Review album : X Factor Indonesia

xJudul Album : X Factor Indonesia
Artis : Finalis X Factor Indonesia season 1
Produser : Shatria Dharma
Produksi : Sony Music Entertainment Indonesia

Gelaran X FACTOR INDONESIA memang fenomenal. Meskipun bukan kontes talent search  pertama di Indonesia, tapi kehadiran ajang ini menghembuskan euphoria dan sensasi yang tidak biasanya timbul dalam ajang pencarian bakat sejenis, kecuali AFI di masa lalu. Sukses ini boleh jadi karena format acaranya yang berbeda, kehadiran Anggun sebagai mentor perwakilan ‘internasional’, juga materi vocal penyanyi-penyanyi yang mengikuti ajang ini yang sepertinya memang diatas rata-rata kontes-kontes menyanyi terdahulu.

Saat masih memasuki babak audisi juga sensasi sudah mulai menebar dengan diunggahnya video audisi FATIN SHIDQIA LUBIS saat menyanyikan lagu GRENADE milik BRUNO MARS, di official website penyanyi aslinya. Sensasi terus berlanjut saat juri dianggap salah memulangkan peserta yang dianggap lebih bagus hingga meninggalkan banyak komentar bernada bully di dunia maya. Bahkan saat ajang ini memasuki babak final dengan menyisakan FATIN dan NOVITA DEWI, kontroversi dan sensasi masih terus berlanjut sampai ke hal-hal yang menjurus ke SARA.

Apapun, ajang ini sudah berhasil menjadi acara dengan rating sangat bagus. Dan deretan finalis yang tampil di ajang ini akhirnya berkesempatan dibuatkan album kompilasi oleh SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA. Disinilah sebenarnya kompetisi yang sebenarnya dimulai, apakah mereka-mereka yang dianggap mempunyai faktor X ini nantinya bisa menjadi sesuatu di industri musik Indonesia.

Album berisi 11 lagu baru dan 2 lagu recycle ini mencoba menggali X Factor yang mereka punyai menjadi senjata ampuh untuk merebut pasar. Apakah album ini berhasil ? sambil menunggu ‘reaksi’ pasar, berikut review saya based on track list :

1. AKU MEMILIH SETIA (M. Fredy Harahap) – FATIN SHIDQIA LUBIS
Jawara X Factor Indonesia season pertama ini memang layak dijadikan ‘daya jual’ untuk menembus pasar. Single kuat AKU MEMILIH SETIA sudah dibawakannya saat babak grand final, dan memang lagu ini sudah terdengar enak saat pertama kali didengar. Lagu mellow dengan lirik galau ini bisa dibawakan Fatin dengan pas tanpa menghilangkan suara khasnya.

2. SOULMATE (Aries Noor) – MIKHA ANGELO
Suara Mikha akan terdengar pas saat membawakan lagu-lagu berbahasa Inggris dengan range nada yang tidak terlalu lebar seperti saat dia membawakan lagu THE A TEAM di salahsatu episode X Factor Indonesia. Di single pertamanya SOULMATE, memang agak ‘aneh’ mendengarkan Mikha bernyanyi lagu berbahasa Indonesia. Beruntung liukan melodinya masih memungkinkan Mikha mengeksplorasi cengkok khas nya.

3. SAMPAI HABIS AIRMATAKU (Aldi Nada Permana) – NOVITA DEWI
Lagu ini juga sempat dibawakan Novita di malam grand final. Sebuah lagu yang pas untuk Novita, karena progresi nada yang membutuhkan teknik bisa diakomodir Novita yang memang mempunyai kelebihan di sisi ini. Agak sedikit ‘berat’ dibandingkan single milik Fatin yang sudah langsung enak didengar, tapi setelah didengarkan berkali-kali, single milik Novita ini juga cukup kuat untuk menjadi senjata menembus pasar, layak dijadikan single hits berikutnya dari album ini.

4. LUKA DI HATIMU (Cas/J/Jessica) – NU DIMENSION
Grup vocal dadakan ini rupanya berhasil tampil prima di ajang ini sehingga berhasil masuk ke posisi 3 besar. Potensi mereka memang besar untuk bisa sukses. Sayangnya single pertama mereka ini sepertinya kurang ‘menantang’ musikalitas mereka yang sebenarnya luar biasa. LUKA DI HATIMU terdengar seperti lagu-lagu dari boyband kebanyakan yang selama ini sudah eksis. Sayang.

5. MAAFKAN AKU (Aldi Nada Permana) – SHENA MALSIANA
Meskipun tidak berhasil masuk final, tapi Shena punya karakter vocal yang kuat. Lentur saat membawakan genre jazz tidak membuatnya keteteran ketika membawakan lagu-lagu pop yang menuntut intepretasi lebih. Penampilannya di X Factor sangat menonjol, terutama saat membawakan lagu CREEP milik Radiohead. Single pertamanya MAAFKAN AKU adalah lagu pop yang menjadi unik ketika dibawakan Shena dengan suara khasnya. Sebuah lagu kuat lagi di album ini yang layak menjadi single hits selanjutnya.

