A Tribute to KLa Project

A Tribute to KLa Project

Judul Album : A Tribute to KLa Project
Artist : Various
Produser : Romulo Radjadin
Tahun Produksi : 2011
Produksi : Imexindo Intiniaga

KLa Project adalah sebuah band yang sempat sangat besar di era 90an. Sejak kemunculan mereka yang segar di album 10 BINTANG NUSANTARA tahun 1988 lewat single TENTANG KITA, nama mereka langsung meroket naik ketika merilis album-album : KLa (1989), Kedua (1990), Pasir Putih (1992), Ungu (1993), V (1995), KLaKustik 1 (1996), KLaKustik 2 (1996), Sintesa (1997) dan KLasik (1999). Memasuki era 2000an nama mereka mulai surut ketika terjadi perombakan personel dan penggantian nama, sampai kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke formasi Katon, Lilo dan Adi. Sayang come back nya mereka belum bisa mengembalikan kebesaran yang pernah mereka raih di era sebelumnya.

Meskipun begitu, kiprah mereka di industri musik Indonesia tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Ciri khas musik mereka, lagu-lagu berlirik puitis tapi tidak picisan, boleh jadi masih susah diikuti oleh kelompok-kelompok musik jaman sekarang. Jadi rasanya tidak berlebihan kalau akhirnya sebuah album tribute dibuat untuk KLa. Diproduseri oleh Lilo, album ini menggandeng sederet penyanyi dan grup musik beraneka genre seperti UNGU, RAN, VIDI ALDIANO, AHMAD DHANI, MALIQ N D’ESSENTIALS, THE UPSTAIRS, PONGKI BARATA, KERISPATIH, serta nama baru BABAS dan VIOLET.

Beraneka genre diharapkan membuat album tribute ini menjadi penuh warna. Dan melihat deretan nama yang terlibat sepertinya memang kita bisa berharap banyak. Berikut review berdasarkan track list :

1. TENTANG KITA (RAN)
Track dibuka dengan lagu yang menjadi pembuka langkah KLa di industri musik Indonesia. RAN berhasil membawa kesegaran baru di lagu ini, dengan menghadirkan warna khas mereka tanpa ‘merusak’ lagu aslinya yang memang sudah sangat indah itu.

2. LANTAI DANSA (THE UPSTAIRS)
Sebuah intepretasi berbeda dihadirkan The Upstairs atas lagu LANTAI DANSA yang aslinya ada di album pertama KLa Project. Mereka ‘merombak’ lagu dengan menghadirkan rap yang berkisah tentang peristiwa yang terjadi di ‘lantai dansa’ masa kini. Sebuah intepretasi yang cerdik dan tak terduga.

3. YOGYAKARTA (UNGU)
Lagu masterpiece KLa Project yang sudah sangat identik dengan KLa ini memang serba salah kalau harus di remake, karena lagu versi aslinya sudah sangat indah. Untungnya UNGU sudah punya ciri yang kuat, dan vokal PASHA menjadi blend dengan lagu ini. Lagu ini sangat layak menjadi single unggulan untuk meraih pasar.

4. SEMOGA (VIDI ALDIANO)
Salahsatu lagu yang juga menjadi favorit banyak orang dari album Kedua KLa Project. Versi aslinya didominasi oleh denting piano dengan balutan orkestrasi yang grande. IRWAN SIMANJUNTAK mengaransir lagu ini untuk dibawakan VIDI ALDIANO dengan sound yang lebih modern, dengan beat yang lebih cepat tapi tetap grande karena ambiance yang dihadirkan oleh choir di coda lagu. Satu lagi lagu yang kuat dan pantas dijadikan single unggulan.

5. TERPURUK KU DISINI (AHMAD DHANI featuring PURIE MAHADEWI)
Versi asli lagu ini terdengar sangat menyayat, bahkan sudah dimulai ketika intro di awal menghadirkan instrumen french horn. Dalam versi modern, AHMAD DHANI mengaransir lagu ini dengan gayanya yang khas dan bebunyian yang terprogram. Entah mengapa, aura kelam yang tersirat di versi aslinya tidak terasa lagi di versi Dhani, sehingga -bagi saya- jauh lebih nikmat mendengarkan versi aslinya.

6. BAHAGIA TANPAMU (VIOLET)
Lagu ini aslinya ada di album V, yang meskipun waktu itu tidak diunggulkan tapi sempat menjadi radio hits. VIOLET, trio baru yang mengkolaborasikan permainan violin dengan bervokal memang menjanjikan intepretasi yang berbeda. Sayangnya, paduan vokal mereka masih belum ‘berjiwa’ sehingga lagu yang liriknya sangat dalam ini menjadi lewat begitu saja

7. MESKI TELAH JAUH (PONGKI BARATA featuring SOPHIE NAVITA)
Versi asli lagu ini dinyanyikan oleh LILO dengan penuh penghayatan, dan PONGKI yang ketika awal karirnya di JIKUSTIK sempat dibilang suaranya mirip KATON mungkin memang memilih lagu ini agar tidak terdengar ‘sama’ dengan Katon. Hasilnya memang berbeda, Pongki berhasil membawakan lagu ini dengan versinya sendiri, yang malah terdengar seperti lagu JIKUSTIK, grup yang justru telah ditinggalkan Pongki

8. SUDI TURUN KE BUMI (BABAS)
Ketika lagu ini dirilis oleh KLa, banyak yang terhenyak karena KLa membawa warna baru yang jauh dari trade mark mereka. Hasilnya waktu itu memang kurang begitu menggembirakan, tapi menunjukkan bahwa musik KLa memang sudah berkembang. Versi baru lagu ini dibawakan BABAS, nama baru yang meniupkan warna rock di lagu ini dengan cukup kental.

9. PRASANGKA (MALIQ N D’ESSENTIALS)
Aransemen baru versi Maliq n D’Essentials terdengar segar dan khas Maliq, sekilas dengar mungkin tidak menduga kalau mereka sedang menyanyikan lagu KLa yang versi aslinya dibawakan bersama SHAKILA ini.

10. MENJEMPUT IMPIAN (KERISPATIH)
Versi asli lagu ini memang indah dan manis, dan itu dipertahankan oleh KERISPATIH ketika me-remake nya. Tidak banyak perubahan dari segi nuansa, mungkin hanya intepretasi FANDY sebagai vokalis yang berbeda dengan versi aslinya.

10 Lagu memang tidak cukup untuk merefleksikan kebesaran KLa PROJECT di jamannya. Masih ada sederet hits yang sebenarnya layak dibuat tribute seperti RENTANG ASMARA, ANAK DARA, LAGUKU, BANTU AKU, TAK BISA KELAIN HATI, BELAHAN JIWA, DATANGLAH PESONA, ROMANSA, GERIMIS dan lain-lainnya. Tapi setidaknya 10 lagu yang terpilih di album Tribute ini menunjukkan bahwa KLa PROJECT memang bisa dibilang kelompok musik besar yang dimiliki Indonesia.

At least, secara keseluruhan, album ini layak didengar dan diapresiasi. Tinggal pasar yang menentukan apakah album yang peredarannya dibacking oleh jaringan INDOMARET ini berhasil mencuri perhatian penikmat musik masa kini.

Masih Harus Nunggu..

Masih Harus Nunggu..

iseng-iseng buka facebook, hal yang udah jarang gue lakuin sejak gue lebih banyak ngetwit dan sekarang instagram. pas buka-buka profile temen-temen yang udah lama gak kontak, gue akhirnya ngebuka profile ROBAR TAN AMPUTRA, koq kayaknya asing… hmmm… ternyata ini adalah FB dari ORBAR AMPUTRA, penyanyi era 80an. lho.. koq ada foto cover single baru… wah.. asiiik…

kenapa asiiik ??

karena gue jadi inget, beberapa tahun lalu gue pernah dimintain lagu sama Tori Sudarsono (Guest Music), katanya buat rekamannya Orbar yang lagi diproduserin dia. wihh… setelah bertahun-tahun akhirnya rilis juga… kebayang deh lagu bikinan gue akhirnya bisa dinikmati secara luas, gak cuma gue sendiri aja yang dengerin sampe bosen hehehe…

tapi… apa bener ini album yang dia bikin waktu itu ?? secara udah lama bangettt… akhirnya gue tulis komen di FB Orbar

yahhh…

ternyata masih harus nunggu lagi hehehe…

mudah-mudahan single nya laku ya biar akhirnya bikin album n lagu gue bisa kepake

amiiiin… doain yaaa

[absoudre] akhirnya…

[absoudre] akhirnya…


punya buku sendiri adalah impian yang udah lama terpendam dalam lubuk hatiku yang terdalam (hehehe..) secara kegiatan tulis menulis adalah kegiatan harian yang udah mendarah daging, dan gue pikir hasil tulisan gue gak buruk-buruk amat :) problemnya adalaaaah… gue gak terbiasa nulis sebuah karya yang lumayan panjang. dulu gue tiap hari bikin script buat drama radio SKETSA JAKARTA selama kurang lebih 9 tahun, tapi itu adalah drama durasi 5-10 menit yang paling banter butuh 3 halaman A4 tiap episode. pernah juga bikin skenario sinetron mini seri 4 episode buat TRANS TV, tapi buat gue sama aja kayak bikin drama radio dipanjangin, secara kan skenario lebih banyak membutuhkan dialog dibanding deskripsi. jadinya gue selalu gagal (tepatnya males) buat memulai bikin novel. kebayang harus beratus-ratus halaman ngetiknya.

sampai akhirnya di suatu senja di bulan mei 2001, tiba-tiba gue terinspirasi buat bikin novel. gara-garanya ada sahabat gue namanya Hadi yang mau ulangtahun di akhir mei, dan gue gak ngerti mesti kasih kado apa ke dia, secara dia udah sukses (hahaha..). lagi ngetik-ngetik di depan komputer akhirnya kepikiran buat bikin novel. yak. ide cemerlang. ngasih kado novel yang gak ada di pasaran kan ‘mahal’ tuh. jadilah sejak senja itu gue nyoba ngetik-ngetik draft novel yang gue belom tahu mau ceritanya apa n kayak gimana bentuknya. pokoknya ngetik aja. ngetiknya juga sebisanya, seadanya waktu. paling agak banyakan waktunya pas malem-malem setelah kelar siaran. itu juga gak bisa bener-bener konsen secara gue mesti bangun pagi-pagi buat siaran subuh. yak benar.. waktu itu jadwal siaran gue subuh dan malam.. siang buat kuliah. kebayang gimana caranya gue nyuri waktu buat ngelarin project mulia itu ?

singkat kata singkat cerita, novel yang gue kasih judul [absoudre] itupun kelar sekitar tiga mingguan. lumayan kilat buat manusia supersibuk kayak gue. kenapa [absoudre] dan dikasih kurungan pula tulisannya ?? absoudre itu gue ambil dari bahasa perancis yang artinya ‘membebaskan diri’. dari awal gue emang pengen judulnya dalam bahasa perancis, meskipun isi ceritanya gak ada perancis-perancisnya sama sekali. gue hunting kata-kata dalam bahasa perancis lewat kamus mini indonesia-perancis. ketemulah kata ‘absoudre’ yang kalo diucapin kesannya monyong-monyong cadel romantis gitu deh. pas gue liat artinya emang pas dengan keseluruhan cerita yang intinya emang tentang orang-orang yang berusaha membebaskan diri dari kebohongan. biar tambah yahud… gue kasih kurungan, jadi kan lebih bermakna gitu loh… membebaskan diri dari kurungannya juga hehehe…

dengan modal lay out seadanya, plus design cover yang item polos hasil perenungan semalaman, akhirnya draft itu gue print dan gue bawa ke tempat fotokopi buat dijilid. gue bikin 2 kopi. satu gue simpen, satu gue kasih ke hadi buat kado ulangtahun. pas gue kasih ke hadi, anaknya seneng juga sih (bilangnya sih gitu, gak tahu kalo akting hahaha). novel itu juga gue kasih unjuk ke temen-temen kampus gue, temen-temen siaran, temen-temen gaul… dan rata-rata komen mereka positif (gak tahu sih kalo ternyata mereka sebenernya iba sama gue :P ) beberapa minta gue untuk nyoba rilis novel itu. pengen sih… tapi gak sempet-sempet… lagian gue agak gak pede juga sama hasil karya sendiri… berasa aneh hahaha…

tahun 2008 gue akhirnya coba kirim naskah gue ke 2 publisher gak kondang. secara gue gak pede kalo harus nyerahin ke publisher kondang. dan ternyata… 1 publisher kirimin balik naskah gue, ditolak tanpa alasan <a pasti… 1 publisher lagi malah gak ada kabar sama sekali. huhhh… menyebalkan… gimana kabarnya kalo ngirim ke publisher kondang… jadilah gue makin gak pede untuk nawarin [absoudre], meskipun beberapa temen suka nanyain kapan rilis.. termasuk tessa intanya, penulis kondang yang sampe perlu nanyain kabar [absoudre] gue di prakata novelnya yang berjudul 'reputation' dari serial 'glam girls' terbitan gagas media (gue tulis lengkap tes, kali aja ada yg penasaran pengen liat hahaha). penyanyi era 90an melly manuhutu (hahaha… piss mell..) bahkan sampe setengah maksa minta gue hubungin toko buku aksara yang memang concern dengan penulis indie, tapi tetep gue gak pede.

sampai kemudian gue nemu situs nulisbuku.com yang ternyata bikin pikiran gue kebuka, bahwa nerbitin buku itu gak susah. nerbitin buku lewat situs ini gak perlu takut gak terbit karena PASTI TERBIT, dan bakalan dipajang di situs, bisa dibeli online. wahh… langsung deh… tanpa pikir panjang langsung sikat… naskah yang udah tersimpan selama 10 tahun itupun menyeruak ke permukaan (duile bahasanya inpotainment bener). buku gue akhirnya bener-bener bisa dirilis dan dibeli orang… senangnya…

tetep aja biar udah dijual online, gue masih suka gak pede nawar-nawarin. dan lagi-lagi penyanyi kondang melly manuhutu malah lebih bisa 'ngejual'.. beberapa eksemplar buku gue terjual gara-gara promosi dia hahaha… makasih mel…

beberapa yang udah beli dan baca sih sejauh ini komennya positif… agak-agak ge er tapi ya gitu deh… mudah-mudahan emang beneran layak dibaca :) soooo… bagi yang belom baca kayaknya mesti beli dehhh… kritik dooong… :) belinya di http://nulisbuku.com/books/view/absoudre atau hubungin gue aja hahaha… jualan boleh doooong :)

Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) era 80an

Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) era 80an

(re-post, pernah dimuat di blog lapanpuluhan.blogspot.com)

Semua mungkin udah tahu kalau musik Indonesia di era 80an memang sangat berwarna. Lengkap lengkip semua ada dan punya massa sendiri-sendiri. Dari yang cengeng menye-menye, yang kreatif progresif, yang keras menghentak, semua punya wakil dan icon masing-masing.  Penyanyi yang muncul juga  beragam. Dari yang suaranya seperti layang-layang putus tapi berwajah cantik, sampai yang suaranya dahsyat dengan wajah biasa-biasa saja semua ada.

