IRREPLACEABLE, Perjalanan 3 Dekade YOVIE WIDIANTO

Judul Album : IRREPLACEABLE
Artis : Yovie And His Friends
Tahun Rilis : 2013
Music Director : Yovie Widianto
Produser : Yovie Widianto
Produksi : Yovie Widianto Music Factory & Berlian Entertainment
Distributor : Music Factory


Sosok YOVIE WIDIANTO dalam industri musik Indonesia memang terhitung berpengaruh. Sejak era INDONESIA 6 yang dilakoninya di era 80an, kemudian KAHITNA yang berjaya di era 90an, serta proyek YOVIE AND NUNO yang berkibar di era 2000an, Yovie selalu bisa menghipnotis para pecinta karyanya dengan lagu-lagu romantis. Lagu Yovie memang khas, progresi melodi yang dihasilkannya seperti sudah memiliki patron tersendiri, sehingga signature karyanya akan mudah terdeteksi, siapapun yang menyanyikannya.

Selain menciptakan lagu-lagu untuk kelompok yang dibidaninya, Yovie juga sukses melahirkan lagu-lagu hits untuk banyak penyanyi, beberapa diantaranya bahkan melejit karena karyanya. Beberapa nama besar mulai dari CHRISYE, HARVEY MALAIHOLLO, RUTH SAHANAYA, sampai penyanyi atau kelompok baru yang belum punya nama tapi melejit gara-gara karyanya seperti THE GROOVE, GLENN FREDLY, LINGUA, BENING, RIO FEBRIAN, WARNA, AUDY, dan masih banyak lagi, sudah merasakan kehebatannya dalam menciptakan lagu hits.

Tidak berlebihan rasanya kalau saat konser IRREPLACEABLE (TAKTERGANTI) yang digelar akhir tahun lalu, nyaris sepanjang konser seluruh penonton seperti berlomba-lomba ikut bernyanyi.

Konser itu sukses, dan album IRREPLACEABLE kemudian dirilis sebagai kelanjutan dari konser itu. Menampilkan penyanyi-penyanyi yang terlibat di konser itu, dan menyajikan  lagu-lagu karya-karyanya yang sempat menjadi hits sepanjang 3 dekade karir bermusiknya, dan dibawakan lagi dengan intepretasi baru.

Berikut review ala saya sesuai dengan track list :

1. CANTIK – 5 ROMEO

Lagu Cantik aslinya dibawakan oleh KAHITNA. Versi album ini dibawakan oleh kelompok baru hasil didikan Yovie bernama 5 ROMEO. Aransemen versi aslinya lekat dengan warna etnik, sementara versi mutakhir ini terdengar lebih modern dan groovy. Hanya saja, harmonisasi suara mereka seperti tidak beranjak dari versi aslinya. Meskipun ada tambahan harmonisasi ‘tararap tararap’ tetapi materi vokal mereka terdengar sangat KAHITNA, terlebih mereka masih mempertahankan ‘heyaa.. yayaya heyaa’ yang menambah kemiripan itu. Sehingga kalau tidak membaca credit tittle, kita bisa menyangka lagu ini dinyanyikan oleh KAHITNA dengan aransemen baru.

2. MANTAN TERINDAH – RAISA

RAISA ADRIANA adalah penyanyi yang sedang berkibar saat ini. Suaranya yang khas selalu bisa membuat lagu menjadi enak. Terbukti, lagu MANTAN TERINDAH yang aslinya dibawakan oleh KAHITNA ini bisa dibawakannya dengan bagus dan menjadi ‘sangat Raisa’. Aransemen lagu ini juga sangat manis dengan imbuhan flute dan violin yang memberi nuansa tersendiri. Lagu ini menjadi single pertama album ini dan sudah berhasil menjadi hits.

