Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) era 80an

(re-post, pernah dimuat di blog lapanpuluhan.blogspot.com)

Semua mungkin udah tahu kalau musik Indonesia di era 80an memang sangat berwarna. Lengkap lengkip semua ada dan punya massa sendiri-sendiri. Dari yang cengeng menye-menye, yang kreatif progresif, yang keras menghentak, semua punya wakil dan icon masing-masing.  Penyanyi yang muncul juga  beragam. Dari yang suaranya seperti layang-layang putus tapi berwajah cantik, sampai yang suaranya dahsyat dengan wajah biasa-biasa saja semua ada.

Dari situasi musik Indonesia era 80an, ada yang tidak bisa dilepaskan yaitu menjamurnya lomba cipta lagu yang dikenal dengan embel-embel festival lagu. Ada banyak lomba semacam ini di era itu. yang paling besar dan bergengsi adalah FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI). Ajang ini bergengsi karena merupakan ajang seleksi lagu yang akan mewakili Indonesia di ajang WORLD POP SONG FESTIVAL yang diadakan di BUDOKAN HALL, Tokyo, Jepang.

Festival-festival sejenis yang cukup bergengsi adalah FESTIVAL LAGU POPULER ASEAN (FLPA) yang merupakan ajang seleksi lagu untuk ajang ASEAN POP SONG FESTIVAL. Ada juga LOMBA CIPTA LAGU REMAJA (LCLR) yang dimotori Radio PRAMBORS, sebuah ajang yang meskipun tidak menjanjikan untuk dikirim ke festival luar negeri tetapi terbukti menjadi ‘kawah candradimuka’ bagi banyak musisi handal Indonesia.

Diluar itu, masih ada lagi LOMBA CIPTA LAGU PEMBANGUNAN, LOMBA CIPTA LAGU KEBERSIHAN, LOMBA CIPTA LAGU HUTAN, LOMBA CIPTA LAGU DANGDUT, bahkan FESTIVAL LAGU POP MINANG. Sungguh ‘beruntung’ para komposer di era 80an karena punya ajang yang bisa menyalurkan kemampuan mereka, bukan sekedar sisi komersial tetapi juga nilai estetika sebuah lagu.

Bakalan panjaaaaang banget kalo kita bahas semua festival itu. maka, kita fokuskan saja untuk membahas ajang terbesar dan terlama dari semua festival-festival itu. Ya, benar… FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI). Ajang ini  memang sudah dimulai sejak tahun 1973, tapi sepertinya di era 80an-lah ajang ini mencapai masa keemasannya. Di era ini, lagu-lagu jebolan FLPI melesat menjadi hits besar yang bahkan masih dinyanyikan orang sampai hari ini. Bukan hanya lagu-lagu pemenang yang menjadi hits, lagu-lagu yang masuk final juga banyak yang meraih sukses.

Ajang ini juga menjadi semacam ajang pembuktian penyanyi-penyanyi hebat. Maklum, pemenang ajang ini secara rutin dikirimkan ke festival lagu internasional, sehingga tidak heran, menjadi penyanyi yang membawakan lagu-lagu finalis sudah merupakan prestise tersendiri karena tidak semua penyanyi bisa terlibat di ajang ini. Jadi tidak heran, sederet penyanyi hebat yang terlibat adalah sekelas VINA PANDUWINATA, HARVEY MALAIHOLLO, HETTY KOES ENDANG, ANDI MERIEM MATTALATTA, ELFA’S SINGERS, GERONIMO, BOB TUTUPOLY, ACHMAD ALBAR, EUIS DARLIAH, TITIEK PUSPA, GRACE SIMON, RUTH SAHANAYA, TRIE UTAMI, UTHA LIKUMAHUWA dan sederet nama hebat lainnya.

Di era 70an, Indonesia pernah meraih sukses di ajang festival lagu internasional yang diadakan di Tokyo, ketika lagu pemenang kedua FLPI 1977 DAMAI TAPI GERSANG ciptaan ADJIE BANDI berhasil menjadi juara pertama di ajang itu. Nampaknya sukses itu membuat ajang FLPI menjadi ajang yang dinantikan oleh para komposer dan penyanyi Indonesia untuk bisa meraih sukses yang sama. Maka di era 80an sederet komposerpun berlomba-lomba menampilkan karya terbaiknya di ajang ini. Dan entah disengaja atau memang lagu-lagu mereka memang lebih unggul, deretan finalis dari tahun ke tahun selalu berkisar dari itu ke itu saja seperti ELFA SECIORIA, WIEKE GUR, TITIK HAMZAH,  YOVIE WIDIANTO, ANTON ISSOEDIBYO, GURUH SOEKARNO PUTRA, TARIDA HUTAURUK, MINGGUS TAHITOE dan beberapa nama lain.

Yang khas dari festival ini adalah lagu-lagunya. Embel-embel ‘festival’ rupanya membuat lagu-lagu yang ditampilkan menjadi berbeda dengan lagu-lagu pop yang biasa beredar di pasaran. Inilah yang membedakan FLPI dengan Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang juga eksis saat itu. Lagu-lagu jebolan LCLR terdengar lebih ‘bebas’ berekspresi, sementara di FLPI, lagu-lagunya (terutama yang menjadi pemenang) biasanya punya patron yang sama : melodinya lebih rumit dibandingkan lagu-lagu pop biasa, dan membutuhkan penyanyi dengan penguasaan vokal yang kuat untuk membawakannya. Liriknya juga tidak sembarangan, puitis tapi tidak bombastis. Satu lagi yang khas, aransemen lagu-lagunya selalu grande dalam format orkestrasi.

Dalam penyelenggaraan setiap tahunnya, lagu-lagu finalis selalu diperkenalkan di TVRI dalam sebuah acara khusus. Dan tentu saja, penyelenggaraan malam finalnya juga selalu direlay oleh TVRI sehingga otomatis dilihat oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ya iya lahhh… stasiun TV cuma satu-satunya. Mungkin inilah yang membuat lagu-lagu hasil FLPI meskipun terdengar lebih berat dibandingkan lagu-lagu pop komersial saat itu, justru bisa eksis dan menjadi hits ketika dirilis di pasaran.