Dari situasi musik Indonesia era 80an, ada yang tidak bisa dilepaskan yaitu menjamurnya lomba cipta lagu yang dikenal dengan embel-embel festival lagu. Ada banyak lomba semacam ini di era itu. yang paling besar dan bergengsi adalah FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI). Ajang ini bergengsi karena merupakan ajang seleksi lagu yang akan mewakili Indonesia di ajang WORLD POP SONG FESTIVAL yang diadakan di BUDOKAN HALL, Tokyo, Jepang.

Festival-festival sejenis yang cukup bergengsi adalah FESTIVAL LAGU POPULER ASEAN (FLPA) yang merupakan ajang seleksi lagu untuk ajang ASEAN POP SONG FESTIVAL. Ada juga LOMBA CIPTA LAGU REMAJA (LCLR) yang dimotori Radio PRAMBORS, sebuah ajang yang meskipun tidak menjanjikan untuk dikirim ke festival luar negeri tetapi terbukti menjadi ‘kawah candradimuka’ bagi banyak musisi handal Indonesia.

Diluar itu, masih ada lagi LOMBA CIPTA LAGU PEMBANGUNAN, LOMBA CIPTA LAGU KEBERSIHAN, LOMBA CIPTA LAGU HUTAN, LOMBA CIPTA LAGU DANGDUT, bahkan FESTIVAL LAGU POP MINANG. Sungguh ‘beruntung’ para komposer di era 80an karena punya ajang yang bisa menyalurkan kemampuan mereka, bukan sekedar sisi komersial tetapi juga nilai estetika sebuah lagu.

Bakalan panjaaaaang banget kalo kita bahas semua festival itu. maka, kita fokuskan saja untuk membahas ajang terbesar dan terlama dari semua festival-festival itu. Ya, benar… FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI). Ajang ini  memang sudah dimulai sejak tahun 1973, tapi sepertinya di era 80an-lah ajang ini mencapai masa keemasannya. Di era ini, lagu-lagu jebolan FLPI melesat menjadi hits besar yang bahkan masih dinyanyikan orang sampai hari ini. Bukan hanya lagu-lagu pemenang yang menjadi hits, lagu-lagu yang masuk final juga banyak yang meraih sukses.

Ajang ini juga menjadi semacam ajang pembuktian penyanyi-penyanyi hebat. Maklum, pemenang ajang ini secara rutin dikirimkan ke festival lagu internasional, sehingga tidak heran, menjadi penyanyi yang membawakan lagu-lagu finalis sudah merupakan prestise tersendiri karena tidak semua penyanyi bisa terlibat di ajang ini. Jadi tidak heran, sederet penyanyi hebat yang terlibat adalah sekelas VINA PANDUWINATA, HARVEY MALAIHOLLO, HETTY KOES ENDANG, ANDI MERIEM MATTALATTA, ELFA’S SINGERS, GERONIMO, BOB TUTUPOLY, ACHMAD ALBAR, EUIS DARLIAH, TITIEK PUSPA, GRACE SIMON, RUTH SAHANAYA, TRIE UTAMI, UTHA LIKUMAHUWA dan sederet nama hebat lainnya.

Di era 70an, Indonesia pernah meraih sukses di ajang festival lagu internasional yang diadakan di Tokyo, ketika lagu pemenang kedua FLPI 1977 DAMAI TAPI GERSANG ciptaan ADJIE BANDI berhasil menjadi juara pertama di ajang itu. Nampaknya sukses itu membuat ajang FLPI menjadi ajang yang dinantikan oleh para komposer dan penyanyi Indonesia untuk bisa meraih sukses yang sama. Maka di era 80an sederet komposerpun berlomba-lomba menampilkan karya terbaiknya di ajang ini. Dan entah disengaja atau memang lagu-lagu mereka memang lebih unggul, deretan finalis dari tahun ke tahun selalu berkisar dari itu ke itu saja seperti ELFA SECIORIA, WIEKE GUR, TITIK HAMZAH,  YOVIE WIDIANTO, ANTON ISSOEDIBYO, GURUH SOEKARNO PUTRA, TARIDA HUTAURUK, MINGGUS TAHITOE dan beberapa nama lain.

Yang khas dari festival ini adalah lagu-lagunya. Embel-embel ‘festival’ rupanya membuat lagu-lagu yang ditampilkan menjadi berbeda dengan lagu-lagu pop yang biasa beredar di pasaran. Inilah yang membedakan FLPI dengan Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang juga eksis saat itu. Lagu-lagu jebolan LCLR terdengar lebih ‘bebas’ berekspresi, sementara di FLPI, lagu-lagunya (terutama yang menjadi pemenang) biasanya punya patron yang sama : melodinya lebih rumit dibandingkan lagu-lagu pop biasa, dan membutuhkan penyanyi dengan penguasaan vokal yang kuat untuk membawakannya. Liriknya juga tidak sembarangan, puitis tapi tidak bombastis. Satu lagi yang khas, aransemen lagu-lagunya selalu grande dalam format orkestrasi.

Dalam penyelenggaraan setiap tahunnya, lagu-lagu finalis selalu diperkenalkan di TVRI dalam sebuah acara khusus. Dan tentu saja, penyelenggaraan malam finalnya juga selalu direlay oleh TVRI sehingga otomatis dilihat oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ya iya lahhh… stasiun TV cuma satu-satunya. Mungkin inilah yang membuat lagu-lagu hasil FLPI meskipun terdengar lebih berat dibandingkan lagu-lagu pop komersial saat itu, justru bisa eksis dan menjadi hits ketika dirilis di pasaran.

Meskipun ajang ini adalah ajang yang bagus dan dinanti-nanti. Sayangnya memasuki era 90an, FLPI lenyap dari peredaraan. FLPI tahun 1991 adalah penyelenggaraan terakhir  ajang ini. Konon salahsatu alasannya adalah karena ajang internasional WORLD POP SONG FESTIVAL yang diadakan di BUDOKAN HALL, TOKYO, JEPANG, sudah tidak diadakan lagi sejak tahun 1988, sehingga penyelenggaraan FLPI dinilai kurang greget karena maksud diadakannya festival ini memang sekaligus sebagai seleksi untuk mengikuti ajang internasional itu. Sayang ya… L

Oke, cing… karena kita ngomongin era 80an, berikut ini kita simak perjalanan FLPI dari tahun 1980 sampai 1989 saja.

Eng ing eeeeeng…

FLPI 1980 : SYMPHONY 9 LAGU

Di tahun 1980, FLPI memasuki penyelenggaraan yang ke delapan.  Jumlah lagu yang menjadi finalis ada  9. Entah mengapa tidak digenapkan menjadi sepuluh seperti lazimnya sebuah festival lagu. Para komposer yang menjadi finalis antara lain ANTON ISSOEDIBYO, YOUNKY SOEWARNO, ROBBY LEA dan TARIDA HUTAURUK. Pemenang tahun ini adalah ROBBY LEA dengan lagu SIMPHONY YANG INDAH dan dinyanyikan BOB TUTUPOLY. Lagu ini juga berhasil menjadi hits besar tahun itu. Hanya saja, lagu yang terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang World Pop Sog Festival di Tokyo adalah sebuah lagu ciptaan ROEKANTO & ESTI berjudul SENJA MERAH, yang dibawakan oleh MARINI.

Hits lain dari FLPI 1980 ini adalah lagu PRA yang dinyanyikan HETTY KOES ENDANG, serta lagu yang sempat banyak dipakai untuk ‘tari kreasi baru’ ala 17 agustusan, INDAHNYA MUSIK KAMI. Music Director lagu-lagu finalis tahun ini adalah ELFA SECIORIA.

Lagu-lagu finalis :

1.SYMPHONY YANG INDAH
Cipt : Robby Lea
Penyanyi : Bob Tutupoly
2. PRA
Cipt : Bagyo Mangkuwiduro
Penyanyi : Hetty Koes Endang
3. INDAHNYA MUSIK KAMI
Cipt : Anton Issoedibyo
Penyanyi : Geronimo V
4. KAU, DIA, AKU
Cipt : Tarida P. Hutahuruk
Penyanyi : Berlian Hutahuruk
5. SENJA MERAH
Cipt : Roekanto D & Esti W
Penyanyi : Marini
6. SEDERHANA TAPI NYATA
Cipt : Yuwana, Anton, Gito, Yus
Gito Rollies
7. MISTERY
Cipt : Younky M. Soewarno & Jonathan Purba
Penyanyi : Zwesty Wirabhuana
8. SURYA KHATULISTIWA
Cipt : Roekanto D & Esti W
Penyanyi : Harvey Malaiholo
9. BULAN DIATAS TELAGA
Cipt : Younky M. Soewarno & Jonathan Purba
Penyanyi : Melky Goeslaw

FLPI 1981 : MENEMUKAN EUIS

Menemukan penyanyi yang pas untuk lagu-lagu finalis FLPI memang bukan perkara mudah. Inilah yang dialami TITIK HAMZAH, salah seorang peserta yang di penyelenggaraan FLPI tahun 1981 ‘panen’ karena 4 lagunya lolos menjadi finalis. Dari 4 lagu itu, ada lagu berjudul SIKSA yang memang membutuhkan intepretasi lebih karena kedalaman lirik dan liukan melodi yang range-nya sangat lebar. Dibutuhkan penyanyi yang sanggup meniti nada rendah dengan bagus, sekaligus lantang ketika menyanyikan nada tinggi.

Lagu ini akhirnya dipercayakan kepada HETTY KOES ENDANG karena memang Hetty-lah yang sepertinya masuk kualifikasi penyanyi yang pas untuk lagu itu. Dan terbukti, Hetty sangat prima membawakan lagu ini. Tapi meskipun begitu, sebagai pencipta lagunya, Titik masih merasa ada yang ‘kurang’. Sampai akhirnya, saat dua minggu menjelang malam final, Titik tiba-tiba ‘menemukan’ EUIS DARLIAH. Penyanyi rock yang saat itu belum dikenal luas ini langsung memikat hati Titik dan segera diboyong untuk membawakan lagu ini mendampingi Hetty. Jadilah pada malam final, lagu SIKSA dibawakan oleh duo Hetty dan Euis dan hasilnya memang luar biasa. Feeling Titik memang kuat atas kehadiran Euis di lagu ini. Lagu SIKSA berhasil menjadi pemenang dan terpilih juga sebagai lagu yang berlaga di World Pop Song Festival di Tokyo. Di ajang ini duo Hetty & Euis berhasil mendapatkan predikat sebagai penyanyi berpenampilan terbaik.

Sayangnya, karena ‘keterlambatan’ Euis bergabung di proyek ini, ketika album 10 finalis FLPI 1981 dirilis di pasaran, lagu SIKSA dibawakan sendirian oleh HETTY KOES ENDANG, karena memang jadwal rekamannya sudah dilakukan sebelum Euis bergabung. Hanya saja, entah untuk alasan apa, di credit title album, nama Euis dicantumkan bersama Hetty sebagai penyanyinya !! padahal kalau didengarkan, secuilpun tidak terdengar suara Euis disana.

FLPI tahun ini juga menempatkan lagu ciptaan TARIDA HUTAURUK berjudul DIRIMU SATU sebagai pemenang, dan juga berhasil menjadi juara ketika mewakili Indonesia dalam ajang FESTIVAL LAGU ASEAN di BANGKOK. Lagu DIRIMU SATU yang dibawakan oleh BORNOK HUTAURUK sukses menjadi hits terbesar dari FLPI tahun ini.

