paling ‘memuaskan’.

4. SELAMAT MALAM CINTA – Mayangsari (1990)                                mayang selamat copy Saat merilis album pertamanya GAIRAH, MAYANGSARI tidak berhasil mencuri perhatian pasar. Maka saat album kedua akan dibuat, dibutuhkan lagu kuat yang bisa mengangkat namanya. Om Erens yang sudah sangat mengerti karakter vocal Mayang karena termasuk salahsatu juri di lomba nyanyi yang membawa Mayang ke dunia rekaman, mencoba membuat lagu yang pas. Dalam proses ini, Om Erens sering pulang malam karena mengerjakan lagu di studio rekaman. Setiap pulang malam om Erens terpaksa harus membangunkan istrinya yang sudah tidur untuk membukakan pintu, dan istrinya tetap menyambut tanpa mengeluh. Hal ini menjadi inspirasi untuk membuat lagu yang kemudian diberi judul SELAMAT MALAM CINTA. Lagu slow rock yang manis dan berlirik romantis ini kemudian dinyanyikan Mayang dan terpilih menjadi single andalan. Boom.. lagu ini meledak di pasaran dan mengangkat nama Mayang ke deretan depan. Menurut om Erens, inilah lagu ciptaannya yang paling berhasil di pasaran.

5. KAU BUKAN UNTUKKU – Nike Ardilla (1995) nike sandiwara                                   Tiga bulan sebelum kecelakaan yang merenggut nyawanya, NIKE ARDILLA sedang menggarap album terakhirnya yang kemudian berjudul SANDIWARA CINTA. Om Erens didaulat menciptakan lagu dan kemudian memberikan lagu berjudul KAU BUKAN UNTUKKU, yang bercerita tentang keputusasaan seseorang karena orang yang dicintainya ternyata tidak mencintainya. Ketika jadwal rekaman tiba, Operator sudah siap, Om Erens sebagai Vocal Director juga sudah siap mengarahkan Nike, musik sudah dimainkan tapi Nike tidak kunjung bernyanyi. Saat om Erens masuk ke ruangan take vocal, dilihatnya Nike sedang menangis. Om Erens kaget dan bertanya kenapa, Nike bilang sedang tidak mood, tapi kemudian mengaku bahwa lagu KAU BUKAN UNTUKKU berhasil menyentuh hatinya, pas dengan suasana hatinya saat itu, dengan kejadian yang menimpanya. Jadilah satu shift jadwal rekaman tidak bisa digunakan karena Nike terbawa perasaan sehingga tidak bisa bernyanyi. Rekamanpun ditunda. Dan saat kemudian berhasil direkam, sangat terlihat kalau Nike begitu menghayati lagu ini.

Sebenarnya ada banyak cerita lagi, tapi sayang waktu ngobrol terbatas. Ditambah om Erens tidak ingat semua lagu ciptaannya, sehingga story behind the song-nya ingat tapi justru lagunya sendiri om Erens lupa apa judulnya 🙂

Anyway terima kasih om Erens.. sukses selalu yaaaa..

Advertisements

Melanjutkan [absoudre]