Meskipun ajang ini adalah ajang yang bagus dan dinanti-nanti. Sayangnya memasuki era 90an, FLPI lenyap dari peredaraan. FLPI tahun 1991 adalah penyelenggaraan terakhir  ajang ini. Konon salahsatu alasannya adalah karena ajang internasional WORLD POP SONG FESTIVAL yang diadakan di BUDOKAN HALL, TOKYO, JEPANG, sudah tidak diadakan lagi sejak tahun 1988, sehingga penyelenggaraan FLPI dinilai kurang greget karena maksud diadakannya festival ini memang sekaligus sebagai seleksi untuk mengikuti ajang internasional itu. Sayang ya… L

Oke, cing… karena kita ngomongin era 80an, berikut ini kita simak perjalanan FLPI dari tahun 1980 sampai 1989 saja.

Eng ing eeeeeng…

FLPI 1980 : SYMPHONY 9 LAGU

Di tahun 1980, FLPI memasuki penyelenggaraan yang ke delapan.  Jumlah lagu yang menjadi finalis ada  9. Entah mengapa tidak digenapkan menjadi sepuluh seperti lazimnya sebuah festival lagu. Para komposer yang menjadi finalis antara lain ANTON ISSOEDIBYO, YOUNKY SOEWARNO, ROBBY LEA dan TARIDA HUTAURUK. Pemenang tahun ini adalah ROBBY LEA dengan lagu SIMPHONY YANG INDAH dan dinyanyikan BOB TUTUPOLY. Lagu ini juga berhasil menjadi hits besar tahun itu. Hanya saja, lagu yang terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang World Pop Sog Festival di Tokyo adalah sebuah lagu ciptaan ROEKANTO & ESTI berjudul SENJA MERAH, yang dibawakan oleh MARINI.

Hits lain dari FLPI 1980 ini adalah lagu PRA yang dinyanyikan HETTY KOES ENDANG, serta lagu yang sempat banyak dipakai untuk ‘tari kreasi baru’ ala 17 agustusan, INDAHNYA MUSIK KAMI. Music Director lagu-lagu finalis tahun ini adalah ELFA SECIORIA.

 

Lagu-lagu finalis :

1.SYMPHONY YANG INDAH
Cipt : Robby Lea
Penyanyi : Bob Tutupoly
2. PRA
Cipt : Bagyo Mangkuwiduro
Penyanyi : Hetty Koes Endang
3. INDAHNYA MUSIK KAMI
Cipt : Anton Issoedibyo
Penyanyi : Geronimo V
4. KAU, DIA, AKU
Cipt : Tarida P. Hutahuruk
Penyanyi : Berlian Hutahuruk
5. SENJA MERAH
Cipt : Roekanto D & Esti W
Penyanyi : Marini
6. SEDERHANA TAPI NYATA
Cipt : Yuwana, Anton, Gito, Yus
Gito Rollies
7. MISTERY
Cipt : Younky M. Soewarno & Jonathan Purba
Penyanyi : Zwesty Wirabhuana
8. SURYA KHATULISTIWA
Cipt : Roekanto D & Esti W
Penyanyi : Harvey Malaiholo
9. BULAN DIATAS TELAGA
Cipt : Younky M. Soewarno & Jonathan Purba
Penyanyi : Melky Goeslaw

FLPI 1981 : MENEMUKAN EUIS

Menemukan penyanyi yang pas untuk lagu-lagu finalis FLPI memang bukan perkara mudah. Inilah yang dialami TITIK HAMZAH, salah seorang peserta yang di penyelenggaraan FLPI tahun 1981 ‘panen’ karena 4 lagunya lolos menjadi finalis. Dari 4 lagu itu, ada lagu berjudul SIKSA yang memang membutuhkan intepretasi lebih karena kedalaman lirik dan liukan melodi yang range-nya sangat lebar. Dibutuhkan penyanyi yang sanggup meniti nada rendah dengan bagus, sekaligus lantang ketika menyanyikan nada tinggi.

Lagu ini akhirnya dipercayakan kepada HETTY KOES ENDANG karena memang Hetty-lah yang sepertinya masuk kualifikasi penyanyi yang pas untuk lagu itu. Dan terbukti, Hetty sangat prima membawakan lagu ini. Tapi meskipun begitu, sebagai pencipta lagunya, Titik masih merasa ada yang ‘kurang’. Sampai akhirnya, saat dua minggu menjelang malam final, Titik tiba-tiba ‘menemukan’ EUIS DARLIAH. Penyanyi rock yang saat itu belum dikenal luas ini langsung memikat hati Titik dan segera diboyong untuk membawakan lagu ini mendampingi Hetty. Jadilah pada malam final, lagu SIKSA dibawakan oleh duo Hetty dan Euis dan hasilnya memang luar biasa. Feeling Titik memang kuat atas kehadiran Euis di lagu ini. Lagu SIKSA berhasil menjadi pemenang dan terpilih juga sebagai lagu yang berlaga di World Pop Song Festival di Tokyo. Di ajang ini duo Hetty & Euis berhasil mendapatkan predikat sebagai penyanyi berpenampilan terbaik.

Sayangnya, karena ‘keterlambatan’ Euis bergabung di proyek ini, ketika album 10 finalis FLPI 1981 dirilis di pasaran, lagu SIKSA dibawakan sendirian oleh HETTY KOES ENDANG, karena memang jadwal rekamannya sudah dilakukan sebelum Euis bergabung. Hanya saja, entah untuk alasan apa, di credit title album, nama Euis dicantumkan bersama Hetty sebagai penyanyinya !! padahal kalau didengarkan, secuilpun tidak terdengar suara Euis disana.

FLPI tahun ini juga menempatkan lagu ciptaan TARIDA HUTAURUK berjudul DIRIMU SATU sebagai pemenang, dan juga berhasil menjadi juara ketika mewakili Indonesia dalam ajang FESTIVAL LAGU ASEAN di BANGKOK. Lagu DIRIMU SATU yang dibawakan oleh BORNOK HUTAURUK sukses menjadi hits terbesar dari FLPI tahun ini.