3. TOGETHER WE WILL SHINE – ANDIEN

Lagu ini adalah Theme Song SEA GAMES 2011 lalu yang digelar di Palembang. Pertama kali dibawakan oleh kolaborasi AGNES MONICA, JACKLYN VICTOR dan KC CONCEPCION. Dalam versi konser, ANDIEN membawakan lagu ini bersama-sama dengan SHARON dari THE CORRS yang bermain biola. Di versi album, meskipun tanpa Sharon, Andien tetap terdengar keren. Walaupun memang, lagu theme song Sea Games seperti ini memang sepertinya bukan pilihan yang pas untuk dijadikan single andalan

4. KEKASIH SEJATI – HEDI YUNUS

HEDI YUNUS boleh jadi merupakan ‘soulmate’ Yovie dalam bermusik. Lagu-lagu Yovie selalu berhasil diterjemahkan Hedi dengan baik. Termasuk di lagu KEKASIH SEJATI yang aslinya dibawakan oleh MONITA TAHALEA. Versi Monita terdengar innocent dan pas dengan kebutuhan lagu, sementara Hedi membawakan lagu ini dengan ‘dewasa’ dan penghayatan yang keren. Aransemen yang dibuka dengan bunyi gitar akustik berpadu dengan akordeon  dan flute menambah nilai artistik lagu ini.

5. ANDAI DIA TAHU – RAN

Ketika RAN terlibat dalam album TRIBUTE untuk KLa PROJECT dan membawakan lagu TENTANG KITA, atau ketika merilis ulang lagu KULAKUKAN SEMUA UNTUKMU dari duo FATUR & NADILA, mereka terlihat tampil dengan gaya khas mereka. Entah mengapa saat menyanyikan lagu ANDAI DIA TAHU milik KAHITNA ini, mereka seperti tidak menampilkan gaya khas mereka yang sebenarnya sangat kuat. Warna KAHITNA masih sangat kuat di lagu ini.

6. SURATKU – ALEXA

Sebelum mendengar track ini, sempat terbayang kalau ALEXA akan membawakan lagu ini tidak jauh dari versi asli yang dibawakan HEDI YUNUS. Apalagi denting piano mengawali intro dengan melodi yang nyaris sama dengan versi aslinya. Tapi kejutan ternyata, ALEXA mengintepretasi lagu ini dengan warna pop rock sesuai gaya mereka, terdengar fresh dan otentik, meskipun mungkin terdengar berat untuk kuping mainstream yang terbiasa mendengar versi Hedi. Satu tribute yang cukup berhasil dari ALEXA.

7. SATU MIMPIKU – MARCELL

Lagu ini versi aslinya dibawakan oleh THE GROOVE dengan format duet dan sudah sangat lekat dengan group asal Bandung itu. MARCELLmembawakan lagu ini dengan versi yang tidak jauh berbeda dengan aslinya, dan entahlah (menurut saya) lebih enak mendengarkan versi aslinya.

8. JANJI DIATAS INGKAR – RIO FEBRIAN

RIO FEBRIAN adalah salahsatu penyanyi yang melejit lewat lagu ciptaan YOVIE. Kali ini dia membawakan lagu yang ada di album pertama YOVIE & NUNO berjudul JANJI DIATAS INGKAR yang aslinya dibawakan oleh AUDY. Versi Rio tidak bisa dibilang jelek, tapi sepertinya lagu ini terasa lebih pas ketika dinyanyikan oleh AUDY.

9. CINTA KITA SAMA – MARIO GINANJAR & CHEWY DILMY

MARIO GINANJAR sang vokalis KAHITNA kali ini dikolaborasikan dengan penyanyi baru bernama CHEWY DILMY dalam lagu CINTA KITA SAMA. Sebuah lagu yang ‘sangat Yovie’ dengan hook yang catchy. Meksipun boleh jadi duo ini baru dipasangkan tapi paduan mereka saling mengisi. Satu lagu yang cukup kuat dan potensial hits.

10. GALAU – 3 CINTA

Lagu yang dipetik dari album soundtrack film laris NEGERI 5MENARA ini aslinya dibawakan oleh YOVIE & NUNO. Kelompok baru 3 CINTA didaulat untuk membawakan ulang. Aransemen lagu ini terdengar manis dengan bebunyian piano, violin dan akordeon. Mereka membawakan lagu ini dengan harmonisasi vokal yang cukup mantap, dan sepertinya lebih kuat versi mereka ini dibandingkan versi aslinya.

