selebritis jagal ??

tadi pagi kebangun pagi-pagi banget karena mimpi buruk digaruk kuntilanak.. asli beneran serem banget tuh mimpi, ampe gue kebangun dengan sukses di jam 4 pagi dan gagal untuk bisa tidur lagi. jadinya mati gaya deh… main fesbukan masih belom pada onlen… YM apalagi… MP juga… akhirnya gue sampulin aja tuh koleksi buku2 gue pake sampul plastik… duhhh… nyari2 kerjaan banget sihhh… akhirnya gue nyalain tivi… dan ternyata ada acara gosip pagi-pagi banget, dan sambil gue nyampulin buku gue simak acara gosip itu… standar lah beritanya… ada nia ramadhani yang kena thypus, ada ananda mikola yang menyangkal barang bukti sepatu yang diajukan agung, mayangsari n bambang trihatmojo yang ngerayain ulangtahun anaknya, dan masih banyak berita-berita gak penting lainnya. semuanya gue simak sambil lalu karena lebih konsentrasi ke acara nyampulin buku… sampai tiba-tiba ada berita yang bikin gue konsen full ngeliat acara gosip… 

berita apakah yang berhasil membuat gue ‘terpana’ ???

ryan1

ini berita soal RYAN si jagal dari jombang. gue tadinya cuek ketika awalnya liputan tentang ryan adalah cerita tentang persidangannya. tapi yang bikin gue ‘ternganga’ adalah liputan yang menyebutkan bahwa ryan akan MERILIS ALBUM !!! whattt ???? di infotainment itu diberitakan juga bahwa dia sudah merilis buku (yang isinya antara lain membeberkan hubungannya dengan indra bruggman) dan sekarang dia sudah siap untuk merilis album, tinggal proses syuting videoklip, dan rencananya bulan depan (kalo gue gak salah denger tadi) lagu-lagunya sudah bisa dijadikan ring back tone ! ‘hebat’nya lagi, di album ini ryan menyanyikan lagu ciptaannya sendiri, dan salahsatu lagu andalannya sudah dinyanyikannya tanpa musik di acara gosip itu dengan suara yang ‘ala kadarnya’

wtf !!! pala gue mendadak puyeng ngeliat berita itu. gak ngerti gue apa yang ada di kepala produser dan label yang (kalo bener) bakalan ngerilis album dari pembunuh berdarah dingin itu. apa gak mikir gimana perasaan keluarga korbannya ryan kalo klip lagu si jagal itu berseliweran di tv ? apa lantaran ryan dianggap punya selling point yang tinggi ?

memang bukan baru kali ini seorang yang pernah melakukan kejahatan besar berhasil menjadi selebritis. dulu pernah juga seorang mantan penjahat bernama johny indo yang kemudian juga berhasil menjadi selebritis, bahkan kisah kehidupannya sampai difilmkan. tapi cerita johny beda dengan ryan. sebelum menjadi ‘penjahat’ johny memang sudah terjun di industri hiburan dan sempat bermain dalam beberapa film meskipun hanya sebagai figuran, dan proses kembalinya johny ke dunia film juga setelah dia keluar dari penjara dan benar-benar sudah bertobat. artinya, apa yang dilakukan johny lebih kepada ‘memberi pelajaran’ kepada orang-orang agar tidak melakukan apa yang sudah dilakukannya di masa lalu. that’s the point… dan gue pikir itu tindakan yang benar

tapi ryan ???

proses persidangan aja belom kelar. ‘kekejaman’nya dalam menghabisi korban-korbannya aja masih membekas di benak banyak orang. okelah kalo misalnya kisah hidup ryan difilmkan dengan pemain orang lain barangkali masih masuk akal, seperti yang pernah dilakukan produser film pada kisah hidup sumanto sang kanibal tempo hari. okelah bukunya diterbitkan, barangkali ada ‘pelajaran’ yang bisa dipetik dari kisah hidupnya. tapi menjadikan ryan sebagai SELEBRITIS dalam arti yang sebenarnya : menjadi penyanyi dan punya album rekaman ???? 

asli gue masih gak habis pikir ada produser yang ‘tega’ merekam dan merilis album rekamannya. bukankah itu sama saja mengabulkan mimpi ryan selama ini ? dalam kata lain, orang-orang (yang berpikiran sempit) bakalan bisa mewujudkan impiannya menjadi penyanyi dengan mengikuti jejaknya menjadi ‘jagal’ selanjutnya ???