Lagu-lagu Finalis :

1. SIKSA

Cipt : Titik Hamzah

Penyanyi : Hetty Koes Endang & Euis Darliah

2. KEMBARA DI TEPI SENJA

Cipt : Titik Hamzah

Penyanyi : Bob Tutupoly & Masnait VG

3. DI BATAS KERINDUAN

Cipt : Youngky M. Soewarno & Yonathan Purba

Penyanyi : Elfa’s Singers

4. DIRIMU SATU

Cipt : Tarida P. Hutauruk

Penyanyi : Bornok Hutauruk

5. CITRA BAHAGIA

Cipt : Dr. Sonny Issoedibyo, Anton Issoedibyo, Dr. Bharoto

Penyanyi : Ully Sigar Rusady & Lex’s Trio

6. JAYALAH INDONESIA

Cipt : Anton Issoedibyo

Penyanyi : Geronimo V, Lex’s Trio, Harvey Malaiholo

7. LEGENDA CINTA

Cipt : Titik Hamzah

Penyanyi : Victor Hutabarat

8. NEGERI DEWATA

Cipt : Anton Issoedibyo, Bangun Sugito, Djito Kasilo

Penyanyi : Geronimo V, Rafika Duri, Harvey Malaiholo

9. LETIH

Cipt : Titik Hamzah

Penyanyi : Elly Aritonang

10. SISIPKAN NAMANYA

Cipt : Adjie Soetama

Penyanyi : Louise Hutauruk

FLPI 1982 : LADY KAWAKAMI

Pergelaran FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA tahun 1981 tergolong sukses melahirkan banyak prestasi baik secara komersial maupun penghargaan di festival lagu luar negeri lewat lagu SIKSA dan DIRIMU SATU. Hal ini setidaknya membuat pergelaran FLPI tahun 1982 harus mendapatkan sukses yang sama. Terpilih 8 lagu yang menjadi finalis, dan masih menyertakan nama-nama komposer yang memang menjadi langganan finalis FLPI.

Terpilih sebagai pemenang adalah sebuah lagu berbahasa Inggris berjudul LADY.  Boleh jadi lirik berbahasa Inggris ini memang disengaja karena lagu ini diproyeksikan untuk mengikuti festival tingkat dunia. Hasilnya terbukti. Lagu LADY yang dinyanyikan HARVEY MALAIHOLLO berhasil mendapatkan penghargaan KAWAKAMI AWARDS ketika berlaga di Festival Lagu Tingkat Dunia di Budokan Tokyo, dan bahkan berhasil mengalahkan CELINE DION yang saat itu berlaga mewakili Perancis. Lagu Lady kemudian juga banyak dirilis oleh penyanyi lain dalam berbagai versi, termasuk versi Indonesia dengan judul KASIH.

Ajang FLPI tahun 1982 juga merupakan awal bergabungnya VINA PANDUWINATA sebagai penyanyi ‘festival’. Lewat lagu BISIKAN MALAM dia memulai debutnya, meskipun belum berhasil mencuri perhatian juri. Tahun ini ANTON ISSOEDIBYO dapat giliran ‘panen’ karena 3 lagunya masuk menjadi finalis dan lagu LADY bahkan menjadi pemenang pertama. Komposer lainnya yang juga panen adalah DANI MAMESAH yang juga berhasil memasukkan 3 lagu karyanya sebagai finalis. Yang unik, dalam versi kaset, lagu berjudul LAGU DAMAI dihadirkan dalam dua versi, versi pertama dinyanyikan oleh JATU PARMAWATI dan versi kedua dinyanyikan oleh GERONIMO V.

Lagu-lagu finalis :

1.BERBAGI RASA
Cipt : Tarida Hutauruk
Penyanyi : Bornok Hutauruk
2. LAGU DAMAI
Cipt : Dharma Oratmangun & Anton Issoedibyo
Penyanyi : Jatu Parmawati
3. LADY
Cipt : Anton Issoedibyo
Penyanyi : Harvey Malaihollo
4. HIDUP YANG KUALAMI
Cipt : Tuty Ahem
Penyanyi : Tuty Ahem
5. PELITA HIDUP
Cipt : Peter Saerang & Anton Issoedibyo
Penyanyi : Rafika Duri
6. BISIKAN MALAM
Cipt : Dodo Zakaria & Dani Mamesah
Penyanyi : Vina Panduwinata
7. KESUKAAN
Cipt : Dani Mamesah
Penyanyi : Hadassah
8. DIA
Cipt : Dani Mamesah
Penyanyi : Drakhma

FLPI 1983 : SALAM UNTUK VINA

Ajang Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) memasuki tahun ke 11 di tahun 1983, dan nama-nama pencipta yang masuk nominasi ternyata masih berkisar dar i itu ke itu lagi, begitu juga dengan penyanyi yang membawakannya. Yang menjadi penyegaran di penyelenggaraan kali ini adalah munculnya beberapa nama-nama muda yang duduk di deretan juri, sehingga mempengaruhi hasil secara keseluruhan.

Tidak heran, sebuah kejutan terjadi disini. Kalau biasanya lagu yang menjadi pemenang adalah lagu yang sangat menuntut kemampuan penyanyinya, tapi yang muncul sebagai pemenang kali ini adalah sebuah lagu pop yang riang dan mempunyai luas nada yang tidak terlalu lebar. Lagu itu berjudul SALAMKU UNTUKNYA, sebuah lagu yang diciptakan oleh ADJIE SOETAMA bersama IRIANTI ERNING PRAJA. Kemenangan lagu ini boleh jadi karena pengaruh VINA PANDUWINATA yang menyanyikan lagu ini dengan sempurna, sehingga sekaligus mengganjarnya sebagai penyanyi berpenampilan terbaik.

Hanya saja, untuk urusan festival di ajang internasional di Tokyo, yang terpilih menjadi wakil Indonesia adalah lagu ciptaan ELFA SECIORIA & FERINA berjudul RANDU, yang dibawakan dengan apik oleh ANDI MERIEM MATTALATTA. Secara notasi, lagu Randu memang lebih ‘festival’ dibandingkan Salamku Untuknya.

Ketika dirilis di pasaran,  lagu SALAMKU UNTUKNYA menggebrak dan menjadi hits besar. Ajang tahun ini juga tercatat sebagai ajang yang ‘menemukan’ seorang  JANUARY CHRISTY sebagai penyanyi rekaman di Indonesia. Lewat lagu PUTARAN RESAH, namanya mulai dikenal dan kemudian sukses setelah merilis album solo.

Lagu-lagu Finalis :

1. SALAMKU UNTUKNYA
Cipt : Irianti Erningpradja & Adjie Soetama
Penyanyi : Vina Panduwinata
2. HARI BAHAGIA
Cipt : Minggus Tahitoe
Penyanyi : Grace Simon & Lex’s Trio
3. RAHASIA SEMESTA
Cipt : Guruh Soekarno Putra
Penyanyi : Achmad Albar
4. DAPATKAH DESAKU BERSEMI LAGI
Cipt : Tuty Ahem & Wiwiek
Penyanyi : Tuty Ahem
5. ANANDA
Cipt : Januar Ishak & Anita Rachman
Penyanyi : Marini Sardi
6. RINDU JUWITA
Cipt : Steve & John Bagenda
Penyanyi : Trio The Brain
7. PUTARAN RESAH
Cipt : Sulistyo, Soebiyakto, Hentriesa, Ferina
Penyanyi : January Christy
8. BEJANA
Cipt : Hariyanto S & Dani Mamesah
Penyanyi : Hutauruk Sisters
9. YOU ARE THE ONE
Cipt : Piet Soebiyakto
Penyanyi : Harvey Malaihollo
10. RANDU
Cipt : Elfa Secioria & Ferina
Penyanyi : Andi Meriem Mattalatta

FLPI 1984 : VINA MELANGKAH LAGI

Sukses VINA PANDUWINATA di ajang FLPI 1983 lewat lagu SALAMKU UNTUKNYA membawa dampak yang luar biasa pada eksistensinya di ajang FLPI. Setahun berselang, FLPI 1984 menempatkan VINA PANDUWINATA sebagai ‘andalan’ untuk festival sekaligus untuk pasar. Tidak heran kali ini Vina menyanyikan 2 lagu sekaligus, yang pertama adalah lagu AKU MELANGKAH LAGI ciptaan SANTOSO GONDOWIJOYO yang berhasil menjadi pemenang tahun ini, dan yang kedua adalah lagu TUHAN TERNYATA ADA yang diciptakan ANTON ISSOEDIBYO & ANDARY ADLY. Tidak hanya itu, sebuah sejarah terjadi dalam perilisan album FLPI tahun ini. kalau sebelumnya cover album FLPI tidak pernah menggunakan foto penyanyi sebagai ‘daya jual’, maka tahun ini cover album FLPI terang-terangan memajang foto besar plus nama VINA PANDUWINATA serta judul AKU MELANGKAH LAGI yang lebih dominan dibandingkan tulisan FLPI.

Vina memang sedang ada di puncak saat itu, sehingga sah saja kalau album FLPI itu seolah-olah hanya ‘menjual’ Vina. Vina juga yang mewakili indonesia dalam Festival Lagu Pop sedunia di Jepang, meskipun belum berhasil mendapatkan nomor disana.  Lagu lain yang berhasil menjadi hits dari ajang tahun ini diantaranya adalah TABIR TERCINTA (Harvey Malaihollo), dan BIRU SELINTAS RINDU (Utha Likumahuwa).

Nama baru yang muncul dari ajang ini adalah DESSY FITRI (saat itu hanya memakai nama Dessy) yang saat itu masih sangat belia, sayangnya kemunculannya di ajang ini tidak menerbitkan gema apa-apa pada karirnya. Ada perbedaan juga antara penyanyi yang membawakan lagu di malam final dengan versi kasetnya. Lagu CITRA BUANA di malam final dibawakan oleh EUIS DARLIAH, tapi entah mengapa di versi kaset dibawakan oleh VONNY SUMLANG yang saat itu belum dikenal luas.

Secara aransemen, ajang tahun ini mencatat pebedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keseluruhan lagu diaransemen dan dimainkan oleh ELFA SECIORIA menggunakan keyboard bernama YAMAHA PORTASOUND yang memungkinkan aransemen orkestrasi hanya dari sebuah keyboard, satu terobosan yang cukup canggih saat itu.

Lagu-lagu finalis :

1. AKU MELANGKAH LAGI

Cipt : Santoso Gondowijoyo

Penyanyi : Vina Panduwinata

2. TUHAN TERNYATA ADA

Cipt : Andary Adly & Anton Issoedibyo

Penyanyi : Vina Panduwinata & Masnait VG

3. SYMPATHY

Cipt : Arifin Yudanegara

Penyanyi : Hetty Koes Endang

4. PUING-PUING HATI

Cipt : Hermawan &  Ferina

Penyanyi : Dessy Fitri

5. SENYUM DALAM DUKA

Cipt : Dadang S. Manaf

Penyanyi : Bornok Hutauruk

6. TABIR TERCINTA

Cipt : Dwiki Dharmawan & Ferina

Penyanyi : Harvey Malaihollo

7. NYANYIAN ANGIN

Cipt : Arifin Yudanegara

Penyanyi : Agus Wisman

8. SENANDUNG ASMARA

Cipt : Steve Bagenda

Penyanyi : Hemmy Pesolima

9. BIRU SELINTAS RINDU

Cipt : Dwiki Dharmawan, Donny, Ferina

Penyanyi : Utha Likumahuwa

10. CITRA BUANA

Cipt : Nocke Tangkilisan & Hengky

Penyanyi : Vonny Sumlang

FLPI 1985 : KAWAKAMI LAGI

Album rekaman FLPI 1984 yang memajang nama VINA PANDUWINATA ternyata berhasil mencapai penjualan sangat bagus. Tidak heran, di penyelenggaraan tahun ini, foto VINA masih dijagokan di cover album. Secara umum,  Tahun 1985 boleh dibilang panitia FLPI berhasil mendapatkan 12 lagu yang benar-benar ‘terbaik’. Hampir semua lagu menjadi hits, dan  bisa berbicara di Festival Internasional.

Pemenang tahun ini (tentu saja) adalah lagu yang dibawakan VINA PANDUWINATA berjudul BURUNG CAMAR, dan diciptakan oleh ARYONO HUBOYO JATI bersama IWAN ABDURRAHMAN. Lagu ini juga yang terpilih menjadi wakil Indonesia untuk berlaga di Tokyo, dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.  VINA PANDUWINATA berhasil mendapatkan KAWAKAMI AWARDS dalam Festival Lagu Internasional di Budokan Tokyo Jepang itu. Selain itu, lagu Burung Camar ini juga mencatat sejarah untuk karir Vina, karena lagu ini kemudian sangat lekat dengan image Vina, bahkan menjadi nama julukan yang melekat sampai detik ini.

Ajang FLPI tahun ini juga menjadi penting untuk ELFA SECIORIA, karena lewat lagu SELAMAT DATANG CINTA dia menemukan WIEKE GUR sebagai partner menulis lagu yang solid.  Dari sinilah kolaborasi mereka berawal dan kemudian menjadi satu kekuatan yang sulit ditaklukkan dalam penyelenggaraan FLPI tahun-tahun berikutnya.

Lagu lainnya yang berhasil jadi hits tahun ini antara lain SATU DALAM NADA CINTA (Vina Panduwinata), JINGGA (Christine Panjaitan), SELAMAT DATANG CINTA (Harvey Malaihollo) dan MERAH HITAM CINTA KITA (Sandro Tobing & Titi DJ).