11. CINTA SUDAH LEWAT – PHI

Satu lagi lagu KAHITNA yang diintepretasi ulang, kali ini oleh group baru bernama PHI.  Aransemen versi mereka lebih groovy dan ‘bertenaga’ dibandingkan versi aslinya yang mellow galau. Sayangnya, meskipun harmonisasi vokal mereka dibuat agak berbeda, warna KAHITNA masih terdengar sangat kuat. Dan seperti juga kasus 5 ROMEO, kalau tidak membaca credit tittle, mungkin kita akan menyangka lagu ini dinyanyikan kembali oleh KAHITNA dengan aransemen baru.

Ditengah gonjang-ganjing industri musik yang membuat jarangnya sebuah album dirilis dalam format CD fisik, kehadiran album ini cukup memberi penyegaran. Meskipun sistem distribusinya masih mengandalkan outlet penjualan ayam goreng cepat saji, setidaknya kita masih bisa membeli dan menjadikannya barang koleksi yang benar-benar ‘berbentuk’, tidak sekedar sebuah bunyi tanpa wujud yang kita sebut sebagai versi digital.

Advertisements

Hari Gini Masih ‘Ngaset’ ?

Pagi-pagi bangun pas alarm bunyi. Buru-buru mau ke kamar mandi, turun dari kasur dan ‘bretaak’ kaki gue nginjek rumah kaset yang berceceran di lantai. Gara-gara ketiduran semalem gak sempet beberes kaset-kaset yang habis gue puter untuk kepentingan update blog indolawas. Ini kejadian yang udah sering terjadi, resiko jadi manusia jaman sekarang yang masih berkutat dengan produk dekade sebelumnya.

Hari gini masih setel kaset ?

Itu kalimat yang sering ditanyakan ke gue. Gak heran. Jaman sekarang semua sudah serba mudah. MP3 Player sekarang tersedia di pasaran dengan harga sangat sangat murah dibandingkan saat kejayaan Walkman atau Discman. Males beli MP3 player, di handphone masa kini sudah tersedia pula alat pemutar MP3, bahkan untuk handphone low end yang harganya supermurah. Produk-produk rekaman musik baru sekarang juga sudah jarang yang merilis dalam bentuk kaset, jadi ‘hobi’ gue untuk mendengarkan kaset sampai hari ini masih suka dipandang aneh sama temen-temen gue.

Terserah apa kata orang. Bagi gue kaset adalah benda ‘ajaib’ yang sudah mengenalkan gue pada banyak lagu-lagu indah di masa lalu. Jaman gue masih kecil, gue sudah suka nyanyi. Suka dengerin radio. Tapi kaset bagi gue itu barang mewah, gak kebeli. Di keluarga gue, kaset dan musik bukan barang wajib yang harus dipunyai. Toh setiap pagi tetangga kanan kiri sudah berlomba-lomba memutar kaset dengan suara paling keras, sehingga terjadi mash up antara Rhoma Irama, Meriam Bellina, Vina Panduwinata, Herlina Effendi dan group kondang Nasidaria. 

Beruntung gue punya sahabat masa kecil yang bapaknya selalu update dengan album musik terbaru. Berada diantara kaset-kaset koleksi beliaulah gue merasa menemukan surga. Nyaris setiap minggu koleksi kaset-kaset terbaru selalu nambah, ibaratnya siapa yang muncul di ANEKA RIA SAFARI malam ini, besoknya sudah tersedia kasetnya di laci. Dari kaset-kaset itulah gue pelajari nama-nama komposer, arranger, produser, tahun rilis, desainer sampul, dan pernik pernik yang mungkin tidak diperhatikan orang lain. Hal ini yang ternyata sangat membantu gue di kemudian hari saat gue jadi penyiar radio. Thanks Pak Marta.. 🙂 