Hari-hari ini gue lagi berkutat dengan ‘PR’ lama yang belom kelar-kelar juga. Gak ada yang nagih kapan kelar sih, cuma kayaknya ini kerjaan ngegantung terus entah dari kapan tahu, bahkan sebelum buku pertamanya rilis.
Jadi ceritanya setelah gue ‘berhasil’ bikin novel [absoudre] tahun 2003 -sebelas taun lalu, really?- dan temen-temen terdekat gue baca draft-nya lalu responnya positif, gue jadi semangat buat bikin sequelnya. Jadi aja deh gue mulai ngetik-ngetik, padahal gak tahu juga ceritanya mau diarahin kemana secara awalnya kan gak ada niatan buat bikin lanjutannya.
Ngetik-ngetik itu ‘berhasil’ bikin sekitar 50 halaman, terus gak berlanjut karena kemudian kerjaan gue gak menyisakan waktu buat mikirin proyek pribadi hehehe. Nahhh… kemudian [absoudre] dirilis tahun 2011. Mulai deh yang pada beli nanyain kelanjutannya, katanya masih ngegantung endebla endebla. Gue waktu itu niat pengen lanjutin lagi, tapi file 50 halaman yang udah gue bikin itu lenyap entah dimana. Mungkin di laptop lama yang udah entah kemana tahu. Niat itu buyar lagi.. Tapi kemudian tahun lalu pas beres-beres kamar, gue nemu hard copy yang 50 halaman itu, ternyata udah pernah gue print. Wow.. lumayan lah, walaupun harus ngetik ulang at least gue gak harus mikir dari awal.
Jadilah gue ketik ulang, sambil gue benerin lagi pastinya hahaha… dan sekarang dari ketikan yang 50 lembar itu setelah diketik ulang melebaaar menjadi 90 halaman 🙂
photo-5Udah mulai asyik nih konfliknyaaa… gue udah mulai kena racunnya dan mulai semangat buat ngelarin sequelnya, walaupun -jujur- gue belom tau ini cerita endingnya mau ngapain hahahaha…

Doain yaaaaa…

Story Behind The Songs of ADJIE SOETAMA

ADJIE SOETAMA adalah nama besar di industri musik Indonesia era 80an. Menulis lagu sejak tahun 1974 tapi baru memasuki industri ketika lagunya menjadi finalis dalam FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA 1981. Namanya meroket saat memenangi ajang serupa di tahun 1983 lewat lagu ciptaannya bersama IRIANTI ERNINGPRAJA berjudul SALAMKU UNTUKNYA yang dinyanyikan VINA PANDUWINATA.
10675769_10152842861332179_4240703040317558462_nNamanya tambah meroket saat kerjasamanya bersama CHRISYE menghasilkan banyak lagu-lagu hits, baik dinyanyikan Chrisye sendiri ataupun dinyanyikan oleh penyanyi lain seperti VINA PANDUWINATA, TIKA BISONO atau RUTH SAHANAYA. Karya Cipta Adjie juga banyak dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi besar lainnya seperti UTHA LIKUMAHUWA, TRIE UTAMI, IKANG FAWZI, TITI DJ, ATIEK CB dan masih banyak lagi.
Beberapa waktu lalu gue berkesempatan ngobrol-ngobrol di acara gue INDOLAWAS dan ternyata dibalik lagu-lagu hits karya ciptanya ada banyak cerita unik. Ini beberapa diantaranya :

1. SISIPKAN NAMANYA – LOUISE HUTAURUK
flpi81Ini adalah lagu bersejarah yang mengantarkan nama Adjie Soetama menjadi pencipta lagu yang diandalkan. Lagu ini menjadi finalis di ajang FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA 1981, bersaing dengan nama-nama besar seperti TITIK HAMZAH, TARIDA HUTAURUK, YOUNGKY SOEWARNO dan ANTON ISSOEDIBYO. Siapa sangka, lagu ini menyimpan cerita sedih. Di malam final, Adjie bersama Loise dan ADDIE MS (arranger) hadir terlambat di tempat acara berlangsung. Mereka muncul saat semua lagu finalis sudah selesai dinilai, dan mereka sudah di diskualifikasi. Ironisnya, lagu SISIPKAN NAMANYA sebenarnya saat itu mengumpulkan nilai tertinggi. Karena di diskualifikasi, akhirnya lagu SIKSA milik TITIK HAMZAH yang sebenarnya ada di posisi kedua-lah yang kemudian dinobatkan menjadi juara pertama. Sebagai penghormatan, meskipun acara malam final sudah dinyatakan selesai dan sudah di diskualifikasi, lagu SISIPKAN NAMANYA tetap dinyanyikan Louise diiringi piano Addie MS, dan disambut standing applause.