Lagu-lagu finalis :

1. SATU DALAM NADA CINTA
Cipt : Bartje Van Houten
Penyanyi : Vina Panduwinata
2.BURUNG CAMAR
Cipt : Aryono Huboyo Djati & Iwan Abdurrahman
Penyanyi : Vina Panduwinata
3. HIROSHIMA & NAGASAKI
Cipt : Melky Goeslaw & Andi Christian
Penyanyi : Melky Goeslaw
4. JINGGA
Cipt : Prass
Penyanyi : Christine Panjaitan
5. BAWALAH DAKU DALAM BAHAGIA
Cipt : Minggus Tahitoe & Diana Nasution
Penyanyi : Broery Pesolima
6. RAYU LELAKI
Cipt : Anton Issoedibjo
Penyanyi : Marini Sardi
7. UNTUK NAMAMU
Cipt : Bartje Van Houten
Penyanyi : Grace Simon & Masnait VG
8. HANYA MISTERI
Cipt : Dodo Zakaria
Penyanyi : Euis Darliah
9. MERAH HITAM CINTA KITA
Cipt : Donny & Prass
Penyanyi : Titi DJ & Sandro Tobing
10. SELAMAT DATANG CINTA
Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur
Penyanyi : Harvey Malaiholo
11. SEMOGA LESTARI
Cipt : Hentriesa, Elfa Secioria, Irianti Erningpraja
Harvey Malaiholo
12. HADIRMU
Cipt : Toni P. Sianipar
Penyanyi : Titi DJ

FLPI 1986 : AYUN LANGKAH YANG GAGAL BERAYUN

FLPI tahun 1986 adalah ‘tahunnya’ ELFA SECIORIA. Setelah menemukan WIEKE GUR sebagai partner mencipta lagu, kolaborasi mereka mencapai puncaknya di tahun ini. Mereka mengirimkan 4 lagu untuk festival tahun ini yaitu SEANDAINYA SELALU SATU, UCAPLAH UNTUK TERAKHIR, AYUN LANGKAHMU dan BENANG BENANG ASMARA. Hanya saja, yang berhasil masuk final hanya dua yaitu SEANDAINYA SELALU SATU dan AYUN LANGKAHMU.

Dua lagu ini mempunyai karakter yang berbeda. SEANDAINYA SELALU SATU adalah lagu yang sangat ‘festival’ karena sangat grande, mempunyai melodi dengan progresi chord yang tidak simpel serta range nada yang luas, masih ditambah dengan lirik yang dalam dan bermakna, lugas tapi tetap puitis. Sementara lagu AYUN LANGKAHMU adalah lagu upbeat yang terhitung jarang bisa memenangkan ajang ini. Ternyata kedua lagu itu sukses menjadi pemenang di ajang tahun ini, plus sebuah lagu ciptaan MINGGUS TAHITOE & DIANA NASUTION berjudul BUNGA BUNGA CINTA yang juga menjadi salahsatu pemenang.

SEANDAINYA SELALU SATU terpilih mewakili Indonesia di ajang World Pop Song Festival di Jepang, dan sukses membawa harum bangsa karena HARVEY MALAIHOLLO berhasil menyabet penghargaan paling bergengsi sebagai penyanyi terbaik. Sayangnya meskipun sukses besar, ada sedikit ‘cacat’. Entah mengapa aransemen lagu ini sama persis intronya dengan aransemen lagu SENYUM DALAM DUKA dari ajang FLPI tahun 1984. Meskipun sama-sama diaransemen oleh ELFA SECIORIA, tapi rasanya cukup disayangkan karena rentang waktu kedua lagu itu dirilis hanya berselang 2 tahun. Dan apakah Elfa sudah kehabisan ide ? entahlah…

Sebuah ‘tragedi’ juga terjadi di tahun ini. lagu AYUN LANGKAHMU sedianya akan mewakili Indonesia dalam ajang FESTIVAL INTERNACIONAL DE LA CANCION 1987 di VINA DEL MAR, CHILE. Akan tetapi lagu itu batal ditampilkan di festival itu karena dianggap menyalahi peraturan panitia. Memang, salahsatu aturan mengikuti festival itu adalah lagu peserta harus belum pernah dirilis, sementara lagu AYUN LANGKAHMU sudah keburu dirilis dalam album finalis FLPI.

Lagu-lagu finalis :

1. AYUN LANGKAHMU

Cipt : Hentriesa, Elfa Secioria, Wieke Gur

Penyanyi : Jopie Latul

2. BUNGA-BUNGA CINTA

Cipt : Minggus Tahitu & Diana Nasution

Penyanyi : Imaniar & Melky Goeslaw

3. SEANDAINYA SELALU SATU

Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur

Penyanyi : Harvey Malaiholo

4. KELINCI PUTIH

Cipt : Alfred Matulapelwa

Penyanyi : Dian Mayasari

5. KARENA ENGKAU

Cipt : Alfred Matulapelwa & Anton Issoedibyo

Penyanyi : Purnomo Sikas & Dewi Yull

6. GETAR ASMARA

Cipt : Fifi Embut & Tb. Rudi F.

Penyanyi : Neno Warisman

7. BERBAGI KASIH

Cipt : Anton Issoedibyo & Bill Aribowo

Penyanyi : Gito Rollies & Geronimo

8. DEMI ANAK CUCU

Cipt : Dotty Nugroho B & Anton Issoedibyo

Penyanyi : Imaniar & Purnomo Sikas

9. SEMOGA ABADI

Cipt : Toni P. Sianipar

Penyanyi : Endang S. Taurina

10. GUSTI

Cipt : Ria Prawiro

Penyanyi : Euis Darliah

11. MENANTI

Cipt : Irianti Erningpradja

Penyanyi : Vonny Sumlang

12. O LA LA

Cipt : Anton Issoedibyo & Dharma Oratmangun

Penyanyi : Andi Meriem Mattalatta & Geronimo

FLPI 1987 : LENGKAP KOMERSIAL

Sepanjang sejarah Festival Lagu Populer Indonesia, bisa dibilang tahun 1987 adalah yang paling berhasil secara komersial. Juri pada waktu itu berhasil memilih lagu yang bagus secara kualitas tetapi juga menjual dan gampang dinikmati. Tidak heran, hampir semua lagu yang menjadi finalis berhasil menjadi hits. Barangkali karena para pencipta yang masuk final kali ini memang tergolong hitsmaker, ada nama GURUH SOEKARNO PUTRA, YOVIE WIDIANTO, ELFA SECIORIA, DADANG S. MANAF dll. Penyanyi yang tampil juga lengkap, dari DIAN PIESESHA yang ‘artis JK’, ERMY KULLIT yang jazzy,  NICKY ASTRIA yang ladyrocker dan HARVEY MALAIHOLLO yang memang buaya festival.

Lagu Pemenang tahun ini adalah KUSADARI, KEMBALIKAN BALIKU dan PESTA.  Yang terpilih mewakili Indonesia di ajang World Pop Song Festival adalah lagu KEMBALIKAN BALIKU yang dibawakan oleh JOPIE LATUL. Dengan garapan aransemen yang kuat serta penampil pendukung dari GSP, Jopie berhasil mendapatkan penghargaan KAWAKAMI AWARDS. Lagu KUSADARI juga berhasil menjadi pemenang ketika dikirim mewakili Indonesia di ajang ASEAN POPULAR SONG FESTIVAL tahun 1988.

Secara komersial, lagu-lagu finalis tahun ini sangat menjual sehingga nyaris semuanya jadi hits, termasuk lagu SESAAT KAU HADIR yang terpilih sebagai single pertama album FLPI 1987 ini.

Lagu-lagu finalis :

1. SESAAT KAU HADIR
Cipt : Boedi Bachtiar & Adi Murdianto
Penyanyi : Utha Likumahuwa
2. DUNIA CINTA
Cipt : Ari Kusuma JI
Penyanyi : Geronimo VIII
3. ODE BUAT KEKASIH
Cipt : M.N. Chani & Anita Ch. Rachman
Penyanyi : Hemmy Pesolima & Lex’s Trio
4. ANUGERAH
Cipt : Dadang S. Manaf
Penyanyi : Ermy Kullit
5. YANG HARUM DAN RANUM
Cipt : M.N. Chani
Penyanyi : Dian Piesesha
6. PESTA
Cipt : Hentriesa & Wieke Gur
Penyanyi : Elfa’s Singers
7. KUSADARI
Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur
Penyanyi : Harvey Malaiholo
8. PASTIKAN
Cipt : Yovie Widianto
Penyanyi : Imaniar
9. DIANTARA KITA
Cipt : Ongen Latuihamallo
Penyanyi : Emilia Contessa
10. PIJAR
Cipt : Erns F. Mangalo & Bartje Van Houten
Penyanyi : Nicky Astria
11. DALAM KEGELAPAN
Cipt : Tigor Gipsy
Penyanyi : Harry Mukti
12. KEMBALIKAN BALIKU
Cipt : Guruh Soekarno Putra
Penyanyi : Jopie Latul

FLPI 1988 : MENTERI DAN PUTRI PRESIDEN

Ajang Festival Lagu Populer Indonesia memang tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Finalisnya selalu itu itu saja, penyanyinyapun tidak banyak berubah. Lagu-lagu yang menjadi pemenang juga biasanya sudah tertebak yang seperti apa.

Tapi di penyelenggaraan tahun 1988 ada sedikit kejutan, karena ada menteri (FUAD HASSAN) dan putri presiden (SITI HARDIYANTI RUKMANA) yang lagunya lolos menjadi finalis. Keduanya berkolaborasi bersama Titik Hamzah menciptakan lagu untuk ajang ini. Selain itu lagu pemenang pertama juga tidak diduga, karena pemenangnya adalah lagu up beat berjudul KAU KASIHKU (cipt Toni Sianipar, dibawakan ELFA’S SINGERS), sementara yang dijagokan adalah TERNYATA (lagu ini melodinya festival banget).

Sayangnya, ajang World Pop Song Festival di Tokyo mulai tahun 1988 tidak diselenggarakan lagi, sehingga pemenang FLPI tahun ini tidak dikirim ke ajang itu. Sebagai gantinya, lagu KAU KASIHKU kemudian dikirim ke ASEAN POP SONG FESTIVAL dan berhasil menjadi pemenang kedua.

Setelah dirilis di pasaran,  yang menjadi ‘juara’ adalah lagu BEGITULAH CINTA, karena lagu ini menjadi single andalan untuk konsumsi pasar, dan menjadi hits besar. Lagu ini juga fenomenal karena dinyanyikan oleh dua nama yang notabene merajai FLPI yaitu VINA PANDUWINATA dan HARVEY MALAIHOLLO. Ini juga merupakan comeback Vina di FLPI setelah absen selama dua tahun. Single lain yang juga jadi hits adalah TERNYATA dan KATA HATIKU.

Lagu-lagu finalis :

1. BEGITULAH CINTA
Cipt : Oddie Agam
Penyanyi : Vina Panduwinata & Harvey Malaihollo
2. SAMA-SAMA SUKA
Cipt : Alfred Matulapelwa
Penyanyi : Jean Retno Aryani & Alfred Matulapelwa
3. UNGKAPAN CINTA
Cipt : Tarida P. Hutauruk
Penyanyi : Berlian Hutauruk
4. TERNYATA
Cipt : Tamam Hoesein & Wieke Gur
Penyanyi : Harvey Malaihollo
5. KEMBALI AKU PULANG PADAMU
Cipt : Johny Ishak & Anita Rachman
Penyanyi : Titiek Puspa
6. ADAKAH RESTU-MU
Cipt : Kusdamarsasi Koesnoen & Nien K. Soerjo
Penyanyi : Vicky Vendi
7. KEMBALI KASIH
Cipt : Ari Kusuma JI
Penyanyi : Dessy Fitri
8. PERJALANAN PANJANG
Cipt : Titik Hamzah, Fuad Hassan, Siti Hardiyanti R.
Penyanyi : Connie Constantia
9. CURIGA
Cipt : Charles Hutagalung
Penyanyi : Al Rizal
10. DILEMA
Cipt : Titik Hamzah & Siti Hardiyanti R.
Penyanyi : Vina Panduwinata
11. KATA HATIKU
Cipt : Iwan Wiradz, Hermawan, Ferina
Penyanyi : Elfa’s Girls
12. UNTUK KASIH SAYANG
Cipt : Ongen Latuihamallo
Penyanyi : Diana Nasution & Vicky Vendi

13. KAU KASIHKU

Cipt : Toni P. Sianipar

Penyanyi : Elfa’s Singers

FLPI 1989 : KEJUTAN 14 TAHUN

Festival Lagu Populer Indonesia tahun 1989 menunjukkan bagaimana dominasi musisi Bandung begitu kuat. Dari daftar finalis, sebagian besar adalah komposer dari Bandung ! Ada YOVIE WIDIANTO, HERMAWAN, FERINA, IWAN WIRADZ, DEWAYANI, HENTRIESA dan kawan-kawannya.

Yang mengejutkan, pemenang pertama festival kali ini adalah sebuah lagu ciptaan JOSSIE HITIJAHUBESSY dan OLVY HEUMASSE berjudul BILA yang dinyanyikan TRIE UTAMI dan JOPIE LATUL. Prestasi ini cukup mengejutkan mengingat usia Olvy saat itu baru 14 tahun, sementara di deretan finalis banyak terdapat nama-nama beken yang sudah malang melintang di FLPI, termasuk ROBBY LEA yang pernah menjuarai FLPI tahun 1980.

Selain itu, sepertinya ada pergeseran trend dari pemenang FLPI. Setelah tahun 1988 lagu KAU KASIHKU yang muncul sebagai pemenang yang notabene adalah lagu upbeat, maka lagu BILA yang menjuarai FLPI tahun 1989 juga sebuah lagu bertempo upbeat. Tidak heran, lagu-lagu tipikal festival seperti lagu MENCARI, SEMOGA SAJA atau BIAS WARNA tidak bisa berbicara tahun ini.

Ada beberapa hits yang muncul dari album ini seperti INI DAN ITU (Ruth Sahanaya), SUDAHKAHKU (Connie Constantia), BIAS WARNA (Utha Likumahuwa) dan BERDUA (Mus Mujiono). Tapi the biggest hits dari FLPI tahun ini adalah lagu AKU SUKA KAMU SUKA yang dinyanyikan oleh HARRY MOEKTI.