Karena keluarga gue bukan pecinta musik yang rela beli kaset buat sekedar didengerin, maka koleksi kaset di rumah gue juga sangat ‘memprihatinkan’. Hanya ada kaset CHRISYE album RESESI yang diputer bolak balik sampai khatam isinya. Ada Kakak gue yang sudah married yang lumayan banyak koleksi kasetnya waktu itu, tapi berkisar di EBIET G. ADE, BEE GEES dan keroncongnya HETTY KOES ENDANG. Dan untuk sekedar dengerin koleksi kaset kakak gue itupun, gue rela seharian ngendon di rumahnya buat dengerin. No wonder lagu barat pertama yang gue hapal adalah TOO MUCH HEAVEN 🙂 dan gue juga keracunan jadi suka lagu-lagu Ebiet. Lalu gue mulai kepikiran buat beli kaset sendiri, nabung dari uang jajan, rela kelaperan di jam istirahat. Dan kaset pertama yang gue beli dengan duit sendiri adalah…

SENANDUNG RINDU dari MEGA SELVIA

Image

Kaset koleksi pertama ini jadi barang keramat. Dijaga sepenuh jiwa 🙂 didengarkan terus, bahkan pas tape di rumah rusak gara-gara jatuh kesenggol gue yang kesetrum, gue bawa-bawa kaset Mega itu buat disetel di rumah kakak gue, atau di tetangga gue sambil main, numpang setel kaset. Koleksi-koleksi gue bertambah karena rajinnya gue nabung, dan hampir semuanya kaset-kaset keluaran JK RECORDS, satu-satunya kaset non JK yang gue beli adalah SHEILA MAJID album EMOSI. Saat itu gue memang tergila-gila sama JK, sehingga semua kaset kalah keren hahahaha. 

Hobi beli kaset ini kemudian terhenti saat gue udah agak gedean, karena gue lebih milih nabung buat beli majalah. Dan setelah gue mulai kerja, apalagi pas jadi penyiar radio yang segala macem kaset ada di ruangan diskotik, gue jadi jarang beli kaset. Gue beli hanya beberapa saja yang gue bener-bener suka. 

Sampai di suatu hari di tahun 2002, gue mau naik kereta di Stasiun Pasarminggu. Pas melewati deretan lapak-lapak pedagang, ada yang jual kaset bekas. Gue langsung berhenti dan asyik lihat-lihat kaset itu, dan akhirnya ambil 3 kaset yaitu FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA 1981, FESTIVAL LAGU ASEAN 1982 dan YANA JULIO album SATU KEINGINAN. Itulah awal gue mulai asyik lagi dengan kaset.

Image

Gue mulai pengen ‘bales dendam’ dengan masa lalu gue yang gak memungkinkan buat beli kaset-kaset itu. Dari Pasarminggu gue mulai hunting ke beberapa tempat seperti Loakan di pinggir rel kereta api jalan Dewi Sartika Depok, lapak kaset bekas di Stasiun Depok Baru, Jembatan Item Jatingara, Jalan Urip Sumoharjo Jatinegara, Pasar Poncol, Blok M, Taman Puring, bahkan pernah ke Bandung dan Cirebon. Hunting kaset bekas ini menjadi ‘kewajiban’ setelah di tahun 2007 gue bikin blog INDOLAWAS yang menampilkan review kaset-kaset indonesia lawas koleksi gue. Kalau pengen blog itu tetep update, udah pasti harus nambah juga koleksi kasetnya. 