Lagu-lagu Finalis :

1. SIKSA

Cipt : Titik Hamzah

Penyanyi : Hetty Koes Endang & Euis Darliah

2. KEMBARA DI TEPI SENJA

Cipt : Titik Hamzah

Penyanyi : Bob Tutupoly & Masnait VG

3. DI BATAS KERINDUAN

Cipt : Youngky M. Soewarno & Yonathan Purba

Penyanyi : Elfa’s Singers

4. DIRIMU SATU

Cipt : Tarida P. Hutauruk

Penyanyi : Bornok Hutauruk

5. CITRA BAHAGIA

Cipt : Dr. Sonny Issoedibyo, Anton Issoedibyo, Dr. Bharoto

Penyanyi : Ully Sigar Rusady & Lex’s Trio

6. JAYALAH INDONESIA

Cipt : Anton Issoedibyo

Penyanyi : Geronimo V, Lex’s Trio, Harvey Malaiholo

7. LEGENDA CINTA

Cipt : Titik Hamzah

Penyanyi : Victor Hutabarat

8. NEGERI DEWATA

Cipt : Anton Issoedibyo, Bangun Sugito, Djito Kasilo

Penyanyi : Geronimo V, Rafika Duri, Harvey Malaiholo

9. LETIH

Cipt : Titik Hamzah

Penyanyi : Elly Aritonang

10. SISIPKAN NAMANYA

Cipt : Adjie Soetama

Penyanyi : Louise Hutauruk

FLPI 1982 : LADY KAWAKAMI

Pergelaran FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA tahun 1981 tergolong sukses melahirkan banyak prestasi baik secara komersial maupun penghargaan di festival lagu luar negeri lewat lagu SIKSA dan DIRIMU SATU. Hal ini setidaknya membuat pergelaran FLPI tahun 1982 harus mendapatkan sukses yang sama. Terpilih 8 lagu yang menjadi finalis, dan masih menyertakan nama-nama komposer yang memang menjadi langganan finalis FLPI.

Terpilih sebagai pemenang adalah sebuah lagu berbahasa Inggris berjudul LADY.  Boleh jadi lirik berbahasa Inggris ini memang disengaja karena lagu ini diproyeksikan untuk mengikuti festival tingkat dunia. Hasilnya terbukti. Lagu LADY yang dinyanyikan HARVEY MALAIHOLLO berhasil mendapatkan penghargaan KAWAKAMI AWARDS ketika berlaga di Festival Lagu Tingkat Dunia di Budokan Tokyo, dan bahkan berhasil mengalahkan CELINE DION yang saat itu berlaga mewakili Perancis. Lagu Lady kemudian juga banyak dirilis oleh penyanyi lain dalam berbagai versi, termasuk versi Indonesia dengan judul KASIH.

Ihwal dibalik penulisan lagu LADY ini barangkali tidak semua orang tahu. Anton Issoedibyo menuturkan bahwa lagu LADY diciptakan sebagai wujud kekagumannya pada sosok ULLY SIGAR RUSADY, seorang perempuan yang dianggapnya punya prinsip dalam bermusik dan berkehidupan. Memang susah mencari sosok seniman perempuan seperti Ully yang konsisten menyuarakan tentang alam dan kehidupan.

Ajang FLPI tahun 1982 juga merupakan awal bergabungnya VINA PANDUWINATA sebagai penyanyi ‘festival’. Lewat lagu BISIKAN MALAM dia memulai debutnya, meskipun belum berhasil mencuri perhatian juri. Tahun ini ANTON ISSOEDIBYO dapat giliran ‘panen’ karena 3 lagunya masuk menjadi finalis dan lagu LADY bahkan menjadi pemenang pertama. Komposer lainnya yang juga panen adalah DANI MAMESAH yang juga berhasil memasukkan 3 lagu karyanya sebagai finalis. Yang unik, dalam versi kaset, lagu berjudul LAGU DAMAI dihadirkan dalam dua versi, versi pertama dinyanyikan oleh JATU PARMAWATI dan versi kedua dinyanyikan oleh GERONIMO V.

Lagu-lagu finalis :

1.BERBAGI RASA
Cipt : Tarida Hutauruk
Penyanyi : Bornok Hutauruk
2. LAGU DAMAI
Cipt : Dharma Oratmangun & Anton Issoedibyo
Penyanyi : Jatu Parmawati
3. LADY
Cipt : Anton Issoedibyo
Penyanyi : Harvey Malaihollo
4. HIDUP YANG KUALAMI
Cipt : Tuty Ahem
Penyanyi : Tuty Ahem
5. PELITA HIDUP
Cipt : Peter Saerang & Anton Issoedibyo
Penyanyi : Rafika Duri
6. BISIKAN MALAM
Cipt : Dodo Zakaria & Dani Mamesah
Penyanyi : Vina Panduwinata
7. KESUKAAN
Cipt : Dani Mamesah
Penyanyi : Hadassah
8. DIA
Cipt : Dani Mamesah
Penyanyi : Drakhma

 

 

FLPI 1983 : SALAM UNTUK VINA

Ajang Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) memasuki tahun ke 11 di tahun 1983, dan nama-nama pencipta yang masuk nominasi ternyata masih berkisar dar i itu ke itu lagi, begitu juga dengan penyanyi yang membawakannya. Yang menjadi penyegaran di penyelenggaraan kali ini adalah munculnya beberapa nama-nama muda yang duduk di deretan juri, sehingga mempengaruhi hasil secara keseluruhan.

Tidak heran, sebuah kejutan terjadi disini. Kalau biasanya lagu yang menjadi pemenang adalah lagu yang sangat menuntut kemampuan penyanyinya, tapi yang muncul sebagai pemenang kali ini adalah sebuah lagu pop yang riang dan mempunyai luas nada yang tidak terlalu lebar. Lagu itu berjudul SALAMKU UNTUKNYA, sebuah lagu yang diciptakan oleh ADJIE SOETAMA bersama IRIANTI ERNING PRAJA. Kemenangan lagu ini boleh jadi karena pengaruh VINA PANDUWINATA yang menyanyikan lagu ini dengan sempurna, sehingga sekaligus mengganjarnya sebagai penyanyi berpenampilan terbaik.