menjadi selebritis memang hak semua orang. produser juga berhak merekam dan merilis album siapapun selama mereka bisa mengontraknya. tapi plisss dehhh… penting gitu ya mengorbitkan pembunuh berdarah dingin yang terobsesi menjadi selebritis menjadi selebritis yang sebenarnya ???

pala gue tambah puyeng ketika (masih di acara gosip itu) cewek-cewek SMA yang menjadi ‘fans’ ryan mengelu-elukan ryan saat mereka menghadiri sidang. ryan pun terlihat sumringah… dan kata-kata ‘I LOVE YOU, TOO’ meluncur dari bibirnya sambil melambaikan tangan pada anak-anak SMA itu…

jangan-jangan banyak yang mengidolakan ryan ???

……speechless….

The Glam Girls : Reputation

img_1236

“Menurutmu kami cantik, dan diam-diam kamu benci setengah mati karenanya. Malamnya, dalam doa kamu bertanya, kenapa Tuhan bisa sebegitu nggak adilnya.  Well, itu anugerah. Kalo kamu benci kami karena sesuatu yang dibawa sejak lahir, apa akan adil kalo kami juga membencimu karena pintar ?”

 

Itulah sekelumit kalimat yang diambil dari back cover novel baru serial THE GLAM GIRLS terbitan GAGAS MEDIA berjudul REPUTATION yang ditulis oleh TESSA INTANYA. Membaca kalimat itu memang sepertinya sudah bisa menggambarkan apa isi novel ini. Terlebih embel-embel THE GLAM GIRLS sudah jelas-jelas menunjukkan tentang apa novel ini berkisah.

 

Yup, ini memang kisah tentang sebuah clique (baca : geng) yang terdiri dari 3 orang cewek cantik dan tajir : RASHIDA AGASHI a.k.a Rashi, SHINA MAESSA WIJAYA a.k.a Maybella dan ADRIANNA FERNANDHITA FAUZI a.k.a Adrianna. Mereka bertiga adalah murid grade 10 di VOLTAIRE INTERNATIONAL SCHOOL, sebuah sekolah Internasional yang murid-muridnya hanya terdiri dari dua katagori : Kalo nggak kaya banget ya pinter banget.

 

Buku ini sendiri adalah buku kedua dari serial The Glam Girls. Buku pertama ditulis oleh NINA ARDIANTI dengan mengambil cerita dari sudut pandang Adrianna, yang menceritakan bagaimana si Ad yang tadinya membenci Rashi dan clique-nya tapi malah belakangan bergabung dengan clique dan mendepak MARION THEROUX dari anggota clique. Di buku kedua yang ditulis Tessa, cerita mengambil sudut pandang Rashi. Dan di buku ketiga nanti yang akan segera dirilis berjudul UNBELIEVABLE, cerita diambil dari sudut pandang Maybella dan ditulis oleh WORO LIANA.

 

REPUTATION mengupas habis soal Rashi. Dari keluarga besarnya yang complicated karena bapaknya 4 kali menikah, kehidupan percintaan, kebenciannya pada sang Ibu kandung, hobi belanja barang-barang branded, sampai upaya Rashi mempertahankan reputasinya karena sebuah blog telah menulis hal-hal buruk yang bisa menjatuhkan reputasinya itu. Tessa menulis cerita dengan teknik bertutur yang lancar dan runtut, tentu dengan -ini memang ciri khas Tessa- taburan kalimat berbahasa Inggris yang tersebar dalam narasi ataupun dialog. Bagi yang jago bahasa Inggris memang tidak bermasalah, tapi bagi mereka yang bahasa Inggrisnya pas-pasan, membaca novel ini setidaknya harus memegang kamus. Tapi mengingat kemasan novel ini, kayaknya pasar yang dituju memang anak muda yang sudah ‘melek’ bahasa Inggris, which is mereka yang ada di kota-kota besar, jadi taburan bahasa Inggris itu memang ‘sesuai segmen’.

 

Tessa cukup lihai mengatur plot cerita. Tapi ada beberapa hal yang gue anggap ’mengganggu’.

 

PERTAMA : kebencian Rashi kepada ibu kandungnya. Digambarkan Rashi sangat membenci ibunya, sampai-sampai dalam narasi cerita dia menyebut ibunya dengan namanya saja ’Ayu’ tanpa embel-embel. Tapi penjelasan soal kenapa Rashi membenci ibunya rasanya kurang meyakinkan.