Lagu-Lagu finalis :

1. AKU SUKA KAMU SUKA

Cipt : Dharma Oratmangun

Penyanyi : Harry Moekti & Cantora Geronimo

2. INI DAN ITU

Cipt : Hermawan & Inge Maskun

Penyanyi : Ruth Sahanaya

3. LESTARI

Cipt : Hentriesa & Emma Madjid

Penyanyi : Trio Libels

4. SUDAHKAH KU

Cipt : Dewayani & Deddy Wiradz

Penyanyi : Connie Constantia

5. BIAS WARNA

Cipt : Kusdamarsasi Koesnoen & Johandi Yahya

Penyanyi : Utha Likumahuwa

6. LUPAKAN MASA LALU

Cipt : Robby Lea

Penyanyi : Tetty Manurung

7. PUTIH CINTAKU

Cipt : Andi Christian

Penyanyi : Al Rizal

8. SEMOGA SAJA

Cipt : Yovie Widianto & Wieke Gur

Penyanyi : Emilia Contessa

9. BERDUA

Cipt : Yovie Widianto & Wieke Gur

Penyanyi : Mus Mujiono

10. MENCARI

Cipt : Tamam Hoesein & Wieke Gur

Penyanyi : Harvey Malaihollo

11. INDAHNYA CINTA

Cipt : Dewayani & Deddy Wiradz

Penyanyi : Vonny Sumlang

12. HARAPANKU

Cipt : Iwan Wiradz, Hentriesa, Ferina

Penyanyi : Elfa’s Boys

13. BILA

Cipt : Jossie Hitijahubessy & Olvy Heumasse

Penyanyi : Trie Utami & Jopie Latul

THE FACTS :

  1. Penyanyi yang selalu berpartisipasi sepanjang era 80an adalah HARVEY MALAIHOLLO. Harvey kemudian absen di FLPI 1990 dan tampil lagi di FLPI 1991.
  2. Gara-gara kasus lagu AYUN LANGKAHMU, maka sejak tahun 1988 lagu-lagu pemenang pertama FLPI tidak diikutsertakan dalam album finalis FLPI, melainkan dirilis dalam album tersendiri setelah selesai mengikuti festival di luar negeri.
  3. Lagu jebolan FLPI yang paling sering dirilis ulang oleh penyanyi lain adalah lagu DIRIMU SATU (FLPI 1981). Versi festival dibawakan oleh BORNOK HUTAURUK, dan di pasaran kemudian muncul  versi lainnya dibawakan oleh antara lain EUIS DARLIAH, RITA MONICA, PRETTY SISTERS, HUTAURUK SISTERS, DE JOLLIES, dan bahkan dirilis ulang oleh SERIEUS BAND di era 2000an. Yang juga banyak dirilis ulang adalah lagu LADY (FLPI 1982). Selain versi festival yang dibawakan HARVEY MALAIHOLLO, beredar juga versi lainnya yang dinyanyikan oleh ACHMAD ALBAR, FARIZ RM dan EMILIA CONTESSA.
  4. Lagu lain yang sempat dirilis ulang antara lain SYMPHONY YANG INDAH (1980) dirilis ulang oleh EMILIA CONTESSA, WIRANTO, dan ONCE DEWA. DIBATAS KERINDUAN (1981) dirilis ulang oleh NENO WARISMAN. LETIH & LEGENDA CINTA (1981) dirilis ulang oleh duo HARVEY MALAIHOLLO & TINA TETELEPTA. DIA (1982) masuk juga dalam album kelompok DRAKHMA. PUTARAN RESAH (1983) dirilis lagi oleh JANUARY CHRISTY di album solonya. BIRU SELINTAS RINDU (1984) dirilis ulang oleh IWAN ZEN. BURUNG CAMAR (1985) dirilis oleh KAREN POEROE dari ajang INDONESIAN IDOL. SELAMAT DATANG CINTA (1985) dirilis lagi oleh HARVEY MALAIHOLLO dan ANDIEN. KARENA ENGKAU (1986) dirilis ulang oleh DEWI YULL. GETAR ASMARA (1986) dirilis ulang oleh JEN RETNO ARYANI. PESTA (1987) dirilis ulang oleh HARVEY MALAIHOLO dan ROCKET ROCKERS. KEMBALIKAN BALIKU (1987) dirilis ulang oleh ELFA’S SINGERS. KUSADARI (1987) dirilis kembali oleh HARVEY MALAIHOLLO. BEGITULAH CINTA (1988) dirilis ulang oleh duet HARVEY MALAIHOLLO & SHEILA MAJID.
  5. Penyanyi ‘pop cengeng’ nyaris tidak pernah dilibatkan di ajang ini. Hanya 3 nama yang pernah dilibatkan yaitu CHRISTINE PANJAITAN (FLPI 1985), ENDANG S. TAURINA (FLPI 1986) dan DIAN PIESESHA (FLPI 1987).
  6. Saat bernyanyi di malam final FLPI 1985, VINA PANDUWINATA salah lirik ketika menyanyikan lagu BURUNG CAMAR. Untung saja lagu baru dan belum dikenal sehingga tidak begitu diperhatikan.
  7. Kolaborasi pencipta Ibu & Anak terjadi pada FLPI 1988. KUSDAMARSASI KOESNOEN memilih ibunya sendiri NIEN K. SOERJO sebagai penulis lirik lagu ADAKAH RESTUMU.
  8. Setelah memenangi FLPI 1984 lewat lagu AKU MELANGKAH LAGI, SANTOSO GONDOWIJOYO tidak pernah menghasilkan lagu hits lagi, namanya bahkan tidak banyak dikenal sebagai komposer, meskipun lagu Aku Melangkah Lagi terhitung sukses.
  9. Pada zaman itu, materi album FLPI dilelang kepada label/produser yang mau mengedarkannya. Harga hasil lelang ditentukan oleh siapa penyanyi yang membawakannya, baru kemudian materi lagunya. Tidak heran dari deretan lagu finalis, ada beberapa lagu yang tidak ‘festival’, boleh jadi untuk mengejar nilai komersialitas.
  10. Lagu SEMOGA ABADI (1986) diciptakan oleh TONI SIANIPAR ketika sedang ‘kasmaran’ sehingga lagu yang dihasilkan juga diakui oleh Toni terdengar ‘cengeng”, bahkan ELFA SECIORIA ketika pertama kali mendengar materi lagunya juga setengah mempertanyakan kepada Toni. Meskipun begitu, ketika panitia memilih ENDANG S. TAURINA untuk membawakan lagunya, Toni sempat ‘kaget’ karena merasa Endang bukan penyanyi dari lingkaran ‘pop kreatif’ yang biasa menyanyikan lagu-lagu FLPI. Tapi karena merasa lagunya juga memang tidak begitu ‘festival’, Toni pun berusaha men-direct Endang dengan menampilkan kemampuan vokal yang sebelumnya belum dieksplor karena tuntutan komersial yang mengharuskan Endang membawakan lagu dengan gaya Ebiet G. Ade. ‘Kerja keras’ Toni membuahkan hasil, lagu SEMOGA ABADI ternyata pas dengan suara Endang, dan ELFA SECIORIA sendiri kemudian mengakui kalau suara Endang di lagu ini sangat bagus ketika melafalkan huruf ‘a’.

Fans Radio Sepanjang Zaman

Fans Radio Sepanjang Zaman

sudah jam 10 malam waktu itu. sekitar tahun 94an itu, gue masih jadi penyiar di radio WIJAYA Cilacap. abis siaran kelar jam 10, gue langsung cabut ke kosan. pas mau keluar gue liat sesosok tubuh lagi duduk di depan gerbang. dari jarak beberapa meter, ditambah penerangan yang remang-remang, gue cuma bisa nyimpulin dia adalah gelandangan, secara bajunya dekil endekumel. gue cuek aja pas ngelewatin dia. tapi mendadak gue gak bisa cuek ketika ngeliat dia dari jarak dekat. dia sedang menempelkan radio di kupingnya, yang sayup-sayup sedang memainkan lagu FOREVER YOUNG dari ALPHAVILLE. Yang bikin gue terhenyak adalah, orang itu buta, dan dengan fasih mengikuti suara alphaville… lah buset… ‘gelandangan’ ini… kucel, kumel, buta pula… tapi bisa nyanyi lagu forever young ??

belum sempet gue bersuara, tiba-tiba dia lebih dulu bersuara “Mas Aldi ya ??” astaga. koq dia bisa langsung tahu ya, padahal gue belom pernah ketemu sama nih orang, dan lagi dia buta pula. “Iya. saya Aldi. kamu siapa ?” “Saya Wakilan, mas. Mas Aldi.. bisa minta tolong request lagu ? ini lagi acara lagu2 rock kan ? saya minta lagunya THE CRANBERRIES ya mas… yang judulnya LINGER”. gue tambah speechless. waktu itu the cranberries belom kondang, dan lagu LINGER yang dia minta itu baru aja dirilis jadi belom dikenal. radio gue juga baru beberapa hari dapet lagu itu, dan dia udah request ???

itulah awal pertemuan gue dengan WAKILAN, seorang fans radio sejati. dari obrolan sekilas akhirnya gue tahu dia berasal dari Semarang. dia hobi menyambangi radio-radio dimanapun. berbekal radio butut dia keliling dari kota ke kota. hari-harinya dihabiskan dengan mendengarkan radio, tidak heran dia bisa apal lagu forever young, dan bisa request lagu linger yang bahkan beberapa penyiar sendiri belom kenal saat itu. selera musik wakilan boleh juga lah. dia hanya suka lagu-lagu barat. lagu indonesia hanya sedikit yang dia suka, sudah pasti dari genre pop kreatif. lagu dangdut ? dia gak suka… selera musiknya sungguh sangat kontras dengan penampilannya yang ‘gembel’ itu. dia juga jarang request lagu yang benar-benar populer atau single utama. dia lebih sering request single yang tidak diunggulkan, kalaupun single utama dia akan request ketika lagu itu jadi new release dan belom disukai banyak orang. seperti ketika MADONNA merilis album soundtrack EVITA, dia tidak request lagu YOU MUST LOVE ME atau DON’T CRY FOR ME ARGENTINA yang jadi hits besar. dia memilih lagu ANOTHER SUITCASE IN ANOTHER HALL… dengan gayanya yang khas, dia berkata lantang : “Mas Aldi… puterin lagu ANOTHER SUITCASE IN ANOTHER HALL by MADONNA featuring ANTONIO BANDERAS, taken from the motion picture soundtrack EVITA…” omaygot… dia dengan fasih mengucapkan kata-kata yang biasa diucapkan penyiar ketika siaran. dia tidak mengerti bahasa inggris, tapi karena sepanjang hari mendengarkan radio, dia bisa menyerap apapun yang diucapkan penyiar, menghapal lagu yang tidak dia pahami artinya tapi bisa dilafalkan sesuai yang dia dengar. tidak heran dia bisa hapal lagu A dari album mana dan berapa minggu bertahan jadi jawara billboard hot 100 singles. dengan keterbatasannya, ternyata dia mampu menyerap semua yang dia dengar.

‘karir’ gue di radio kemudian berlanjut di beberapa kota. dari cilacap gue ke purbalingga, purwokerto, tegal dan berakhir di jakarta. hebatnya, di semua kota itu, wakilan berhasil ‘menemukan’ jejak gue. dia memang pencinta radio sejati. kalau mau tanya ‘gosip’ tentang penyiar radio tanya saja ke dia. dia bisa tahu penyiar A sekarang pindah kemana, penyiar B siaran acara apa dan sebagainya. tidak heran dia berhasil menemukan gue pindah ke radio mana dengan mudah. yang hebat lagi dari wakilan adalah dia tidak bekerja, tidak mempunyai penghasilan, tapi berani berkelana antar kota antar propinsi.

wakilan juga berani meskipun amat naif. suatu saat di cilacap, radio gue kedatangan ‘preman’ yang nongkrong di depan. tu preman abis minum secara bau alkohol menyengat, kita aja yang ‘waras’ udah males berurusan dengan dia. eh tiba-tiba wakilan memberi ‘ceramah’ kepada si preman tentang bahaya alkohol, satu tips yang udah pasti pernah dia dengar dari materi siaran penyiar entah dimana. si preman tentu aja naik tensi mendengar nasihat wakilan. dengan sekali gerakan, wakilan berhasil ‘diangkat’ oleh si preman ke udara. kita udah ketakutan, ngeri aja kalo wakilan bakalan dibanting atau dibuat babak belur. untungnya si preman menurunkan kembali wakilan, dan wakilan berhasil mencakar si preman dengan kukunya yang lumayan panjang. si preman pun berlalu. mungkin disela maboknya dia masih ‘sadar’ kalo yang dihadapi adalah orang buta hehehe…

yang juga unik dari wakilan adalah, dia paling girang kalau mendengar penyiar cewek mengucapkan kata ‘KAMU’. kalau ada penyiar cewek yang bilang ‘kamu’, dia bakal teriak “OMAIGOT” sambil menggerak-gerakkan tangan dan kepalanya keatas kebawah dengan ritme yang khas. makanya wakilan lebih ngefans kepada radio anak muda ketimbang radio dengan segmen adult, karena hanya di radio anak muda penyiarnya bisa bilang KAMU.

gue pernah iseng nanya, kenapa dia suka dengan suara penyiar cewek yang ngomong ‘kamu’, jawabannya sungguh bikin speechless. dia bilang (sambil minta maaf berkali-kali) dia seperti merasa ‘orgasme’ kalau mendengar penyiar cewek berkata ‘kamu’. OMAIGOOOTTT…

suatu saat ketika sudah lumayan lama tidak muncul, wakilan tiba-tiba muncul pas gue masih siaran di depok. tidak seperti biasanya, dia muncul dengan pakaian yang lebih rapi, badan yang tidak kumel dan tentu aromanya tidak begitu ‘semerbak’. ternyata dia sudah ‘sekolah’ di sebuah penampungan di jakarta barat. ya, dia tinggal di asrama dengan kehidupan yang lebih teratur. diajari berbagai macam ketrampilan. itulah pertemuan terakhir gue dengan wakilan, karena gak lama setelah itu gue cabut dari radio. entah dimana dia sekarang, apakah masih tinggal di asrama atau sudah lulus. tapi barusan seorang temen yang masih siaran di jawa tengah bilang… wakilan masih eksis sampai saat ini… berkelana dari satu radio ke radio lainnya. bahkan kabar terakhir dia sempat main ke sebuah radio di Balikpapan !!

salute… wakilan memang fans radio sepanjang zaman…

Review : Perahu Kertas (Dee)

Review : Perahu Kertas (Dee)
  • Judul Buku : Perahu Kertas
  • Penulis : Dee (Dewi Lestari)
  • Penerbit : Truedee & Bentang Pustaka

perahuSejak melejit dan mencengangkan banyak orang karena novel SUPERNOVA jilid pertama KSATRIA, PUTERI & BINTANG JATUH, nama DEWI LESTARI a.k.a. DEE memang menjadi lebih dikenal sebagai penulis, setelah sebelumnya orang-orang sudah kadung mengenal dia sebagai penyanyi dari trio kondang RSD. Sukses buku itu kemudian membawa Dee menelorkan karya-karya berikutnya : 2 jilid Supernova selanjutnya (AKAR & PETIR), FILOSOFI KOPI, serta RECTOVERSO.

