A Tribute to KLa Project

Judul Album : A Tribute to KLa Project
Artist : Various
Produser : Romulo Radjadin
Tahun Produksi : 2011
Produksi : Imexindo Intiniaga

KLa Project adalah sebuah band yang sempat sangat besar di era 90an. Sejak kemunculan mereka yang segar di album 10 BINTANG NUSANTARA tahun 1988 lewat single TENTANG KITA, nama mereka langsung meroket naik ketika merilis album-album : KLa (1989), Kedua (1990), Pasir Putih (1992), Ungu (1993), V (1995), KLaKustik 1 (1996), KLaKustik 2 (1996), Sintesa (1997) dan KLasik (1999). Memasuki era 2000an nama mereka mulai surut ketika terjadi perombakan personel dan penggantian nama, sampai kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke formasi Katon, Lilo dan Adi. Sayang come back nya mereka belum bisa mengembalikan kebesaran yang pernah mereka raih di era sebelumnya.

Meskipun begitu, kiprah mereka di industri musik Indonesia tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Ciri khas musik mereka, lagu-lagu berlirik puitis tapi tidak picisan, boleh jadi masih susah diikuti oleh kelompok-kelompok musik jaman sekarang. Jadi rasanya tidak berlebihan kalau akhirnya sebuah album tribute dibuat untuk KLa. Diproduseri oleh Lilo, album ini menggandeng sederet penyanyi dan grup musik beraneka genre seperti UNGU, RAN, VIDI ALDIANO, AHMAD DHANI, MALIQ N D’ESSENTIALS, THE UPSTAIRS, PONGKI BARATA, KERISPATIH, serta nama baru BABAS dan VIOLET.

Beraneka genre diharapkan membuat album tribute ini menjadi penuh warna. Dan melihat deretan nama yang terlibat sepertinya memang kita bisa berharap banyak. Berikut review berdasarkan track list :

1. TENTANG KITA (RAN)
Track dibuka dengan lagu yang menjadi pembuka langkah KLa di industri musik Indonesia. RAN berhasil membawa kesegaran baru di lagu ini, dengan menghadirkan warna khas mereka tanpa ‘merusak’ lagu aslinya yang memang sudah sangat indah itu.

2. LANTAI DANSA (THE UPSTAIRS)
Sebuah intepretasi berbeda dihadirkan The Upstairs atas lagu LANTAI DANSA yang aslinya ada di album pertama KLa Project. Mereka ‘merombak’ lagu dengan menghadirkan rap yang berkisah tentang peristiwa yang terjadi di ‘lantai dansa’ masa kini. Sebuah intepretasi yang cerdik dan tak terduga.

3. YOGYAKARTA (UNGU)
Lagu masterpiece KLa Project yang sudah sangat identik dengan KLa ini memang serba salah kalau harus di remake, karena lagu versi aslinya sudah sangat indah. Untungnya UNGU sudah punya ciri yang kuat, dan vokal PASHA menjadi blend dengan lagu ini. Lagu ini sangat layak menjadi single unggulan untuk meraih pasar.

4. SEMOGA (VIDI ALDIANO)
Salahsatu lagu yang juga menjadi favorit banyak orang dari album Kedua KLa Project. Versi aslinya didominasi oleh denting piano dengan balutan orkestrasi yang grande. IRWAN SIMANJUNTAK mengaransir lagu ini untuk dibawakan VIDI ALDIANO dengan sound yang lebih modern, dengan beat yang lebih cepat tapi tetap grande karena ambiance yang dihadirkan oleh choir di coda lagu. Satu lagi lagu yang kuat dan pantas dijadikan single unggulan.

5. TERPURUK KU DISINI (AHMAD DHANI featuring PURIE MAHADEWI)
Versi asli lagu ini terdengar sangat menyayat, bahkan sudah dimulai ketika intro di awal menghadirkan instrumen french horn. Dalam versi modern, AHMAD DHANI mengaransir lagu ini dengan gayanya yang khas dan bebunyian yang terprogram. Entah mengapa, aura kelam yang tersirat di versi aslinya tidak terasa lagi di versi Dhani, sehingga -bagi saya- jauh lebih nikmat mendengarkan versi aslinya.

6. BAHAGIA TANPAMU (VIOLET)
Lagu ini aslinya ada di album V, yang meskipun waktu itu tidak diunggulkan tapi sempat menjadi radio hits. VIOLET, trio baru yang mengkolaborasikan permainan violin dengan bervokal memang menjanjikan intepretasi yang berbeda. Sayangnya, paduan vokal mereka masih belum ‘berjiwa’ sehingga lagu yang liriknya sangat dalam ini menjadi lewat begitu saja

7. MESKI TELAH JAUH (PONGKI BARATA featuring SOPHIE NAVITA)
Versi asli lagu ini dinyanyikan oleh LILO dengan penuh penghayatan, dan PONGKI yang ketika awal karirnya di JIKUSTIK sempat dibilang suaranya mirip KATON mungkin memang memilih lagu ini agar tidak terdengar ‘sama’ dengan Katon. Hasilnya memang berbeda, Pongki berhasil membawakan lagu ini dengan versinya sendiri, yang malah terdengar seperti lagu JIKUSTIK, grup yang justru telah ditinggalkan Pongki

8. SUDI TURUN KE BUMI (BABAS)
Ketika lagu ini dirilis oleh KLa, banyak yang terhenyak karena KLa membawa warna baru yang jauh dari trade mark mereka. Hasilnya waktu itu memang kurang begitu menggembirakan, tapi menunjukkan bahwa musik KLa memang sudah berkembang. Versi baru lagu ini dibawakan BABAS, nama baru yang meniupkan warna rock di lagu ini dengan cukup kental.

9. PRASANGKA (MALIQ N D’ESSENTIALS)
Aransemen baru versi Maliq n D’Essentials terdengar segar dan khas Maliq, sekilas dengar mungkin tidak menduga kalau mereka sedang menyanyikan lagu KLa yang versi aslinya dibawakan bersama SHAKILA ini.

10. MENJEMPUT IMPIAN (KERISPATIH)
Versi asli lagu ini memang indah dan manis, dan itu dipertahankan oleh KERISPATIH ketika me-remake nya. Tidak banyak perubahan dari segi nuansa, mungkin hanya intepretasi FANDY sebagai vokalis yang berbeda dengan versi aslinya.

10 Lagu memang tidak cukup untuk merefleksikan kebesaran KLa PROJECT di jamannya. Masih ada sederet hits yang sebenarnya layak dibuat tribute seperti RENTANG ASMARA, ANAK DARA, LAGUKU, BANTU AKU, TAK BISA KELAIN HATI, BELAHAN JIWA, DATANGLAH PESONA, ROMANSA, GERIMIS dan lain-lainnya. Tapi setidaknya 10 lagu yang terpilih di album Tribute ini menunjukkan bahwa KLa PROJECT memang bisa dibilang kelompok musik besar yang dimiliki Indonesia.

At least, secara keseluruhan, album ini layak didengar dan diapresiasi. Tinggal pasar yang menentukan apakah album yang peredarannya dibacking oleh jaringan INDOMARET ini berhasil mencuri perhatian penikmat musik masa kini.

Advertisements