 

KEDUA : peristiwa malam tahun baru 2006. Diceritakan disitu bahwa Indah, salah seorang frenemy (teman tapi musuh) Rashi membuat ulah dengan merebut cowok yang sudah punya pacar dan kemudian malah Indah memberikan cowok itu kunci kamar hotelnya lalu mereka menghabiskan malam tahun baru berdua di kamar. Setting cerita saat ini umur Rashi dan Indah 16 tahun, dan kejadian itu diceritakan terjadi tahun 2006, which is umur Indah masih 13 tahun !!! rasanya gak masuk akal aja seorang cewek berumur 13 tahun ’berani’ menyerahkan kunci hotel tempatnya menginap kepada seorang cowok. Atau apakah memang sudah lazim terjadi di kalangan jetset kita ???  

 

KETIGA : membaca ’kalimat’ di back cover yang gue kutip diatas tulisan ini, rasanya sudah jelas kalo clique ini berisi sosok-sosok cantik yang ’tidak pintar’ (kecuali Ad), tapi membaca novel ini malah terkesan Rashi itu cewek yang cerdas, bahkan diceritakan berhasil membuat blog fashion yang cukup mengagumkan. Rasanya blog semacam ini hanya bisa dibuat oleh orang yang ’pintar’.

 

KEEMPAT : bertebarannya  berbagai merk dan jenis branded fashion dalam cerita cukup mengganggu (buat gue sih, mungkin buat mereka yang benar-benar ngerti branded fashion gak  bermasalah), soalnya biar mikir sampai jedotin kepala, gue gak bakalan kebayang seperti apa bentuknya oversized intrecciato tote bag  Bottega Venetta, gaun crepe de chine Kitten, cocktail ring Maison Martin Margiela, dan masih banyak lagi fashion item yang gak kebayang sama sekali di kepala gue, padahal barang-barang itu dipakai untuk menggambarkan sebuah adegan, yang akhirnya ‘gagal’ gue bayangin seperti apa.

 

Apapun, novel ini cukup enak dibaca, terutama oleh mereka yang mengerti fashion, dan tentu saja mereka-mereka yang jago berbahasa Inggris. Sebuah karya yang sedikit banyak menggambarkan kehidupan anak-anak muda (super) kaya di negeri ini.   

Escargot Vs Kraca

kemaren gue ditraktir lunch sama poelique n sapto di l’escargot de la bastille… sebuah ‘kedai’ masakan perancis yang ada di seputaran cipete. ini kali kedua gue dateng kesini, dan dua-duanya itu ya bareng si bunda poelique ini. gue seneng sih dateng ke tempat ini secara tempatnya hommy banget, dan keren buat foto-foto.. halahhh…

jujur, dulu pas gue pertama datang ke tempat ini, gue emang penasaran sama menu masakan di kedai ini yang udah jelas kebaca dari nama tempatnya yaitu ‘escargot’ a.k.a. bekicot. jujur… ngebayangin tuh binatang berkeliaran di kebon atau di tanaman depan rumah gue jaman kecil dulu, sebenernya gue agak-agak hueeeekkk…  gue inget tuh dulu jaman gue kecil, gue suka iseng ngambil bekicot dan gue kasih garem. dalam waktu singkat tubuh si bekicot akan mencair karena garem itu. gak ngerti gue kenapa hal itu bisa terjadi, tapi gue dulu seneng aja ngelakuinnya, meskipun sebenernya sadis juga ya… ngebunuh si bekicot tak berdosa hahahaha…

back to escargot…

pas diajak ke tempat itu pertama kali, meskipun agak hueeeekkk tapi gue penasaran juga. gak mungkin kan makanan perancis yang kondang itu gak enak, secara yang suka juga banyak. akhirnya dengan semangat bondan winarno gue nyobain juga si bekicot perancis ini. escargot dimakan pake roti & butter cream, dan si bekicot ini ditempatin di tempat khusus. roti dan butter cream plus escargot dimakan panas-panas. rasanya ??? sebenernya dimulut gue rasanya biasa aja. gak ngerti juga kenapa jenis masakan ini harganya tergolong mahal. pas mencecap si escargot gue malah teringat dengan makanan favorit gue… KRACA !!!

kraca ??? ada yang tahu ???

