Review : Perahu Kertas (Dee)

  • Judul Buku : Perahu Kertas
  • Penulis : Dee (Dewi Lestari)
  • Penerbit : Truedee & Bentang Pustaka

perahuSejak melejit dan mencengangkan banyak orang karena novel SUPERNOVA jilid pertama KSATRIA, PUTERI & BINTANG JATUH, nama DEWI LESTARI a.k.a. DEE memang menjadi lebih dikenal sebagai penulis, setelah sebelumnya orang-orang sudah kadung mengenal dia sebagai penyanyi dari trio kondang RSD. Sukses buku itu kemudian membawa Dee menelorkan karya-karya berikutnya : 2 jilid Supernova selanjutnya (AKAR & PETIR), FILOSOFI KOPI, serta RECTOVERSO.

Novel PERAHU KERTAS adalah karya kesekiannya yang dirilis, tapi sebenarnya novel ini justru sudah ditullis sebelum novel Supernova terbit. Draft awal novel ini sudah ditulis tahun 1996 dengan judul KUGY & KEENAN, tapi belum sempat tamat, Dee sudah berhenti menulis ceritanya sampai bab 34 saja. Barulah tahun 2007 ketika ditawari sebuah perusahaan content provider untuk menerbitkan buku digital, Dee teringat dengan proyek lamanya ini. Niat awal menerbitkan novel-novel yang sudah terbit ke dalam format digital akhirnya berubah menjadi menerbitkan novel ini kedalam format digital pada bulan April 2008 dengan judul PERAHU KERTAS. Sementara novel versi cetaknya baru terbit bulan Agustus 2009, dan sepertinya mendapat sambutan yang cukup bagus.

Novel ini memang sedikit berbeda dengan novel-novel DEE sebelumnya. Kalau di Supernova jilid pertama penuh dengan bahasa-bahasa sains, atau di Supernova jilid kedua yang membawa kita berpetualang ke kawasan Asia, PERAHU KERTAS terasa lebih ‘ringan’. Mungkin seperti membaca novel KSATRIA, PUTERI & BINTANG JATUH hanya pada bagian cerita FERRE-RANA-ARWIN-DIVA saja, tanpa bagian DIMAS-REUBEN yang penuh bahasa-bahasa sains itu.

Ya.. ini memang murni novel roman. Ceritanya tentang KUGY & KEENAN. Kugy adalah seorang perempuan mungil yang unik (baca : berantakan) dalam berpakaian, pengkhayal, suka menulis dongeng dan merasa dirinya adalah agen mata-mata dari Neptunus sang Dewa Laut. Sementara Keenan adalah sosok laki-laki dari keluarga mapan yang nyeniman, cerdas, jago melukis dan penuh kejutan. Satu ‘benang merah’ yang mengaitkan mereka adalah mereka punya kesamaan, yaitu mengorbankan cita-cita utama mereka (menjadi penulis dongeng dan menjadi pelukis) untuk hal lain yang lebih ‘pasti’. Kugy merasa menjadi penulis dongeng adalah profesi yang sulit diterima saat ini, jadi dia harus mengubur dulu impiannya itu dengan menulis cerita yang lebih diminati pasar, sementara Keenan yang ditentang menjadi pelukis oleh ayahnya membuatnya memilih mengikuti lebih dulu keinginan ayahnya.

Ketertarikan antara mereka berdua tidak bisa dihindari, tapi ternyata tidak semudah itu mereka bisa bersatu. Dan apakah akhirnya mereka bisa bersatu?

Membaca buku ini memang mengasyikkan. Dee memang piawai merangkai kata-kata. Beberapa bagian terasa menyentuh, di bagian lain kocak dan membuat tertawa, sementara di bagian lainnya membuat kita merenung karena beberapa kata yang mempunyai kedalaman makna. Memang novel ini terasa lebih ringan dibandingkan novel-novel sebelumnya, tapi bukan berarti kehilangan bobot. Hanya saja, ada bagian yang mengingatkan pada cerita ARWIN-RANA dalam Supernova jilid 1. Untuk yang pernah membaca Supernova 1 mungkin akan merasakan itu.

Dewi (dan editornya) juga kurang teliti. Di Bab 11 (SAKOLA ALIT), diceritakan bahwa KUGY, AMI & ICAL datang ke sebuah kampung untuk membuka sekolah terbuka :

“Pak Somad, kenalkan, ini teman-teman saya yang nanti ikut ngajar,” Ami memperkenalkan ketiga temannya satu per satu.

Padahal mereka cuma bertiga : Ami, Kugy & Ical, sementara Ami memperkenalkan KETIGA temannya, berarti ada tiga orang plus Ami jadi 4 orang !!!

Diluar ketidaktelitian itu, novel ini layak dibaca dan dikoleksi. Alurnya lancar dan sangat filmis. Sangat mungkin untuk diangkat ke layar lebar, dan bukan tidak mungkin akan menjadi film laris kalau digarap oleh sutradara yang tepat dan dimainkan oleh pemain yang pas pula.

Bintang 3 1/2 untuk PERAHU KERTAS, masih kalah dari SUPERNOVA : KSATRIA, PUTERI & BINTANG JATUH yang mendapat bintang 4 1/2 dari gue…

Advertisements