Novel PERAHU KERTAS adalah karya kesekiannya yang dirilis, tapi sebenarnya novel ini justru sudah ditullis sebelum novel Supernova terbit. Draft awal novel ini sudah ditulis tahun 1996 dengan judul KUGY & KEENAN, tapi belum sempat tamat, Dee sudah berhenti menulis ceritanya sampai bab 34 saja. Barulah tahun 2007 ketika ditawari sebuah perusahaan content provider untuk menerbitkan buku digital, Dee teringat dengan proyek lamanya ini. Niat awal menerbitkan novel-novel yang sudah terbit ke dalam format digital akhirnya berubah menjadi menerbitkan novel ini kedalam format digital pada bulan April 2008 dengan judul PERAHU KERTAS. Sementara novel versi cetaknya baru terbit bulan Agustus 2009, dan sepertinya mendapat sambutan yang cukup bagus.

Novel ini memang sedikit berbeda dengan novel-novel DEE sebelumnya. Kalau di Supernova jilid pertama penuh dengan bahasa-bahasa sains, atau di Supernova jilid kedua yang membawa kita berpetualang ke kawasan Asia, PERAHU KERTAS terasa lebih ‘ringan’. Mungkin seperti membaca novel KSATRIA, PUTERI & BINTANG JATUH hanya pada bagian cerita FERRE-RANA-ARWIN-DIVA saja, tanpa bagian DIMAS-REUBEN yang penuh bahasa-bahasa sains itu.

Ya.. ini memang murni novel roman. Ceritanya tentang KUGY & KEENAN. Kugy adalah seorang perempuan mungil yang unik (baca : berantakan) dalam berpakaian, pengkhayal, suka menulis dongeng dan merasa dirinya adalah agen mata-mata dari Neptunus sang Dewa Laut. Sementara Keenan adalah sosok laki-laki dari keluarga mapan yang nyeniman, cerdas, jago melukis dan penuh kejutan. Satu ‘benang merah’ yang mengaitkan mereka adalah mereka punya kesamaan, yaitu mengorbankan cita-cita utama mereka (menjadi penulis dongeng dan menjadi pelukis) untuk hal lain yang lebih ‘pasti’. Kugy merasa menjadi penulis dongeng adalah profesi yang sulit diterima saat ini, jadi dia harus mengubur dulu impiannya itu dengan menulis cerita yang lebih diminati pasar, sementara Keenan yang ditentang menjadi pelukis oleh ayahnya membuatnya memilih mengikuti lebih dulu keinginan ayahnya.

Ketertarikan antara mereka berdua tidak bisa dihindari, tapi ternyata tidak semudah itu mereka bisa bersatu. Dan apakah akhirnya mereka bisa bersatu?

Membaca buku ini memang mengasyikkan. Dee memang piawai merangkai kata-kata. Beberapa bagian terasa menyentuh, di bagian lain kocak dan membuat tertawa, sementara di bagian lainnya membuat kita merenung karena beberapa kata yang mempunyai kedalaman makna. Memang novel ini terasa lebih ringan dibandingkan novel-novel sebelumnya, tapi bukan berarti kehilangan bobot. Hanya saja, ada bagian yang mengingatkan pada cerita ARWIN-RANA dalam Supernova jilid 1. Untuk yang pernah membaca Supernova 1 mungkin akan merasakan itu.

Dewi (dan editornya) juga kurang teliti. Di Bab 11 (SAKOLA ALIT), diceritakan bahwa KUGY, AMI & ICAL datang ke sebuah kampung untuk membuka sekolah terbuka :

“Pak Somad, kenalkan, ini teman-teman saya yang nanti ikut ngajar,” Ami memperkenalkan ketiga temannya satu per satu.

Padahal mereka cuma bertiga : Ami, Kugy & Ical, sementara Ami memperkenalkan KETIGA temannya, berarti ada tiga orang plus Ami jadi 4 orang !!!

Diluar ketidaktelitian itu, novel ini layak dibaca dan dikoleksi. Alurnya lancar dan sangat filmis. Sangat mungkin untuk diangkat ke layar lebar, dan bukan tidak mungkin akan menjadi film laris kalau digarap oleh sutradara yang tepat dan dimainkan oleh pemain yang pas pula.

Bintang 3 1/2 untuk PERAHU KERTAS, masih kalah dari SUPERNOVA : KSATRIA, PUTERI & BINTANG JATUH yang mendapat bintang 4 1/2 dari gue…

Jatuh Cinta Lagi, Portasound dan Toko Cahaya Baru

Jatuh Cinta Lagi, Portasound dan Toko Cahaya Baru

Lagi ngebaca buku JATUH CINTA LAGI yang ditulis oleh WIEKE GUR. Buku menarik ini adalah semacam catatan pribadi mbak Wieke sebagai penulis lirik handal yang telah melahirkan banyak lagu-lagu hebat. Buku ini berkisah tentang proses penulisan masing-masing lirik lagu-lagu tersebut. Istilahnya Story behind the lyrics lahhh… Gue memang excited banget nungguin buku ini terbit soalnya jauh-jauh hari sebelum buku ini terbit mbak Wieke bilang kalo dia nulisin nama gue di salahsatu halamannya. Aaahhh… tersanjung season lima nih jadinya :) .

jatuh

Gak dehhh… gue gak bakalan ceritain kenapa nama gue sampe ada di dalam buku ini (tapi kalo penasaran beli aja deh bukunya, terus buka halaman 101-102 hahahaha…)

Anyway… gue mau ceritain soal salahsatu bagian cerita mbak Wieke di buku ini yang bikin gue kembali terbang ke masa kecil gue. Gue kutip bagian tersebut :

….Setiap akhir pekan saya bermain musik di toko-toko yang menjual alat musik Yamaha portable keyboard – waktu itu namanya Portasound – pada para pengunjung toko dan orang-orang yang melintas. Dengan menunjukkan betapa indahnya suara yang keluar dari alat musik Yamaha, diharapkan, saya mampu membuat orang-orang yang mendengarkan tertarik untuk membeli alat musik Yamaha tersebut… (halaman 11)

Dan twwiiiiiiiing…. Memori lama gue muncul kembali ke permukaan. Dulu… jaman 80an saat gue masih SD, rumah gue di Purwokerto deket sama pertokoan Stasiun Timur yang saat itu terhitung kawasan ramai. Di salahsatu pertokoan itu ada sebuah toko musik bernama CAHAYA BARU (sampe sekarang juga masih ada tokonya). Suatu saat sehabis maghrib, gue mendengar suara musik yang tidak biasa, instrumental, tapi gue yakin itu bukan dari kaset. Dengan naluri musik gue yang tinggi (hehehe..), gue mencoba mencari datangnya arah suara, dan ternyata suara itu dari toko Cahaya Baru. Ada demo keyboard, yang belakangan gue tahu bernama Yamaha Portasound.

Beberapa orang sudah berkerumun melihat sang demonstrator memainkan keyboard. Orang itu berkumis tebal dengan wajah ramah, terlihat asyik memainkan jemarinya di tuts keyboard, memainkan lagu yang sangat kondang saat itu : AKU MELANGKAH LAGI. Naluri narsis gue mendadak naik, lagu itu adalah lagu favorit gue saat itu. Tanpa ragu gue menerobos kerumunan dan menyeruak ke barisan terdepan. Dan ( ya ampun nistanya…) gue menyanyi dengan lantang tanpa mic lagu Aku Melangkah Lagi, mengikuti alunan musik sang demonstrator. Sejenak sang demonstrator terpana melihat gue. Entah karena iba atau kaget dengan ketaktahumaluan gue hehehe… tapi tiba-tiba dia memberikan mic untuk gue… dan gue BERNYANYI DENGAN RIANG GEMBIRA… hahahaha… gue bener-bener menikmati ketaktahumaluan itu.

Selesai lagu Aku Melangkah Lagi, gue terus nyanyi lagu-lagu yang lain sampai sesi demo abis. Puasss banget rasanya :) . Sang demonstrator itu memuji suara gue. Entah tulus atau kasian gak tahu juga hehehe.. yang jelas dia berterima kasih karena mau jadi temen ‘demo’ malam itu. Gue pun pulang ke rumah dengan riang gembira.

Beberapa bulan kemudian suara musik itu terdengar lagi. Ahhh… ada demo lagi rupanya.. dan bergegas tanpa peduli PR dan belajar gue beranjak menuju toko Cahaya Baru. Begitu gue muncul, sang demonstrator udah langsung ngasih mic ke gue, dan tanpa ba bi bu lagi gue langsung bernyanyi. Lagu apa aja gue sabet… yang penting hasrat tampil dan taktahumalu itu tersalurkan. Malam itu selesai demo, sang demonstrator (Orang Jakarta, gue lupa namanya, gue panggil dia Oom) nganterin gue pulang, dan minta izin ke nyokap gue untuk ‘menculik’ gue buat ikutan demo Portasound ke SMA SMA di Purwokerto dan sekitarnya. Nyokap gue ngizinin aja asal selesai jam sekolah. Jadilah… pulang sekolah gue langsung dijemput si Oom buat demo ke sekolah-sekolah. Agak unik juga kali ya… gue yang masih anak-anak banget nyanyiin lagu orang dewasa dan demo di SMA SMA. Tapi gue seneeeeng banget… selesai demo (waktu itu hari Sabtu), si Oom janji mau ngajakin gue jalan-jalan besok hari minggu. Dan tentu gue terima tawaran itu dengan senang hati. Hari minggunya kita jalan-jalan ke Baturaden.. puas keliling disana kita turun lagi ke Purwokerto dan si Oom ngajakin makan di restaurant. Percaya atau tidak, itulah pertama kalinya gue makan di restaurant ! Maklum, di keluarga gue yang sederhana, makan di restaurant adalah hil yang mustahal hehehe… gue makan dengan sangat lahap.. gue inget si Oom sampe ngeliatin gue makan… hahaha… pulang makan gue dianterin ke rumah, dengan satu janji ntar malem mau diajak nonton. Si Oom menepati janjinya, malam itu kita nonton di President Theatre dan filmnya adalah film fenomenal : PENGKHIANATAN G30S PKI. Film yang panjang itu, ditambah AC yang dingin, ditambah kecapekan seharian jalan bikin gue tertidur . Si Oom ngebiarin gue tidur, dan baru dibangunin setelah film abis.

Beberapa bulan kemudian, ketika terdengar suara musik dari toko Cahaya Baru, gue bergegas kesana. Si Oom sempet janji dia bakal kasih foto-foto kita di Baturaden, tapi pas gue samperin ternyata dia lupa, fotonya ketinggalan di Jakarta. Jadilah meskipun sedikit kecewa, gue tetep bernyanyi di emperan toko Cahaya Baru itu dengan penuh semangat. Itulah terakhir kalinya gue ketemu dan nyanyi diiringi si Oom. Entah programnya selesai atau apa, tidak pernah ada lagi demo Portasound di toko Cahaya Baru setelah itu. Dan kenangan itupun menguap begitu saja, nyaris terlupa dalam tumpukan peristiwa berikutnya.

Sampai gue baca buku mbak Wieke itu… kenangan itu muncul kembali ke permukaan. Gue jadi inget Portasound, inget toko Cahaya Baru, dan inget si Oom… penuh semangat gue kirim message ke mbak Wieke… gue tanya siapa tahu dia kenal sama si Oom, kan mereka sama-sama demonstrator. Karena gue lupa nama si Oom, gue sebutin ciri-cirinya : berkumis tebal. Dan gak lama mbak Wieke jawab message gue :

…rasanya yang demo itu mas Edwin almarhum namanya.. Cuma dia yang kumisnya tebel soalnya…

God !!! iya bener gue inget namanya Oom Edwin. Tapi… almarhum ????