Hanya saja, untuk urusan festival di ajang internasional di Tokyo, yang terpilih menjadi wakil Indonesia adalah lagu ciptaan ELFA SECIORIA & FERINA berjudul RANDU, yang dibawakan dengan apik oleh ANDI MERIEM MATTALATTA. Secara notasi, lagu Randu memang lebih ‘festival’ dibandingkan Salamku Untuknya.

Ketika dirilis di pasaran,  lagu SALAMKU UNTUKNYA menggebrak dan menjadi hits besar. Ajang tahun ini juga tercatat sebagai ajang yang ‘menemukan’ seorang  JANUARY CHRISTY sebagai penyanyi rekaman di Indonesia. Lewat lagu PUTARAN RESAH, namanya mulai dikenal dan kemudian sukses setelah merilis album solo.

Lagu-lagu Finalis :

1. SALAMKU UNTUKNYA
Cipt : Irianti Erningpradja & Adjie Soetama
Penyanyi : Vina Panduwinata
2. HARI BAHAGIA
Cipt : Minggus Tahitoe
Penyanyi : Grace Simon & Lex’s Trio
3. RAHASIA SEMESTA
Cipt : Guruh Soekarno Putra
Penyanyi : Achmad Albar
4. DAPATKAH DESAKU BERSEMI LAGI
Cipt : Tuty Ahem & Wiwiek
Penyanyi : Tuty Ahem
5. ANANDA
Cipt : Januar Ishak & Anita Rachman
Penyanyi : Marini Sardi
6. RINDU JUWITA
Cipt : Steve & John Bagenda
Penyanyi : Trio The Brain
7. PUTARAN RESAH
Cipt : Sulistyo, Soebiyakto, Hentriesa, Ferina
Penyanyi : January Christy
8. BEJANA
Cipt : Hariyanto S & Dani Mamesah
Penyanyi : Hutauruk Sisters
9. YOU ARE THE ONE
Cipt : Piet Soebiyakto
Penyanyi : Harvey Malaihollo
10. RANDU
Cipt : Elfa Secioria & Ferina
Penyanyi : Andi Meriem Mattalatta

 

FLPI 1984 : VINA MELANGKAH LAGI

Sukses VINA PANDUWINATA di ajang FLPI 1983 lewat lagu SALAMKU UNTUKNYA membawa dampak yang luar biasa pada eksistensinya di ajang FLPI. Setahun berselang, FLPI 1984 menempatkan VINA PANDUWINATA sebagai ‘andalan’ untuk festival sekaligus untuk pasar. Tidak heran kali ini Vina menyanyikan 2 lagu sekaligus, yang pertama adalah lagu AKU MELANGKAH LAGI ciptaan SANTOSO GONDOWIJOYO yang berhasil menjadi pemenang tahun ini, dan yang kedua adalah lagu TUHAN TERNYATA ADA yang diciptakan ANTON ISSOEDIBYO & ANDARY ADLY. Tidak hanya itu, sebuah sejarah terjadi dalam perilisan album FLPI tahun ini. kalau sebelumnya cover album FLPI tidak pernah menggunakan foto penyanyi sebagai ‘daya jual’, maka tahun ini cover album FLPI terang-terangan memajang foto besar plus nama VINA PANDUWINATA serta judul AKU MELANGKAH LAGI yang lebih dominan dibandingkan tulisan FLPI.

Vina memang sedang ada di puncak saat itu, sehingga sah saja kalau album FLPI itu seolah-olah hanya ‘menjual’ Vina. Vina juga yang mewakili indonesia dalam Festival Lagu Pop sedunia di Jepang, meskipun belum berhasil mendapatkan nomor disana.  Lagu lain yang berhasil menjadi hits dari ajang tahun ini diantaranya adalah TABIR TERCINTA (Harvey Malaihollo), dan BIRU SELINTAS RINDU (Utha Likumahuwa).

Nama baru yang muncul dari ajang ini adalah DESSY FITRI (saat itu hanya memakai nama Dessy) yang saat itu masih sangat belia, sayangnya kemunculannya di ajang ini tidak menerbitkan gema apa-apa pada karirnya. Ada perbedaan juga antara penyanyi yang membawakan lagu di malam final dengan versi kasetnya. Lagu CITRA BUANA di malam final dibawakan oleh EUIS DARLIAH, tapi entah mengapa di versi kaset dibawakan oleh VONNY SUMLANG yang saat itu belum dikenal luas.

Secara aransemen, ajang tahun ini mencatat pebedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keseluruhan lagu diaransemen dan dimainkan oleh ELFA SECIORIA menggunakan keyboard bernama YAMAHA PORTASOUND yang memungkinkan aransemen orkestrasi hanya dari sebuah keyboard, satu terobosan yang cukup canggih saat itu.

Lagu-lagu finalis :

1. AKU MELANGKAH LAGI

Cipt : Santoso Gondowijoyo

Penyanyi : Vina Panduwinata

2. TUHAN TERNYATA ADA

Cipt : Andary Adly & Anton Issoedibyo

Penyanyi : Vina Panduwinata & Masnait VG

3. SYMPATHY

Cipt : Arifin Yudanegara

Penyanyi : Hetty Koes Endang

4. PUING-PUING HATI

Cipt : Hermawan &  Ferina

Penyanyi : Dessy Fitri

5. SENYUM DALAM DUKA

Cipt : Dadang S. Manaf

Penyanyi : Bornok Hutauruk

6. TABIR TERCINTA

Cipt : Dwiki Dharmawan & Ferina

Penyanyi : Harvey Malaihollo

7. NYANYIAN ANGIN

Cipt : Arifin Yudanegara

Penyanyi : Agus Wisman

8. SENANDUNG ASMARA

Cipt : Steve Bagenda

Penyanyi : Hemmy Pesolima

9. BIRU SELINTAS RINDU

Cipt : Dwiki Dharmawan, Donny, Ferina

Penyanyi : Utha Likumahuwa

10. CITRA BUANA

Cipt : Nocke Tangkilisan & Hengky

Penyanyi : Vonny Sumlang

FLPI 1985 : KAWAKAMI LAGI

Album rekaman FLPI 1984 yang memajang nama VINA PANDUWINATA ternyata berhasil mencapai penjualan sangat bagus. Tidak heran, di penyelenggaraan tahun ini, foto VINA masih dijagokan di cover album. Secara umum,  Tahun 1985 boleh dibilang panitia FLPI berhasil mendapatkan 12 lagu yang benar-benar ‘terbaik’. Hampir semua lagu menjadi hits, dan  bisa berbicara di Festival Internasional.