Hunting kaset bekas itu punya keasyikan tersendiri. Kalau nemu kaset yang udah lama dicari itu rasanya seperti nemu harta karun. Panas-panasan sampai baju basah gak masalah, justru disitu seninya 🙂 makanya walaupun saat ini menjamur lapak-lapak online yang tinggal pesen-transfer-barang nyampe, gue prefer hunting sendiri ke lapak-lapak loak. Apalagi, harga di lapak loak itu jauuuuh lebih murah dibandingkan harga online yang sudah membumbung tinggi bahkan kadang gak masuk akal 🙂 

Gara-gara koleksi kaset ini gue rela kamar berantakan gak pernah rapih. Gue rela lemari yang harusnya buat nyimpen pakaian beralih fungsi jadi tempat kaset. Pengen bikin rak biar kaset-kaset tersusun rapih tapi belum kesampaian. Sampai saat ini gue gak pernah ngitung ada berapa pastinya koleksi kaset bekas gue, yang sudah pasti kedata dan udah di posting di blog INDOLAWAS ada sekitar 1800 album. Nah yang belum diposting itu ada di kardus-kardus entah berapa jumlah pastinya. Mungkin masih kalah banyak dengan beberapa kolektor yang udah koleksinya diatas 5000 kaset. 

Gak masalah buat gue hari gini masih ‘ngaset’, gue memang cinta kaset. Gak peduli era digital merajai industri saat ini, selama masih ada lapak-lapak yang menjual kaset bekas, gue gak akan berhenti mencari 🙂 

Apalagi sekarang gue punya ‘mainan’ baru : turntable. 

Artinya gue udah mulai hunting PIRINGAN HITAM.

Baiklah… siapa takut…

Raisa, Indonesian Idol dan Christine Panjaitan

13889849661879327008

Indonesian Idol 2014 sudah dimulai. Seperti biasanya acara ini mampu menghadirkan berbagai sensasi. Bukan hanya masyarakat Indonesia bisa menyaksikan perjalanan kontestan dari titik awal audisi dan kemudian bermetamorfosa menjadi bintang dalam waktu singkat, tapi juga berbagai macam peristiwa unik, terutama di minggu-minggu awal penayangan yang masih menyajikan babak audisi.

Di babak audisi ini tingkah polah kontestan menjadi sajian utama. Dari yang memang bersuara keren dan pantas masuk ke babak audisi juri utama, atau yang ancur baur tapi ‘sengaja’ diloloskan panitia untuk masuk ke babak audisi juri utama. Kontestan semacam ini menjadi bumbu penyegar yang tidak jarang justru menjadi daya tarik, dan bahkan diantara mereka yang ‘berani malu’ ini, ada yang bisa meraih popularitas dan mendapat job di acara-acara off air dan program televisi.

Selain kontestan, polah tingkah juri juga sering menjadi hiburan tersendiri. Bagaimana mereka saling ‘meledek’ (terutama setelah era Anang & Ahmad Dhani), celetukan-celetukan dan bagaimana juri itu sendiri menghadapi kontestan yang berbagai macam, menjadikan penayangan babak audisi ini menjadi sayang dilewatkan.

Tahun 2014 ini, posisi juri utama ditempati oleh AHMAD DHANI, ANANG HERMANSYAH, TITI DJ dan TANTRI SYALINDRI yang mengawali debutnya sebagai juri. Dan di babak audisi, tampil juga juri-juri tamu, antara lain yang sudah ditayangkan Jumat 3 Januari 2014 untuk audisi Yogyakarta, ada INDRA LESMANA dan RAISA yang menempati posisi juri tamu. INDRA LESMANA bukan nama baru karena di session 1 sampai 5 sempat menjadi juri utama. Tapi RAISA ?

Penyanyi yang sedang populer ini berumur 23 tahun, sudah merilis 2 album yang terhitung berhasil di pasaran. Raisa mewakili penyanyi generasi sekarang yang muncul karena kedahsyatan dunia maya. Gara-gara posting video menyanyinya di Youtube, Raisa berhasil menembus industri rekaman dan menghasilkan lagu-lagu hits seperti SERBA SALAH, APALAH ARTI MENUNGGU, COULD IT BE LOVE , TERJEBAK NOSTALGIA, FIRASAT dan yang sedang hits adalah MANTAN TERINDAH. Namanya juga sukses mendapat penghargaan ANUGERAH MUSIK INDONESIA 2012 sebagai PENDATANG BARU TERBAIK.