Mendadak seperti ada yang hilang dalam keriangan gue karena masa lalu yang manis itu. Gue tiba-tiba jadi sedih. Teringat bagaimana baiknya Oom Edwin dulu sama gue. Bagaimana cerita dia tentang album Festival Lagu Populer Indonesia tahun 1984 yang semua instrumennya menggunakan Yamaha Portasound dan dimainkan oleh Elfa Secioria. Dan gue inget kata-kata dia ketika bilang : “Sayang kamu gak tinggal di Jakarta ya… coba kalo tinggal di Jakarta kan banyak kesempatan untuk bisa jadi penyanyi.”

Duhhhh… semuanya masih jelas terekam dalam ingatan gue. Kembali mencuat dalam alam pikiran gue. Sesuatu yang sempat hilang, terpacu muncul gara-gara sebaris kalimat dalam buku mbak Wieke.

Makasih mbak Wieke… bukan hanya karena bikin gue tersanjung karena nyantumin nama gue di dalam bukunya, tapi juga karena mengembalikan semuanya… bring back the old memories…

Makasih Oom Edwin… semoga tenang di ‘sana’. Amiin…

….dan lagu Aku Melangkah Lagi tiba-tiba terus bermain di pikiran gue… lengkap dengan alunan Portasound… disana.. di emperan toko Cahaya Baru..

Topi Kuning Jadi Gelas

Topi Kuning Jadi Gelas

Dari jaman dahulu kala kayaknya gue paling gak becus dalam urusan merapikan kamar. Jaman masih di rumah nyokap, kayaknya nyaris tiap hari nyokap gue ‘berkicau’ untuk urusan ini. Dan tetep aja ujungnya nyokap yang beresin kamar gue.. (maap mam…). Hal yang suka dikeluhin nyokap adalah kegemaran gue ‘mulung’, alias nyimpen bermacam-macam bungkus dan kemasan barang. Mulai dari bungkus sabun, odol, rokok, sampo dan sebangsanya. Bukan cuma kemasan yang memang kita konsumsi sendiri, tapi gue memang bener-bener ‘mulung’ dalam arti yang sebenarnya.

Gue punya kegiatan favorit ketika SD. Pulang sekolah gue bareng Yuli, temen main gue jaman kecil, langsung jalan menyusuri rel kereta di belakang pertokoan Stasiun Timur Purwokerto. Tujuan kita adalah satu : mulung !!! dan target pulungan kita adalah bungkus sabun semacam Lux, Lifebuoy atau sabun Trully (nih sabun udah almarhum), sachet Sunsilk, tutup botol anggur cap orangtua,  kotak kemasan Citra hand body lotion, bahkan kemasan bekas bumbu masak Sasa atau Miwon !!

Bukannya gue mulung tuh barang-barang buat dikiloin layaknya pemulung professional (hehehe..), gue ngumpulin bekas bungkus macem-macem itu buat gue tukerin aneka hadiah. Tuh kan… buat yang mengalami era 80an pasti bakal inget kalau dimasa itu berbagai produk berlomba-lomba mengadakan promosi dengan cara menukarkan bekas kemasan dengan aneka hadiah.  Dan produk-produk yang gue sebutin diatas tadi emang yang terhitung sering mengadakan promosi.

lux

Sabun Lux bisa dibilang yang paling sering. Kemasan bekas sabun Lux bisa ditukarkan dengan aneka hadiah, tapi yang paling memorable adalah album bintang lux dan sticker bintang Lux. Jadi, ada semacam buku yang berisi biodata para bintang Lux dalam negeri yaitu CHRISTINE HAKIM, WIDYAWATI, MARINI dan  LYDIA KANDOU, serta bintang Lux Internasional yaitu MAUD ADAMS, RAQUEL WELCH, MICHELLE PFEIFER dan SOPHIA LOREN. Album buku itu bisa didapatkan dengan menukar 2 buah bungkus sabun Lux. Tapi album saja belum lengkap, karena disana cuma ada biografi singkat sang bintang tapi tanpa foto-foto. Nah, kalau ingin menjadikan album itu sempurna, foto-foto berbentuk sticker bisa didapatkan dengan menukar 1 bungkus kosong sabun Lux. Tantangannya adalah, di setiap tempat penukaran tidak langsung tersedia 8 jenis sticker itu. Jadi kita harus berkeliling ke tiap-tiap toko yang menjadi tempat penukaran untuk bisa melengkapinya.  Sepertinya sederhana saja hadiahnya, tapi untuk saat itu sudah termasuk keren :)

Selain album dan sticker itu, hadiah sabun Lux yang juga memorable adalah kaset lagu-lagu barat hits. Yang ini bisa didapat dengan menukar 8 bekas bungkos kosongnya. Ada beberapa seri kaset yang semuanya oke karena mengkompilasikan lagu-lagu hits dari penyanyi kondang era itu seperti PHIL COLLINS, MADONNA, ROCKWELL, SANTA EMERALDA dan lain-lain. Pokoknya top abis lahhh…

Yang juga fenomenal adalah penukaran 3 tutup botol anggur cap orang tua menjadi sebuah gelas cantik.  Atau ‘topi kuning’ yang menutup batu baterai Eveready juga bisa ditukar gelas (untuk ini ada jargon yang lumayan kondang saat itu yaitu : TOPI KUNING JADI GELAS). Tutup aluminium kemasan blue band margarine bisa ditukar Frisbee berwarna kuning yang lumayan nendang buat bermain di lapangan. Kali lain tutup blue band juga bisa ditukar dengan cempal (apa sih bahasa Indonesianya buat kain yang digunakan untuk mengangkat panci biar gak panas hehehe..). 8 kotak bekas Citra hand body lotion bisa ditukar dengan selembar kain batik.  Gak heran gue jadi semangat buat jadi ‘pemulung’ karena masa promosi selalu ada setiap saat dengan aneka hadiah dan produk yang berganti-ganti. Jadi kalau masa penukaran sabun Lux sudah habis, gue tetep rajin ngumpulin bekas bungkusnya karena pasti beberapa bulan kemudian program promosi baru siap menanti.

Gak heran, aksi pulung memulung itu tentu bikin hasil pulungan itu menumpuk di lemari :) . Awalnya nyokap protes, tapi lama-lama ngebiarin aja karena ternyata anaknya ini mengasilkan banyak barang hahaha… ya memang sih, dari sekian banyak hadiah hasil penukaran, hanya segelintir saja yang menjadi koleksi pribadi gue. Sebagian besar memang menjadi inventaris nyokap, gak mungkin kan gue mengkoleksi gelas, cempal atau kain batik dengan motif cewek.  Jadi gue memang seneng aja bisa nukarin aneka hadiah dengan kemasan bekas hasil gue mulung. Kalo dipikir-pikir gak banget ya… kayak gak ada kerjaan yang lebih bermanfaat aja. Tapi hal itu bikin keasyikan tersendiri buat gue, rasanya puaaaas banget kalo bisa dapet bungkus kosong dalam keadaan mulus. Hahaha…

Pernah ada kejadian unik. Suatu saat pas lagi ‘mulung’, gue nemuin sebuah kotak kardus gede. Pas gue ambil ternyata kotak itu berisi amplop-amplop yang didalamnya ada kemasan plastik batu baterai ABC dan fotokopi KTP. Rupanya kotak itu adalah kotak undian yang ditaruh di toko, yang seharusnya dikirimkan ke panitia pusat di Jakarta, tapi entah mengapa malah berakhir di tempat sampah oleh sang toko.  Meskipun tidak tahu mau diapakan, kotak itu gue ambil juga. Gue buang KTP KTP dan amplopnya, dan kemasan plastik baterai ABC dalam jumlah yang lumayan banyak itulah yang gue ungsikan ke rumah. Gak disangka, beberapa hari kemudian gue baca iklan di Kompas, 1 kemasan plastik batu baterai ABC itu bisa ditukar dengan satu bungkus Sarimi. Bergegas gue menuju toko tempat penukaran, dan balik-balik gue udah bawa berkardus-kardus Sarimi. Gue sampe harus naik becak karena gak bisa ngebawa dengan tangan !!

Duh… indahnya era 80an….

Trus apa kabarnya kamar gue sekarang ? tetep berantakan dengan aneka barang yang kadang gak jelas. Tuh.. ada hang tag baju yang udah sejak kapan tergeletak di meja, ada kotak bekas parfum yang isinya sebenarnya udah habis, ada kotak bekas teh celup, kardus obat batuk, kertas voucher isi ulang pulsa.. yaelahhhh… gue gak ngerti kenapa gue pertahanin itu barang-barang gak jelas tetep ada di kamar gue ! jangan-jangan alam bawah sadar gue masih tetep pengen ngumpulin barang-barang itu karena berharap bisa ditukarkan hadiah…

Tidaaakkkk !!!  gue harus berhenti nyampahhh !!!

Nightmare Stories

Nightmare Stories

gak tahu kenapa tiba-tiba pas gue lihat kalender dan ngelihat hari ini hari kamis, malam jumat tepatnya, mendadak gue keingetan dengan si nightmare stories ini.

itu adalah sebaris kalimat yang gue tulis bulan april lalu. believe or not, cuma kalimat itu aja yang terekam di draft setelah selama satu setengah jam gue ngetik, padahal udah banyak yang gue tulis dan gue save. tapi gue juga gak ngerti kenapa yang terekam cuma itu aja…

mungkin karena tulisan ini memang berbau mistis….

so.. are you ready ???

baiklahhhh…

n632327178_947629_1040kita mulai perjalanan spiritual kita ***halaaahhh*** dengan ngasih tahu dulu apa itu nightmare stories. nightmare stories adalah acara di Radio POP FM Jakarta, dan gue yang jadi host acara itu selama bertahun-tahun, seng ada lawan. awalnya acara ini dipandu sama HERRY RACHMAN, terus setelah mas herry cabut digantiin sama FAHMI ARDIAN, dan setelah fahmi cabut gue-lah yang siaran sampai gue resign , dan setelah gue resign acara itupun lenyap dari peredaran. sesuai dengan namanya, acara ini memang ditujukan untuk mereka yang curious dengan hal-hal mistis, pengalaman-pengalaman ketemu hantu, dan segala yang berbau dunia lain. pendengar boleh cerita pengalaman mereka yang serem-serem, ditunjang dengan backsound musik yang serem, plus sound effects yang cukup bikin merinding. cukuplah acara ini sukses bikin banyak orang ketakukan tapi pengen dengerin, jadi kalo dengerin harus rame-rame, ngumpul di tongkrongan atau sekeluarga gelar tiker di ruang tamu dalam suasana mencekam… lebayyy…

namanya juga acara serem… mau nggak mau ambiance-nya juga ikutan serem. pas acara berlangsung juga banyak terjadi kejadian serem. inilah yang akan gue bahas secara tajam… setajam golok…

kita mulai dengan pengalaman mas herry… host acara ini season pertama. gue gak ngerti kenapa, tapi mas-mas berbadan tegap dengan kumis serem melintang ini ternyata gak berani sendirian ketika siaran acara ini. dia selalu ngajak orang buat nemenin siaran, secara studio siaran ada di lantai dua dan gak ada orang lain selain penyiar karena gak pake operator. bahkan seringkali karena gak ada orang yang bisa dibajak buat nemenin siaran, mas herry ngajak anaknya yang masih kecil buat nemenin siaran. kasian banget tuh anak kecil disuruh duduk di bawah terkantuk-kantuk, secara acaranya berlangsung dari jam 10 sampe jam 12 malam.

gue gak pernah nanya kenapa mas herry sampe gak berani siaran acara itu sendirian.. tapi bisa dipastikan pernah ada sesuatu yang terjadi…

season kedua acara ini, fahmi yang jadi host, dan karena ni anak emang udah eksentrik jadi gak ada masalah.. mungkin dia pernah ngalamin sesuatu tapi kita gak pernah tahu karena gak pernah cerita

season ketiga… gue-lah sang host acara ini. dannnn… gue akan ceritakan apa yang gue alami sodara-sodara…

kita awali dengan kejadian yang menimpa MELLY MANUHUTU. ni anak emang pendengar setia acara ini, makanya dia penasaran pengen nemenin gue siaran. bukan siaran berdua gue, tapi cuma duduk nemenin gue siaran. awalnya sih biasa aja. melly awalnya duduk berhadapan sama gue, dipisahkan oleh meja mixer yang cukup gede. ketika acara mulai beberapa saat dan suasana sudah mulai mencekam, melly pindah tempat duduk. dia duduk di samping gue, pake kursi plastik warna putih. ketika di pertengahan acara, pas gue lagi ngobrol dengan penelpon yang lagi cerita serem, gue kaget karena melly tiba-tiba mepet dan berusaha untuk duduk satu kursi dengan gue. mukanya pucet tapi gak berani bersuara karena gue lagi on air. pas gue muter lagu barulah melly tereak ketakutan. ternyata tadi kursi melly digoyang-goyang kenceng sampe melly kaget. awalnya dia nyangka itu ulah gue, tapi ketika dia ngeliat tangan gue lagi ada di atas mixer barulah dia sadar apa yang terjadi. melly ketakutan dan gak mau lagi nemenin gue siaran acara itu.