Pemenang tahun ini (tentu saja) adalah lagu yang dibawakan VINA PANDUWINATA berjudul BURUNG CAMAR, dan diciptakan oleh ARYONO HUBOYO JATI bersama IWAN ABDURRAHMAN. Lagu ini juga yang terpilih menjadi wakil Indonesia untuk berlaga di Tokyo, dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.  VINA PANDUWINATA berhasil mendapatkan KAWAKAMI AWARDS dalam Festival Lagu Internasional di Budokan Tokyo Jepang itu. Selain itu, lagu Burung Camar ini juga mencatat sejarah untuk karir Vina, karena lagu ini kemudian sangat lekat dengan image Vina, bahkan menjadi nama julukan yang melekat sampai detik ini.

Ajang FLPI tahun ini juga menjadi penting untuk ELFA SECIORIA, karena lewat lagu SELAMAT DATANG CINTA dia menemukan WIEKE GUR sebagai partner menulis lagu yang solid.  Dari sinilah kolaborasi mereka berawal dan kemudian menjadi satu kekuatan yang sulit ditaklukkan dalam penyelenggaraan FLPI tahun-tahun berikutnya.

Lagu lainnya yang berhasil jadi hits tahun ini antara lain SATU DALAM NADA CINTA (Vina Panduwinata), JINGGA (Christine Panjaitan), SELAMAT DATANG CINTA (Harvey Malaihollo) dan MERAH HITAM CINTA KITA (Sandro Tobing & Titi DJ).

Lagu-lagu finalis :

1. SATU DALAM NADA CINTA
Cipt : Bartje Van Houten
Penyanyi : Vina Panduwinata
2.BURUNG CAMAR
Cipt : Aryono Huboyo Djati & Iwan Abdurrahman
Penyanyi : Vina Panduwinata
3. HIROSHIMA & NAGASAKI
Cipt : Melky Goeslaw & Andi Christian
Penyanyi : Melky Goeslaw
4. JINGGA
Cipt : Prass
Penyanyi : Christine Panjaitan
5. BAWALAH DAKU DALAM BAHAGIA
Cipt : Minggus Tahitoe & Diana Nasution
Penyanyi : Broery Pesolima
6. RAYU LELAKI
Cipt : Anton Issoedibjo
Penyanyi : Marini Sardi
7. UNTUK NAMAMU
Cipt : Bartje Van Houten
Penyanyi : Grace Simon & Masnait VG
8. HANYA MISTERI
Cipt : Dodo Zakaria
Penyanyi : Euis Darliah
9. MERAH HITAM CINTA KITA
Cipt : Donny & Prass
Penyanyi : Titi DJ & Sandro Tobing
10. SELAMAT DATANG CINTA
Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur
Penyanyi : Harvey Malaiholo
11. SEMOGA LESTARI
Cipt : Hentriesa, Elfa Secioria, Irianti Erningpraja
Harvey Malaiholo
12. HADIRMU
Cipt : Toni P. Sianipar
Penyanyi : Titi DJ

FLPI 1986 : AYUN LANGKAH YANG GAGAL BERAYUN

FLPI tahun 1986 adalah ‘tahunnya’ ELFA SECIORIA. Setelah menemukan WIEKE GUR sebagai partner mencipta lagu, kolaborasi mereka mencapai puncaknya di tahun ini. Mereka mengirimkan 4 lagu untuk festival tahun ini yaitu SEANDAINYA SELALU SATU, UCAPLAH UNTUK TERAKHIR, AYUN LANGKAHMU dan BENANG BENANG ASMARA. Hanya saja, yang berhasil masuk final hanya dua yaitu SEANDAINYA SELALU SATU dan AYUN LANGKAHMU.

Dua lagu ini mempunyai karakter yang berbeda. SEANDAINYA SELALU SATU adalah lagu yang sangat ‘festival’ karena sangat grande, mempunyai melodi dengan progresi chord yang tidak simpel serta range nada yang luas, masih ditambah dengan lirik yang dalam dan bermakna, lugas tapi tetap puitis. Sementara lagu AYUN LANGKAHMU adalah lagu upbeat yang terhitung jarang bisa memenangkan ajang ini. Ternyata kedua lagu itu sukses menjadi pemenang di ajang tahun ini, plus sebuah lagu ciptaan MINGGUS TAHITOE & DIANA NASUTION berjudul BUNGA BUNGA CINTA yang juga menjadi salahsatu pemenang.

SEANDAINYA SELALU SATU terpilih mewakili Indonesia di ajang World Pop Song Festival di Jepang, dan sukses membawa harum bangsa karena HARVEY MALAIHOLLO berhasil menyabet penghargaan paling bergengsi sebagai penyanyi terbaik. Sayangnya meskipun sukses besar, ada sedikit ‘cacat’. Entah mengapa aransemen lagu ini sama persis intronya dengan aransemen lagu SENYUM DALAM DUKA dari ajang FLPI tahun 1984. Meskipun sama-sama diaransemen oleh ELFA SECIORIA, tapi rasanya cukup disayangkan karena rentang waktu kedua lagu itu dirilis hanya berselang 2 tahun. Dan apakah Elfa sudah kehabisan ide ? entahlah…

Sebuah ‘tragedi’ juga terjadi di tahun ini. lagu AYUN LANGKAHMU sedianya akan mewakili Indonesia dalam ajang FESTIVAL INTERNACIONAL DE LA CANCION 1987 di VINA DEL MAR, CHILE. Akan tetapi lagu itu batal ditampilkan di festival itu karena dianggap menyalahi peraturan panitia. Memang, salahsatu aturan mengikuti festival itu adalah lagu peserta harus belum pernah dirilis, sementara lagu AYUN LANGKAHMU sudah keburu dirilis dalam album finalis FLPI.