2. SALAMKU UNTUKNYA – VINA PANDUWINATA
flpi 83Gagal menang di FLPI 1981, tahun 1982 Adjie mencoba ikut ajang yang sama tapi gagal menembus final. Baru di tahun 1983 Adjie lolos ke babak final lewat lagu yang ditulisnya bersama IRIANTI ERNINGPRAJA berjudul SALAMKU UNTUKNYA. Saat lagu ini lolos, timbul kebingungan karena sebagai mahasiswa Adjie tidak punya ‘modal’ untuk menghadapi malam final yang membutuhkan biaya-biaya untuk penyanyi, kostum, dan lain-lainnya. Beruntung VINA PANDUWINATA bersedia menyanyikan lagu ini tanpa dibayar, demikian juga CANDRA DARUSMAN sebagai arranger, ITANG YUNASZ juga bersedia menyediakan kostum gratis. Masih ditambah ‘sumbangan’ dana dari ADDIE MS yang merelakan uang tabungannya diberikan kepada Adjie. Uniknya di Festival itu Addie kebagian menggarap lagu ciptaan GURUH SOEKARNO PUTRA yang dinyanyikan AHMAD ALBAR. Perjuangan ini terbayar saat lagu SALAMKU UNTUKNYA dinobatkan menjadi pemenang pertama FLPI 1983.

3. RINDUKU – CHICHA KOESWOYO
chichaLagu ini awalnya digunakan untuk film GEJOLAK KAWULA MUDA yang dibintangi CHICHA KOESWOYO, dan sebelumnya tidak ada kesepakatan untuk merilis lagu ini di pasaran. Adjie yang saat itu masih kuliah di Bandung sedang mengalami kesulitan keuangan terpaksa nunggak bayaran kuliah sementara sidang skripsi sudah tidak bisa menunggu. Kalau tidak dilunasi maka sidang skripsi tidak boleh diikuti. Dalam kebingungan, tiba-tiba CANDRA DARUSMAN dan ERWIN GUTAWA datang menemui Adjie di Bandung dan menyerahkan sejumlah uang sebagai pembayaran lagu RINDUKU yang ternyata dirilis di pasaran sebagai lagu andalan album CHICHA KOESWOYO. Sidang skripsipun berjalan lancar.

4. CINTA (VINA PANDUWINATA), SELAMANYA (RUTH SAHANAYA), HURA HURA (CHRISYE), PAGI (TIKA BISONO)
vina_cintaKetika Adjie masih SMP, CHRISYE sudah menjadi penyanyi. Adjie sempat menonton konser Chrisye dan punya mimpi suatu hari akan menciptakan lagu untuk Chrisye. Ketika Adjie sudah cukup dikenal di dunia musik Indonesia, mereka kemudian berkesempatan bekerjasama. Mungkin karena ‘impian’ Adjie sejak SMP itu, maka hasil kolaborasi mereka itu menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dengan modal gitar, mereka berdua dalam satu hari berhasil menghasilkan 5 lagu yaitu CINTA, SELAMANYA, HURA HURA, PAGI dan satu lagu lagi yang sayang sekali Adjie lupa lagu yang mana. Lagu CINTA sebenarnya disiapkan untuk dinyanyikan CHRISYE, kemudian didengar ADDIE MS yang kemudian meminta lagu ini untuk dinyanyikan VINA PANDUWINATA. Awalnya Adjie dan Chrisye keberatan namun akhirnya mereka menyerah dan merelakan lagu ini dibawakan Vina, setelah mereka berpikir bahwa lagu ini memang liriknya sangat ‘perempuan’.