6. SESEORANG YANG LAIN (Ribas) – GEDE BAGUS
Gede Bagus tampil keren saat audisi dengan lagu ANAK JALANAN. Karakternya kuat di lagu ini, tapi sayangnya ketika membawakan lagu-lagu lain penampilannya menjadi biasa. Single SESEORANG YANG LAIN adalah lagu lama milik RIBAS. Gede membawakan lagu ini dalam versi mellow, sesuai dengan lirik lagunya yang ‘berdarah-darah’. Terdengar cukup kuat dalam versi ini, sayangnya lagu ini tidak berhasil mengeluarkan karakter Gede seperti di lagu Anak Jalanan itu. Mungkin memang susah mencari lagu yang tepat untuknya.

7. MINTA JODOH (Ramadhan) – ISA RAJA
Finalis eksentrik ini sangat kuat karakternya dalam setiap penampilannya di gala show. Materi suaranya yang unik menjadikan lagu-lagu yang dinyanyikannya menjadi lebih bernyawa. Di single MINTA JODOH, Isa tampil dengan warna reggae, tapi intepretasi tetap ngerock. Sebuah lagu berlirik kocak tapi terhitung ‘berat’ untuk pasar.

8. TOLONG AKU (Arindy Asmara Putra) – AGUS HAFILUDDIN
Suara Agus langsung banyak disukai saat di audisi dia menyanyikan lagu HOME yang menghanyutkan itu. Penampilannya di gala show juga tergolong cemerlang, terutama saat menyanyikan CRY ME A RIVER. Sayangnya di single TOLONG AKU, kehebatan vocal Agus seperti tidak tergali. Sebuah lagu yang easy listening tapi sepertinya kurang pas untuk Agus.

9. BIARLAH (Risna Ories) – DICKY ADAM
Finalis yang tereliminasi pertama di X Factor Indonesia season 1 ini memang unik. Selain suaranya yang lebih mirip suara perempuan, penampilan panggungnya yang bergaya androgini juga sebenarnya menjadi modal yang kuat. Tidak heran saat dia tereliminasi, banyak yang menyayangkan, terlebih saat itu dia tampil keren membawakan lagu SMELLS LIKE TEEN SPIRIT milik NIRVANA dengan gaya yang sangat berbeda. Seharusnya Dicky mendapat lagu seperti itu untuk single pertamanya ini, karena di single BIARLAH ini, suara unik Dicky menjadi terdengar biasa.

10. CINTA (Chrisye & Adjie Soetama) – DALAGITA
Inilah satu-satunya grup ‘beneran’ yang masuk babak final karena 2 grup lainnya adalah grup bentukan dari semifinalis yang tidak lolos. Dalagita juga termasuk finalis yang tidak mendapat lagu baru di album ini. Lagu CINTA adalah classic hits milik VINA PANDUWINATA yang berhasil diintepretasi Dalagita dengan cukup baik.

11. BELUM SAATNYA (Heddy Iskandar) – ALEX RUDIART
Rocker yang satu ini memang sering dibandingkan dengan ONCE atau ARI LASSO karena gaya bernyanyinya, walaupun sebenarnya karakter vocal mereka tidak sama. Kekuatan Alex adalah saat dia membawakan lagu-lagu dengan nada tinggi. Sayangnya, single BELUM SAATNYA sepertinya belum berhasil mengeksplor kekuatan itu. Lagu yang terhitung berat dan membutuhkan beberapa kali didengarkan untuk bisa dinikmati.

12. AYAH (Andri Wiliana) – YOHANA FEBRIANTI
Yohana dikenal mempunyai power yang sangat kuat saat bernyanyi, sehingga kerap membuatnya ‘over power’. Padahal ketika dia bisa tampil lebih lembut, suaranya terdengar lebih nikmat untuk disimak, seperti ketika dia membawakan single AYAH di album ini. Sebuah lagu sederhana dengan melodi yang tidak menuntut power berlebih berhasil dibawakan Yohana dengan manis. Terasa lebih menyentuh terutama kalau kita membayangkan keadaannya yang tunanetra saat mendengarkan lagu ini.

13. AKU JUGA MANUSIA (Tere) – ILUSIA GIRLS
4 vokalis hebat ternyata tidak cukup untuk menghasilkan sebuah grup yang kompak secara harmonisasi. Ilusia Girls contohnya. Meskipun 4 personelnya punya vocal yang keren, tapi saat digabungkan kadang masih keluar ego untuk saling unjuk kebolehan pribadi ketika tampil di gala show. Di single AKU JUGA MANUSIA, entah mengapa harmonisasi vocal mereka malah terdengar seperti BE 3.

Semuanya memang tidak lepas dari respon pasar, sehingga nasib mereka akhirnya ditentukan oleh laku tidaknya single mereka di pasaran. Memang susah dalam waktu singkat memproduksi sebuah album yang berisi vokalis-vokalis berbakat. Mengingat acara ini baru berakhir dan selang 2 minggu album ini sudah dirilis di pasaran, sudah tentu proses pembuatannya juga tergolong kejar tayang.

Overall, album ini layak dikoleksi. Sebuah penyegaran dikala industri musik lebih banyak dijual secara digital.

Advertisements