nun jauh (halahhh…) di puerto rico a.k.a purwokerto kampung halaman tercinta pujaan hatiku… jenis makanan ini sudah sangat kondang, dan gak tahu kenapa baru marak dijual pas bulan puasa. kraca adalah masakan khas yang terbuat dari keong sawah yang dimasak pake bumbu-bumbu yang gue gak tahu apa (gak hobi masak gue), yang jelas rasanya full bumbu : asin, pedas dan bikin anget. gak tahu tuh bumbunya apa aja. secara bentuk, kraca sama bekicot gak beda jauh sih…  tapi gak tahu kenapa harga escargot sama kraca bisa bak bumi dan langit 😦

mungkin memang proses memasaknya ya yang bikin mahal. escargot konon harus dimasak secara khusus karena seperti yang udah gue bilang diatas, tubuh bekicot bakalan ancur kalo kena garem. dan katanya juga lendirnya ini beracun… jadi proses masaknya harus bener kalo gak pengen keracunan. mungkin ini sih yang bikin makanan ini jadi mahal

tapi kalo boleh jujur… gue prefer kraca…. bukan lantaran escargot jauh lebih mahal (harga escargot seporsi bisa buat beli kraca sepanci), tapi karena rasa kraca lebih nendang guli gulindang… tuh… nulis ini aja udah bikin gue kangen makan kraca yang sayangnya cuma bisa gue makan pas mudik lebaran

gimana menurut kamu ? lebih suka yang mana ?

escargot ?

biarritz_escargot

atau kraca ?

kraca-21

secara tampilan memang kraca kayaknya gak mengundang selera ya.. tapi rasanyaaaaaa… luarrr biasa…

duhhhh…. jadi pengen makan kraca

Apa obsesimu ???

sekilas kaya iklan rokok ya ??

ya emang sih, tuh iklan nancep banget ngegambarin bagaimana sebegitu obsesifnya orang sampe bisa ngelakuin apa aja, meskipun keliatannya jadi konyol n gak banget 🙂

trus kenapa tiba-tiba gue nulis soal si obsesi ini secara iklan itu udah lama banget tayangnya dan udah dibikin dalam berbagai versi ?

ada lah… ini tentang temen gue yang obsesif… hehehe… begini ceritanya…

pagi-pagi sebelum sempet ngerjain kerjaan apa-apa di kantor, Qting (temen kerja yang duduknya di sebelah gue persis) tiba-tiba membombardir gue dengan serangkaian ritualnya setiap pagi : nunjukin foto atau email atau account fesbuk dari temen-temen ceweknya yang orang jepang. kalo dapet balasan message atau comment dari temen fesbuknya itu dia bakalan teriak kenceng manggil gue, dan keliatan kalo dia girang banget

lain hari dia cerita tentang acara jalan-jalan berkesannya dengan seorang cewek jepang yang lagi liburan di jakarta. meskipun cuma dua hari dia nemenin cewek itu jalan tapi cukup bikin dia cerah ceria sepanjang hari senin. mulutnya gak berenti cerita tentang betapa cantiknya itu cewek, betapa cewek itu sangat menikmati kebersamaan mereka itu.. dan terang-terangan si qting ini ngaku kalo dia love at the first sight sama si cewek jepang itu. padahal… detik kemudian dia bilang kalo cewek itu udah punya cowok dan saat itu (saat dia cerita ke gue) tu cewek lagi holiday sama cowoknya di malaysia

qting memang terobsesi dengan cewek jepang. screen saver komputernya udah pasti bergambar cewek jepang. nerima telpon juga gak bilang ‘hallo’ tapi ‘moshi moshi’… dan kalo dibiarin gak ada kerjaan dia bakalan ngumpet ngumpet buka film bokep ‘miyabi’ off course hahahaha

sebenernya qting pernah juga pacaran sama cewek jepang. tapi sayangnya pas ceweknya balik ke negara asalnya, hubungan mereka berantakan. ya iya lah..  susah juga long distance relationship sejauh itu.  nah, sejak putus sama cewek jepangnya itulah obsesi qting makin menggila. searching nama jepang di fesbuk dan di add kalo ketemu yang ‘pas’ dengan selera. kalo ada yang approve dia bakalan seneng setengah mati, apalagi kalo sempet bales-balesan comment atau message.. wah.. bakalan tereak-tereak dia manggil gue buat ikutan baca. padahal ‘mustahil’ ya bisa jadian kalo kondisinya masih tetep sama (Long Distance). Kalo emang mau LDR kenapa gak balikan aja sama cewek jepangnya itu ?