Lagu-lagu finalis :

1. AYUN LANGKAHMU

Cipt : Hentriesa, Elfa Secioria, Wieke Gur

Penyanyi : Jopie Latul

2. BUNGA-BUNGA CINTA

Cipt : Minggus Tahitu & Diana Nasution

Penyanyi : Imaniar & Melky Goeslaw

3. SEANDAINYA SELALU SATU

Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur

Penyanyi : Harvey Malaiholo

4. KELINCI PUTIH

Cipt : Alfred Matulapelwa

Penyanyi : Dian Mayasari

5. KARENA ENGKAU

Cipt : Alfred Matulapelwa & Anton Issoedibyo

Penyanyi : Purnomo Sikas & Dewi Yull

6. GETAR ASMARA

Cipt : Fifi Embut & Tb. Rudi F.

Penyanyi : Neno Warisman

7. BERBAGI KASIH

Cipt : Anton Issoedibyo & Bill Aribowo

Penyanyi : Gito Rollies & Geronimo

8. DEMI ANAK CUCU

Cipt : Dotty Nugroho B & Anton Issoedibyo

Penyanyi : Imaniar & Purnomo Sikas

9. SEMOGA ABADI

Cipt : Toni P. Sianipar

Penyanyi : Endang S. Taurina

10. GUSTI

Cipt : Ria Prawiro

Penyanyi : Euis Darliah

11. MENANTI

Cipt : Irianti Erningpradja

Penyanyi : Vonny Sumlang

12. O LA LA

Cipt : Anton Issoedibyo & Dharma Oratmangun

Penyanyi : Andi Meriem Mattalatta & Geronimo

FLPI 1987 : LENGKAP KOMERSIAL

Sepanjang sejarah Festival Lagu Populer Indonesia, bisa dibilang tahun 1987 adalah yang paling berhasil secara komersial. Juri pada waktu itu berhasil memilih lagu yang bagus secara kualitas tetapi juga menjual dan gampang dinikmati. Tidak heran, hampir semua lagu yang menjadi finalis berhasil menjadi hits. Barangkali karena para pencipta yang masuk final kali ini memang tergolong hitsmaker, ada nama GURUH SOEKARNO PUTRA, YOVIE WIDIANTO, ELFA SECIORIA, DADANG S. MANAF dll. Penyanyi yang tampil juga lengkap, dari DIAN PIESESHA yang ‘artis JK’, ERMY KULLIT yang jazzy,  NICKY ASTRIA yang ladyrocker dan HARVEY MALAIHOLLO yang memang buaya festival.

Lagu Pemenang tahun ini adalah KUSADARI, KEMBALIKAN BALIKU dan PESTA.  Yang terpilih mewakili Indonesia di ajang World Pop Song Festival adalah lagu KEMBALIKAN BALIKU yang dibawakan oleh JOPIE LATUL. Dengan garapan aransemen yang kuat serta penampil pendukung dari GSP, Jopie berhasil mendapatkan penghargaan KAWAKAMI AWARDS. Lagu KUSADARI juga berhasil menjadi pemenang ketika dikirim mewakili Indonesia di ajang ASEAN POPULAR SONG FESTIVAL tahun 1988.

Secara komersial, lagu-lagu finalis tahun ini sangat menjual sehingga nyaris semuanya jadi hits, termasuk lagu SESAAT KAU HADIR yang terpilih sebagai single pertama album FLPI 1987 ini.

Lagu-lagu finalis :

1. SESAAT KAU HADIR
Cipt : Boedi Bachtiar & Adi Murdianto
Penyanyi : Utha Likumahuwa
2. DUNIA CINTA
Cipt : Ari Kusuma JI
Penyanyi : Geronimo VIII
3. ODE BUAT KEKASIH
Cipt : M.N. Chani & Anita Ch. Rachman
Penyanyi : Hemmy Pesolima & Lex’s Trio
4. ANUGERAH
Cipt : Dadang S. Manaf
Penyanyi : Ermy Kullit
5. YANG HARUM DAN RANUM
Cipt : M.N. Chani
Penyanyi : Dian Piesesha
6. PESTA
Cipt : Hentriesa & Wieke Gur
Penyanyi : Elfa’s Singers
7. KUSADARI
Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur
Penyanyi : Harvey Malaiholo
8. PASTIKAN
Cipt : Yovie Widianto
Penyanyi : Imaniar
9. DIANTARA KITA
Cipt : Ongen Latuihamallo
Penyanyi : Emilia Contessa
10. PIJAR
Cipt : Erns F. Mangalo & Bartje Van Houten
Penyanyi : Nicky Astria
11. DALAM KEGELAPAN
Cipt : Tigor Gipsy
Penyanyi : Harry Mukti
12. KEMBALIKAN BALIKU
Cipt : Guruh Soekarno Putra
Penyanyi : Jopie Latul

FLPI 1988 : MENTERI DAN PUTRI PRESIDEN

Ajang Festival Lagu Populer Indonesia memang tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Finalisnya selalu itu itu saja, penyanyinyapun tidak banyak berubah. Lagu-lagu yang menjadi pemenang juga biasanya sudah tertebak yang seperti apa.

Tapi di penyelenggaraan tahun 1988 ada sedikit kejutan, karena ada menteri (FUAD HASSAN) dan putri presiden (SITI HARDIYANTI RUKMANA) yang lagunya lolos menjadi finalis. Keduanya berkolaborasi bersama Titik Hamzah menciptakan lagu untuk ajang ini. Selain itu lagu pemenang pertama juga tidak diduga, karena pemenangnya adalah lagu up beat berjudul KAU KASIHKU (cipt Toni Sianipar, dibawakan ELFA’S SINGERS), sementara yang dijagokan adalah TERNYATA (lagu ini melodinya festival banget).