yang menimpa gue sendiri juga lumayan banyak. salahsatunya adalah pas konsep acara berubah. gue gak siaran sendiri tapi ditemani paranormal. biasanya gue ditemenin seorang paranormal, tapi suatu saat gue siaran ditemani 3 orang paranormal sekaligus. wuihhh… mendadak atmosphere-nya beda banget. hawanya udah beda. biasanya gue santai aja siaran tapi saat itu bulu kuduk gue berdiri mulu. mana salahsatu paranormal ada yang latah, jadi pas dia ngeliat ‘penampakan’ dia bakalan bereaksi cukup mengagetkan. puncaknya adalah pas salahsatu paranormal bilang ada kuntilanak yang berdiri di deket gue… gue gak bisa ngeliat, tapi tiba-tiba angin ‘bertiup’ di bawah meja tepat mengarah ke kaki gue. gue berasa ada blower kipas angin dibawah meja, satu hal yang cukup bikin gue keringetan.  kelar siaran gue ‘gak berani’ balik ke kosan. jadi gue putuskan untuk tidur di kamar belakang studio. baru aja gue merem beberapa detik, gue masih sadar sesadar-sadarnya, tiba-tiba pipi gue DITAMPAR !! gubrakkk… gue kaget sekaget-kagetnya langsung buka mata.. dan gak ada siapa-siapa di kamar itu. gue panik tapi gak berani ngaca, takut pipi gue berbekas secara baru aja digampar setan.. saking paniknya gue sampe gak berani merem… yang ada gue gelisah dalam suasana mencekam sampe gue ketiduran.

kejadian lainnya, yang ini gak begitu nakutin tapi cukup bikin merinding. waktu itu mbak iis, paranormal yang siaran sama gue lagi gak enak badan, jadi dia minta AC dimatiin. AC ruang siaran seharusnya gak boleh dimatiin, makanya remote-nya pun diumpetin teknisi supaya gak bisa dimatiin. jadi demi mematikan AC karena mbak iis sakit, gue sampe naik-naik kursi dan mematikan secara manual. siaran berlangsung sukses, dan ketika siaran kelar gue nganterin mbak iis dulu ke bawah sebelum gue beresin perabotan siaran. pas gue naik ke ruang siaran gue takjub, karena ruangan udah dingin… AC UDAH NYALA !!! gue langsung telpon mbak iis, mastiin apa dia yang nyalain AC. dia balik bilang, bukannya tuh AC gak ada remote-nya, tadi pas gue matiin aja harus naik-naik kursi. duhhh… siapa yang nyalain ????

yang paling spektakuler adalah kejadian yang satu ini. masih dengan mbak iis. ada penelepon masuk. cewek. suaranya pelan, basah.. dan ngilang-ngilang seperti kebawa angin…

gue : nightmare stories selamat malam

cewek : malaaaaaam…

sampai disini gue liat mbak iis tiba-tiba berhenti senyum. wajahnya tegang dan ngasih kode ke gue untuk matiin penelepon itu dan nyalain lagu. gue yang gak ngeh dengan maksud mbak iis tetap aja nanggepin penelepon itu.

gue : siapa nih ?

cewek : mumuuuuunnn…

mbak iis : aduh neng… maaf ya neng… acara ini khusus buat yang masih hidup

cewek : (ketawa ngikik tapi pelan) hihihihihi…

gue mulai agak curiga. mata gue langsung ngelirik ke arah display caller id telepon. berkedip-kedip nomor sebuah provider, berarti penelepon ini nelepon pake hp. gue lega.. dan berusaha ngelawak

gue : wah… nama kamu mumun ya… kuntilanak dong… hebat ya kuntilanak punya handphone..

cewek : (masih ngikik.. suaranya ilang-ilang seperti kebawa angin)

mbak iis melototin gue sambil ngasih kode supaya gue matiin line telepon dan muter lagu. gue masih cuek aja.

mbak iis : udah ya neng… makasih neng… boleh dengerin tapi jangan ikutan telepon ya neng, kasian yang masih hidup.. oke.. kita denger lagu aja sekarang…

cewek : (tetep ngikik… dan detik ini gue mulai sadar apa yang terjadi)

gue langsung puter lagu dan mutusin line telepon. mbak iis langsung bilang kalo yang masuk tadi emang beneran mumun.. KUNTILANAK yang ada di DANAU CIBUBUR. gue gak begitu aja percaya. gue langsung raih telepon dan liat caller id terakhir yang masuk. gue hubungin sambil deg-degan.

dan….

maaf… nomor yang anda tuju tidak terdaftar

hahhhhh ??? gimana bisa gak terdaftar tapi barusan nelepon ??? gue ulangin sampe tiga kali tetap tidak terdaftar tuh nomor. gue telpon pake HP gue, tetep tidak terdaftar. pake HP mbak iis, tetep tidak terdaftar. trus gue coba inget-inget, suara cewek tadi emang misterius banget… datar tanpa ekspresi… lemah kayak kebawa angin… apakah beneran itu mumun ??? ngeliat muka mbak iis yang tegang gue jadi lumayan ngeri juga saat itu… paranormalnya aja bisa shock… apalagi gueeeeee…

kejadian-kejadian serem itu mau gak mau bikin temen-temen gue pada ogah untuk siaran acara ini. kalo gue sakit atau cuti, pasti pada saling lempar kalo disuruh jadi host acara ini. dan percaya atau tidak, mereka yang gantiin gue siaran acara itu biasanya ‘diganggu’

ELKI pernah diliatin orang pake baju putih jalan melintas di jendela luar ruang siaran, tepat disampingnya. dia mikir itu gue yang iseng ngerjain, tapi kemudian dia mikir… kan ruang siaran di lantai dua ?? gimana bisa orang jalan diluar jendela kaca…

BAGUS siaran acara ini sambil ketakutan karena lampu ruang siaran tiba-tiba nyala mati nyala mati hanya ketika acara itu berlangsung. sudah begitu pendengar banyak yang komplain ke dia nyuruh matiin suara kuntilanak karena pada serem. padahal bagus TIDAK MEMUTAR SOUND EFFECTS SUARA KUNTILANAK !!!

JONI sampai harus siaran duet sama DODO padahal acara ini bukan acara berkonsep 2 DJ.

mungkin memang butuh ‘tenaga ekstra’ buat siaran acara ini. buktinya setelah gue resign, acara ini juga ikutan resign. boleh jadi juga karena trend acara mistis beginian emang udah gak diminati lagi.

udahlah… segini aja… mudah-mudahan tulisan gue kali ini bisa ke-save dengan utuh gak kayak sebelumnya. amiin…

Backing Vocal Palsu

Backing Vocal Palsu

61014_purwacarakaLagi beres-beres kamar… nemu tabloid dan koran-koran lama yang harus segera gue singkirkan karena menuh-menuhin kamar. Lalu tiba-tiba di salahsatu tabloid itu ada foto PURWATJARAKA. Eh… ngeliat itu gue jadi senyum-senyum sendiri. Ada apa dengan Kang Purwa ??

Baiklah…

Ceritanya terjadi sepuluh tahun lalu. Ketika sahabat gue MELLY MANUHUTU yang penyanyi kondang itu tiba-tiba nyamperin gue di suatu sore sambil nawarin sebuah tawaran yang mengagetkan

Melly : “Bantuin gue dong, gue ada show di bengkel tapi gak ada backing vocal…”

Gue : “Hahh ?? gue blom pernah jadi backing vocal..”

Melly : “Tenang aja. Lo berdua sama Teta… lagunya gampang koq… ADA CINTA sama NO SCRUBS. Ayo Dong…”

Gue sempet bengong beberapa detik. Ya emang sih gue suka nyanyi, gini-gini pernah lah jadi juara satu festival nyanyi hehehe… tapi jadi backing vocal gue belom pernah… apalagi dalam sebuah konser beneran. Agak ragu, tapi karena yakin Melly gak bakalan sembarangan ngerekrut orang buat jadi backing vocalnya, akhirnya gue iyain aja permintaannya. Itung-itung nambah pengalaman baru. Apalagi lagu Ada Cinta punya Melly kan gue udah tahu banget… trus lagu No Scrubs punya TLC juga salahsatu lagu favorit gue saat itu. Lagian yang ada di pikiran gue, backing vocal kan cuma urusan pecah suara. Paling ke suara dua suara tiga gitu lah.. Jadinya ya udah… hajar blehhh…

Sampai saat itu gue gak ngerti Melly nyanyi buat acara apa. Sampe pas hari H dan gue harus ke bengkel night park buat rehearsal, gue baru tahu kalo Melly nyanyi di sebuah acara besar. Nama acaranya KAFE PEDULI, kalo gak salah acara itu adalah sebuah acara amal yang digagas oleh Kafe Kafe besar yang ada di Jakarta. Sampe disitu gue mulai agak keder. Apalagi pas gue lihat deretan artis pendukungnya. Ya ampun… selain MELLY ada GIGI, ME, REZA ARTAMEVIA, DEWI GITA, THE GROOVE, dan masih banyak lagi. Pengiringnya adalah PURWATJARAKA BIG BAND.. trus koreografernya GURUH SOEKARNO PUTRA. Aduhhh.. ini sih acara serius… sumpah mendadak gue grogi dan takut banget. Untung Melly berusaha nenangin gue, jadinya gue agak ketolong.

Sampai tiba giliran Melly latihan…

Gue sama Teta, sepupu Melly yang emang backing vocal beneran melangkah pasti mendekati panggung. Dan tiba-tiba pas di panggung gue baru tahu ternyata Kang Purwa udah nyediain backing vocal buat Melly. Awalnya gue udah mau mundur aja daripada tidak kuat menahan grogi (hehehe..). Tapi Kang Purwa bilang gue gak usah mundur karena backing vocal Kang Purwa dua-duanya cewek, jadi kalo ada cowoknya lebih oke. Jadilah kita berempat didaulat menjadi backing vocal Melly. Dan tiba-tiba gue dibagiin secarik kertas berisi not not yang harus gue nyanyiin… gubrakkkk… ternyata backing vocal sudah diaransemen jadi tinggal nyanyiin sesuai partitur.. padahal GUE GAK BISA BACA PARTITUR !!!

Gue kelimpungan. Asli. Teta sih santai aja secara dia backing vocal beneran jadi gak ada masalah dengan partitur. Gue bisik-bisik ke Teta… gue minta Teta nyanyiin partitur bagian gue. Teta bantuin nyanyi sambil bisik-bisik di kuping, tapi otak gue gak bisa mencerna karena grogi dan takut yang luar biasa. Apalagi belum selesai Teta nyanyiin bagian gue, intro lagu sudah dimulai… latihan sudah berjalan… aduhhh… kalo bisa menghilang rasanya gue pengen menghilang saat itu juga.

Gue pegang partitur dengan gemetar. Gue gak tahu harus nyanyiin nada apa. Pas tiba giliran backing vocal masuk, gue nyanyi dengan keringat dingin mengucur. Sumpah gue gemeteran. Apalagi tiba-tiba KANG PURWA MENGHENTIKAN MUSIK DI TENGAH LAGU. Gue kaget, ketika Kang Purwa dengan suaranya yang lantang dan mata menatap langsung ke gue, berkata :

“Lo gak kawin suaranya sama yang tiga !! partitur itu ditulis buat dinyanyiin. Udah gak usah improv-improv !! nyanyiin sesuai partitur !! LO PENYANYI APA RAPPER SIH ???”

Aduhhh… sumpah gue tambah gemeteran. Suara Kang Purwa keras banget dan bisa didenger oleh semua yang ada disitu. Melly sampe memandang gue dengan iba. Gila… dalem banget tuh Kang Purwa. Masa gue dibilang rapper… rapper kan kalo nyanyi merepet kayak lagi ngomong… berarti parah banget dong nyanyi gue… wahhh…. Perasaan gue campur aduk… grogi, takut, gemeter, malu.. plus minder… Teta dan dua backing vocal Kang Purwa seperti tahu kesulitan gue. Mereka bisikin gue… mereka nyuruh gue konsentrasi ngedengerin perpaduan vokal mereka bertiga, lalu mereka nyuruh gue ‘masuk’ ke dalam harmonisasi vokal mereka dengan mengikuti feeling. Belum sempet gue nenangin diri, genjreng… musik sudah mulai lagi..

Gue tambah gemeter… Melly juga nengok ke arah gue sambil ngangguk… dia percaya gue bisa. Pas tiba giliran backing vocal nyanyi… gue pasrah… gue ikutin saran temen-temen… gue berusaha masuk dalam harmonisasi vocal mereka dengan mengandalkan feeling…

Dannn… sambil nyanyi sambil cemas gue melirik ke arah Kang Purwa. Dia diam aja. Wah, berarti gak ada masalah dong. Sampai setengah lagu dan sampai lagu habis.. lalu di lagu kedua… semua berjalan lancar. Gue mulai bisa bernapas lega. Pas latihan kelar Kang Purwa sempet bilang ke gue : “Gitu dong ngikut partitur kan lebih bagus…”

Duhhh… padahal gue gak baca satu not pun dari partitur karena gak bisa bacanya. Tapi itu baru latihan. Bukankah ujian sesungguhnya pas show beneran ?? apalagi habis rehearsal gue gak bisa latihan baca partitur karena gue waktu itu ada jadwal siaran dari jam 7 sampai jam 10 malam. Jadinya begitu kelar rehearsal gue ngabur ke depok buat siaran, dan habis siaran gue langsung balik lagi ke bengkel night park di sudirman, karena menurut rundown Melly tampil jam 11 malem. Untung jalanan lancar dan gak macet. Jadi gue bisa nyampe ke bengkel tepat waktu.

Dan show berjalan lancar. Dengan mengandalkan feeling dan konsentrasi gue bisa tampil jadi backing vocal palsu malam itu. Rasanya legaaaaa banget pas dua lagu bisa mulus dinyanyikan. Pengalaman pertama jadi backing vocal yang bener-bener bikin degdegan. Satu pelajaran baru gue dapat, bahwa jadi backing vocal ternyata tidak segampang yang gue bayangin sebelumnya. Jadi jangan pernah remehkan backing vocal. Dan bukankah seorang MARIAH CAREY juga dulunya seorang backing vocal ?

Sayangnya, sampai saat ini gue belom bisa baca partitur. Atau mungkin gara-gara itu gue gak bisa jadi backing vocal beneran ya ??