5. AKU CINTA DIA – CHRISYE
chrisye aku cintaSelepas album SENDIRI yang digarap ADDIE MS, CHRISYE menggarap album berikutnya bersama ADJIE SOETAMA. Album baru itu sedianya akan menjagokan lagu HURA HURA, tapi saat materi album itu diperdengarkan kepada SENJAYA WIJAYA dari MUSICA STUDIO’S, Boss Musica itu merasa kalau materinya masih kurang. Masih dibutuhkan lagu lain yang lebih catchy. Adjie pun ditanya apakah mempunyai lagu lain, yang kemudian dijawab Adjie dengan ‘ada tapi gak bagus’. Senjaya kemudian minta mendegar lagu itu, dan tanpa diduga Senjaya malah suka dengan lagu itu dan langsung menghubungi EDDY SUD koordinator ANEKA RIA SAFARI untuk meminta jadwal Chrisye tampil di acara tersebut. Lagu yang waktu itu belum berjudul itu langsung spontan diberi judul AKU CINTA DIA. Lagu yang awalnya tidak diperhitungkan itu akhirnya digarap malam itu juga. Terbukti telinga Senjaya Wijaya memang tidak salah. Album AKU CINTA DIA sampai sekarang berhasil memecahkan rekor sebagai album CHRISYE dengan angka penjualan tertinggi.
Cerita lain dibalik album ini adalah proses pembuatan lagunya sendiri yang ternyata terinspirasi dari pengalaman pribadi Adjie yang saat itu sedang naksir pada seorang perempuan yang tidak dikenalnya tapi sering ditemuinya di jalan. Karena tidak berani mengajak kenalan Adjie hanya bisa menumpahkannya dalam sebuah lagu. Lagu ini juga membuat sejarah karena ‘berhasil’ memaksa Chrisye untuk tampil menari dengan koreografi.

6. CIUM PIPIKU – VINA PANDUWINATA
vina ciumMeskipun sudah berkali-kali menciptakan lagu untuk VINA PANDUWINATA, bukan berarti Adjie ‘mudah’ saat memberikan lagu baru untuk dinyanyikan. Tahun 1987 saat Vina sedang mempersiapkan album kelima, Adjie sempat ‘patah arang’ saat 10 lagu yang diberikannya untuk Vina ternyata semuanya ditolak. Adjie pun berniat mencoba untuk yang terakhir, kalau lagu terakhir ini ditolak maka dia akan menyerah. Saat sedang merekam lagunya menggunakan gitar di rumahnya, Tukang Bakso langganannya mendengar dan mengomentari kalau lagu itu enak didengar. Mendengar komentar tukang bakso itu Adjie lantas bertambah pede-nya. Karena kalau sebuah lagu sudah disukai oleh kalangan tukang bakso, maka akan lebih mudah diterima oleh kalangan yang lebih luas. Benar saja, saat diberikan kepada Vina, Vina langsung suka dan lagu ini bahkan dijadikan judul album kelimanya.

Barangkali masih banyak cerita-cerita unik dibalik lagu-lagu ciptaan Adjie Soetama lainnya. Sayang karena hanya satu jam saja waktu untuk ngobrol-ngobrol, hanya lagu-lagu itulah yang berhasil diungkap story behind the songs nya.

Sukses buat mas Adjie Soetama 🙂

Festival Lagu Populer Indonesia era 70an

Sebelumnya udah sempat dibahas tentang FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI) di blog ini. Tapi waktu itu mengkhususkan hanya di era 80an saja karena awalnya gue nulis itu buat dimasukin blog lapanpuluhan, dan kemudian gue repost disini. Nah, biar lengkap, akhirnya gue coba untuk ulas FLPI di era 70an. Nanti insya Allah bakal diulas juga FLPI era 90an, walaupun cuma 2 tahun saja sampai 1991 setelah itu mandeg.

FLPI sendiri adalah festival tahunan yang dimulai pelaksanaannya sejak tahun 1973. Tujuan diadakannya lomba cipta lagu ini adalah untuk mencari lagu yang akan berlaga di WORLD POP SONG FESTIVAL, gelaran internasional prestisius yang diadakan di BUDOKAN HALL, Tokyo, Jepang.