Sayangnya, ajang World Pop Song Festival di Tokyo mulai tahun 1988 tidak diselenggarakan lagi, sehingga pemenang FLPI tahun ini tidak dikirim ke ajang itu. Sebagai gantinya, lagu KAU KASIHKU kemudian dikirim ke ASEAN POP SONG FESTIVAL dan berhasil menjadi pemenang kedua.

Setelah dirilis di pasaran,  yang menjadi ‘juara’ adalah lagu BEGITULAH CINTA, karena lagu ini menjadi single andalan untuk konsumsi pasar, dan menjadi hits besar. Lagu ini juga fenomenal karena dinyanyikan oleh dua nama yang notabene merajai FLPI yaitu VINA PANDUWINATA dan HARVEY MALAIHOLLO. Ini juga merupakan comeback Vina di FLPI setelah absen selama dua tahun. Single lain yang juga jadi hits adalah TERNYATA dan KATA HATIKU.

Lagu-lagu finalis :

1. BEGITULAH CINTA
Cipt : Oddie Agam
Penyanyi : Vina Panduwinata & Harvey Malaihollo
2. SAMA-SAMA SUKA
Cipt : Alfred Matulapelwa
Penyanyi : Jean Retno Aryani & Alfred Matulapelwa
3. UNGKAPAN CINTA
Cipt : Tarida P. Hutauruk
Penyanyi : Berlian Hutauruk
4. TERNYATA
Cipt : Tamam Hoesein & Wieke Gur
Penyanyi : Harvey Malaihollo
5. KEMBALI AKU PULANG PADAMU
Cipt : Johny Ishak & Anita Rachman
Penyanyi : Titiek Puspa
6. ADAKAH RESTU-MU
Cipt : Kusdamarsasi Koesnoen & Nien K. Soerjo
Penyanyi : Vicky Vendi
7. KEMBALI KASIH
Cipt : Ari Kusuma JI
Penyanyi : Dessy Fitri
8. PERJALANAN PANJANG
Cipt : Titik Hamzah, Fuad Hassan, Siti Hardiyanti R.
Penyanyi : Connie Constantia
9. CURIGA
Cipt : Charles Hutagalung
Penyanyi : Al Rizal
10. DILEMA
Cipt : Titik Hamzah & Siti Hardiyanti R.
Penyanyi : Vina Panduwinata
11. KATA HATIKU
Cipt : Iwan Wiradz, Hermawan, Ferina
Penyanyi : Elfa’s Girls
12. UNTUK KASIH SAYANG
Cipt : Ongen Latuihamallo
Penyanyi : Diana Nasution & Vicky Vendi

13. KAU KASIHKU

Cipt : Toni P. Sianipar

Penyanyi : Elfa’s Singers

FLPI 1989 : KEJUTAN 14 TAHUN

Festival Lagu Populer Indonesia tahun 1989 menunjukkan bagaimana dominasi musisi Bandung begitu kuat. Dari daftar finalis, sebagian besar adalah komposer dari Bandung ! Ada YOVIE WIDIANTO, HERMAWAN, FERINA, IWAN WIRADZ, DEWAYANI, HENTRIESA dan kawan-kawannya.

Yang mengejutkan, pemenang pertama festival kali ini adalah sebuah lagu ciptaan JOSSIE HITIJAHUBESSY dan OLVY HEUMASSE berjudul BILA yang dinyanyikan TRIE UTAMI dan JOPIE LATUL. Prestasi ini cukup mengejutkan mengingat usia Olvy saat itu baru 14 tahun, sementara di deretan finalis banyak terdapat nama-nama beken yang sudah malang melintang di FLPI, termasuk ROBBY LEA yang pernah menjuarai FLPI tahun 1980.

Selain itu, sepertinya ada pergeseran trend dari pemenang FLPI. Setelah tahun 1988 lagu KAU KASIHKU yang muncul sebagai pemenang yang notabene adalah lagu upbeat, maka lagu BILA yang menjuarai FLPI tahun 1989 juga sebuah lagu bertempo upbeat. Tidak heran, lagu-lagu tipikal festival seperti lagu MENCARI, SEMOGA SAJA atau BIAS WARNA tidak bisa berbicara tahun ini.

Ada beberapa hits yang muncul dari album ini seperti INI DAN ITU (Ruth Sahanaya), SUDAHKAHKU (Connie Constantia), BIAS WARNA (Utha Likumahuwa) dan BERDUA (Mus Mujiono). Tapi the biggest hits dari FLPI tahun ini adalah lagu AKU SUKA KAMU SUKA yang dinyanyikan oleh HARRY MOEKTI.

Lagu-Lagu finalis :

1. AKU SUKA KAMU SUKA

Cipt : Dharma Oratmangun

Penyanyi : Harry Moekti & Cantora Geronimo

2. INI DAN ITU

Cipt : Hermawan & Inge Maskun

Penyanyi : Ruth Sahanaya

3. LESTARI

Cipt : Hentriesa & Emma Madjid

Penyanyi : Trio Libels

4. SUDAHKAH KU

Cipt : Dewayani & Deddy Wiradz

Penyanyi : Connie Constantia

5. BIAS WARNA

Cipt : Kusdamarsasi Koesnoen & Johandi Yahya

Penyanyi : Utha Likumahuwa

6. LUPAKAN MASA LALU

Cipt : Robby Lea

Penyanyi : Tetty Manurung

7. PUTIH CINTAKU

Cipt : Andi Christian

Penyanyi : Al Rizal

8. SEMOGA SAJA

Cipt : Yovie Widianto & Wieke Gur

Penyanyi : Emilia Contessa

9. BERDUA

Cipt : Yovie Widianto & Wieke Gur

Penyanyi : Mus Mujiono

10. MENCARI

Cipt : Tamam Hoesein & Wieke Gur

Penyanyi : Harvey Malaihollo

11. INDAHNYA CINTA

Cipt : Dewayani & Deddy Wiradz

Penyanyi : Vonny Sumlang

12. HARAPANKU

Cipt : Iwan Wiradz, Hentriesa, Ferina

Penyanyi : Elfa’s Boys

13. BILA

Cipt : Jossie Hitijahubessy & Olvy Heumasse

Penyanyi : Trie Utami & Jopie Latul

THE FACTS :