pernah gue saranin dia supaya nyari cewek lokal yang mukanya mirip-mirip orang jepang, atau paling nggak blasteran jepang yang tinggal disini, tapi kayaknya obsesi qting memang bener-bener harus cewek jepang beneran, bukan blasteran apalagi cuma mirip. duuuhhh… susah kali bang… harus pindah ke jepang kalo gitu 🙂

lain qting, lain Slamet (sodara gue). ni cowok juga lumayan obsesif sama CEWEK YANG BERNAMA UMI. whattt ??? ajaib ya kedengerannya, tapi percaya atau nggak dia beberapa kali pacaran dan selalu nama ceweknya Umi !!! barangkali filter pertama bukan bobot bibit bebet tapi siapa namanya 🙂 . mungkin ada hubungannya dengan pengalaman first love-nya (dengan Umi tentu) yang cukup berkesan tapi sayangnya harus dipisahkan paksa (gak usah gue ceritain dehhh… kepanjangan). nah, gara-gara kisah cintanya yang menyedihkan dengan Umi itulah barangkali, ketika nyari pacar berikutnya nama Umi-lah yang dia cari. ajaibnya, beberapa kali ganti pacar dia selalu dapet cewek dengan nama Umi… sampai kemudian ketika akhirnya dia menemukan tambatan hati sesungguhnya… soulmate yang kemudian menjadi ibu dari anak-anaknya… ternyata namanya…. FITRI…

barangkali kemudian dia sadar bahwa sudah terbukti nama Umi bukan jodoh yang pas untuknya karena selalu kandas di tengah jalan, dan dia banting setir dengan mencari cewek dengan nama lain…

apa sebenernya sih obsesif itu ?

dari hasil googling gue nemuin definisi ini : Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. hahhh ??? koq kayaknya serem amat. koq kesannya lebih ke negatif gitu ya definisinya ? mungkin definisi itu berlaku untuk mereka yang sudah akut ya ? soalnya gue pernah baca ada orang yang sebegitu obsesifnya sama kebersihan sampe-sampe gak mau sendok lain selain yang dia bawa kalo pas makan dimanapun, atau orang gak bisa tidur nyenyak sampai dia mastiin sudah tiga kali periksa pintu rumah sudah dikunci atau belum. yang ini katanya obsesif sama keamanan.

nah kalo kayak kasus Qting atau Slamet berarti masuk katagori nggak ya ?? mungkin masih dalam taraf ringan barangkali. kalo slamet terbukti sudah ‘sembuh’ lantaran akhirnya dia married dengan si fitri itu (pastinya bukan gara-gara sinetron cinta fitri kaaaan… hehehe). nah kalo qting.. blom bisa dijawab sekarang… tunggu sampe bener-bener dia married, apakah dengan jepang atau bisa juga dengan ‘produk’ lain 🙂

apa tiap orang punya obsesi atau punya kecenderungan jadi obsesif ?

gue gak ngerti jawabannya secara gue bukan psikolog atau psikiater.  but look at yourself… look at myself… diam-diam kayaknya gue agak-agak terobsesi dengan MATCHING ANTARA WARNA JAM TANGAN DENGAN WARNA BAJU !!!!

agak tersipu-sipu juga gue menyadari ternyata sudah agak-agak akut juga ‘perilaku’ gue. awalnya cuma karena lucu aja ngeliat jam tangan warna-warni era adidas dan levi’s yang mulai merebak sekitar 2006 itu. pertama gue beli jam adidas candy warna putih dan langsung jadi asesori wajib yang gue pake tiap hari. tapi kemudian gue ngerasa agak-agak maksa kalo gue pake baju warna item atau warna lain dengan jam tangan warna putih. dari situlah akhirnya gue mulai rajin beli jam warna-warni. dari mulai warna standar seperti merah, ijo, kuning, item, biru, coklat, orange… sampe warna-warna ‘ajaib’ seperti peach atau UNGU !!! gubrakkk…

gak tahu kenapa, kalo warna jam tangan gue gak sama dengan warna baju kayaknya ada yang kurang. emang lebay banget sih kalo dipikir-pikir. suka ribet sendiri kalo pake baju yang belom matching sama koleksi jam gue. kadang kalo emang bener-bener gak ada jam yang matching, akhirnya gue pake warna aman… pake warna item… meskipun sebenernya gak ada yang care juga gue mau pake baju warna apa dan jam tangan warna apa

sekarang aja gue lagi pake baju kotak-kotak dan jam tangan warna UNGU !!!!! dan beberapa temen udah komentar.. katanya color gue hari ini kompakan sama pager kantor… hahahaha…

apa gue udah bisa dibilang obsesif ???