Kehadiran Raisa di jajaran juri tamu di audisi Yogyakarta memang seperti menjadi ‘pemanis’ diantara tampilan AHMAD DHANI dan INDRA LESMANA. Sosoknya yang manis, innocent dan ‘belum terbiasa menjadi juri’ justru menjadi daya tarik. Terlihat ketika harus mengatakan NO pada salahsatu kontestan, Raisa nyeletuk “aduh gue jahat banget ya..”. Bisa dipahami, mengingat keputusan juri mempengaruhi nasib para kontestan di ajang ini.

Tapi penampilan Raisa juga menghadirkan tanda tanya mengingat eksistensinya di industri musik yang baru seumur jagung, disamping usianya juga yang masih 23 dianggap ‘sebaya’ dengan mereka-mereka yang sedang audisi. Beberapa komentar bernada miring hadir di dunia maya selepas penayangan episode Yogyakarta itu. Pemicunya adalah sebuah dialog yang terjadi ketika seorang kontestan bernama ULFI selesai menyanyikan lagu dari MOMO GEISHA berjudul COBALAH MENGERTI dengan intepretasi yang ‘lebay’ dan cenderung meratap-ratap, yang lantas ditanggapi Dhani dan terjadilah kalimat seperti ini :

Dhani : “Nyanyimu cenderung kayak Betharia Sonatha, kalau nggak Nindy Ellesse, atau Christine Panjaitan”

Raisa : (ke Dhani) “Referensi yang lebih kekinian mungkin?”

Dhani : (ke Raisa) “Justru itu, cara nyanyinya dia itu mengingatkanku pada penyanyi-penyanyi lama.”

Raisa : “Ooh gitu..”

Dhani : “Kamu belum pernah dengerin Christine Panjaitan jangan-jangan ? Belum pernah ya ? (Raisa menggeleng sambil tersenyum) Christine Panjaitan belum ?”

Raisa : “Nanti ya Mas, di handphone mu ada kan ?”

Dhani kemudian menyebut sederet nama lagi seperti HETTY KOES ENDANG, RATIH PURWASIH dan ARIE KOESMIRAN dan kembali Raisa menggeleng, kecuali untuk Hetty yang memang dia ketahui. Entah apa ‘alasan’ Dhani menanyakan nama-nama itu kepada Raisa. Boleh jadi pertanyaan spontan itu muncul karena Dhani kaget karena Raisa tidak tahu-menahu tentang sederet penyanyi kondang di era 80-90an itu. Tapi kesan yang kemudian tertangkap adalah ‘ketidakluasan’ pengetahuan Raisa akan musik Indonesia, padahal Raisa berkecimpung di dalamnya.

Reaksi dan komentar di dunia maya pun bermunculan dan menyayangkan kenapa Raisa sampai tidak tahu nama penyanyi-penyanyi kondang itu, yang kemudian berujung kepada pertanyaan tentang kapasitasnya sebagai juri -meskipun juri tamu- tapi setidaknya harus punya pengetahuan musik yang luas. Sampai kemudian muncul dugaan (dan masuk akal) tentang keterlibatan Raisa sebagai juri tamu lebih karena posisinya sebagai brand ambassador shampoo ternama yang menjadi salahsatu sponsor acara ini.

Tapi benarkah seorang Raisa tidak mempunyai wawasan musik yang luas karena tidak tahu Christine, Betha, Ratih, Nindy dan Arie ? Saya, dan mungkin anda yang mengalami kejayaan era 80an dan 90an mungkin akan tidak habis pikir. Setidaknya nama BETHARIA SONATA dulu pernah membuat gempar ketika lagu HATI YANG LUKA yang dinyanyikannya di-banned di TVRI atas titah Menteri Penerangan Harmoko kala itu yang menganggap lagu itu cengeng. Semua orang yang mengalami masa itu pasti mengenal Betha dan Hati Yang Luka yang liriknya mengandung ‘tanda merah di pipi karena gamparan suami dan sang isti minta dipulangkan ke rumah orangtuanya’ itu.

Tapi.. mari kita coba menelaah..