Indonesia sendiri sudah berpartisipasi di ajang internasional itu sejak tahun 1971 dengan mengirimkan lagu SALAM MESRA DARI DJAKARTA (WITH THE DEEPEST LOVE OF DJAKARTA) ciptaan MOCHTAR EMBUT dan dibawakan ELLY SRI KUDUS, dan kemudian di tahun 1972 mengirimkan lagu BEFORE I DIE ciptaan MUS K. WIRYA dan dibawakan TUTY AHEM, meskipun tanpa mengadakan seleksi khusus. Barulah pada tahun 1973 diadakan semacam seleksi dalam bentuk Festival Cipta Lagu yang kemudian dikenal dengan nama FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL dan kemudian menjadi FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA.

Meskipun maksud awalnya adalah untuk menyeleksi lagu terbaik yang akan mewakili Indonesia di tingkat internasional, pada perkembangannya festival ini juga menjadi tolok ukur kepiawaian pencipta sekaligus penyanyi yang berpartisipasi. Bahkan kemudian Festival ini menjadi salahsatu yang ditunggu kehadirannya setiap tahun oleh para penikmat lagu pop Indonesia karena album-album FLPI yang dirilis selalu menghasilkan lagu-lagu yang keren dan berhasil menjadi hits.

Belum diketahui (data belum didapat) apakah di awal penyelenggaraannya, lagu-lagu dibuatkan album khusus, yang baru didapat adalah Tahun 1975 sempat dibuat album para finalis, kemudian berlanjut dimulai tahun 1977 album khusus para finalis dirilis secara rutin.

Berikut reviewnya… mariii…

1. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1973
deddy damhudiGue belum menemukan catatan lengkap siapa aja finalis yang berlaga di tahun pertama penyelenggaraan FLPI ini. Yang gue tahu adalah, pemenang pertama diraih sama NICK MAMAHIT dengan lagunya CINTA ABADI (LOVE ETERNALLY) yang dibawakan BROERY MARANTIKA, dan pemenang kedua diraih GATOT SOENYOTO dengan lagunya GUBAHANKU dan dinyanyikan oleh DEDDY DAMHUDI.
Broery terpilih mewakili Indonesia di WPSF tapi sayang tidak menghasilkan penghargaan apapun. Lagu Cinta Abadi juga tidak berhasil menjadi hits, justru lagu GUBAHANKU berhasil melambungkan nama DEDDY DAMHUDI. Lagu itu menjadi hits besar yang masih terus dinyanyikan orang sampai hari ini.
Tidak diketahui juga apakah para finalis dibuatkan album secara khusus, tapi yang jelas DEDDY DAMHUDI merilis album dengan lagu GUBAHANKU sebagai lagu andalan.

2. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1974
broery cinta copyLagi-lagi catatan lengkap tentang festival tahun ini juga susah didapatkan. Yang gue tahu hanya pemenang pertama tahun ini diraih TITIEK PUSPA lewat lagu CINTA yang dinyanyikan dengan sangat bagus oleh BROERY MARANTIKA. Kembali Broery terpilih mewakili Indonesia untuk berlaga di Tokyo, dan sayangnya masih belum bisa menghasilkan penghargaan apa-apa.
Broery merilis album dengan judul CINTA dan ada embel-embel FESTIVAL 74 tapi tidak berisi lagu-lagu hasil festival. Tidak hanya Broery, ANNA MATHOVANI juga merilis album serupa. Dan lagu CINTA berhasil menjadi hits besar, salahsatu lagu ciptaan Titiek Puspa yang terbaik dan masih terus dinyanyikan orang sampai saat ini.

3. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1975
1975Tahun 1975 Festival kembali digelar dan menghasilkan 5 Lagu finalis. Berbeda dengan Festival di era-era setelahnya yang menghasilkan sekitar 10 finalis dan masing-masing dinyanyikan oleh penyanyi yang berbeda, di tahun ini lagu-lagu finalis dibawakan oleh penyanyi-penyanyi yang berbeda, boleh jadi untuk menyaring juga siapa penyanyi yang paling pas untuk dikirim ke Jepang. Di album 5 LAGU POP INDONESIA TERBAIK 1975 ini, ada 4 nama yang tampil menyanyikan lagu-lagu finalis yaitu TITIEK PUSPA, FRANZ DAROMEZ, GRACE SIMON dan KOES HENDRATMO. Masing-masing tampil keren dengan ciri khas masing-masing, bahkan KOES HENDRATMO tampil full vibrasi ala penyanyi opera. Tapi justru diantara mereka tidak terpilih menjadi penyanyi yang berlaga di Jepang. Yang terpilih adalah MELKY GOESLAW yang tahun itu menjuarai FESTIVAL PENYANYI POPULER 1975, yang justru rekaman suaranya tidak ada di album ini. Festival tahun ini sendiri dimenangkan oleh lagu PERGI UNTUK KEMBALI yang diciptakan oleh MINGGUS TAHITOE. Sayangnya di album ini tidak dicantumkan siapa-siapa saja finalis yang menciptakan lagunya. Di album ini juga terdapat lagu jingle iklan DUSAL yang dinyanyikan oleh DUSALINA BERSAUDARA sebagai transisi antar penyanyi.

Track List:
(pencipta tidak tercantum)

1. SAAT YANG KUNANTIKAN
Titiek Puspa
2. HILANG DALAM KEGELAPAN
Titiek Puspa
3. BAGAI BUNGA LAYU
Titiek Puspa
4. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Titiek Puspa
5. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Titiek Puspa
6. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
7. SAAT YANG KUNANTIKAN
Franz Daromez
8. HILANG DALAM KEGELAPAN
Franz Daromez
9. BAGAI BUNGA LAYU
Franz Daromez
10. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Franz Daromez
11. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Franz Daromez
12. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
13. SAAT YANG KUNANTIKAN
Grace Simon
14. HILANG DALAM KEGELAPAN
Grace Simon
15. BAGAI BUNGA LAYU
Grace Simon
16. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Grace Simon
17. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Grace Simon
18. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara
19. SAAT YANG KUNANTIKAN
Koes Hendratmo
20. HILANG DALAM KEGELAPAN
Koes Hendratmo
21. BAGAI BUNGA LAYU
Koes Hendratmo
22. SELAYU BUNGA DI TAMAN
Koes Hendratmo
23. PERGI UNTUK KEMBALI
Minggus Tahitoe
Koes Hendratmo
24. JINGLE IKLAN DUSAL
Dusalina Bersaudara

4. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1976
grace renjana2Sampai saat ini gue belom dapet data pasti siapa-siapa saja yang menjadi finalis di tahun 1976. Album khusus yang memuat para finalis juga belum didapatkan. Meskipun begitu, lagu pemenang tahun 1976 ini tergolong populer. Diciptakan oleh GURUH SUKARNO PUTRA, lagu berjudul RENJANA ini berhasil dibawakan dengan bagus oleh GRACE SIMON.
Grace mewakili Indonesia ke Festival di Tokyo tetapi belum berhasil mendapatkan penghargaan. Grace juga merilis album solo dengan judul RENJANA yang juga berhasil menjadi hits. Selain itu, versi live lagu RENJANA juga dirilis Grace bersama penyanyi-penyanyi lain yang saat itu mengikuti FESTIVAL PENYANYI POPULER NASIONAL yang menjadikan lagu Renjana sebagai lagu wajib. Tercatat selain Grace ada HETTY KOES ENDANG, ANDI MERIEM MATTALATTA, MARGIE SEGERS, DIAH ISKANDAR, FERDY FERDIAN dan EDDY SILITONGA. Grace memenangkan festival Penyanyi ini sekaligus mengantarkannya ke Tokyo untuk menjadi wakil Indonesia membawakan RENJANA.

5. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1977
flpi77Tahun ini FLPI mendapatkan sebuah lagu yang fenomenal karena selain menang di ajang ini, menang juga di ajang festival lagu tingkat dunia di Budokan Tokyo. Uniknya, di ajang ini lagu itu sebenarnya hanya menjadi pemenang kedua, tapi justru dipilih mewakili Indonesia di festival Lagu Internasional itu. Lagu itu berjudul DAMAI TAPI GERSANG ciptaan ADJIE BANDI dan dinyanyikan sendiri olehnya (waktu festival di Jepang duet bersama HETTY KOES ENDANG). Lagu ini memang sangat bagus, lirik bagus melodi juga bagus. Lagu ini juga berhasil menjadi hits besar. Saking ngetopnya, sempat dibikin juga film dengan judul GERSANG TAPI DAMAI. Tapi sayang, kepopuleran lagu ini tidak lantas membuat Adjie Bandi terangkat secara material. Kehidupannya benar-benar ‘gersang’, bahkan dia wafat dalam kemiskinan. Ya, mungkin begitulah potret pencipta lagu Indonesia yang belum dihargai secara layak seperti seharusnya. Festival kali ini juga menghasilkan beberapa lagu hits seperti BILA CENGKEH BERBUNGA yang menjadi pemenang pertama, dan DIBATAS ANGAN ANGAN.

Track List:

1. BILA CENGKEH BERBUNGA
Minggus Tahitu
Lex’s Trio
2. DAMAI TAPI GERSANG
Ajie Bandi
Ajie Bandi
3. PENGABDIAN TIADA AKHIR
Anggrian Sukamto
Marini
4. DI BATAS ANGAN-ANGAN
Keenan Nasution
Keenan Nasution & Hutauruk Sisters
5. QUEEN OF THE RAIN
Jim Rais
Parwati Kramadibata, Lela F, Froli LB
6. HARI YANG INDAH
Chandra Darusman
Rizali Indrakesuma, Helmi Indrakesuma, Irwan Indrakesuma
7. KEHIDUPAN
Ajie Bandi
Ajie Bandi
8. SADARILAH SAYANG
Iskandar & Ireng Maulana
Hutauruk Sisters
9. SEMUSIM LALU
Anggrian Sukamto
Marini

6. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1978
flpi 78Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) tahun 1978 menghasilkan 6 lagu finalis dari 4 komposer yaitu BASKORO, ULLY SIGAR RUSADY, BAGIO MANGKUWIDURO dan MAMAD ROHAN AMIR. Berhasil menjadi pemenang dan mewakili Indonesia ke ajang World Pop Song Festival di Budokan Tokyo adalah lagu berjudul HARMONIE KEHIDUPAN yang diciptakan ULLY SIGAR RUSADY dan dinyanyikan oleh DHENOK WAHYUDI. Sayangnya, sukses tahun 1977 yang menghantarkan lagu DAMAI TAPI GERSANG menjadi lagu terbaik di festival internasional itu tidak bisa diulangi oleh lagu ini. Di pasaran, lagu yang berhasil menjadi hits besar adalah lagu BAHANA PERDAMAIAN, yang kemudian banyak dinyanyikan lagi oleh penyanyi lain, diantaranya yang terhitung sukses adalah EDDY SILITONGA.

Track List:

1. BAHANA PERDAMAIAN
Baskoro
Fifi Kaboel
2. WAKTU
Bagio Mangkuwiduro
Dian Anggraini
3. HARMONIE KEHIDUPAN
Ully Sigar Rusady
Dhenok Wahyudi
4. BERKESAN NAMUN HAMPA
Mamad Rohan Amir
Nining Agoes & Alex Wattinurry
5. HIDUP MANUSIA
Bagio Mangkuwiduro
Jonas Souisa & Fifi Kaboel
6. AKHIR BALADA
Ully Sigar Rusady
Zwesty Wirabhuana & Ade Manuhutu