terserah dahhhh… daripada gue ribet sendiri mendingan gue turutin aja dah ‘bawaan orok’ ini… apa susahnya sih make jam yang matching sama warna baju

hahahahaha… udah obsesif masih pake penyangkalan pembenaran pula !!!

my ‘little but big’ dream

impian harus dipelihara, begitu gue sempet baca sebuah quote yang gue udah lupa kapan, dimana n siapa yang menulisnya. kalo kata nidji : mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan duniaandrea hirata bahkan nulis novel berjudul sang pemimpi yang intinya kurang lebih sama, bahwa mimpi itu modal untuk bisa sukses, karena pencapaian besar biasanya berawal dari mimpi

lalu apakah impian gue ?

dari dulu gue gak pernah bermimpi muluk-muluk tentang hidup gue, tapi alhamdulillah beberapa mimpi gue bisa terkabul meskipun gue gak ngoyo-ngoyo amat mencapainya. kuliah, kerja dan tinggal di jakarta aja dulu gue gak pernah mimpi, meskipun di jakarta-lah sebagian mimpi masa lalu gue bisa tercapai. sebagian ?  iya… dan tercapainya dengan cara yang tidak terduga

mimpi gue masuk dapur rekaman  : terwujud meski hanya menjadi backing vocal. at least gue udah pernah masuk studio rekaman beneran dan bekerjasama dengan musisi beneran hehehe…

mimpi gue menjadi penyanyi dan manggung di konser : terwujud meski hanya menjadi backing vocal. at least gue udah pernah terlibat dalam sebuah konser besar yang melibatkan banyak penyanyi dan group papan atas 🙂

mimpi gue menjadi pencipta lagu : terwujud meskipun lagu-lagu gue yang dinyanyikan sama beberapa penyanyi sampai sekarang belom dirilis. at least gue bisa menjadi bagian dari proses pembuatan sebuah album, dan ternyata amazed banget ngedenger lagu gue yang biasa-biasa aja jadi keren karena aransemen bagus dan vokal penyanyi yang pas dengan yang gue mau

mimpi gue main sinetron : terwujud meskipun hanya jadi figuran tapi lumayan dapet dialog meskipun didandanin ancur. at least gue udah pernah diteriakin sutradara kata-kata ‘action’ dan ‘cut’

mimpi gue nulis skenario : terwujud meskipun baru skenario sinetron miniseri 4 episode dan bukan produksi PH kondang. at least gue udah ngerasain rasanya melihat tokoh-tokoh yang gue ‘ciptakan’ terwujud di layar TV

trus… masih ada impian lagi ??

ada lahhhh… banyak malahhh… salahsatunya adalah bisa nulis novel dan dirilis oleh publisher. sebenernya sih gue gak terbiasa nulis cerita yang panjang-panjang, gue terbiasa nulis cerita-cerita pendek atau puisi. tapi 8 tahun lalu gara-gara pengen ngasih kado yang beda buat salahsatu sahabat gue, akhirnya gue berhasil merampungkan sebuah novel yang kemudian gue kasihin ke sahabat gue itu. beberapa temen yang sempet ngebaca novel itu kemudian ngomporin untuk menyerahkan novel itu ke publisher buat diterbitin. tapi asli gue gak pede. gue ngerasa novel gue yang gue beri judul ‘absoudre’ (bhs perancis : membebaskan diri) itu gak layak dipublish. beberapa temen terus ngomporin… tapi gue tetep gak nyerahin novel itu ke publisher

akhirnya novel itu gue edit lagi, gue tambal ‘bolong-bolong’ detil yang ngeganggu. gue tambahin dan gue kurangin bagian-bagian yang gak perlu supaya lebih enak dibaca. gue sempet juga ngobrol-ngobrol sama orang publisher pas gue kebeneran jadi MC di sebuah acara launching buku, gue nanya kemungkinan novel gue bisa diterbitin. orang publisher minta gue buat nyerahin novel itu, siapa tahu cocok dengan format publisher dan bisa diterbitin. gue janjiin gua bakalan ngasih, tapi nyatanyaaaaaa… sampe detik ini gue belom juga nyerahin ke publisher itu. mereka pasti udah lupa dengan janji gue hahaha…