ARIE KOESMIRAN eksis di era 70an sampai awal 80an. Setelah menikah dengan pengusaha rokok di Kudus, karirnya terhenti.

CHRISTINE PANJAITAN eksis di era 80an sampai awal 90an. Album komersial terakhirnya dirilis sekitar tahun 1993/1994.

BETHARIA SONATHA eksis dari awal 80an dan menjulang namanya saat merilis HATI YANG LUKA di tahun 1987, dan setelah itu karirnya stabil sampai pertengahan 90an. Setelah itu namanya tidak terdengar lagi.

RATIH PURWASIH melejit lewat album ANTARA BENCI DAN RINDU atau lebih dikenal sebagai lagu ‘yang, hujan turun lagi..’ di pertengahan 80an, dan namanya terus terdengar sampai akhir 90an. Memasuki era 2000 namanya tenggelam.

NINDY ELLESSE mencuat lewat album NALURI SEORANG WANITA tahun 1986, berlanjut dengan karirnya dalam trio GLAMENDY’S bersama GLADYS SUWANDHI dan MEGA SELVIA. Karirnya mentok di akhir era 90an.

Lalu.. RAISA ANDRIANA. Lahir 6 Juni 1990. Ketika penyanyi-penyanyi kondang itu sedang ada di puncak karir, Raisa bahkan belum lahir !! Dan ketika umur Raisa baru 10 tahun, penyanyi-penyanyi itu sudah tidak eksis lagi, tidak ada di televisi. Itulah kenapa Raisa tahu HETTY KOES ENDANG karena penyanyi kawakan ini sempat menjadi juri utama di acara pencarian bakat MAMAMIA di INDOSIAR beberapa tahun lalu, yang artinya sudah ‘eranya’ Raisa.

Loh.. sudah menjadi penyanyi berarti harus tahu sejarahnya dong ? Masa tidak kenal penyanyi-penyanyi era sebelumnya ?

Memang. Tapi mungkin kita lupa kalau genre yang ditekuni Raisa berbeda dengan sederet penyanyi yang disebutkan Dhani diatas yang ada di jalur pop ‘cengeng’. Dan bukankah sederet penyanyi ‘cengeng’ itu diucapkan untuk mengomentari penampilan Ulfi yang dianggap seperti penyanyi-penyanyi itu oleh Dhani ? Mungkin kalau Raisa ada di genre pop cengeng juga, boleh jadi nama-nama itu akan sangat dihapalnya karena bisa menjadi semacam referensi. Jadi menurut saya, ketidaktahuan Raisa akan penyanyi-penyanyi itu tidak mempengaruhi kapasitasnya sebagai juri tamu Indoenesian Idol. Toh yang dicari ajang ini juga bukan penyanyi dari genre pop ‘cengeng’ itu.

Jadi, pantas tidaknya Raisa menjadi juri tamu di Indonesian Idol menurut saya sih pantas-pantas saja. Raisa punya kapasitas untuk itu karena musikalitasnya juga bagus. Suaranya khas dan menginspirasi banyak calon penyanyi. Apalagi posisinya hanya juri tamu, bukan juri utama yang punya tugas jauh lebih berat. Terlepas dari posisinya sebagai brand ambassador produk sponsor, menurut saya Raisa sudah menyelesaikan ‘tugas’ dengan baik dalam menyeleksi calon peserta Indonesian Idol.

2013, Sibuk Tapi Asyiiik..

Tahun Baru udah dateng. Gak berasa udah 2014 aja. Dan 2013 yang baru aja lewat lagi gue renungi apa yang sudah terjadi. Ada banyak peristiwa pastinya, banyak pengalaman baru, tapi resolusi masih juga gak tercapai semua hehehe… gak papa lah, yang penting udah usaha

2013 buat gue adalah tahun yang menyenangkan. Kerjaan lancar, pertemanan mengasyikkan, percintaan… yaaa gitu deh.. Tapi yang membuat gue hepi adalah tahun 2013 gue banyak pergi ke tempat-tempat yang selama ini gak kebayang gue bakal kesana, dan entah kenapa masih tetep gue dapet jatahnya menjelajah Sumatera, No problemo… sampai saat ini hampir semua propinsi di pulau Sumatera udah pernah gue datengin, kecuali Jambi, Bengkulu n Bangka Belitung.