  1. Penyanyi yang selalu berpartisipasi sepanjang era 80an adalah HARVEY MALAIHOLLO. Harvey kemudian absen di FLPI 1990 dan tampil lagi di FLPI 1991.
  2. Gara-gara kasus lagu AYUN LANGKAHMU, maka sejak tahun 1988 lagu-lagu pemenang pertama FLPI tidak diikutsertakan dalam album finalis FLPI, melainkan dirilis dalam album tersendiri setelah selesai mengikuti festival di luar negeri.
  3. Lagu jebolan FLPI yang paling sering dirilis ulang oleh penyanyi lain adalah lagu DIRIMU SATU (FLPI 1981). Versi festival dibawakan oleh BORNOK HUTAURUK, dan di pasaran kemudian muncul  versi lainnya dibawakan oleh antara lain EUIS DARLIAH, RITA MONICA, PRETTY SISTERS, HUTAURUK SISTERS, DE JOLLIES, dan bahkan dirilis ulang oleh SERIEUS BAND di era 2000an. Yang juga banyak dirilis ulang adalah lagu LADY (FLPI 1982). Selain versi festival yang dibawakan HARVEY MALAIHOLLO, beredar juga versi lainnya yang dinyanyikan oleh ACHMAD ALBAR, FARIZ RM dan EMILIA CONTESSA.
  4. Lagu lain yang sempat dirilis ulang antara lain SYMPHONY YANG INDAH (1980) dirilis ulang oleh EMILIA CONTESSA, WIRANTO, dan ONCE DEWA. DIBATAS KERINDUAN (1981) dirilis ulang oleh NENO WARISMAN. LETIH & LEGENDA CINTA (1981) dirilis ulang oleh duo HARVEY MALAIHOLLO & TINA TETELEPTA. DIA (1982) masuk juga dalam album kelompok DRAKHMA. PUTARAN RESAH (1983) dirilis lagi oleh JANUARY CHRISTY di album solonya. BIRU SELINTAS RINDU (1984) dirilis ulang oleh IWAN ZEN. BURUNG CAMAR (1985) dirilis oleh KAREN POEROE dari ajang INDONESIAN IDOL. SELAMAT DATANG CINTA (1985) dirilis lagi oleh HARVEY MALAIHOLLO dan ANDIEN. KARENA ENGKAU (1986) dirilis ulang oleh DEWI YULL. GETAR ASMARA (1986) dirilis ulang oleh JEN RETNO ARYANI. PESTA (1987) dirilis ulang oleh HARVEY MALAIHOLO dan ROCKET ROCKERS. KEMBALIKAN BALIKU (1987) dirilis ulang oleh ELFA’S SINGERS. KUSADARI (1987) dirilis kembali oleh HARVEY MALAIHOLLO. BEGITULAH CINTA (1988) dirilis ulang oleh duet HARVEY MALAIHOLLO & SHEILA MAJID.
  5. Penyanyi ‘pop cengeng’ nyaris tidak pernah dilibatkan di ajang ini. Hanya 3 nama yang pernah dilibatkan yaitu CHRISTINE PANJAITAN (FLPI 1985), ENDANG S. TAURINA (FLPI 1986) dan DIAN PIESESHA (FLPI 1987).
  6. Saat bernyanyi di malam final FLPI 1985, VINA PANDUWINATA salah lirik ketika menyanyikan lagu BURUNG CAMAR. Untung saja lagu baru dan belum dikenal sehingga tidak begitu diperhatikan.
  7. Kolaborasi pencipta Ibu & Anak terjadi pada FLPI 1988. KUSDAMARSASI KOESNOEN memilih ibunya sendiri NIEN K. SOERJO sebagai penulis lirik lagu ADAKAH RESTUMU.
  8. Setelah memenangi FLPI 1984 lewat lagu AKU MELANGKAH LAGI, SANTOSO GONDOWIJOYO tidak pernah menghasilkan lagu hits lagi, namanya bahkan tidak banyak dikenal sebagai komposer, meskipun lagu Aku Melangkah Lagi terhitung sukses.
  9. Pada zaman itu, materi album FLPI dilelang kepada label/produser yang mau mengedarkannya. Harga hasil lelang ditentukan oleh siapa penyanyi yang membawakannya, baru kemudian materi lagunya. Tidak heran dari deretan lagu finalis, ada beberapa lagu yang tidak ‘festival’, boleh jadi untuk mengejar nilai komersialitas.
  10. Lagu SEMOGA ABADI (1986) diciptakan oleh TONI SIANIPAR ketika sedang ‘kasmaran’ sehingga lagu yang dihasilkan juga diakui oleh Toni terdengar ‘cengeng”, bahkan ELFA SECIORIA ketika pertama kali mendengar materi lagunya juga setengah mempertanyakan kepada Toni. Meskipun begitu, ketika panitia memilih ENDANG S. TAURINA untuk membawakan lagunya, Toni sempat ‘kaget’ karena merasa Endang bukan penyanyi dari lingkaran ‘pop kreatif’ yang biasa menyanyikan lagu-lagu FLPI. Tapi karena merasa lagunya juga memang tidak begitu ‘festival’, Toni pun berusaha men-direct Endang dengan menampilkan kemampuan vokal yang sebelumnya belum dieksplor karena tuntutan komersial yang mengharuskan Endang membawakan lagu dengan gaya Ebiet G. Ade. ‘Kerja keras’ Toni membuahkan hasil, lagu SEMOGA ABADI ternyata pas dengan suara Endang, dan ELFA SECIORIA sendiri kemudian mengakui kalau suara Endang di lagu ini sangat bagus ketika melafalkan huruf ‘a’.
Advertisements