sampe kemudian gue kenal sama Tessa Intanya, seorang penulis muda yang lumayan produktif. pas dia baca ‘absoudre’ gue, dia juga nyuruh gue buat nyerahin novel itu ke publisher. duhhh… makin bulat tekad hati untuk menyerahkan novel itu ke publisher.. pede nambah dikit hahaha…  

sebenernya sih gue pengen bikin yang baru. sempet nulis satu bab tapi akhirnya gak berlanjut karena kerjaan gue sekarang hectic banget. gak sempet lagi di rumah nulis-nulis.. balik kerja biasanya istirahat dari depan komputer karena seharian udah berkutat dengan benda itu. kalo weekend pengennya tidur atau jalan-jalan… duhhh.. gimana bisa bikin novel kalo begini mulu… malesss banget…

makanya akhirnya dengan semangat 45, absoudre gue kirim ke sebuah publisher baru, tetep gue gak pede kalo harus dikirim ke publisher kondang. pikiran gue sih, di publisher baru barangkali belum banyak ‘saingan’. dan hasilnyaaaaa…

ditolak !!!

hahahaha…. kasiaaaaan deh gueeee..

tapi gue tetep bermimpi… dan gue yakin dengan memelihara mimpi yang kecil tapi besar itu gue bakalan bisa mencapainya. toh beberapa mimpi yang pernah gue capai juga terwujud karena hal-hal yang sangat tidak terduga. apalagi Tessa kembali ngingetin gue di bukunya yang terbaru… di thanks list dia kasih pesen khusus buat gue :

rep

Blom tahu dia absoudre udah ditolak hahahaha…

tapi gak nyerah lah… insya Allah impian gue bakal terwujud. amiiiinnnn….

Secuil ‘kematian’ di patas AC

pagi tadi kembali gue dibuat kebat-kebit. ada presentasi ke klien jam 9 pagi. dan secara gue tinggal di depok dan meeting di kuningan, gue udah setel alarm jam 6 pagi. estimasinya adalah gue mandi dan lain-lain butuh waktu sejam, sehingga jam 7 gue udah bisa jalan.

jam 6 pagi alarm bunyi dan gue langsung bangun. seperti biasa sebelum ngapa-ngapain, masih dalam keadaan mata 5 watt gue samber HP gue buat ngecek facebook. limabelas menit ngecek FB & Multiply akhirnya gue mandi dan beres-beres semuanya. pas banget tuh estimasinya, jam 7 gue udah melenggang ke jalan raya nyari-nyari patas ac jurusan tanah abang.

ternyata… gak ngerti karena busnya pada dipake kampanye pemilu atau apa, gue sampe panik karena 45 menit gue berdiri gak satupun patas ac jurusan tanah abang itu lewat. gila… pas gue udah hopeless pengen naik taksi aja tiba-tiba patas ac itu muncul. masih ada waktu sejam.. mudah-mudahan bisa nyampe kuningan jam 9.

ditengah perjalanan.. seorang bapak-bapak dengan kopiah putih naik. gue pikir dia penumpang seperti yang lain, tapi ternyata dia adalah ‘pengamen’. bukan dengan nyanyi dia nyari duit di bus, tapi dengan ‘berdakwah’. bergaya ala penceramah di masjid, dia lalu mengucap salam dan mulai ‘berdakwah’

awalnya gue gak peduli, karena bentuk ‘ngamen’ di bus kota memang makin hari makin variatif.  tapi ketika gue dengerin apa yang dia katakan… astaga..

tema ceramah dia kali ini adalah : K E M A T I A N !

dengan gayanya yang meyakinkan dia mulai mengutip ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan tentang kematian. gue bukannya meragukan ‘kemampuan’ dia dalam berdakwah. tapi asli, tema dia kali ini bener-bener seperti ‘menteror’. ditengah panas patas ac yang ac-nya gak nyala, suasana macet yang bikin bus jalan pelaaaaaaaan banget, plus pikiran gue yang udah mulai panik karena takut gak nyampe ke klien tepat waktu… tiba-tiba sang ‘ustadz’ berkata dengan lantang tentang kematian :

“yakinlah saudara-saudaraku.. kita semua pasti akan mati”

duhhh… beneran gue bakal ‘mati’ kalo sampe telat presentasi

“kematian itu bisa datang kapan saja… hari ini… besok… atau bahkan nanti sesampainya anda di tempat tujuan”

gubrakkk.. gue udah mulai ‘ngeri’