Tahun 2013 gue kemana aja ya kemaren… bentar ya gue inget-inget…

Januari gue gak kemana-mana, stay di Jakarta aja

Februari ke BROMO… wah.. ini tempat asyik bangetttt… Bareng temen-temen gue geng Popos, kita bersembilan jalan dari Jakarta ke Surabaya, trus dari Surabaya sewa mobil buat ke Bromo, nginep semalem disana trus pagi-pagi buta ngejar Sunrise yang keren abissss… Siangnya cabut ke Malang dan jalan ke Pantai Balekambang yang juga keren… nginep di Malang semalem, besoknya cabut ke Surabaya dan nyeberang bentar ke pulau Madura, trus abis itu cabut ke Jakarta. Bromo harus gue datengin lagi suatu hari nanti.. Insya Allah.. Amiin…

Maret gue ke BALI sama temen-temen D FM. Jalan-jalan aja ke tempat-tempat wisata yang udah umum kayak Tanah Lot, Ubud, Kuta dan Jimbaran. Lumayan juga liburan ke Bali kali ini, secara biasanya gue ke Bali dalam rangka kerja jadi gak bisa kemana-mana. Bulan Maret gue juga jalan ke PULAU BIDADARI bareng Geng Popos. Meskipun cuma beberapa menit dari Jakarta, tapi atmosfer pulau ini udah berasa jauuuuh aja dari Jakarta. Lumayan buat refreshing. Nginep semalem disini dan it was fun

April udah mulai kerja event roadshow, dan alhamdulillah gue dapet kesempatan terlibat di 3 event roadshow di banyak kota. April dimulai dari BANDUNG, deket aja dari Jakarta, lumayan sebagai pemanasan

Bulan Mei jadwal mulai padat, dan boleh jadi yang terpadat di tahun 2013. Diawali dari Event di PADANG, terus berlanjut nonstop ke BANDA ACEH, SIGLI, LHOKSEUMAWE, MANDAILING NATAL, SIBORONG-BORONG dan SIDIKALANG. Abis itu loncat pulau ke BANJARMASIN. Padat dan lumayan bikin remek badan.. tapi menyenangkaaan… karena gue dari dulu pengen banget bisa ke Aceh dan alhamdulillah kesampaian.

Bulan Juni event roadshow berlanjut : MOJOKERTO, terus ke BALI, terus ke TEGAL dan YOGYAKARTA. Tetap menyenangkan meskipun ada di sekitaran Jawa.

Bulan Juli istirahat. Ramadhan. Saatnya mempertebal Iman 🙂

Bulan Agustus Lebaran. Mudik is the best 🙂

Bulan September lanjut roadshow lagi. Kali ini ke LAMPUNG dan TASIKMALAYA.

Bulan Oktober ke BINJAI dan LANGKAT. Akhirnya mampir juga ke Bandara KUALANAMU yang kayaknya menjadi Bandara terkeren di Indonesia saat ini. Bulan Oktober juga gue balik lagi ke BALI, kali ini bareng Geng Popos. Dan ke Bali kali ini beneran fun. Kita ke tempat-tempat keren yang mungkin gak begitu populer jadi tempat wisata tapi keren abis buat foto-foto kayak ke Pantai Mengening, Danau Tamblingan, Echo Beach dan Jatiluwih Ricefield. Kita juga ke GWK, Dreamland, Ubud, Museum Blanco, Uluwatu (nonton Kecak finally), Jimbaran dan Pandawa Beach. Puaaaas banget ke Bali kali ini.

November Desember gak kemana-mana. Di Jakarta aja.

Tahun ini mudah-mudahan gue berkesempatan lagi buat menjelajah wilayah Indonesia yang belum gue kunjungin. Pengen ke Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Timur. Mudah-mudahan tercapai.

Amiiin.