7. FESTIVAL LAGU POPULER NASIONAL 1979
1979Penyelenggaraan FLPI ke 7 tahun 1979 menghasilkan nama-nama baru yang kemudian mewarnai industri musik Indonesia. TARIDA P. HUTAURUK di keikutsertaannya yang pertama ini langsung menyertakan 3 lagu ciptaannya menjadi finalis, dan bahkan 2 diantaranya menjadi pemenang yaitu RUNTUHNYA KEANGKUHAN yang dinyanyikan BORNOK HUTAURUK sebagai juara pertama, dan lagu SETELAH KUTAHU yang dinyanyikan RUGUN HUTAURUK berduet bersama JOHANNES PURBA menjadi juara 3. Nama baru yang muncul dari ajang ini adalah ANTON ISSOEDIBYO yang di FLPI era 80an tergolong ‘raja’-nya karena nyaris selalu berhasil menembus final. Nama BAGOES AARYANTO (BAGOES AA) juga muncul di deretan finalis. TITIK HAMZAH, mantan personel DARA PUSPITA juga pertama kali ini maju ke babak final, dan namanya termasuk diperhitungkan di FLPI era 80an. Lagu RUNTUHNYA KEANGKUHAN dikirim ke WPSF di Jepang, hanya saja yang berlaga disana bukan Bornok tapi BERLIAN HUTAURUK. Meksipun tidak mendapatkan nomor di festival internasional, lagu Runtuhnya Keangkuhan sempat menjadi hits saat dirilis tersendiri sebagai album solo oleh BERLIAN HUTAURUK. Boleh dibilang Festival tahun ini adalah tahunnya ‘Hutauruk’. Selain TARIDA yang memasukkan 3 lagunya dan 2 lagu menjadi pemenang, para penyanyinya juga ada RUGUN, BORNOK dan BERLIAN yang memang saudara sekandung. Masih ditambah oleh LOUISE HUTAURUK yang meskipun tidak bersaudara kandung tapi masih bermarga Hutauruk.

Track List:

1. BENINGNYA KASIH
Anggrian Sukamto
Marini
2. JELITA
Titik Hamzah
Berlian Hutauruk
3. AMBISI DIRI
Yasir Syam
Ade Manuhutu
4. WONDERFUL LIFE
Bagio Mangkuwiduro
Herty Sitorus
5. MAHADEWI
Bagoes Aaryanto
Louise Hutauruk
6. RUNTUHNYA KEANGKUHA
Tarida P. Hutauruk
Bornok Hutauruk
7. NAIF
Anton Issoedibyo
Lex’s Trio, Rafika Duri, Harvey Malaihollo, Harry
8. KATAKANLAH
Tarida P. Hutauruk
Bornok Hutauruk
9. SETELAH KUTAHU
Tarida P. Hutauruk
Rugun Hutauruk & Johannes Purba
10. HIMBAUAN
Sani
Dewi Yull

FLPI memang mengalami masa keemasan di era 80an, saat lagu-lagu yang dirilis di pasaran mencetak hits besar dan bahkan sampai hak rilisnya pun menjadi rebutan para produser saat itu. Tapi justru di era 70an lah prestasi terbesar Indonesia di ajang WPSF berhasil dicetak lewat DAMAI TAPI GERSANG karya ADJIE BANDI yang berhasil menjadi lagu terbaik di ajang itu. Prestasi besar berikutnya diraih tahun 1986 saat HARVEY MALAIHOLLO terpilih menjadi penyanyi terbaik lewat lagu SEANDAINYA SELALU SATU ciptaan ELFA SECIORIA & WIEKE GUR.

Sungguh Festival semacam ini sangat ‘ngangenin’ tapi entah mengapa tidak pernah diadakan lagi. Boleh jadi karena WPSF yang sudah berhenti sejak 1988, atau industri musik saat ini yang memang tidak kondusif untuk menghasilkan festival keren seperti FLPI. So, beruntunglah generasi 70an, 80an dan awal 90an yang masih mengalami masa-masa ini.