“ketika nyawa dicabut, sakitnya melebih 10 kali tusukan pedang…”

aduhhh… gak ada topik yang lebih bersahabat apa ya ?? gak pas banget pagi-pagi dalam kondisi serba ribet kayak gitu harus dengerin ‘ceramah’ dengan topik horror seperti ini. coba topiknya yang rada ‘soft’… yang bikin hati adem.. pasti suasana hati yang lagi ribet bakalan bisa tenang

akhirnya gue coba untuk gak dengerin sang ‘ustadz’ yang masih terus berapi-api meneriakkan kematian. meskipun gak bisa juga karena suaranya kenceng banget dalam bus yang ketutup rapat

duhhh…  segala upaya memang bisa dicoba untuk nyari duit, termasuk dengan ‘berdakwah’ dari bus ke bus. bukannya gue gak mengerti dengan semua itu… gue paham barangkali sang ‘ustadz’ itu memang gak punya keahlian lain selain ‘berdakwah’. tapi apakah harus di bus kota ?

ketika selesai ‘berdakwah’.. gue gak tergerak untuk memberinya uang. dan gue lihat seisi bus juga cuma segelintir yang memberinya uang kecil

ahhh… jakarta…

Rempong Day

Hari ini ternyata begitu rempong…

Diawali pagi tadi pas gue udah rapi siap berangkat ke kantor… tiba-tiba gue dapati kenyataan sepatu-sepatu gue basah semuanya, secara gue taroh di rak sepatu diluar kamar n semalem hujan guedeeee benerrrr. sempet kepikiran mau pake sepatu pantopel karena cuma sepatu itu yang selamat karena gue taroh di dalem kamar. tapi mengingat kostum gue yang sangat casual kayaknya gak matching. akhirnya gue teliti satu persatu sepatu gue dan ternyata nike cortez putih cuma basah bagian belakangnya. ya udah gue pake aja meskipun kaos kaki yang tersisa gak ada yang warnanya putih… biarin lah hari ini gue pake kaos kaki item untuk sepatu putih… lebaaaayyyy…

perjalanan ke kantor seperti biasa… dah dari dulu rempong… kopaja 63 emang selalu penuh jadi gue berdiri sepanjang perjalanan… no problemo..

nyampe kantor aura rempong mulai berasa… lagi bikin time plan buat event-nya Asian Little League tiba-tiba harus dipending bentar karena gue dipanggil ‘HRD’ buat sebuah tugas mulia 😦 . pas balik lagi ke meja buat nerusin kerjaan tiba-tiba HP gue bunyi. dari citibank

citibank : pak, bapak belum membayar biaya keterlambatan dan biaya meterai !!!

gue terhenyak sampai gigi gue gemeretak. bukannya gue udah tutup dan gue lunasin tuh semua utang gue sejak awal februari kemaren ?

citibank : jatuh temponya tanggal 20 kemaren pak, 330 ribu rupiah
gue : lho… saya nggak tahu ada pembayaran itu ??? kan saya udah selesein semuanya awal februari kemarin ??
citibank : iya tapi masih ada biaya meterai, biaya transfer dan biaya keterlambatan
gue : gak ada yang ngasih tahu saya kalo saya harus bayar, kenapa tiba-tiba ditagih dan dibilang udah jatuh tempo tanggal 20 ???
citibank : kemaren ada temen saya yang telpon bapak tapi gak diangkat
gue : kapan telpon saya ??
citibank : tanggal 20
gue : jadi saya ditelpon di tanggal jatuh tempo ?? sementara saya gak ngerti soal pembayaran itu ?? saya kan udah lunasin dari awal februari, kalo ada biaya tambahan kenapa gak diinformasiin di awal februari itu ??
citibank : iya soalnya saya juga baru ini pak… yang nanganin bapak sebelumnya temen saya
gue : siapapun yang ngurusin saya seharusnya nelpon saya awal februari bukannya pas udah jatuh tempo. pokoknya saya mau rincian pembayaran untuk apa itu… saya gak pernah telat bayar kenapa ada biaya keterlambatan segala ??
citibank : nanti saya fax pak rinciannya…

gubrakkk… rempong serempong-rempongnya… enak aja nagih pas udah jatuh tempo sementara gue gak diinformasiin sebelumnya pembayaran untuk apa itu semua.

rempooongg… bener-bener rempong day hari ini…